About Author

Demi layout blog yang rana (a term in aesthetic), aku jadi bikin beberapa menu di atas sini. Mungkin ini bisa jadi part di mana aku memperkenalkan diri kali ya (kayak ada yang nanya aja), tapi ya biarin lah… anggap saja ini sebagai rangkuman beberapa pertanyaan yang sering aku temuin di part comment, semacam FAQ tapi bukan itu juga

Who am I?

Nama penaku sihobit, tapi dulu banget aku pernah bikin WP buat berkeluh kesah dengan nama yang sama, jadi harus agak dimodifikasi. Lalu lahirlah ssihobitt ini. kalau ngomongin biodata aku cuma bisa bilang bahwa aku lahir di Jakarta pada tahun 1988, punya hobi menulis sejak SMP tapi ya semua konsumsi pribadi sajaaah. Aku tipe pesimis, jadi nggak PDan, makanya gampang ngerasa down kalau baca komen yang nyinyir (sesuatu yang masih aku terus coba perbaiki sampai detik ini).

What do  I do?

Aku seorang dosen di universitas swasta, kebetulan tidak punya kerjaan sampingan lain walaupun kalau mahasiswa lagi libur (btw mahasiswa libur dosen tetep masuk yeee) aku kadang suka memanfaatkan jatah cuti buat traveling bareng suamiku, yes, i’m married.

What major do I excel at?

Design. Memang banyak di FF aku yang mengangkat tema medis, tapi ketertarikan medis itu pure berasal dari keluarga aku yang kebetulan banyak yang dokter. kenapa aku bisa paham banget masalah arsitektur serta green design? itu karena spesialisasi aku ada dalam ranah green design dan kebetulan suamiku seorang arsitek.

Kenapa kadang kalau balas email jutek?

yaaaa… kalau situ sopan, saya pasti sopan. Pelajari lah etika berkomunikasi, terutama dengan orang yang tidak akrab dengan kita. Kalau kamu email “Min, minta password dong!” menurut ngana aja!? pertama aku bukan admin, karena aku ngurusin blog ini secara independen, terus bahasanya itu loh mbaksis! Diajarin tata krama kah dikau? DAN JANGAN PANGGIL AKU MIN! Sumpah sebel banget dipanggil begitu.

Kenapa AALLW belum dilanjut?

Belom mood, karena banyak yang keberatan masalah cast. Aku akan melanjutkan itu suatu hari nanti, tapi entah kapan, karena dihajar sama reader dengan cara “ah, ternyata castnya bukan Kyu, rugi udah baca.” somehow nyebelin loh. Situ coba aja nulis cape-cape terus ditampol kaya begitu, bisa tetep netral? Hebat!

Kenapa sok-sokan nulis dwilingual?

Bukan sok-sokan, tapi aku awalnya nulis di asianfanfics. Web itu menampung writer dan reader internasional dan aku harus menyesuaikan. Inggris bukan bahasa utama aku, tapi sejak SMA aku yang ceritanya naksir sama guru bahasa Inggris mulai mencoba bikin narasi dalam bahasa itu. Keterusan sampai sekarang, karena faktanya memang bahasa Inggris bisa menyampaikan makna yang lebih tersirat tanpa pengulangan kata ganti yang membosankan seperti bahasa Indonesia (contoh: Ia bisa jadi ‘that girl, she, atau namanya langsung)

Kenapa password SS nggak dijawab di email?

Nature aku sebagai dosen, aku ini muak menjawab sesuatu yang jawabannya jelas terpampang di depan mata. Aku selalu negur orang yang maunya enak aja tanpa usaha atau mencari jawaban. Memang ini bukan di dalam kelas, memang FF itu untuk fun, tapi aku juga pengen ngedidik supaya pembaca aku menjadi reader cerdas. (Yang aku balas kebanyakan adalah mereka yang tahu jawabannya tapi kurang ‘ngeh’ kalau jawabannya itu adalah passwordnya)

Kenapa Kyuhyun profesinya nggak pernah jadi CEO atau penyanyi di FF WP ini?

karenaaa aku rasa banyak lah yang sudah menceritakan si abang dalam karakter itu. CEO tajir melintir, dingin, jutek, sadis, dan lain-lain yang kita sudah tahu kayak gimana. Si Kyu memang cocok menempati peran itu, tapi aku rasa kalau dia bukan penyanyi, Kyu juga bukan tipe bos yang begitu-begitu amet hahaha. Kalau jadi penyanyi, itu preferensi pribadi sih, aku rasa kalau Kyu diangkat sebagai penyanyi artinya kehidupan real dia harus dilibatkan sedikit dan itu ribet dan entahlah aku nggak nyaman menuliskan itu (selain karena memang jarang banget update kegiatan si Kyu, sama-sama sibuk kitaah).

Aku ingin melihat Kyu dalam karakter yang lebih human, dalam artian profesi orang sehari-hari itu apa sih? Berapa banyak sih yang jadi artis atau CEO? Maybe one day i’ll write him as the CEO, who knows? Tapi selama profesi lain masih bertebaran, kayaknya aku bakal gali potensi ke arah yang lain dulu, kalau mentok banget baru deh aku naikin pangkat si Kyu jadi CEO. ;p

Yang ada di FF itu fakta kah?

Semua hal yang aku tulis dalam FF ku berlandaskan research, setidaknya aku berusaha banget untuk tidak mengarang bebas seenak udel sendiri (misal cast sakit jantung, butuh donor, trus si love interest milih mati dan nyumbangin jantungnya—atuh lah! itu ngelanggar norma dan hukum berapa banyak coba, kayak yang jantungnya cocok aja, taunya ukurannya ga cocok gimana? golongan darah beda? alerginya nggak match? mati sia-sia dong!). Prinsip aku adalah ‘anti membodohi orang’. Kalau memang fakta yang aku beberkan salah, aku akan me-research ulang dan memperbaiki untuk karya-karya selanjutnya, kalau pun ada masukan atau ternyata reader aku ada yang memahami bidangnya, aku juga open for discussion kok, selama memang ada penjelasannya, karena intinya aku berniat untuk terus belajar untuk memperbaiki berbagai kekurangan aku dalam menulis dan aku tidak keberatan mencari ilmu tambahan dari bidang keahlian lain 🙂

CEPETAN UPDATENYA UDAH GASABAR MAO BACA!! KENAPA UPDATE-NYA YANG ‘INI’ SIH? YANG ‘ITU’ KAPAN? LAMA BANGET!

Helloooooo! Situ sehat?

Pernah bikin laporan? Pernah bikin makalah? Atau minimal tugas sekolah yang harus diketik deh. Memangnya materi FF itu ada di google terus tinggal di copy-paste?! Lu kata ide tuh nangkring di otak terus nggak ada faktor lain semacam mood yang mempengaruhi penulisan? Memangnya intelektualitas penulis (terlepas apapun hasil tulisannya mau itu sajak, prosa, tesis, dsb) itu langsung ngucur begitu saja dari kepala langsung jadi tulisan? Kenal proses ngetik? Editing? Polishing?

I know most of the readers of FF are millennials that demand anything instant, but for crying out loud, be polite!

Tolonglah, sebenernya ini aku bukan hanya menyuarakan uneg-uneg aku tok, tapi kurasa banyak rekan sesama penulis FF juga sudah mau meledak masalah yang satu ini, bedanya beberapa ada yang ditelen aja tu komen, ada juga yang mencak-mencak, ada yang pundung, dan kalau aku output-nya mungkin jadi jutek. Dibayar juga enggak, tapi kadang komen tuh isinya seolah-olah reader udah nge-DP bayar kita buat nulis, terus kita yang nulis melenceng dari deadline. Saling menghargai kan bisa… kita yang nulis butuh reader buat mengevaluasi, reader juga menikmati karya penulis yang ter-polished baik (nggak suka kan kalau baca FF bahasanya ngaco dan banyak typo? Nah, kan itu semua ada prosesnya biar sampai pada term layak tampil).

Jadi coba ya, dikurang-kurangin lah yang kayak begitu…