Water – kok ilang?

Aku mendapat cukup banyak pertanyaan masalah ini, baik dari segmen komen, email, sms, IG, line, dsb. Biar aku nggak kayak rekaman rusak, aku jelasin dalam bentuk postingan aja ya… (Jadi kalo ada yang nanya lagi, aku tinggal copas link ini). Aku ragu sih mao nulis ini, tapi yasudahlah yaa…

Kenapa Water ilang?

Tidak hilang, aku cuman mem-private postingannya.

 

Kenapa? Memang mau dibukuin?

Nggak juga sih belum ada rencana. Sejujurnya aku sedang muak di tahap benci sama cerita itu.

 

Kok bisa muak? Nggak punya ide buat lanjutin?

Bukan, ide alhamdulilah sudah selesai (karena aku tipe author yang kalau nulis bikin kerangka cerita per chapter dulu, baru nyusun narasi dan publish) tapi aku mengalami writer’s block maha dasyat yang berujung sampai aku membenci tulisanku sendiri.

 

Ya tapi kan nggak harus di-private juga kali! Kan gue belom tuntas bacanya!

Betul. Awalnya aku kalem aja kok, sampai mulai dibawelin. Aku pun sadar bahwa saat ini aku sedang konsen ke cerita pelarianku dari Water yang sedang on-going (karena aku sedang mencoba menetralisir muaknya aku sama Water ini). Beberapa kali aku baca komen di judul yang itu nagih water. Sudah kujelaskan baik-baik bahwa aku lagi mencari mood, lalu untuk memperjelas ini, aku selalu beri author’s note yang isinya berkisar di “Jangan tanya update Water”. Tapi cara sopan ini masih juga nggak mempan sampai akhirnya aku meledak dan marah besar (mungkin yang pada baca cerita itu suda baca juga kata-kata aku yang nggak bisa dibilang lembut lagi). Pada akhirnya aku mengambil keputusan begini: daripada aku pajang terus itu FF, ntar ditagih mulu, lebih baik aku private aja sampai entah kapan aku dapet ilham/mood/kemauan untuk melanjutkan.

 

Tapi bakal dilanjutin, kan?

Jujur aku belum tau. Aku nggak berani janji apapun. Saat ini aku rasanya kayak mahasiswa yang udah terancam D.O, tapi nggak punya motivasi buat ikut sidang skripsi.

 

Serius cuman karena nggak mood?

Aku nggak tau gimana cara deskripsiinnya. Kalian pernah nggak teringat akan satu momen atau kejadian setiap kali berurusan dengan satu hal yang spesifik? Bukan deja vu, Tapi lebih ke kenangan baik/buruk yang menyertai satu tindakan dalam hidup kalian? (Oke penjelasan aku makin absurd). Intinya, setiap aku buka file Water di laptop, aku langsung inget dengan emosi buruk yang aku alami saat terakhir kali sedang mengarang cerita itu. And that’s not a good start to write a story.

 

Terus kita disuruh baca yang lo posting aja nih? Kalo kita nggak minat gimana? Ceritalo mainstream dan jelek.

Pada dasarnya aku nggak pernah maksa atau menggiring reader untuk baca satu cerita secara khusus di sini, kan? Seandainya cerita aku ada yang berkenan, silakan dibaca. Tapi sekiranya memang bukan selera kamu, tidak perlu merendahkan juga.

 

Abis sebel ceritalo cengeng semua!

Aku adalah author kelas remah-remah rempeyek yang menulis sebagai pelarian. Biar sekali-sekali aku kasih tau kalian siapa sosok aku, aku adalah orang yang nggak bisa nangis. Tapi aku sering merasa ingin ngelakuin itu. Maka terapi aku adalah menulis cerita yang memang nggak ada humor dan tidak ada sisi fun-nya. Kenapa? Karena aku butuh menitikkan air mata untuk menyampaikan emosi yang gagal aku sampaikan. Jadi deh cerita aku menye-menye semua. Ini kelemahanku sebagai manusia dan penulis ecek-ecek, tolong jangan bash aku untuk kelemahanku yang satu ini. Semua orang punya cara masing-masing buat bertahan hidup (dan tetap waras), kan?

 

Ih, bete! Gue nggak bakal ngunjungin blog lo lagi.

Itu hak kalian. Karena pada dasarnya ini wordpress ini kan bebas terakses siapapun.

.

.

.

Akhir kata, aku mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini. Maaf juga karena lagi-lagi aku menjadikan blog ini sebagai ajang curhat. Just in case masih ada pertanyaan umum yang tidak terjawab, silakan email aku (ssihobitt@gmail.com) atau DM di IG (@s.pinasthika atau @sihobit)

’till next time,

regards,

Sihobit

Advertisements

52 thoughts on “Water – kok ilang?

  1. Hana Choi says:

    Tetep semangat eonni aku ngerti kok karena memang setiap manusia itu beda” buat bisa nyampein emosi mereka. Tapi jujur nih yah aku suka banget ff mu yg water dari jalan ceritanya aja udh ngena banget dari penyampaian tulisannya juga jujur aku suka banget jadi tetep semangat, toh banyak juga author yg lain yg publisnya lama atau bahkan ga dilanjut karena aku tau susah banget buat nulis cerita itu karena ga mood lah atau karena ga ada ide. Fighting!!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s