Truth Within – 4 [Our Little Prayer]

 

4 eunbi

*Gamabr milik Kang taeri

 

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Friendship, Romance, A Slice of life, Travel

Main Cast: Jang Eunbi & Cho Kyuhyun

Other Cast: Jang Eunbyeol

 

Author’s note:

Aku taro di atas aja biar DIBACA DULU.

Ide dan mood lagi ngalir buat judul ini, so just bear with me yaaa… enjoy the story dan jangan tagih story lain yang ongoing. Mudah-mudahan kebingungan kalian sedikit terjawab di chapter ini hahaha.

Sebenernya awal munculnya ide ini gara-gara nggak sengaja ngubek-ngubek file lagu lama (jaman lagu Indonesia masih berkualitas) dan tanpa sengaja nge-play lagunya Audy yang judulnya “Kuterimakan” (ketebak banget umurnya udah tidak remaja hahaha). Anyways, kalo lagi iseng, coba dengerin deh lagu itu, sekarang dicover ulang sama Isyana tapi buat aku sih tetep lebih kena yang versi asli si Audy (generasi reader aku masih pada tau nggak sih Audy itu siapa? ;p)

Typo is available as always.

——————————————-

 

 

 

Sebuah anugrah sekaligus kutukan mungkin istilah yang tepat untuk menggambarkan kehadiran Kyuhyun dalam perjalanan Eunbi. Jauh dalam lubuk hatinya, gadis itu sadar bahwa tidak mungkin ia melakukan perjalanan panjang ini seorang diri, namun melakukan semua ini dengan pria dingin dan cuek yang tidak bisa ditebak isi kepalanya juga sukses membuat Eunbi tertekan.

Kehadiran pria itu menjadi sebuah anugrah karena kesigapannya dalam menyikapi beberapa kondisi lemah Eunbi. Gadis itu sangat menghargai segala usaha yang Kyuhyun lakukan untuk memastikan perjalanan mereka tetap nyaman, memastikan agar gadis itu tidak terlalu lelah, serta menjamin ketenangan tidur Eunbi di malam hari saat ia berbaring di sisinya. Namun menatap dengan angan kosong pada pria itu juga merupakan kutukan terkejam yang bisa Eunbi peroleh. Kehadiran Kyuhyun di dekatnya cocok jika dianalogikan dengan sebuah porselen kuno yang dipamerkan dalam lemari kaca, bisa ia nikmati tanpa pernah bisa ia miliki.

Gadis lain mungkin akan segera menutup pintu hati rapat-rapat dan menjauh dari pria yang kerap kali menyakiti hati mereka, tapi tidak demikian dengan Eunbi. Gadis itu tidak kenal lelah mencoba dan mencari jalan untuk masuk ke dalam hati Kyuhyun, meskipun untuk itu ia harus babak-belur menerima penolakan dingin yang juga tidak pernah gagal dilakukan pria itu. Namun kejadian malam itu di Reykjavik berbeda, kali ini Eunbi benar-benar menyerah. Cukup sudah ia bertindak seperti seorang pengemis kelaparan yang meminta kemurahan hati Kyuhyun, ia sudah memiliki cukup banyak masalah tanpa harus menyertakan sikap pria itu ke dalam daftarnya. Mulai malam itu ia berniat untuk turut bersikap dingin pada Kyuhyun dan mengacuhkan segala tindakan pria itu.

Setidaknya itu yang Eunbi inginkan.

Nalar gadis itu bekerja cepat untuk menjembatani diri dengan eksistensi Kyuhyun yang kebetulan memang masih beredar di sekitarnya, namun tubuhnya menolak untuk bekerja sama. Seperti malam ini contohnya, ia tetap pasrah membiarkan pria itu mendekapnya erat karena ia tidak sanggup menahan rasa dingin yang ia rasakan pada sekujur tubuhnya. Aneh, keduanya sudah menyerah mencari Aurora yang tak kunjung muncul dan mereka telah memutuskan untuk kembali ke Eropa Daratan, tepatnya di kota Nice yang terletak di pesisir pantai Perancis yang sering disebut Côte d’Azur yang memiliki udara sempurna untuk menyambut awal musim panas. Nyatanya Eunbi lebih sering menutupi tubuhnya dengan jaket dan tidurnya di malam hari semakin tersiksa karena rasa dingin yang tidak bisa ia usir.

“Apa perlu kunyalakan pemanasnya? Aku bisa menghubungi room service dan minta selimut tambahan.” Bisik Kyuhyun, kekhawatiran dalam nada bicara pria itu tidak terelakkan.

Eunbi menggeleng pelan. “Aku baik-baik saja, pasti kau kepanasan sekarang.”

Ya tentu saja Kyuhyun kepanasan akibat udara musim panas Perancis yang lembab, tapi mana mungkin ia mengabaikan sahabatnya yang meringkuk pucat kedinginan.

“Sayang sekali tidak ada yang menjual hot pack di musim ini. Pasti deritaku berkurang jika ada hot pack, setidaknya kau tidak perlu memelukku seperti ini dan aku tidak akan menggigil non-stop.”

Pria itu mendengus. “Besok kita cari kaus kaki tebal, syal, dan jaket, ng? Siapa tahu masih ada yang menjualnya.”

“Maafkan aku.” Tambah Eunbi lirih. “Aku sangat membencimu sekarang, tapi aku juga membutuhkanmu.”

“Kau berhak untuk membenciku, tapi hal itu juga tidak akan membuatku menjauh darimu sebab kau akan selalu membutuhkanku, Bi-ya.” Kyuhyun terkekeh. “Apa rencana kita besok?”

“Entahlah, kau atur saja.” Balas Eunbi dengan suara masih bergetar kedinginan.

“Masih banyak sekali yang belum kita lakukan.” Kyuhyun meraih buku kecil mereka yang terletak di atas nakas dan membukanya dengan sebelah tangan. “Apakah kau masih mau melihat patung Putri Duyung di Kopenhagen? Ke taman bermain Tivoli?”

“Tidak.”

“Bagaimana dengan fjord[1] di Norwegia?”

“Mustahil, kurasa aku tidak akan sanggup menahan dinginnya udara Skandinavia.” Balas Eunbi lirih.

Secara otomatis pelukan Kyuhyun di seputar tubuh Eunbi mengerat. “Kita bisa melihat pemandangan indah di Swiss melalui jendela kereta kalau kau mau, kurasa akan sama indahnya.”

Gadis itu menggeleng lemah. “Saat ini aku hanya ingin melihat La Spezia, melempar koin ke dalam Air Mancur Trevi, berdoa di Vatikan dan juga berdoa dalam Sangrada Familia di Barcelona. Apa menurutmu kita bisa melakukan itu?”

Kyuhyun mengangguk mantap. “Akan segera kuatur untukmu.”

Eunbi mengehela napas panjang. “Setelah itu aku mau pulang, Kyu. Aku merindukan eomma dan eonni.”

“Ng, baiklah.” Pria itu menurut pasrah.

 

Keesokan paginya Kyuhyun meniggalkan Eunbi sejenak dalam hotel sementara ia mencari akomodasi untuk mengantar mereka ke tempat yang gadis itu inginkan, seharusnya tidak terlalu sulit mencari transportasi ke pesisir pantai Italia jika berangkat dari tempat mereka berada, namun nyatanya di musim panas turis-turis Eropa memang menumpuk di sepanjang pesisir Côte d’Azur sampai Italian Riviera. Seluruh tiket kereta terjual habis dan mereka tidak punya budget cukup untuk melakukan perjalanan mewah dengan kapal laut yang ditawarkan banyak agen tur di pinggir pantai, sehingga Kyuhyun harus memutar otak untuk improvisasi.

Pria itu mendudukkan diri sejenak pada sebuah bangku yang tersedia di atas trotoar, lagi-lagi serbuan emosi itu menghampirinya dan Kyuhyun harus bersusah payah melawan sensasi tercekat yang ia rasakan dalam tenggorokannya setiap kali ia menjauh sejenak dari Eunbi. Di hadapan gadis itu ia selalu tampil sebagai sosok yang tegar, sebab ia harus menjadi sandaran Eunbi yang semakin hari semakin lemah, dan sebisa mungkin Kyuhyun tidak ingin menitikkan air mata selama mengawasi sahabatnya. Namun di saat ia sendirian, dengan buku kecil yang semakin tebal dalam ganggamannya, kadang rasa sedih itu datang.

Kyuhyun ingat besarnya semangat Eunbi saat gadis itu memutuskan perjalanan ini, ia sudah siap dengan segala kegiatan ekstrim yang Eunbi rencanakan, ia siap bermalam di dalam bus antar kota untuk mengejar keindahan-keindahan alam dari tempat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Namun nyatanya gadis itu semakin mudah merasa kedinginan begitu mereka kembali dari Islandia. Eunbi juga semakin sering kelelahan, dan tidak banyak yang bisa Kyuhyun lakukan untuk membantunya.

Seperti biasa, Pria itu mencoba mencari ide baru untuk bisa memenuhi banyak permintaan Eunbi sekaligus. Ia tahu visa mereka akan segera habis dan ia pun tahu waktu mereka semakin sempit. Sementara membolak-balik halaman-halaman yang belum tercoret di buku itu, Kyuhyun membaca satu tulisan yang sempat memicu keributan besar di antara mereka—merayakan hari jadi 100 hari dengan pria yang kucintai.

Kyuhyun tersenyum kecut. Seratus hari? Omong kosong macam apa itu? Ia tidak mau menghabiskan hanya serratus hari dengan Eunbi. Ia ingin seterusnya mendampingi gadis itu, ia ingin hidup bersama sahabatnya, ia ingin menjadi tua dan keriput bersama dengan gadis yang telah mengisi relung hatinya sejak lama. Namun watak keras kepala Kyuhyun yang mendarah daging, dibumbui dengan keyakinan tolol yang terdengar tidak masuk akal selalu menjadi jurang penghalang antar kebahagiaan mereka.

Pria itu ingin menjadi jangkar yang menjadi alasan bagi Eunbi untuk berjuang. Seluruh keinginan yang ditulis Eunbi dalam buku perjalanan mereka terhitung realistis untuk dilakukan, sampai pada lembaran terakhir semua sangat realistis. Dengan senang hati Kyuhyun akan mengabulkan semuanya, bahkan jika ia cukup nekad dan berani melangkahi orang tua Eunbi, Kyuhyun akan langsung mengabulkan permintaan yang tertulis di lembar terakhir buku itu.

Tapi Kyuhyun ingin Eunbi terus berjuang melawan segala ujian hidupnya, Kyuhyun percaya bahwa Eunbi akan menyerah jika seluruh impiannya tercapai sebelum waktunya untuk bertempur tiba. Sebut saja Kyuhyun brengsek, tapi pria itu akan terus mempertahankan pendiriannya untuk menolak Eunbi sampai gadis itu memperjuangkan hidup mereka dengan sungguh-sungguh. Sebab bukan seratus hari yang diinginkan Kyuhyun, melainkan seumur hidup. Bukan topeng yang penuh kepalsuan yang harus ia persiapkan, melainkan mental sekuat baja untuk menghadapi ketakutan terbesanya. Tapi bagaimana cara pria itu menyampaikan pendirian bodoh yang dipegangnya pada Eunbi tanpa membuat gadis itu kembali berharap? Ia tidak sampai hati membuat sahabatnya kembali menangis, mengemis, dan meminta seperti itu lagi, karena ia tahu pertahanan hatinya akan runtuh dan ia akan menyerah seketika.

Di tengah renungannya Kyuhyun membaca satu tulisan yang mendadak memberinya ide untuk membuat perjalanan ini lebih mudah bagi mereka. Dengan sigap pria itu mencari pusat informasi turis di dekat stasiun kereta untuk memastikan mode trasportasi mereka sesuai dengan apa yang Eunbi tuliskan dalam salah satu lembaran buku keramat itu.

 

*

 

Eunbi tersenyum lebar sambil mengeluarkan sebelah tangannya dari balik jandela penumpang Mini Cooper Moris yang Kyuhyun sewa untuk mereka. Sejujurnya gadis itu lupa bahwa ini adalah salah satu hal yang ingin dilakukannya, tapi sepertinya Kyuhyun cukup jeli untuk melihat beberapa point yang sudah dilupakan Eunbi.

“Mengandarai mobil Mr. Bean.” Kyuhyun mendengus meledek. “Aku nyaris melawatkan tulisan itu. Sebuah permintaan konyol yang sangat sesuai dengan karaktermu, Eunbi-ya.”

“Hebat juga kau berhasil menemukan Morris kuno.” Eunbi mengacungkan jempol.

“Tapi karena ini mobil kuno, jangan harap ada pendinginnya.” Kekeh Kyuhyun. “Dan kursi yang kau duduki tidak bisa ditidurkan, jadi jika kau lelah, tidurlah dengan posisi duduk senyaman mungkin.”

Eunbi hanya tersenyum tipis. “Kita baru berjalan dari Nice tiga jam yang lalu, mana mungkin aku kelelahan. Lagipula pemandangan pesisir pantai Perancis dan Italia terlalu sayang untuk kulewatkan.”

Tangan Kyuhyun merogoh ke jok belakang untuk mencari-cari kamera polaroid milik Eunbi, lalu menyerahkannya pada gadis itu. “Ini, silakan foto sampai puas.”

“Terima kasih.”

“Seharusnya kita menyewa mobil saja selama ini, ternyata sistemnya mudah dan cabang perusahaan mereka tersebar di seluruh Eropa, jadi aku hanya tinggal menaruh mobil ini di salah satu cabang mereka nanti.” Kyuhyun bergumam sendiri saat Eunbi sibuk mengambil foto. “Seandainya kita bepergian dengan mobil sejak awal, pasti kau tidak akan merasa selelah sekarang.”

“Ey, aku tidak selelah itu. Santailah sedikit, Kyu.” Eunbi membidik lensa kamera pada wajah Kyuhyun. “Sekarang berikan aku senyuman yang lebar.”

Kyuhyun memamerkan serangkaian gigi putihnya pada Eunbi untuk difoto. “Kau sudah lapar?”

“Belum, tapi aku ingin minum kopi jika kita sudah tiba di Italia. Apa kita sudah memasuki perbatasan Italia?”

“Entahlah. Aku tidak melihat kedai kopi, tapi ada bar di pinggir pantai.” Tunjuk Kyuhyun pada sebuah bangunan kecil yang berdiri di dekat tebing. “Aku lapar, kau juga harus makan. Kita berhenti dulu?”

Eunbi mengangguk setuju. Tidak ada salahnya ia mencoba memasukkan sesuatu ke dalam perutnya yang kosong, toh memang sudah waktunya makan siang. Salah satu hal yang bisa mereka nikmati dari perjalan ini adalah ragam gastronomi yang bebas mereka cicipi, setiap harinya pasti berbeda, dan setiap harinya indera pengecap mereka semakin peka dengan ragam pilihan yang bisa mereka nikmati. Kali ini Kyuhyun memilih panini isi ham sedangkan Eunbi tetap setia pada pilihan supnya, setidaknya makanan itu mudah ia cerna dan membuatnya cepat kenyang.

“Ternyata kita sudah di perbatasan Italia, Bi-ya.” Kyuhyun membuka peta kecil yang diberikan pihak penyewaan mobil. “Tadi aku tanya pada kasir di sana dan dia menunjuk titik ini sebagai posisi kita.”

“Ey! Kalau begitu kita pesan segelas espresso segera!” Eunbi menepukkan kedua tangannya riang. “Kopi italia itu barang wajib untuk dicoba.”

“Habiskan dulu supmu, baru kupesankan espresso.” Tunjuk Kyuhyun pada mangkuk kecil di hadapan Eunbi. “Ini, makan roti ini sedikit saja. Kau masih butuh karbohidrat, Bi-ya.”

Gadis itu meraih potongan roti yang Kyuhyun berikan, mencelupkan ujungnya ke dalam sup lalu mengunyahnya. “Apa lagi yang harus kulakukan? Berhentilah mendikteku, makan saja paninimu.”

Kyuhyun memutar mata kesal.

“Apakah berat badaku terlihat menurun sangat drastis?” Tanya Eunbi sambil menyendok suapan sup. “Sepertinya kau menjadikan acara makan menjadi misi tersendiri untuk mencekokiku ini-itu.”

“Semakin hari semakin mudah saja bagiku untuk menggendongmu. Pasti aku akan dimarahi orang tuamu saat mengantarmu pulang ke rumah, aku jamin mereka mengira aku tidak memberimu makan.” Balas Kyuhyun cepat. “Wajahmu juga terlihat semakin tirus. Kalau kau berniat menjadi artis drama mungkin itu cara yang bagus, tapi aku lebih suka melihat pipimu yang berisi, kau lebih cantik seperti itu.”

Eunbi mendengus geli. “Wah, kau tidak sedang merayuku, kan?”

“Aku tidak pernah merayu wanita dengan pick-up line tolol seperti itu.” Sahut Kyuhyun defensif.

“Hm, jadi pick-up line semacam apa yang sering kau pakai? ‘Kau mau makan ramyeon di tempatku sebelum pulang?’[2] apakah itu pick-up line yang kau gunakan?”

Pria itu tersedak roti yang dikunyahnya karena tawa spontan yang tidak bisa ia tahan.

“Apa yang lucu? Itu kan pick-up line paling populer di negara kita.” Eunbi ikut tertawa. “Konyol sekali kedengarannya, tapi sepertinya manjur.”

“Manjur karena semua orang Korea sudah tahu makna tersembunyi di balik tawaran itu.” Kyuhyun meneguk air putih di sampingnya banyak-banyak. “Awas saja kalau kau sampai menyetujui untuk ‘makan ramyeon’ jika ada pria yang menawarkan itu padamu.”

“Cih, tidak ada urusannya denganmu.” Cibir Eunbi. “Nah! Aku sudah menghabiskan supku, sekarang belikan aku espresso!”

“Baiklah, Tuan Putri.”

Kyuhyun melahap sisa roti di tangannya cepat sebelum ia kembali ke konter kasir untuk memesan dua gelas espresso yang diminta Eunbi, tidak ia sangka dalam setengah perjalan mereka saja dua buah daftar kegiatan sudah berhasil mereka coret. Kyuhyun kembai ke meja mereka dengan dua cangkir kecil bertengger di tangannya, Eunbi sudah mengangkat kamera polaroid untuk mengabadikan foto ini dan segera setelah selesai melakukan selfie, gadis itu meraih gagang cangkir espresso untuk diminumnya.

Keriangan mereka sirna ketika Eunbi menjatuhkan cangkir kecil yang sebelumnya ia genggam tanpa sengaja. Gadis itu terperanjat kaget karena bunyi beling yang pecah mendadak dan juga karena ia tidak percaya hal itu baru saja terjadi padanya. Sedetik sebelumnya ia menggenggam cangkir dengan mantap namun detik berikutnya keramik itu terbanting ke lantai. Refleks Kyuhyun yang pertama adalah menahan tubuh Eunbi yang bergerak mendekati pecahan beling itu, pria itu memanggil kasir yang berjaga di balik konter untuk merapikan pecahan dan tumpahan kopi di lantai, baru kemudian berjalan ke sisi Eunbi.

“Kau tidak terkena pecahannya, kan? Apa gelasnya terlalu panas?” Tanyanya khawatir.

Eunbi tidak membalas, gadis itu hanya menatap kedua telapak tangannya yang bergetar hebat tanpa bisa ia kendalikan.

Kyuhyun mengikuti arah tatapan Eunbi, perlahan pria itu mengerti apa yang baru terjadi pada sahabatnya. “Aku pesankan satu gelas lagi, ne?”

Gadis itu masih tertegun menatap telapak tangannya bingung.

Kyuhyun segera memesan satu gelas espresso seolah tidak ada hal janggal yang baru terjadi sebelumnya, lalu membawanya kembali pada Eunbi yang masih termenung di meja.

“Kyu… sepertinya sudah dimulai…” Bisik Eunbi lirih.

Pria itu meraih kedua tangan Eunbi yang masih bergetar, meremasnya pelan sambil sesekali memijit jemari Eunbi. Senyum lebar yang terlalu dipaksakan tersungging pada wajahnya, namun Eunbi bisa melihat genangan air mata pria itu mulai menumpuk pada pelupuknya. “Tidak apa-apa, Bi-ya. Aku akan terus memijit tanganmu, ne?”

“Kyu, aku takut.”

Tanpa banyak berkata-kata, Kyuhyun merengkuh tubuh Eunbi ke dalam dekapannya. Sebelah tangannya tetap meremas tengan Eunbi dan sebelahnya sibuk mengusap punggung kurus gadis itu berkali-kali. “Tidak apa-apa, aku di sini, Eunbi-ya. Kau tidak perlu takut, aku tidak akan meninggalkanmu.”

Eunbi mencoba melawan keinginannya untuk menangis, namun rasanya sulit sekali menahan rasa sedih yang menyerangnya saat ia diizinkan untuk bersikap rapuh oleh pria yang sangat ia cintai. “Biar kutuntaskan misi kita, berikan aku espresso itu.”

Kyuhyun meraih cangkir kecil di atas meja lalu mendekatkannya pada bibir Eunbi, perlahan pria itu membantu sahabatnya untuk menyesap kopi pahit nan kental khas Italia yang ingin ia cicipi. “Melihat dari ekspresimu yang mengernyit, sepertinya kopi ini pahit sekali.”

“Sepahit hidupku.” Sahut Eunbi sinis. “Kau coba saja sendiri.”

 

*

 

Beberapa hari selanjutnya dilewati Kyuhyun dan Eunbi dengan damai, tidak ada perdebatan dan untungnya tidak ada cangkir-cangkir lain yang menjadi korban, hanya wajah murung Eunbi yang sedikit membuat Kyuhyun resah. Awalnya mereka berniat pergi ke Roma lalu melempar koin di Air Mancur Trevi, mengelilingi Colloseum, dan masuk ke dalam Vatikan Museum untuk melihat lukisan terkenal karya Michelangelo yang sering terpampang dalam berbagai media. Nyatanya Eunbi menghiraukan banyak rencana mereka dan meminta Kyuhyun untuk langsung pergi ke Air Mancur Trevi saja.

“Sepertinya aku akan cepat lelah jika berjalan sejauh itu ke dalam Vatikan.” Ujar Eunbi saat Mini Cooper sewaan mereka melewati Piazza San Piettro yang terhampar luas di pelataran St. Peter Basillica. “Tapi aku ingin sekali berdoa di dalam sana.”

“Kita lihat keadaan nanti saja, kalau kau masih berminat pergi ke sana, aku akan menemanimu.” Balas Kyuhyun mantap.

Eunbi menunjuk pada celana pendek yang pria itu kenakan untuk menyesuaikan diri dengan udara panas Roma. “Kurasa kau tidak akan boleh masuk dengan celana pendek, Kyu. Bagaimanapun juga itu masih tempat ibadah yang harus dihormati.”

“Nanti kucari celana panjang di koper, sekarang bantu aku cari lahan parkir.” Sahut pria itu gusar. “Fontana Trevi ada di dalam gang-gang kecil itu, kita tidak bisa masuk dengan mobil.

Eunbi memasang kacamata hitamnya untuk menghalau silau matahari yang menyakiti retina lalu memincingkan mata untuk membantu Kyuhyun mencari lahan kecil untuk menaruh Mini Cooper sewaan mereka. Baru setelah lima belas menit mencari, pria itu berhasil memarkirkan mobil dengan manis. Kyuhyun mencari celana panjang dalam koper di bagasi untuk berjaga-jaga seandainya Eunbi berubah pikiran, memasukkan ke dalam ransel kecil yang diisi lengkap oleh perlengkapan Eunbi, lalu ia menggandeng tangan gadis itu melewati gang beralaskan batu bata yang menuntun ke air mancur tersohor di Roma.

“Kyu, bagaimana caranya kita bisa mengambil foto sekaligus melempar koin berdua?” Eunbi merengek saat melihat ramainya kerumunan manusia di lokasi itu.

“Minta tolong turis lain.” Tawar Kyuhyun lugu.

“Ini Italia, Kyu!”

“Lalu?”

“Aku mencurigai bahwa semua orang yang berkeliaran di sekitar kita adalah copet.” Balas Eunbi sinis.

Don’t sweat the small stuff. Kita foto bergantian saja kalau begitu.” Kyuhyun menuntun langkah mereka semakin dekat dengan air mancur. “Keluarkan koinmu.”

Eunbi merogoh ke dalam kantung rok yang ia kenakan, mengeluarkan sekeping uang logam dan menggenggamnya erat pada tangan kanannya.

“Ingat aturannya, lempar ke belakang dengan cara menyilang melalui bahu kirimu.” Kyuhyun terkekeh melihat Eunbi yang mencari-cari posisi tepat untuk melakukan misinya. “Berikan polaroidmu.”

“Biarkan aku mengucapkan harapanku dulu, ng?”

Pria itu mengangguk singkat sambil mengeluarkan ponselnya. Ia menyalakan kamera untuk merekam video detik-detik Jang Eunbi melemparkan koin ke dalam Air Mancur Trevi sambil tersenyum puas. Satu kegiatan lain berhasil mereka coret.

“Aku siap melempar, Kyu!”

Pria itu mematikan rekaman video sejenak untuk konsenterasi mengambil foto Eunbi dalam polaroidnya. Sukses. Gadis itu melemparkan koin sesuai dengan ‘aturan’ yang dikenal para turis.

“Sekarang giliranmu, jangan lupa untuk membisikkan harapanmu sebelum koin itu terlempar.” Eunbi mengambil alih polaroid dari tangan Kyuhyun.

Mudah saja impianku, Bi-ya. Aku tidak ingin ini berakhir. Jawab Kyuhyun dalam hati.

“Ey, lihat ke arah kamera dan tersenyumlah yang lebar!” Pinta Eunbi.

Kyuhyun melempar koin itu cepat lalu menghampiri Eunbi untuk melihat hasil jepretan polaroid yang menunjukkan gambarnya perlahan. Dalam kesunyian itu saja ia bisa melihat tangan Eunbi yang terus bergetar hebat saat ia menunggu film polaroid itu siap.

“Kau yakin tidak mau ke Vatikan? Hanya beberapa blok saja dari sini. Ingat Swiss Guard[3] yang seragamnya seperti ilustrasi joker di kartu remi? Kau kan ingin berfoto bersama mereka.” Tawar Kyuhyun mengabaikan gemetar tangan Eunbi.

“Sepertinya kau yang lebih semangat melihat mereka.” Ledek Eunbi, gadis itu mengangguk singkat pertanda setuju dengan ide Kyuhyun.

“Aku hanya mencoba menjadi teman seperjalanan yang baik hati.” Pria itu menarik tangan Eunbi menuju tempat yang tidak terlalu ramai. “Tapi aku harus memakai celana panjang dulu, sebentar.” Tanpa malu pria itu mengambil celana yang tadi ia masukkan ke dalam ransel, memasukkan kedua kakinya bergantian ke dalam celana jins dengan wajah tanpa dosa dan mengancingkannya di hadapan Eunbi.

Gadis itu terkikik sambil kembali menjepret kelakuan konyol yang terus Kyuhyun lakukan tanpa sungkan di hadapannya. Ah, sepertinya sisi positif dari menjadi sahabat Kyuhyun adalah fakta bahwa ia bisa menyaksikan hal-hal bodoh yang pria itu lakukan tanpa kecanggungan.

“Ayo kita ke Vatikan.” Ajak Kyuhyun setelah penampilannya lebih sopan untuk masuk ke dalam gereja.

Satu blok pertama belum memberikan pengaruh banyak pada Eunbi, tapi panas menyengat di kota Roma ditambah dengan jarak yang lumayan menantang bagi kondisinya, membuat langkah gadis itu melambat. Lagi-lagi Kyuhyun membantunya, pria itu berjongkok dan membiarkan Eunbi bergelayutan pada punggungnya, menghiraukan tatapan turis lain di sekitar mereka yang memandang heran dengan tingkah kekanakan mereka.

“Kau tidak malu menjadi tontonan orang-orang itu?” Bisik Eunbi di dekat telinga Kyuhyun.

“Biar saja, mereka hanya iri karena tidak memiliki sahabat sebaik aku.” Balas Kyuhyun singkat. “Aku sudah melihat obelisk di Piazza San Piettro, kau mau mengambil foto di lapangannya?”

“Ng, tentu saja.”

Kyuhyun menuruti permintaan Eunbi, membiarkan gadis itu mengambil beberapa foto diri mereka dengan kamera polaroidnya sebelum bersamaan melangkah ke sayap kanan selasar untuk ikut mengantri bersama turis lain untuk masuk ke dalam negara terkecil di dunia itu. Cengiran di wajah Eunbi kembali merekah saat ia melihat Swiss Guard yang mengenakan seragam bewarna ungu dan jingga, lengkap dengan topi barret yang membuat mereka lebih terlihat seperti badut alih-alih pengawal Paus Agung. Keduanya sibuk mentertawakan seragam Swiss Guard beberapa saat sampai mereka menginjakkan kaki di dalam St. Peter Basilica yang megah.

Secara otomatis kepala Eunbi dan Kyuhyun menengadah untuk melihat indahnya lukisan-lukisan surgawi yang terlukis pada langit-langit tinggi gereja itu, decakan kagum mengikuti saat mata mereka mempelajari cantiknya cahaya yang menyinari bagian-bagian gereja melewati kaca patri yang disusun sedemikian rupa hingga membuat interior keemasan gereja itu terlihat ribuan kali lebih megah sekaligus menghasilkan tiga cahaya yang menyorot ke dalam bagian tengah gereja nampak seperti cahaya surga.

“Wah, aku kehilangan kata-kata.” Kyuhyun bergumam pada dirinya sendiri.

“Terima kasih karena memaksaku masuk ke sini.” Balas Eunbi tanpa menurunkan pandangannya dari langit-langit megah St. Peter Basilica.

Kyuhyun mencari-cari tempat yang tujuannya di tengah Basilika untuk melaksanakan apa yang Eunbi tulis dalam buku mereka. Sepertinya tempat itu terjaga ketat dan hanya diperuntukkan bagi warga lokal yang benar-benar ingin berdoa saja, tapi Kyuhyun mencoba bernegosiasi dengan seorang penjaga sambil menjelaskan situasi mereka sementara Eunbi masih sibuk memandangi kemegahan Basilika itu dengan mulut menganga.

“Ayo masuk ke altar.” Tarik Kyuhyun.

“Ne? Bukankah itu limited acces?”

“Aku sudah bicara pada penjaganya.” Kyuhyun mengangguk pelan pada pria yang tengah membukakan tali pembatas merah yang membatasi wilayah turis dengan wilayah berdoa. “Kita diizinkan untuk berdoa di sana.”

“Kau bilang apa pada kakek itu?” Eunbi bertanya heran melihat jalannya ke altar terkesan terlalu mudah.

“Aku mengatakan apa adanya.” Balas Kyuhyun dengan senyum pahit. “Sekarang tidak usah pikirkan itu, berdoalah sepuasmu.” Tambahnya sambil mengacak rambut Eunbi.

Gadis itu melangkah menuju bagian utama dalam gereja megah yang berlapis emas, mengambil tempat berlutut di sisi kanan altar, secara otomatis tangannya bergerak menyentuh kening, dada, dan kedua bahunya sebelum ia mengepalkan kedua tangan di depan dada. Kyuhyun mengikuti gerakan itu dan ikut berlutut di samping Eunbi.

“Tuhan, aku bukan hambaMu yang paling taat dan biasanya aku mencariMu hanya dalam keadaan terdesak.” Eunbi membisikkan doanya lirih. “Sejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan di sini, aku tidak tahu mengapa aku justru sibuk membuang waktuku untuk ini semua, tapi hatiku mengatakan ini yang ingin kulakukan dan nampaknya ini adalah waktu yang tepat untuk mengikuti kata hatiku.”

Kyuhyun tersenyum tipis pada cara berdoa Eunbi yang jauh dari kata formal, tapi pria itu tetap mendengarkan dengan sekasama.

“Jika boleh aku memohon, maka aku akan memohon beberapa hal. Pertama, berilah aku kekuatan untuk melalui ini. Aku sudah berhenti mempertanyakan alasan di balik ini semua tapi kumohon kuatkan hatiku, kuatkan diriku dan kuatkan pria di sisiku yang telah bermurah hati menemaniku melewati sebuah perjalanan panjang yang belum kami ketahui akhirnya. Permintaanku yang kedua adalah, izinkan aku untuk tetap meresapi kebahagiaan ini. Aku berterima kasih atas segala perlindungan yang Kau berikan pada kami, dan aku bahagia karena sahabatku masih tetap setia di sisiku. Oleh karena itu, izinkan kami untuk tetap menikmati kebahagiaan ini sedikit lebih lama.”

Pria itu mencoba mengatur napasnya beberapa kali untuk menjaga emosi yang mulai membuat tenggorokannya tercekat.

“Terakhir dan yang paling penting, sembuhkanlah aku.” Pinta Eunbi dengan suara yang semakin bergetar. “Aku tahu ada banyak resiko yang menantiku, ada banyak opsi dan keputusan yang harus kuambil, masih ada banyak kerumitan yang menantiku setibanya kami di rumah nanti. Tapi kumohon, izinkan aku untuk sembuh, agar aku memiliki sedikit kesempatan untuk membalas budi pria tulus di sampingku.”

Kyuhyun menggigit bibirnya keras, dalam hati mengamini doa Eunbi sambil memanjatkan isi doa yang sama pada Tuhan. “Seharusnya kau memanjatkan doa dalam hati saja, Bi-ya.”

Eunbi menghapus air matanya sekilas. “Tuhan, jika aku masih boleh meminta satu hal lagi. Berilah aku kesempatan untuk melengkapi seluruh agenda perjalanku. Namun sekiranya permintaanku berlebihan, bantu aku untuk menjaga agar pria ini tetap di sisiku. Kurasa melewati semua ini dengan kehadirannya membuat segalanya menjadi sedikit lebih mudah. Pria ini, Cho kyuhyun, adalah pria paling tulus yang pernah kukenal, maka kumohon jagalah jiwanya selalu. Jika datang hari di mana aku tidak lagi bisa menjaganya, kumohon, lindungi dia untukku, Tuhan.”

“Ya, Jang Eunbi.” Bisik Kyuhyun lirih.

“Sebab aku sangat mencintainya, walaupun aku hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh yang tidak mampu berbuat apa-apa.” Lanjut Eunbi. “Jadi kumohon, jagalah jiwa Cho Kyuhyun agar dia tetap bahagia jika semua ini tidak berjalan lancar.”

Pria itu ikut terisak di sisi Eunbi, pertahanan yang ia jaga dengan susah payah diruntuhkan begitu saja oleh ungkapan hati Eunbi yang terdalam.

Tuhan, berikan aku kekuatan untuk melakukan hal yang benar. Kuatkan hati dan jiwaku untuk melakukan apa yang gadis ini inginkan, dan kumohon berikan aku kesempatan untuk melawan ketakutanku agar aku mampu mencintainya secara utuh. Sebab hanya kebahagiaannya yang kuinginkan, hanya kehadirannya yang kuharapkan, dan hanya jiwanya yang kudambakan untuk menemaniku. Maka kuatkanlah hatiku untuk mencintainya. Bisik Kyuhyun dalam hati.

“Apa yang kau minta, Kyu?” Bisik Eunbi penasaran.

“Hal yang paling penting bagiku saat ini.” Balas Kyuhyun menyudahi doanya. “Kebahagiaanmu.”

 

tbc…

 


footnote:

[1] merupakan semacam teluk yang berasal dari lelehan gletser, yaitu tumpukan es yang sangat tebal dan berat.

[2] Rayuan standar orang Korea untuk mengajak kekasih mereka menginap (atau tidur bersama).

[3] tentara bayaran Swiss yang telah bertugas sebagai pengawal pribadi, pasukan upacara dan penjaga istana di berbagai tempat di Eropa dari akhir abad ke-15 hingga hari ini. Saat ini Swiss Guard secara spesifik melindungi Vatikan dan Paus Agung.

 

 

.

 

 

Advertisements

91 thoughts on “Truth Within – 4 [Our Little Prayer]

  1. gaem says:

    siang kak..halooo..hrhheh boleh urun suara?

    ayooo kak. bikin buku lagi..yeeayyy…semuanya di bikin aja , rela nunggu kok…
    iya sih bkin buku itu gak mudah…
    tpi setelah punya for what its worth…yakin kaka pasti bisa

    semangattttt…..

    Liked by 1 person

  2. tutiitutii says:

    aduuuuuhh mewek nih baca part yg ini 😭😭
    trnyata bnr kan eunbi sakit dan kyuhyun emang bnr2 mencintai eunbi..
    aaahh aku bapeeer stelah baca ini 😭😭
    miiiiiin d tunggu kelanjutan ny,semangaatttsss

    Liked by 1 person

  3. Dyana says:

    Wuah, mood… Terimakasih karena terus berada di sekitar Author, jd part ini meluncur dgn lancar…

    Aku line90 Author, aku suka lagu2 Audy tp lagu yg diatas aku gak prnh dnger smpai bela2in download td haha… Ttp aja asing di telinga (ya ampun) Tp lagunya menyayat kayaq kisah ff ini.
    Jd bener Kyu cinta sm Eunbi dan Eunbi sakit… Ikutan nangis pas Eunbi ngucapin do’a feelnya nusuk banget…

    Liked by 1 person

  4. Alea says:

    Eunbi sakit apa kak? Duh penasaran. Tulang belakang? Ginjal? Huh. Apa Eunbi beneran mau ngejauhin Cho? Limited acces berhasil diterobos buat Eunbi, punya sahabat kayak gitu mah aku mau kak. Air mata Cho akhirnya jatuh juga didekat Eunbi

    Liked by 1 person

  5. omiwirjh says:

    Huuaaaa 😭😭 mewek weeeehhh doa yg mereka panjatkan benar” terasa tulus. Eunbi sakit, saking penasaran sampai cari penyakit aoa yg eunbi derita 😢. Jauh dalam lubuk hatu kyuhyun itu cinta banget sama eunbi. Tujuan kyu emang ada benarnya anggap saja apa yg dia lakuin melalui penolakkan sebagai penyemangat. Kak ini melankolis sekali 😭😭

    Liked by 1 person

  6. Maple says:

    Terjawab dah kalau kyuhyun mencintai eunbi
    Tapi kenapa kyuhyun tidak mengkuinya dihadapan eunbi…apakah sengaja agar tidak menjadi beban pikiran eunbi?!
    Mengingat eunbi itu sakit jadi pokusnya hanya menemani eunbi saja 😢

    Liked by 1 person

  7. heykyuu says:

    penyakitnya eunbi mirip kaya penyakit Hashimoto, penyakit Hashimoto itu sendiri adalah kelainan autoimun yang memengaruhi kelenjar tiroid.

    Penyakit ini juga dikenal sebagai tiroiditis Hashimoto.

    Karena beberapa alasan, tubuh dapat membentuk autoimun pada tiroid.

    Ketika hal ini terjadi, sistem imun akan menyerang dan merusak kelenjar tiroid hingga kelenjar hanya menghasilkan sedikit sekali hormon.

    Kondisi ini disebut sebagai hipotiroid.

    Ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif, kemungkinan komplikasi lain juga akan muncul.

    Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit berbahaya yang disebut miksedema, atau hipotiroid parah.

    Salah satu gejala pastinya adalah tidak tahan dingin, kebingungan, dan sulit bernapas.

    #maapkankyuyangsotoyyinithorr😘

    Liked by 1 person

  8. ddianshi says:

    Setelah ditahan untuk tidak menangis dan pada akhirnya menangis juga 😥 benar2 nyesek 😥 😥 kenapa hidup eunbi sangat memilukan 😦 apakah tidak ada kebahagiaan didalam hidup eunbi? jangan sampai eunbi meninggal seperti di ff stockom eonni jebal 😦 kenapa kyuhyun selalu menolak eunbi?padahal kyu suka sama eunbi 😦 dan ditunggu part selanjutnya semangat ❤

    Liked by 1 person

  9. Devi ra says:

    Haaahhhh nyesek baca bagian ini, tuh kan bner sebenernya perasaan uenbi itu terbalas, hanya kyuhyun nya merasa ketakutan. Semoga semua doa keduanya dikabulkan, amin.

    Liked by 1 person

  10. Utusiiyoonaddict says:

    Audy item haha,.aku cuma tau audy ini karna dulu pas jaman SMP d jejelin lagu” orang gembrot ini ama kkak aku tpi ttep aja gak tau ama lagu”nya haha
    Duuuuuh udah 2 chapter tiap d akhir scene pasti mewek dah,
    Kan bener ada yg gak beres ama eunbi, kyuhyun takut mencintai lebih dlam k eunbi karna takut kalo eunbi pergi pasti, kyu balas lah cinta eunbi kyu, kabulkan doa eunbi, aaaah berharap kyuhyun balas cinta eunbi aja sii biar eunbi bahagia karna cintanya berbalas huhuhuuuuu

    Liked by 1 person

  11. Vikyu says:

    Aku tau sekarang
    Ternyata kyuhyun sebenrnya beneran cinta sama eunbi
    Hanya saja rasa takut kehilangan yg mendominan didirinya menuntut untuk dia tetap diam
    Bener kah?
    Suka banget sama part ini plus nyeseknya minta ampun
    Eunbi beneran lagi sakit parah,cuma blum kebuka dia sakit nya apa
    Semoga kebahagiaan menanti mereka

    Liked by 1 person

  12. Hunsoo says:

    Akhirnya sedikit ada pencerahan tentang perasaan Kyuhyun. Rupanya dia juga Cinta sama jang Eunbi, tapi ketakutan macamapa yg membuat Kyuhyun belum berani mengungkapkan perasaan nya sendiri.
    Sakit apa sih Eunbi, penasaran. Kasih pencerahan lagi kak hihihi

    Liked by 1 person

  13. imgyu says:

    sebenernya sakit apa yang diderta eunbi??? Apa parah banget, kayaknya bukan tifus ya. Tp separah apapun penyakitnya semoga mereka bisa berusaha sampe eunbi sembuh. Kasian dia, udah dinomor duain ditolak cintanya berkali-kali dan sekarang ngidap penyakit entahlah apa

    Liked by 1 person

  14. diah sulistia says:

    eunbi sakit????
    kyuhyun aku tau alasan kamu sekarang… astaga aku ikutan nyesek saat eunbi ngungkapin unek”nya dan permohonannya saat berdoa.. astaga…. part ini bikin nyesek dan baper bgt..
    ternyata kyu sebegitu cinta sama eunbi.. huhhhhhh sesek dah tenggorokan tercekat elahhh kyu..

    Liked by 1 person

  15. miran yang says:

    Part ini menyentuh sekaliii.. bingung mau nulis komentar apa lagi.. pokoknya nyentuh banget saat eunbi dan kyuhyun doa.. love it..
    Hwaiting eonni ^^

    Liked by 1 person

  16. Seo HaYeon says:

    Audy… haa.. itu aku suka dgernya.. oas masih jaman SD Haha.. 😂😂😂 yaampun udh berapa abad ya itu kak.. 😂😂😂 eh kembali ke ff nya.. sprtinya aku sdh mulai menebak2 klo Eunbi it sakit krn dy sll merasa kedinginan. Apalagi pas Eunbi mecahin gelas.. entah it gejala dr penyakit apa.. tp aku pernah lihat kak, drakor yg jdulnya Oh GeumBi.. itu kishnya dy ga bisa ngntrol gerakan bdannya juga gitu.. tp q ga igt aoa nam penyakitnya 😂😂 wah itu drma bkin mtaku bengkak soalnya nonstop nangis.. *ketahuansuperCengeng* berharap Eunbi ga sakit kya Geumbi deh.. aahh!!!kenapa juga nama mreka mrip.. aduh aku semakin kuatir 😢😢 😂😂 ikut terharu dg doa Eunbi….. ud mau mewek aja lagi… aaah.. emosi yg kakak gambarkan dicerita ini sukses besar!! Ooh How I do LOVE all your story!!! 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😘😍😍😍😍😘😘😘😙😙😙😚😚😍😍😍

    Liked by 1 person

  17. Angel CHO says:

    Terangkanlaaah…

    Duhh Kyuhyun kenapa sih keras kepala bgt? Bilang cinta sama Eunbi aja susah.
    Nyesel baru tau rasa lo.
    Dan seperti aku mulai melow untuk part depan.
    Fix, eunbi sakit. Sedih bgt😭😭

    Liked by 1 person

  18. Clee says:

    Ikut nangis sama doannya eunbi T.T, semoga ia bisa sembuh.. Dan kyuhyun selalu temanin eunbi ya, biar dia bisa melawan penyakinya.
    Oke deh next part!

    Liked by 1 person

  19. Lovecho says:

    Nyesek baca doa eunbi buat kyuhyun..
    Kyuhyun udah mulai bisa membuka hatinya buat eunbi.. dan sdah seharusnya kyuhyun keluar dri masa lalu yg buat dia trauma untuk berkomitmen dlam suatu hubungan.. ksian eunbi kalau hrus nunggu kyuhyun sambil berusaha menguatkan htinya dan berusaha sembuh dri pnyakitnya.. eunbi butuh kyuhyun secara utuh untk dukung dia sembuh dri penyakitnya..

    Liked by 1 person

  20. trinoviwulandari says:

    Moment the best nya adalah ketika mereka berdoa dan eunbi mengucapkan semua dia yg dia minta dan langsung di denga kyuhyun
    Itu yg buat aku sampe nangis terharu sekaligus bangga sma eungi

    Liked by 1 person

  21. Goldilovelocks says:

    Aku gak sekuat Eunbi huwaaaaahhhh 😭😭😭 aku gak setegar dia yang bisa manipulasi perasaannya. gak bisaaaaaaaa……
    petjah abis di part ini, percuma nahan-nahan. sialan banget kan, kak?
    aku masih bertanya-tanya, penyakit apa yg diderita Eunbi sampai tiap hari kondisinya makin melemah gitu???
    Rasanya pengen baca langsung ke ujungnya karena aku yakin, part-part selanjutnya pasti bakalan ngeluarin air mata lagi.
    Huhuhuhu gakuku~~

    Liked by 1 person

  22. enji276 says:

    Part yg paling nyesek adaah saat do’a eunbi 😭 pertama memang curiga dg semua kegiatan yg mereka buat di list, pasti ada apa2 ternyata eunbi sakit yg mungkin hal buruk mereka harus berpisah, ya berpisah dg beda duniaa. 😢

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s