Stupid Anxiety – 8 [Hope]_end

 

42

*Gambar milik Park Sora

 

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Married Life, Fluff, A slice of Life

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

 

Typo? Well…

————————————

 

Perubahan bentuk tubuh wanita itu nampak semakin jelas dari minggu ke minggu. Kyuhyun juga menyadari suasana hati istrinya selalu ceria saat wanita itu terbangun di pagi hari. Biasanya Sera akan memberikan kecupan selamat pagi pada pria itu lalu beranjak menuju cermin dalam kamar mereka, kemudian wanita itu akan berdiri menyamping untuk melihat perkembangan perutnya yang semakin membesar. Kyuhyun sendiri menyadari ada objek lain yang ikut membesar selain perut Sera dan kadang pria itu harus mengalihkan pandangan dan menelan liur demi menahan birahinya sendiri.

Nafsu makan Sera semakin menjadi selepas bulan keempat. Seingat Kyuhyun, istrinya itu tidak pernah tergolong rakus, meskipun memang kemampuan Sera melahap makanan penutup bisa dibilang luar biasa. Namun akhir-akhir ini Han Sera sanggup pergi ke restoran Italia untuk memesan dua porsi makanan dan menghabiskan keduanya dengan lahap sekaligus—yang lagi-lagi terlihat menggemaskan di mata Kyuhyun, sebab hanya perut wanita itu saja yang membesar sementara sisa tubuh lainnya tetap kurus.

Sera masih sibuk dengan rutinitas pagi harinya, memeriksa pantulan dirinya dalam cermin sambil mengangkat gaun tidurnya tinggi-tinggi agar wanita itu bisa mengamati wujud perutnya yang semakin membesar dengan senyum bangga. Suaminya hanya terkekeh dari ranjang mereka. Seringkali Kyuhyun menyarankan Sera untuk mengambil foto harian akan perkembangan janin mereka untuk disimpan dalam jurnal kehamilan sebagai kenang-kenangan, tapi wanita itu justru merengut setiap kali Kyuhyun menyarankan—sebab akan lebih terasa afdol jika dokumentasi perkembangan itu mereka lakukan sejak awal kehamilan.

“Pertunjukan pagi harimu selalu terlihat seksi dan menggairahkan, Sera-ya.” Kyuhyun menggoda istrinya yang masih tersenyum bangga pada pantulan dirinya sendiri.

“Aku terlihat gendut, bukan?” Kedua alis wanita itu mengerut, khawatir bahwa wujudnya yang semakin besar akan membuat Kyuhyun hilang selera.

“Jelas saja kau terlihat gendut.” Pria itu beranjak dari ranjang, melangkah mendekat untuk memeluk wanita itu sambil memberikan banyak kecupan pada bahu dan leher jenjang Sera. “Kau sedang hamil, Sayang. Aku justru akan sangat khawatir kalau kau tidak membesar.”

Pria itu memutar tubuh Sera ke arahnya agar ia bisa mengusap perut istrinya yang semakin membulat, dengan senyuman jahil pandangan Kyuhyun beralih dari perut Sera menuju kedua dada istrinya yang terlihat semakin menantang.

“Kau tahu kan bahwa mereka akan semakin besar.” Sera mencubit hidung Kyuhyun gemas sambil memaksa fokus pria itu kembali pada manik matanya. “Setidaknya ada yang bisa kau nikmati dari pertambahan berat badanku.”

You look hot!” Pria itu menggiring tangannya untuk mengusap kedua dada Sera. “Sebentar lagi aku harus berbagi benda menakjubkan ini dengan anak kita, jadi aku akan menikmatinya seorang diri selagi bisa.”

“Sayangnya mereka akan terlihat jelek saat aku mulai menyusui, kau sudah baca buku-buku tentang masa menyusui yang kuberikan, bukan?” Sera bercacak pinggang untuk menahan bobot perutnya yang mulai berat, secara tidak langsung memberikan Kyuhyun akses lebih leluasa untuk menyentuhnya.

Pria itu mengangguk. “Memang gambar-gambarnya terlihat mengerikan, tapi itu proses yang natural.”

“Jadi kau tidak akan merasa jijik saat kedua putingku terlihat seperti itu?”

Tawa Kyuhyun pecah. “Han Sera! Kau terus menghakimiku dengan asumsi sepihak. Kau pikir aku jatuh cinta pada putingmu?! Tidak, Sayang. Aku jatuh cinta padamu. Keadaan ini adalah tahapan yang harus kau—well, lebih tepatnya tahapan yang harus kita—lewati demi bayi kita kelak dan aku tidak keberatan. Selama putra kita tumbuh sehat dan mendapatkan seluruh nutrisi yang dia butuhkan darimu.”

“PUTRI.” Sera menekankan. “Aku tahu bahwa janin dalam kandunganku adalah anak perempuan.”

“Kita tidak akan tahu gendernya sampai pemeriksaan besok, Sayang. Jangan terlalu percaya diri.” Kyuhyun menarik Sera untuk memeluknya seerat mungkin. “Pasti anak kita laki-laki.”

“Mengapa kau bersikeras ingin anak laki-laki? Bukankah lebih menyenangkan pulang disambut dua gadis cantik di rumah, ng?” Sera menengadahkan wajahnya sambil bersandar pada bahu Kyuhyun manja.

“Karena aku tidak sabar mengajarkan putra kita cara bermain sepak bola—”

“Kau tidak bermain sepak bola, Kyu.” Potong Sera sarkastis.

“Aku juga tidak sabar menunjukkan cara membenarkan perabot-perabot di rumah kita, agar kelak jika kau membutuhkan bantuan, putra kita bisa membantu dengan sigap.” Kyuhyun mengecup pelipis Sera. “Dan aku akan merasa lebih tenang saat harus meninggalkanmu untuk dinas, karena ada seorang pria kecil yang akan menjagamu untukku.”

Aish, bagiku kau terdengar seperti pria yang membutuhkan asisten, dan menjadikan anak kita sebagai tumbal agar aku tidak marah-marah jika kau dinas berhari-hari.” Sera mencubit bahu Kyuhyun sambil menyembunyikan wajah pada ceruk leher pria itu untuk menghirup aroma maskulin yang membuatnya nyaman.

Kyuhyun terkekeh kecil dan terus mengeratkan pelukannya di seputar pinggang Sera, namun pelukan mereka terlepas saat sebuah tendangan kecil terasa dari dalam perut Sera yang membuncit.

Wanita itu membelalakkan mata pada Kyuhyun dan suaminya melakukan hal yang sama, keduanya saling meyakinkan diri bahwa apa yang mereka rasakan tadi memang baru terjadi.

“Apakah itu…” Kyuhyun bicara lebih dulu.

Sera mengangguk cepat sambil mengusap perutnya sendiri, mencoba meresapi tendangan yang melemah. “Ini kali pertama dia melakukannya.”

Kyuhyun menangkupkan tangan untuk menutup mulutnya demi menahan pekikan histerisnya, lalu pria itu berlutut untuk mensejajarkan wajah dengan perut Sera, ia kembali mengusap perut istrinya untuk merasakan tendangan berikutnya.

“Ya Tuhan, putra kita sedang menendangmu, Han Sera.” Kyuhyun mengangkat wajah untuk menatap Sera.

Wanita itu mengangguk lengkap dengan air mata haru mengalir pada kedua pipinya. “Kyu, ini ajaib sekali.” Sera mengahpus air matanya cepat, namun perasaan haru akan kerinduan sensasi ini membuat air mata wanita itu tetap mengalir. “Demi Tuhan, kukira aku tidak akan pernah bisa merasakan keajaiban ini lagi di dalam rahimku.”

Kyuhyun tersenyum, pria itu paham maksud perkataan Sera. Pasti tahap ini adalah sebuah tahap yang pernah Sera lalui dalam kehamilannya yang dulu, sensasi tendangan dari dalam tubuhnya yang terasa luar biasa hebat, penanda bahwa sebuah bentuk kehidupan baru sedang tumbuh dalam dirinya dan jelas itu adalah sensasi yang mengharukan bagi Sera.

Anyeong, Agi-ya.” Kyuhyun berbisik di depan perut Sera. “Kenali suara appa-mu secepatnya, ne?”

Sera menarik tangan Kyuhyun agar pria itu berdiri, ia hanya ingin memeluk erat pria itu sekarang. Karena ucapan terima kasih tidak akan pernah cukup menggambarkan rasa syukur yang ia rasakan atas kehadiran Kyuhyun. Kata ‘aku mencintaimu’ tidak cukup untuk mendeskripsikan perasaannya pada pria itu. Sera benar-benar bahagia dengan kehidupan baru yang Kyuhyun berikan padanya dan ia tidak akan pernah mampu membalas budi pada pria yang telah berjuang banyak untuknya.

Sera melingkarkan lengan di seputar pinggang Kyuhyun, bibir tipis wanita itu menelusuri setiap permukaan kulit Kyuhyun yang bisa diraihnya dan wanita itu mengecup bibir suaminya berkali-kali. Perlahan posisi tangan Sera bergeser ke balik tengkuk Kyuhyun saat wanita itu memperdalam ciuman mereka, menyampaikan seluruh badai emosional dan rasa bahagia yang membuncah dalam dirinya saat ini, sambil menekankan setiap lekuk tubuhnya pada pria itu selagi mereka bisa melakukannya dengan leluasa.

“Sera…” Bisik Kyuhyun parau. “Kalau kau menggodaku terus, bisa-bisa ciuman ini berakhir dengan hubungan intim.” Pria itu mengusap punggung Sera sambil menggoda istrinya.

“Apa ada masalah dengan itu? Apakah penampilanku membuatmu hilang selera sekarang?” Wanita itu melepaskan dirinya dari Kyuhyun dengan ekspresi tersinggung.

“Apakah ini aman?” Kyuhyun kembali mengusap perut Sera. “Janin kita, maksudku apakah dia akan baik-baik saja jika kemaluanku menyundul kepalanya terus-menerus?”

Sera tertawa lepas pada komentar Kyuhyun yang kelewat polos—dan nyaris terdengar bodoh. Kadang wanita itu tidak percaya bahwa suaminya yang jenius bisa menjadi sangat lugu jika berurusan dengan hal-hal seperti ini.

“Jangan tertawa, Nyonya Cho! Aku benar-benar khawatir.” Ancam pria itu dengan wajah sedikit memerah.

Sera menggelengkan kepalanya sejenak sebelum mulai melumat bibir pria itu dengan ciuman yang lebih menuntut dari sebelumnya. “Lakukan sekarang saat kau masih bisa berada di atas  tubuhku. Kalau perutku semakin besar, aku akan mengambil alih posisi itu.” Godanya seduktif. “Dan kau seharusnya tahu, hormon wanita hamil terus membuatku bergairah setiap hari, jadi sudah sepatutnya aku mendapatkan beberapa orgasme darimu pagi ini, jangan kecewakan aku.”

Pria itu menyeringai lebar, Kyuhyun menarik Sera mendekat padanya, membanjiri wanita itu dengan sentuhan yang membuat desahan-desahan istrinya terdengar semakin keras mengisi kesunyian pagi kamar mereka.

 

*

 

Perjalanan mereka ke dokter kandungan akhirnya mengukuhkan gender janin yang tumbuh dalam kandungan Sera adalah perempuan. Tentu Kyuhyun hanya mengangguk-angguk dengan senyum lebar di wajahnya saat dokter Kang menjelaskan perkembangan janin mereka serta langkah-langkah yang harus mereka siapkan saat hari kelahiran calon bayi mereka semakin dekat. Kyuhyun memperhatikan semua ucapan dokter Kang dengan seksama. Meskipun tingkat kecerobohan istrinya memang sudah berkurang jauh, Kyuhyun merasa tetap harus mendampingi wanita itu dalam tiap tahap kehamilannya—apapun akan ia lakukan demi memastikan kesehatan Sera dan janin mereka.

“Kuharap anak kita nanti mirip denganmu, Sera-ya. Aku tidak bisa membayangkan seorang gadis kecil yang memiliki cetakan wajahku.” Ujar Kyuhyun saat menggandeng tangan Sera menuju parkiran mobil.

“Ey, jangan begitu. Aku yakin putri kita akan terlihat sangat cantik. Aku sungguh berharap dia mewariskan genmu.” Wanita itu membiarkan Kyuhyun membuka pintu mobil untuknya.

Kyuhyun duduk di balik kemudi, memasang sabuk pengamannya lalu mulai menyetir. “Memang apa yang salah dengan genmu, ng? Lihatlah dirimu, sepasang mata bulat yang indah, hidung mungil dan mancung, tulang pipi tinggi, garis rahang yang tajam—semua wanita ingin memiliki parasmu, Sayang.”

Sera mendengus cepat sambil memutar matanya. “Dan aku juga punya gen yang membawa penyakit kelainan jantung. Aku tidak ingin itu terwariskan padanya.”

Kyuhyun menggigit bibirnya, tidak tahu apa yang bisa ia katakan untuk menghapus kekhawatiran istrinya.

“Tapi aku tetap bersyukur karena kita akan segera dikaruniai seorang gadis kecil.” Sera mengganti topik dan menaikkan nada bicaranya agar terdengar lebih ceria. “Jika bertahun-tahun lalu kau mendatangiku sambil berkata ‘Han Sera, suatu hari kau akan jatuh cinta padaku lalu kita akan memiliki anak dan membangun keluarga bersama’ mungkin aku akan tertawa terbahak-bahak di depan wajahmu.”

“Apa dulu aku sejelek itu sampai reaksimu sekejam itu?” Kyuhyun melirik sinis pada Sera melalui sudut matanya, nada bicara pria itu terdengar tersinggung.

Sera terkekeh. “Tidak. Kau tidak pernah jelek di mataku, Kyu—aku serius, kau terlahir tampan—hanya saja kau bukan tipeku dulu.”

“Pasti karena caraku berpakaian yang membuatku terlihat culun.” Pria itu mendengus kesal. “Kemeja kebesaran, padanan yang kurang serasi dari satu baju ke baju lainnya, lengkap dengan kaca mata pantat botolku itu. Buktinya saat aku muncul di hadapanmu bertahun-tahun kemudian dengan jas yang membungkus tubuhku dengan sempurna, tanpa kaca mata tebal itu, kau ternganga lebar sampai rahangmu siap lepas.”

Sera terkikik senang. “Jadi kau menyadari keterkejutanku saat kau muncul sebagai pengacara mantan suamiku dulu.”

“Sejujurnya?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. “Aku menghabiskan dua jam di pagi itu untuk mempersiapkan diri. Aku terus memperhatikan bayanganku pada setiap objek yang bisa memantulkan bayangan untuk memastikan penampilanku akan memukaumu. Akuilah, aku terlihat tampan sekali hari itu, bukan?”

Sera mengangguk. “Sangat tampan. Tapi aku tidak suka sorot mata yang kau berikan padaku hari itu. Seolah kau mencoba terlalu keras untuk menyampaikan bahwa kau membenciku—padahal kau tidak perlu berusaha sekeras itu. Aku tahu kau membenciku sejak kau memutuskan untuk tidak menghadiri hari pernikahanku.”

“Lalu jika kau ada dalam posisiku, apakah kau sanggup menghadiri pernikahan gadis yang kau cintai?” Kyuhyun melirik Sera, penasaran dengan jawaban dari istrinya.

Well, karena waktu itu aku tidak tahu kau berniat melamarku, aku hanya berpikir bahwa kau sangat kejam karena tidak hadir.” Sera menarik napas dalam-dalam lalu menyandarkan kepala di atas bahu Kyuhyun. “Tapi setelah aku tahu kenyataannya, aku paham. Jika aku berada dalam posisimu, pasti aku juga akan membenci si Han Sera keparat itu.”

“Tapi aku tidak membencimu.” Balas Kyuhyun tenang. “Aku memang sangat murka dan kerap mendoktrin diriku sendiri bahwa aku membencimu. Namun nyatanya hanya kau wanita yang pernah mengisi hatiku.”

“Omong kosong.”

“Kau tahu aku tidak sedang membual.”

Sera terkikik sambil mengangguk pelan. “Sejujurnya, aku baru menyadari perasaan terpendammu saat kau mati-matian mencoba menghancurkanku pada sidang perceraian itu. Lidahmu memang dikaruniai dengan kemampuan untuk berkata tajam, tapi sorot matamu tidak bisa membohongiku, Kyu. Kurasa itu alasan mengapa aku pergi tanpa berbasa-basi seusai sidang. Aku tahu, jika aku berada dalam satu ruangan bersamamu lebih lama lagi, aku akan mencoba mencari kenyamanan dari kehadiranmu dan mulai bergantung kembali pada sahabatku.”

“Siapa bilang aku akan mengizinkanmu melakukan itu?” Tantang Kyuhyun sinis. “Aku benar-benar ingin melihatmu hancur hari itu, Sera. Nyatanya meskipun aku mencintaimu, rasa sakit hatiku masih lebih menguasai.”

Sera memanyunkan bibirnya manja. “Aku tidak percaya.” Wanita itu membawa telapak tangannya untuk diletakkan di atas jantung Kyuhyun. “Aku memilih untuk percaya pada ketulusan hatimu yang indah ini. Seperti yang kukatakan, mulutmu boleh berkata tajam, tapi sorot matamu tidak menipuku.”

Kyuhyun terdiam untuk merenungkan kata-kata Sera. Jika menilik balik pada masa itu, mungkin Sera benar. Kkyuhyun menghabiskan banyak waktu untuk menyelidiki gerak-gerik Sera dulu, memperhatikan pepindahan uang dalam rekening wanita itu, mengikuti gerak langkah Sera yang pada akhirnya menuntun Kyuhyun pada kebenaran yang wanita itu sembunyikan dengan rapi. Pria itu melakukan semua dengan dalih pekerjaan, meskipun dalam lubuk hatinya yang terdalam ia hanya penasaran. Ia ingin tahu kabar dan kesibukan Sera sambil tetap mengagumi wanita itu dari jauh.

“Apa kau sedang merenenungkan kata-kataku?” Sera menaruh dagunya pada bahu Kyuhyun agar ia bisa melirik pada wajah suaminya yang masih fokus menatap jalanan.

Pria itu mengangguk. “Tapi kau tidak sepenuhnya benar, saat itu aku benar-benar masih menaruh dendam dan percaya bahwa aku memang membencimu.”

“Lalu mengapa kau berubah pikiran? Apa karena aku sekarat?” Tantang Sera.

Kyuhyun mengangguk lagi. “Sejujurnya, kukira kau tidak akan pernah… sembuh. Saat itu aku hanya ingin mendampingimu sekaligus membanjirimu dengan segenap cinta yang terus mengendap dalam hatiku, agar kau tidak kesepian dan aku tidak akan merasa menyesal seadainya… well… seandainya kau tidak sembuh.”

Sera mendengus sinis lalu mengecup lembut pipi Kyuhyun. “Jika memang demikian, untuk pertama kali aku merasa bahwa kondisiku yang sekarat adalah sebuah anugrah. Karena jika itu tidak terjadi, takdir tidak akan pernah mempertemukanku dengan seorang pria sempurna yang selalu menjadi penopang hidupku. Pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari gadis kecil yang sedang tumbuh dalam rahimku.”

Pandangan mata Kyuhyun sedikit terkaburkan dengan air mata dari kata-kata Sera. “Jadi nama apa yang harus kita siapkan untuk gadis kecil ini?” Kyuhyun memindahkan tangan kanannya dari kemudi untuk mengusap perut Sera. “Aku sudah menyiapkan nama laki-laki, kurasa aku harus mencari nama lagi dari awal.”

“Ambil waktu sebanyak-banyaknya yang kau butuhkan. Aku sudah sangat bahagia karena gadis kecil ini akan membawa marga Cho dalam namanya.” Sera tersenyum tipis. “Satu lagi, bisakah kita berhenti di restoran Italia di dekat tumah? Aku ingin makan lasagna.”

“Sejak kapan kau jadi maniak pasta, ng?” Guman Kyuhyun jahil.

“Mungkin karena kita membuatnya di Itali.” Sosor Sera cuek. “Hanya itu penjelasan yang paling masuk akal dalam kepalaku sekarang.”

 

*

 

Semakin besar kehamilannya, semakin rutin pula kunjungan Sera dan Kyuhyun ke dokter kandungan. Karena Sera adalah kasus khusus, maka segala perkembangan dan keluhan terus dipantau ketat demi menjaga kehamilan yang sehat. Dokter kandungan dan spesialis jantung Sera harus bekerja sama dengan ekstra hati-hati saat kehamilan Sera menginjak trisemester ketiga. Untungnya sang pasien juga tidak keberatan dengan segala persyaratan panjang yang harus dijalaninya. Dengan senang hati Sera menuruti semua saran untuk istirahat, wanita itu meminum vitaminnya dengan patuh dan Sera tidak pernah melawan kata-kata Kyuhyun yang kerap mengingatkannya untuk menjaga kondisi.

Satu hal yang terus Kyuhyun syukuri dari kondisi Sera yang ‘tidak biasa’ adalah fakta bahwa kelahiran bayi mereka akan dilakukan dengan metode c-section, sehingga drama yang melibatkan kepanikan dalam proses kelahiran tidak akan terjadi pada mereka. Jelas Sera tidak diizinkan untuk melahirkan dengan cara natural karena ia tidak boleh melakukan tekanan konstan terus-menerus yang bisa berpengaruh pada tekanan darah dan stabilitas jantungnya.

Dokter telah menjadwalkan hari kelahiran bayi mereka pada minggu pertama bulan juli. Kyuhyun mengambil cuti satu minggu penuh dari pekerjaannya, menyerahkan seluruh tugas pada asisten kepercayaannya sementara pria itu mencurahkan seluruh waktu dan perhatian pada keluarga kecilnya.

Han Sera didampingi banyak orang di hari operasi c-section yang telah dijadwalkan. Orang tua Kyuhyun berjaga di rumah sakit, lalu keluarga Kim yang kini sudah dianggap Sera sebagai orang tua angkatnya juga turut menunggu kelahiran anak Sera dan Kyuhyun. Semua anggota keluarga memadatkan ruang rawat sementara Sera menunggu jadwal operasi dan semua orang sibuk mengobrol untuk menghapus rasa tegang. Keriuhan ini membuat suster yang harus memantau kondisi Sera kesal dan memerintahkan semua orang—selain calon ayah—untuk keluar dari ruang rawat Sera.

Saat kamar Sera berubah sepi, wanita itu bisa memehamkan mata sejenak untuk menikmati kesunyian, sementara suaminya masih terlihat gelisah. Kyuhyun memilih untuk menarik kursi di ruangan itu agar bisa mengamati wajah istrinya yang sedang terpejam tenang di atas brankarnya, menunggu detik-detik waktu operasi tiba.

Tidak tahu harus melakukan apa, tangan Kyuhyun otomatis terulur untuk membelai perut Sera yang sudah sangat besar. “Hey, kami akan segera berjumpa denganmu. Kumohon, jangan membuat eomma kesulitan, ne?” Bisik Kyuhyun pada perut Sera sambil mengecupnya.

“Putri kita tidak membuatku susah, Kyu. Kau yang membuatku gelisah.” Sera membalas kata-kata Kyuhyun masih dengan mata terpejam. “Aku merasa tenang sejak pagi, sampai kau menunjukkan wajah panik itu.”

“Kau akan segera masuk ruang operasi, Sera-ya. Wajar saja kalau aku khawatir.” Sosor Kyuhyun jengkel.

Sera meraih tangan Kyuhyun yang ada di atas perutnya untuk diletakkan ke atas pipinya, ia membuka matanya agar bisa menatap ke dalam manik mata Kyuhyun yang gelap.

“Berapa kali sudah aku keluar-masuk ruang operasi, ng? Sera menyisir rambut Kyuhyun dengan jemarinya. “Ini hanya prosedur lain yang harus kulalui, prosedur yang akan segera selesai. Aku juga hanya akan dibius lokal sehingga kau tidak perlu menunggu berjam-jam sampai aku pulih.”

“Bagaimana mungkin kau bisa setenang ini, Sera.” Kyuhyun justru menjadi semakin cemas.

“Salah satu dari kita harus tetap tenang.” Wanita itu terkekeh jahil. “Aku tidak mau melahirkan dalam kondisi stress. Kau tahu kenapa? Karena aku ingin putri kita menjadi anak yang selalu ceria dan tenang sepertiku.”

“Dan aku yang akan terus mengkhawatirkan semua tindakan cerobohnya kelak. Begitu maksudmu?” Tambah Kyuhyun sambil memutar matanya.

“Kalau putri kita benar-benar mewarisi garis wajahku, pasti kau akan dipusingkan dengan para lelaki yang akan mengajaknya kencan nanti.” Sera terkikik senang sambil membayangkan sosok Kyuhyun sebagai ayah yang over-protective kelak.

Pria itu terkekeh. “Sekarang kau membuatku berharap wajah putri kita mewarisi garis wajahku saja.”

“Tenanglah, Kyu. Aku akan baik-baik saja di dalam sana. Kau akan segera menemuiku setuntasnya prosedur ini, lengkap dengan bayi kita yang akhirnya terlahir ke dunia. Pada akhirnya nanti kau bisa langsung menyapa putri kita, jadi hapuslah kekhawatiran ini dari wajahmu.” Sera mengusapkan jemarinya di atas kening Kyuhyun yang masih mengekerut.

Obrolan mereka terpotong oleh ketukan di pintu. Dokter magang yang bertugas menjemput Sera muncul untuk membawa Sera ke dalam ruang operasi—waktunya Sera mengucap selamat berpisah pada suaminya.

“Lakukan yang terbaik di dalam sana, Sera-ya. Aku akan menanti di luar seperti biasa.” Kyuhyun menunduk untuk memberikan ciuman di atas bibir Sera, lalu pria itu beralih pada perut Sera. “Sampai berjumpa, Sayangku. Ingat, jangan membuat eomma kesulitan, ng? Aku mencintai kalian berdua.”

“Sampai nanti, Kyu.”

.

.

.

Semua keluarga yang menantikan kabar Sera menunggu sabar di luar ruang operasi, masing-masing terdiam dengan pikiran mereka sendiri yang sedang sibuk mengucap doa demi kelancaran proses kelahiran wanita itu di dalam sana. Nyaris satu jam kemudian, kesunyian mereka terpecahkan oleh suara samar tangisan bayi, beberapa menit kemudian dokter Kang melangkah keluar untuk mengajak Kyuhyun masuk bersamanya.

Pria itu segera memasang daster biru yang wajib dikenakannya di dalam dengan tergesa-gesa, tanpa menunda pria itu mempercepat langkahnya untuk menyambut dua gadis kesayangannya yang ia tahu sudah menunggu di dalam. Yang pertama ia tatap adalah wajah Sera, wanita itu terlihat sedikit lemas dan kelelalahan namun di wajahnya terlukis senyuman besar yang memancarkan sinar kebahagiaan. Kyuhyun membawa pandangannya turun pada sosok mungil yang ada dalam dekapan istrinya, gadis kecil yang sibuk menangis sementara kedua tangannya bergerak-gerak acak menggapai udara.

Kyuhyun melangkah ke sisi brankar Sera, pria itu menunduk untuk membanjiri istrinya dengan puluhan ciuman untuk menyampaikan rasa lega yang menyelimutinya, untuk menyampaikan besarnya rasa cinta yang ia miliki untuknya, juga untuk menyampaikan rasa syukur atas seluruh kebahagiaan yang telah Sera berikan dalam hidup mereka. Baru kemudian Kyuhyun melirik pada malaikat kecil yang ada dalam dekapan Sera, air mata haru mengalir begitu saja dari kedua matanya.

“Kyu, sepertinya dia mewarisi paru-parumu, dengarlah tangisannya yang keras dan panjang itu.” Sera mencoba bergurau untuk meredakan tangis suaminya.

“Hai, Gadis Kecil.” Kyuhyun membelai wajah mungil putrinya dengan takut-takut. “Tadi appa bilang apa tentang jangan merepotkan oemma, ng?” Pria itu menghapus air mata dengan bahu daster birunya. “Dia mewarisi matamu, Sera-ya. Ya Tuhan dia kelihatan kecil dan sangat rapuh.”

Sera terkekekeh dengan wajah meledek. “Mulutnya persis sekali dengan cetakan bibirmu, Kyu. Lucu sekali, bukan? Dan jangan berikan komentar bodoh, jelas dia terlihat kecil dan rapuh… usianya baru beberapa menit saat ini.”

Kyuhyun kembali menghapus air matanya lalu mengecup puncak kepala Sera berkali-kali. “Terima kasih, Han Sera. Ya Tuhan, sekarang aku resmi menjadi seorang ayah.”

Wanita itu tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca. “Kau mau menggendongnya?” Tawar Sera.

“Nanti saja. Seluruh tubuhku masih bergetar, aku takut akan menyakitinya.” Tolak Kyuhyun.

“Kau tidak akan menyakitinya, aku percaya kau akan melindunginya terus-menerus seumur hidupmu.” Sera mengangkat kedua lengannya yang menggendong bayi mungil itu untuk menyerahkan bayi mereka ke dalam dekapan Kyuhyun. “Ulurkan lenganmu, kau harus menggendong bayimu sekarang.”

Pria itu tidak punya pilihan selain menurut. Kyuhyun membungkukkan tubuh, perlahan mengambil alih tubuh  mungil anak mereka ke atas lengannya dengan rasa takut dan kekhawatiran luar biasa. Belum pernah dalam sejarah hidup Kyuhyun ia mencoba menggendong bayi baru keluar dari rahim sang ibu, tapi ia pun terkesima dengan sensasi ajaib yang ia rasakan saat bayi itu berhenti menangis ketika Kyuhyun mendekapnya.

“Ya Tuhan.” Kyuhyun terus bergumam. “Dia cantik sekali, Sera-ya.”

“Aku tahu.” Sera mengusap punggung Kyuhyun yang masih gugup.

“Selamat datang ke dalam dunia kami, Cho Hyura. Aku akan melindungimu dari segala kesulitan dan rintangan yang mungkin akan kau hadapi nanti di sepanjang hidupmu. Aku akan selalu menempatkanmu dan ibumu dalam daftar teratas prioritas hidupku. Dan aku akan mendedikasikan hidupku untuk menjadi pria menyebalkan yang akan menghadang pria-pria hidung belang yang mencoba merayumu saat kau tumbuh menjadi gadis cantik yang menyerupai ibumu—hanya sampai aku yakin seorang pria bisa menjagamu, baru akan kuantarkan kau ke altar.” Kyuhyun berbisik pada bayi kecil di tangannya seolah-olah ia sedang memberi ultimatum jangka panjang dalam kehidupan Hyura kelak.

“Jadi namanya Hyura?” Sera menyela kata-kata Kyuhyun. “Nama yang cantik, aku menyukainya.”

Pria itu menoleh dengan senyum lebar, lalu kembali membanjiri wajah istrinya dengan kecupan. “Aku sangat bangga padamu, Sera-ya. Kau adalah seorang wanita paling kuat yang pernah kutemui dalam hidupku, kau juga tidak pernah berhenti membawa kejutan ke dalam hidupku yang menjemukan dulu. Aku sungguh berharap, anak kita membawa energyiitu bersamanya, agar dia selalu tumbuh menjadi gadis yang bisa menyebarkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.”

 

*

 

Hari-hari yang Kyuhyun lalui setelah seorang gadis kecil muncul dalam hidupnya jelas merubah segalanya. Biasanya Kyuhyun kerja dengan perasaan rindu pada istrinya yang menunggu di rumah, tapi sejak Hyura lahir, Kyuhyun menjadi pria yang memasang alarm setengah jam sebelum waktu kerja berakhir demi bisa bergegas menemui dua gadis kesayangannya.

Kyuhyun masih tetap menjadi workaholic yang selalu mencoba menuntaskan segala kasus gugatan sebaik mungkin. Kerinduannya akan rumah tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap bekerja keras, sebab ia perlu menafkahi satu manusia lagi dalam rumahnya, dan jelas membesarkan seorang bayi bukan hal yang mudah. Tapi Pria itu belajar untuk bekerja efisien, ia menjadi lebih pemilih dalam menerima klien baru dan asisten yang ia percaya yang sekarang ia utus untuk menangani tugas-tugas yang memerlukan izin ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Untuk urusan pengintaian, pria itu akhirnya bekerja sama dengan seorang detektif yang telah lama dikenalnya untuk membantu investigasi Kyuhyun dalam memperkuat data dalam sidang. Singkat kata, bisnis Kyuhyun tumbuh semakin kuat dan pria itu berhasil menemukan ritme kerja yang bisa menyediakan beberapa waktu luang untuk ia habiskan dengan keluarga kecilnya.

Ponsel pria itu berdering beberapa menit sebelum waktu kerjanya berakhir, tanpa melirik ia sudah tahu yang menghubunginya adalah Sera karena istrinya memiliki rutinitas baru, yaitu mengirim foto dirinya dan Hyura pada Kyuhyun sambil mengingatkan pria itu untuk segera pulang ke rumah. Kyuhyun meraih ponselnya untuk membaca pesan Sera, ia membuka foto yang dikirimkan istrinya dan praktis merasa khawatir akan apa yang dilihatnya.

ozKY5Ug

gambar milik Park Sora

Pria itu menekan speed dial dan Sera mengangkat panggilan telepon Kyuhyun pada dering pertama.

“Apa yang bayi kita lakukan di mobil tanpa baby-seat, Sera-ya? Kalian pergi ke mana? Ya! apakah itu aman, Sera?” Sosor Kyuhyun jengkel.

Bukannya menjawab, Han Sera justru terkikik dengan nada tertahan. “Orang tuamu berinisiatif mengajakku keluar rumah untuk makan malam bersama. Aku belum keluar rumah selama empat bulan sejak Hyura lahir, Kyu. Aku rindu makan di restoran… kumohon, jangan mengomel.”

“Tapi tetap saja—”

“Hyura aman bersamaku, kau lihat saja wajahnya yang sedang tertidur damai.” Sera mengganti suaranya menjadi bisikan, tidak mau membangunkan bayinya yang tertidur. “Kami menunggu di parkiran gedung kantormu, turunlah saat pekerjaanmu sudah selesai.” Terang Sera.

Pria itu memutar mata, namun senyum lebar tetap menghiasi wajahnya. Kyuhyun bangkit dari balik meja kerjanya, meraih tas kerja sambil memberi sinyal pada asistennya bahwa ia akan pulang sedikit lebih cepat, lalu membawa langkahnya menuju elevator. “Sedang turun menuju tempatmu, Sayang. Tunggulah, aku mencintai kalian.”

 

end.

Advertisements

89 thoughts on “Stupid Anxiety – 8 [Hope]_end

  1. kyunie9188 says:

    baru pertama kali baca ff di part ini,ceritanya bagus aku suka.ngeliat perhatian kyuhyun ke sera,so sweat banget.dan yg paling ku suka karna ceritanya happy ending.apalagi di tambah kehadiran baby hyura.jadi penasaran baca part awalnya.mohon izin buat baca ff’nya yah.

    Liked by 1 person

  2. CheesyByun says:

    enddddd
    Hhh kak,, ini ngegantung loh…
    Mungkin kakak salah nmbain “end” di part ini,,
    Masih ada, ya.. 1 part lagi kali kak yg lupa kakak updete.. Wkwkwkwkw
    Kalo enggak,, bikin sequel dari sequel ini.. hahaha
    Masih blum bisa ngbayangin gitu soalnya..
    Wkwkw
    Tapi mereka jadi keluarga kecil yang berbahagia… Waahhh chukaaeeee 😀

    Liked by 1 person

  3. utusiiyoonaddict says:

    yeeeeey, the sweetness of little family ,,, aaah udah end, yeey keluarga kecil yg bahagiaaaa, kyu masih aja khawatir haha suami dan ayah siaga bgt ini mah,, suami idaman yg penuh cinta, kasih dan sayang jg perhatian dan kelembutan uuuuuuh aku iri ama sera.. happy endiiiiing aku ikut senang dan bahagiaaaaaaa
    ketjup manjah buat budos 😘

    Liked by 1 person

  4. ima says:

    wah gak rela ini berakhir…
    berharap mereka berdua kembali meski dgn cerita yg berbeda.
    wah kalau semua cerita kamu mau dijadikan novel, sy org pertama yg mau pesan. plisss hub.di Wa 082196233119😁

    Liked by 1 person

  5. nae.ratna says:

    akhir.a sera bisa punya anak juga seneng dewh
    kel.kim baik banget sama sera mau repot2 jengukin
    perjuangan mereka berbuah manis
    selamat sdah jadi bpk n ibu yah kyuhyun sera…

    bakalan ada squel ga nih?

    Liked by 1 person

  6. KYU says:

    Sukurlah berakhir bahagai, setelah pengorbanan keringat dan air mata #Ciehhhh kkk
    Baby Hyura lucu banget bibirnya emg kek Appa Kyu ya manyun2 gemesin 😂
    Berharap ada after story nya pen liat moment Kyu ama Baby Hyura 😘😘

    Liked by 1 person

  7. lhealee says:

    Sweet bangetttt😆😆😆😆

    Chapt-nya pendek cman 8 tp memuaskan, Semua nya terselesaikan dgn baik. Kyu bakal jd ayah yg super protektif nih ama anak nya kelak😂ah pokoknya sweet bgt, mulai dari perjuangan mrka dr jaman Sera sakit ampe skrng udah bahagia dgn kehadiran gadis kecil, Cho Hyura. Ih atuh mah aku yg baca nya seneng bgt😍😘

    Hwaiting unnie!!!

    Like

  8. trinoviwulandari says:

    Happy ending
    Kebawa bahagia dan haru
    Setelah perdebatan kehamilan sera akhirnya
    Perjuangan mereka mendapatkan 1 anugrah tuhan yg luar biasa

    Liked by 1 person

  9. ByunSoo says:

    Wah……daebak….akhirnya keluarga kecil mereka lengkaplh sudah….😄😄😄😄
    CHO HYURA ….(Kyuhyun Sera)
    heh….ga kerasa udah kelar aj nih ff..
    Seneng banget deh dr masa zaman mereka bocah ampe udh punya anak ky gini kami sllu mengikuti perkembangan hidup kalian kok😂😂😂😂

    Ga rela kalo g liat kluarga kecil mreka lg nih

    Liked by 1 person

  10. novi says:

    Happy ending. Senengnya akhirnya sera melahirkan dgn keadaan yg sehat begitupun bayi.y. stelah perjuangan mreka yg mengharukan. Dn sekarang mreka bahagia.

    Liked by 1 person

  11. lyeoja says:

    Aeeeehhhhhhhh… gemeeessss aku bacanyaaa,,,
    Akhir nyaaa ya akhirnyaa…

    Tadi sempet degdegan lagii, jan2 sera knpa2 stelah operasi…
    Ternyata happy ending…
    Yeaayyyy

    Liked by 1 person

  12. missluck says:

    Beneran udah end…. 😔
    Dah g bs lg nie baca kisah mereka lg..
    G rela low udah end
    Pengen’a lanjut.. Lanjut.. Dan lanjut lg.
    Mungkin udah terlanjur kena smp dalem bgt sm kisah mereka.

    Liked by 1 person

  13. Kyuyang says:

    Ah terharunya ga udh2an aku nangis bahagia bgt buat mereka dan akhirnya happy ending yang begitu berkesan buat aku yg baca ini cerita yg buat aku emosional parah
    Setwlah berjuang panjang dan terbayar dwngan endingggg yg bikin aku bahagia
    Buat autor kamu keren bgt sumpah ga boong ❤️

    Liked by 1 person

  14. Dyana says:

    Endingnya gak berasa, habis happy banget…
    Ff ini benar2 keren Author…
    Dari kesedihan, kebahagiaan, kesedihan lagi, dan berakhir kebahagiaan… Yeeeyyy… Ff ini benar2 jd favoritku. Pelengkap sempurna untuk Piles Of Regrets.
    Suka, suka, suka…

    Liked by 1 person

  15. yoongdictasticgorjes says:

    Huaaa udh end ajh,,,gk rela bgt pisah sama kluarga kecil mreka brharap bgt bkal ada klanjutanya lagi,,ending yg berkesan bgt setelah kesedihan,keputusasaan,menyerah telah mreka lewati., pokonya mksh bgt bwt kakak dosen kita yg udh bikin ff sekeren ini..

    Liked by 1 person

  16. Christellee says:

    Wah..! Ikutan senang sama kehadiran malaikat kecil hyura, imut banget.. Gemes deh.
    Luar biasa keren perjuangan couple ini, sampai sekarang udah jadi keluarga kecil yang manis.

    Liked by 1 person

  17. melisayoonhaeharuoneday says:

    Waaah……ending yg sempurna. Aku benar2 tersenyum bahagia di part ini author. Kehadiran bayi mungil benar2 membawa efek kebahagiaan yg hampir sempurna. Senang sekali karena tidak ada halangan lagi selama mengandung bahkan melahirkan. Ini keren….. Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Riwayat sakit sera yg dulunya adalah kabar yg sangat buruk,, ternyata sakit itulah yang menjadi awal kebahagiaan hidupnya dengan sosok pria yang sangat mencintainya dengan tulus.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s