For What It’s Worth – Les Plats Principeux 1 [Santiago]

fwiw

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Married Life, Travel & Adventure, NC-21

Main Cast: Song Ahreum & Cho Kyuhyun

 

Teaser terakhir yang aku bakal post, kalau sudah membaca “menu” dalam cerita mereka, maka ini adalah bagian hidangan utama dari cerita itu. Part Les Plats Principeux, dengan sub judul ‘Santiago’. Jadi jangan bingung kalau ini nggak nyambung sama part yang aku posting sebelumnya, namanya juga teaser, boleh kan asal comot chapter hahaha.

ENJOY~

 

 

Wanita itu menggeliat sembari melemaskan tubuhnya yang kaku. Ia menggeser sedikit posisi kepalanya lebih dalam lagi ke atas permukaan bantal lembut yang menyangga, menikmati sedikit ketenangan yang ditawarkan fajar.

Mata Ahreum mengerjab untuk memaksimalkan jumlah cahaya yang masuk ke dalam retinanya, menyesuaikan diri dengan penerangan yang berasal dari secercah sinar yang berhasil menembus di antara tirai tebal yang menutupi kamar hotel tempatnya berada.

Seketika itu pula Ahreum sadar, bahwa ia sudah tidak ada di negaranya.

Wanita itu membalik badan untuk mencari pria yang menemaninya dalam perjalan spontan yang mereka putuskan dua hari lalu itu, namun saat Ahreum meraih ke sisi kanannya, ranjang itu kosong. Ia mengangkat tubuhnya yang masih dipenuhi sisa rasa memar dengan susah payah sebelum mencari-cari sosok yang seharusnya ada di sana.

“Hyunie?” Panggilnya parau. “Kau di mana?”

Tidak ada jawaban.

Ahreum merelakan kedua kakinya menapak di atas permukaan lantai berkarpet tebal di kamar itu untuk mencari Kyuhyun ke dalam kamar mandi, namun kamarnya memang kosong. Ternyata pria itu meninggalkan pesan di atas nakasnya.

“Jangan panik, aku hanya keluar mencari sarapan untuk kita.” 

Wanita itu mendengus kecil. Kelakuan Kyuhyun masih tidak berubah, dengan segala fasilitas hotel yang memadai dan fasilitas sarapan di tempat yang ditawarkan, pria itu tetap lebih semangat mencari makanan dari toko kelontong atau penjaja tradisional. Ya, Ahreum tahu persis kebiasaan yang satu itu, ia sudah bepergian beberapa kali dengan Kyuhyun, sejak petualangan mereka di Kyoto bertahun-tahun lalu hingga dua hari indah yang pernah mereka lalui di Marrakesh. Kini petualangan mereka beralih pada belahan bumi bagian selatan di hamparan benua Amerika, Chili.

Ahreum memanaskan air pada teko elektrik yang tersedia di kamar untuk meracik kopi instan yang tersedia di atas mini bar, senyum geli muncul di wajahnya karena ia yakin Kyuhyun akan menghina kopi instan itu nanti, tapi ia tidak peduli, faktor lelah dan jet lag membuat tubuhnya menuntut asupan kafein yang lebih banyak dan ia tidak keberatan dengan kopi instan pagi ini.

Wanita itu berjalan menuju jendela besar di kamar mereka, ia menyibakkan tirai sambil menyesuaikan silaunya mentari pagi yang menyeruak masuk menyerang retinanya, lalu ia membuka pintu kaca yang terhubung dengan balkon kamar.

Mulut Ahreum terbuka kagum menatap pemandangan spektakuler yang terhampar di hadapannya. Jajaran pegunungan Andes yang puncaknya tertutup salju berdiri megah menjadi sandaran bagi gedung-gedung pencakar langit tinggi di kota Santiago tempatnya berada. Semburat jingga matahari pagi membuat pantulan dari gedung-geding itu lebih dramatis dan pesona pegunungan yang menjadi latarnya benar-benar membuat Ahreum terharu.

“Ya Tuhan, indah sekali. Pria itu benar-benar tahu tempat-tempat terbaik untuk melarikan diri.” Gumamnya pada diri sendiri.

“Karena tidak ada gunanya aku punya SIM untuk membawa jumbo jet ke berbagai belahan dunia kalau aku tidak menikmati sedikit keuntungan yang bisa kuperoleh.” Kyuhyun menyahut dari belakang.

“Kau mengejutkanku.” Ahreum menyandar pada tepian balkon.

“Selamat pagi.” Sambut Kyuhyun dengan cengiran lebar. “Kau tidak berniat meracik kopi sampah itu kan?” Tunjuknya pada teko elektrik di atas mini bar.

“Kau punya opsi yang lebih baik?” Tantang Ahreum sambil menaikkan kedua alisnya.

Kyuhyun mengangkat bungkusan kertas coklat di tangannya dan juga dua gelas kopi yang ia beli pada tangan satu lagi. “Aku tadi berjalan sebentar ke pasar, bertemu dengan beberapa abuella[1] dan menyicipi empanadas yang mereka buat. Kau mau yang isi sapi atau ayam?”

Ahreum tersenyum lebar saat Kyuhyun membuka bungkusan yang ia bawa, wangi rempah beradu dengan ketajaman paprika yang dipadukan dengan cabai khas Amerika Selatan menyambut indera penciumannya. “Wanginya enak.”

“Rasanya lebih enak.” Kyuhyun menaruh bungkusan makanan dan kopi di meja kecil yang disediakan di atas balkon, pria itu lalu masuk ke kamar untuk mengambil selimut tebal dan menyerahkannya pada Ahreum. “Di Seoul memang musim panas, tapi kau pasti cukup cerdas untuk mengolah bahwa di belahan bumi selatan musimnya berbalik, kan?”

Ahreum meraih selimut yang diberikan Kyuhyun untuk disampirkan di seputar tubuhnya yang mulai kedinginan. Wanita itu duduk tenang di atas kursi balkon yang disediakan, tangannya meraih gelas kopi kertas yang Kyuhyun belikan untuk mulai dinikmati. Pikiran wanita itu melayang bebas sembari melamun menatap hamparan pegunungan Andes yang megah di kejauhan.

Gila. Hanya kata itu yang bisa ia sebutkan untuk mendeskripsikan tindakan mereka.

Lima hari yang lalu ia masih terjebak dengan suami keparatnya, ia masih melakukan shooting dan ia masih harus menerima kekerasan dari pria itu—yang beberapa bekas lebamnya masih terpatri sempurna di atas kulit putihnya. Lima hari yang lalu ia dan Kyuhyun melewati drama yang rasanya tidak berakhir, mulai dari konfrontasi Daewoo, periksa visum, tumpukan pers yang bergerumul di depan rumah orang tuanya, orang tua Ahreum yang minta diberi waktu untuk menenangkan diri, lalu ia yang menumpang di apartemen Kyuhyun sementara mengizinkan pria itu merawatnya.

Lalu obrolan panjang mereka beberapa malam lalu tentang angan untuk melarikan diri dari semua masalah, keinginan Ahreum untuk menghilang sejenak, celoteh asal bahwa ia ingin pergi ke ujung dunia saja dan kembali ke Korea nanti saat seluruh masalah sudah tuntas, ternyata ditanggapi Kyuhyun dengan serius.

Terbukti saat Kyuhyun mengejutkan Ahreum keesokan harinya dengan membawa wanita itu ke bandara Incheon, lengkap dengan sepasang tiket sekali jalan menuju Santiago, Chili. Berkat usaha keras Kim Minji, Ahreum bisa mendapatkan seluruh berkas dan barang milik pribadinya di malam itu. Kyuhyun yang berpikir rasional sengaja mengirim asisten pribadi Ahreum untuk kembali ke rumah suami wanita itu untuk mengambil seluruh barang dan dokumen penting milik Ahreum dan karena ide brilian itu, mereka bisa berada di tempat ini tanpa harus melewati drama lain seperti menghadapi Lee Daewoo yang masih murka.

“Kau memikirkan apa, Songi?” Pria itu menyampirkan selimut di seputar tubuhnya sendiri.

“Lima hari yang kita lalui sangat cepat.” Jawab Ahreum sambil menyesap kopinya. “Aku senang berada di sini, namun hatiku resah. Aku khawatir dengan Minji, karena ia yang terpaksa menghadapi wartawan sekarang. Lalu tuntutan Daewoo—”

Kyuhyun membungkuk dari belakang kursi wanita itu untuk mengecup bibir Ahreum singkat. “Kau janji apa padaku saat kita melangkah masuk ke dalam pesawat?”

“Bahwa aku tidak akan memikirkan apapun yang terjadi di Korea.” Jawab Ahreum menurut. “Tapi mustahil, Hyunie. Pria itu secara terang-terangan bilang akan menuntutku dengan pasal perselingkuhan…”

“Pasal yang sudah dihapuskan dari hukum Korea Selatan beberapa tahun lalu.” Sahut Kyuhyun. “Aku sudah meminta kawanku yang pengacara untuk menilik kasusmu. Tenanglah.”

“Bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau hidupku berantakan?” Sahut Ahreum kesal.

“Memang kalau kau pikirkan terus, hidupmu akan tertata seketika?” Bukannya ikut kesal, Kyuhyun justru terkekeh. “Hey, lihatlah pemandangan yang ada di depan kita. Nikmati. Resapi.”

“Bagaimana ceritanya kau bisa sesantai ini, ng? Ya! Saat kita kembali ke Seoul nanti, kujamin aku tidak akan bisa mendapat—”

Kyuhyun kembali membungkam bibir Ahreum. “Kau ini bawel sekali. Hidupmu bukan satu-satunya hal yang kacau di sini, Song Ahreum. Tapi apa kau lihat aku mengeluh dan merengek seperti anak kecil? Tidak semua masalah selesai jika kau pikirkan terus, kadang ada hal-hal yang harus kau biarkan sejenak.”

“Tapi…”

“Jangan bawel.” Kyuhyun mengecup Ahreum sekali lagi lalu duduk di kursi lain. “Kau masih kalut, masih bingung, dan masih terguncang. Izinkan diri dan pikiranmu istirahat sejenak, pasti akan ada jalan keluarnya, Songi. Aku akan mendampingimu untuk mencari solusi itu, namun sementara ini biar kita nikmati kopi Chili yang kubeli dan empanadas nikmat selagi masih hangat.”

“Minji…”

“Minji terus menghubungiku untuk memberitahu perkembangan kasus Daewoo.” Kyuhyun seolah bisa membaca pikiran Ahreum. “Gadis itu lebih kuat dari yang kau kira dan ia sangat profesional. Tenanglah, meskipun hidupmu dengan Daewoo penuh penderitaan, setidaknya kau benar-benar dikelilingi orang yang menyayangimu.”

Wanita itu menatap kosong pada Kyuhyun, mencoba merenungkan kata-kata pria itu yang terdenga terlalu indah untuk menjadi nyata.

“Kenapa memandangku seperti itu?” Kyuhyun mencubit hidung Ahreum gemas.

Ahreum mengangkat bahu. “Apakah masih ada yang menyayangiku, Hyunie? Kurasa aku sukses membuat semua orang benci padaku.”

Kyuhyun mendengus. “Lalu aku ini apa, Song?”

Ribuan kupu-kupu serasa memenuhi perut Ahreum seketika kata-kata itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Benarkah? Benarkah apa yang pria itu katakan? Mengapa ia terus merasa berbunga-bunga seperti ini sementara ia sadar bahwa bisa jadi Kyuhyun mengutarakan semua itu hanya untuk menghibur hatinya yang lara.

 

*

Sepertinya melupakan sejenak masalah yang terjadi di Seoul tidak terlalu sulit bagi Ahreum, karena pria itu menyibukkan diri mereka dengan wisata berkeliling Santiago. Dengan pribadi spontan Kyuhyun, diperkuat dengan kemampuan navigasi dan rasa percaya diri yang membuatnya terlihat sangat memahami medan, tentu mengarungi jalan-jalan kecil di seputar Santiago tidak menjadi kendala.

Kyuhyun sudah pernah ke kota ini beberapa kali sebelumnya, maka tidak sulit menggiring Ahreum ke pasar tradisional tempatnya biasa mencari jajanan lokal, ia tahu persis restoran macam apa yang akan menggugah selera mantan kekasihnya itu, ia pun yakin bahwa senyum yang tersungging di wajah wanita itu bukan paksaan sama sekali.

“Kau sudah kenyang?” Tunjuk Kyuhyun setelah Ahreum menciduk habis paella di panci yang disajikan di tengah meja mereka. “Bagaimana? Enak bukan? Mereka memiliki darah Spanyol di sini, jadi makanan mereka pun terpengaruh, ditambah sentuhan bumbu-bumbu Meksiko yang membuat rasa di makanan mereka semakin menakjubkan” Terang Kyuhyun dengan wajah bangga.

Ahreum mengunyah sisa paella dalam mulutnya sambil mengacungkan jempol. “Kalau kubilang, ini lebih nikmat dari paella yang pernah kunikmati di jalan Las Rambla, Barcelona.”

“Ah, aku suka sekali jalanan itu.” Kyuhyun mengangguk setuju. “Ada satu café favoritku yang menyajikan sangria terbaik di sana.”

“Ck, kau ini, tidak jauh-jauh dari wine.” Ledek Ahreum, ironisnya sambil meneguk wine putih yang dipilihkan Kyuhyun.

“Ayo kita lanjutkan perjalanan dengan mendaki ke Cerro San Cristobal.” Lanjut Kyuhyun semangat.

“Mendaki? Ada apa di sana?” Tanya Ahreum tertarik.

“Puncak tertinggi di kota Santiago ini, kita harus ke sana sebelum matahari terbenam.” Pria itu mengeluarkan beberapa lembar Peso untuk membayar makanan mereka. “Di sana ada patung Bunda Maria, kau bayangkan seperti patung Yesus di Rio de Jenaero, tapi ini Bunda Maria.”

Ahreum menganggung-angguk saja sambil mengikuti Kyuhyun yang bangkit dari meja mereka.

“Kau masih kuat jalan, kan? Kalau kau letih beritahu aku, ne? Aku paham bahwa tubuhmu masih nyeri akibat semua memar yang ada.” Tanpa permisi Kyuhyun mengaikan jemari mereka seiring menuntun langkah Ahreum menuju stasiun fernicular[2].

Ahreum hanya bisa menggumam kagum saat Kyuhyun menuntunnya masuk ke dalam kereta fernicular, mereka mengambil posisi di belakang kereta agar wanita itu bisa puas memandang kota Saniago yang terlihat semakin mengecil di kejauhan, sementara ia membiarkan Kyuhyun memeluk pinggangnya. Lagi-lagi darah Ahreum berdesir cepat setiap kali Kyuhyun melakukan tindakan kecil nan manis padanya. Ia tidak percaya, meskipun hubungan mereka saat ini bisa dikatakan sangat intim, tapi Kyuhyun masih bisa membuat jantungnya berdebar layaknya seorang remaja gugup yang tidak tahu harus berbuat apa pada kencan pertamanya.

Pria itu selalu memiliki pesona itu di mata Ahreum. Meskipun selama ini Ahreum berusaha terlihat netral dan datar, ia tidak bisa membohongi hatinya yang semakin terikat pada kehadiran Kyuhyun. Wanita itu bisa saja membohongi dunia, namun perasaannya sendiri tidak bisa ia dustai. Ia tahu, ia masih mencintai Kyuhyun dan buruknya, ia tahu bahwa hatinya sangat berharap pada pria itu.

Lamunan Ahreum yang melankolis itu terusik oleh perintah dari kondektur agar seluruh penumpang keluar dari fernuicular. Mereka tiba di stasiun teratas pada bukit itu dan segera saja, mereka dibuat kagum dengan hamparan pemandangan yang tersedia.

Keduanya ada di atas permukaan tertinggi di kota itu, membuat pergunungan Andes yang megah nampak menjulang gagah, dengan pantulan sinar matahari yang menerangi pusat kota Santiago yang padat dan semua keindahan itu berlabuh pada lautan yang membetang luas menghadap Samudera Pasifik di tepi ibu kota negara itu.

Kyuhyun menyadari tatapan kagum di mata wanita itu, ia hanya tersenyum puas karena telah berhasil membuat Song Ahreum terpana. “Bagaimana? Ideku brilian, kan?”

Ahreum mengangguk cepat. “Kau pernah ke sini sebelumnya?”

“Ng, dulu aku bercita-cita mengajak Jiyeon ke sini. Memperlihatkan keindahan belahan dunia lain padanya.” Pria itu mengangkat bahu. “Kurasa hal itu sudah mustahil sekarang.”

Kata-kata yang diucapkan dengan santai oleh pria itu justru terasa sangat menusuk dalam hati Ahreum. Wanita itu tidak memahami dirinya sendiri, mengapa ia selalu merasa sesak setiap kali Kyuhyun mengungkit akan pernikahannya yang dulu atau apapun yang berhubungan dengan mantan isterinya. Terlebih karena Ahreum tahu ia tidak punya hak untuk merasa demikian.

“Mengapa memanyunkan bibirmu seperti itu?” Kyuhyun mencubit kedua pipi Ahreum. “Kau mau aku menciummu di sini?” Godanya iseng lalu mengecup bibir wanita itu sekilas.

Ahreum seegera mencari topik lain dalam benaknya. “Chili ternyata keren juga.”

“Chili memang benar-benar memiliki keunggulan geografis.” Aku Kyuhyun. “Kau bayangkan negara ini membentang dari dekat selatan Khatulistiwa menuju Kutub Selatan. Mereka memiliki segala iklim yang ada dan batas laut yang panjang sekali.”

Ahreum mengangguk setuju. “Pergunungan Andes itu masih membuatku tercengang.”

“Kau tahu istilah yang mereka gunakan di sini, untuk mempersingkat wilayah Peru, Chili, dan Argentina yang dilalui Andes?” Kyuhyun merangkul bahu Ahreum menuju salah satu tepi tebing yang dihalangi pagar pembatas. “Patagonia.”

“Aku pernah menonton di drama yang dibintangi Kim Soohyun itu, katanya tokoh alien yang ia perankan mengamati bintang di daerah sini.”

Kyuhyun tertawa sambil mengacak rambut Ahreum gemas. “Sumbermu tidak valid sekali, Songi. Tapi memang benar, kurasa yang kau maksud di Gurun Atacama, tempat shooting film Quantum of Solace dari James Bond.”

“Ah! Hotel yang keren itu, bukan?”

“Bukan hotel, itu mess bagi pengamat galaksi.” Sahut Kyuhyun. “Berdirilah di sana, aku ingin mengabadikan fotomu.” Tunjuk Kyuhyun pada latar belakang kota Santiago.

Ahreum menurut, ia memasang senyumannya yang kaku ke arah kamera Kyuhyun, membuat pria itu justru mengoceh kesal karena gayannya yang terkesan dibuat-buat.

“Tolong ambilkan fotoku dengan ponselku, Hyunie.” Ahreum merogoh tas untuk meraih ponselnya. Pada saat itu juga ia melihat notifikasi pesan dari suaminya.

Aku akan menuntutmu ke pengadilan, Jalang. Biar kupikirkan tuntutan macam apa yang akan kulayangkan untuk ribuan kesalahanmu. Kupastikan hidupmu tidak akan tenang! Tunggu saja tanggal mainnya.” Bunyi pesan yang tertulis di ponsel itu.

Song Ahreum menghelas napas pasrah, raut wajahnya yang sudah muram karena suasana hati yang tidak jelas akibat Kyuhyun yang mengungkit Jiyeon tadi semakin ditekuk. Pria yang sedang seru mengabadikan gambar dengan kamera canggih yang ia bawa pada awalnya tidak menyadari perubahan ekspresi Ahreum, tapi setelah ia mengambil beberapa jepretan wajah Ahreum yang murung, akhirnya Kyuhyun sadar bahwa mood wanita itu semakin buruk.

“Kau kedinginan?” Tebak Kyuhyun sambil melepas lapisan mantel terluarnya.

Ahreum menggeleng sambil menahan gerakan Kyuhyun. “Ponselku mati, nanti aku minta gambar-gambar spektakuler ini dari kameramu saja, ne?” Wanita itu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas untuk menyembunyikan sumber masalah kekesalannya.

Kyuhyun yang tidak mudah percaya begitu saja menyampirkan mentelnya di atas bahu Ahreum, ia bisa menebak bahwa ada sesuatu yang mengganggu wanita itu. Tapi ia cukup mengenal Ahreum untuk paham bahwa mantan kekasihnya itu masih memilih untuk menyimpan pikirannya sendiri. Karena beberapa saat yang lalu pembicaraan mereka mengalir begitu saja, sampai wanita itu melirik ponselnya.

 

*

 

Ternyata mood Ahreum tetap rusak hingga mereka tiba kembali di hotel saat matahari sudah tenggelam. Wanita itu hanya memakan makanan yang Kyuhyun belikan sekenanya dan ia nyaris diam saja sepanjang sisa agenda keliling Santiago, membuat Kyuhyun semakin positif bahwa ada yang mengganggu Ahreum.

Setibanya di hotel, wanita itu langsung menuju kamar mandi, ia berendam dalam kurun waktu cukup lama dan pada saat Ahreum lengah, Kyuhyun mengambil kesempatan untuk menghubungi asisten pribadi wanita itu—gadis yang dititipi segudang tanggung jawab oleh Kyuhyun.

“Minji-ssi, bagaimana keadaan di sana?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

Gadis itu mengerang parau. “Kacau sekali, Oppa. Aku sudah tidak tahu berapa kali harus menghadang wartawan dan bilang bahwa Song Ahreum tidak di sini. Lalu Lee PD juga tidak mencoba membuat semua ini lebih mudah, pria itu membuat konfrensi pers, menceritakan tentang kehidupan rumah tangga mereka, bahwa eonni hanya memanfaatkannya dan ia mencintai wanita itu hingga ia tetap setia di sampingnya.”

Bullshit.” Pria itu mendengus kesal.

“Tapi publik percaya padanya, terutama karena footage saat kau menggendong eonni keluar dari ruang ganti hotel serta keberadaanmu di rumah orang tua eonni terekam kamera dengan sangat baik. Lalu mantan isterimu tidak kalah panas. Kim Jiyeon ikut menuduh bahwa keretakan rumah tangga kalian dimulai karena perselingkuhanmu dengan Song Ahreum.” Minji terdengar sangat frustrasi. “Kau tahu segigih apa para wartawan dalam menggali gosip, bukan? Mereka mendatangi sekolah kuliner kalian dan mendapat testimoni bahwa dulu kalian adalah sepasang kekasih, dan keadaan semakin panas.”

Kyuhyun mengusap wajahnya kesal, ia menghempaskan diri di atas kursi balkon yang dingin sambil mengerang putus asa. “Mengapa mengaitkan itu pada Jiyeon? Masalah ini bahkan tidak ada hubungannya dengan wanita itu.”

“Aku tahu, tapi lagi-lagi ini adalah pihak wartawan yang haus akan ‘breaking news’, Oppa.” Minji menghela napas panjang.

“Lalu apa lagi yang harus kuketahui? Orang tua Ahreum bagaimana?”

“Mereka masih seperti itu, aku sudah mendatangi rumah mereka tiga hari berturut-turut tapi mereka masih menolak menemuiku. Aksesku ke dalam rumah PD Lee ditutup dan aku tidak bisa mengambil sisa-sisa barang eonni yang masih tersisa.” Lapornya. “Satu hal lagi yang kau harus tahu, Oppa, PD Lee akan menuntut eonni dengan pasal pencemaran nama baik, lalu menceraikannya.”

Pria itu menjedukkan kepalanya sendiri pada punggung kursi. “Itu berita terbaik yang kudengar sejauh ini.” Simpulnya.

“Ne?”

“Setidaknya pria itu akhirnya mau melepas Ahreum dari cengkramannya, itu berita baik, bukan?” Jelas Kyuhyun.

“Tapi, Oppa…”

“Apa ada lagi yang perlu kudengar?” Potong Kyuhyun, tidak mau berdebat.

“Itu saja sejauh ini. Maaf karena aku belum bisa membantu banyak.” Ujar Minji.

“Kau sangat hebat, Minji-ssi. Jika bukan karena jasamu, Ahreum tidak akan ada di sini bersamaku. Wanita itu masih akan berada di tengah perang mengerikan dengan suaminya yang keparat itu. Kuharap kau tidak lelah menghadapi ini.” Ujar Kyuhyun tulus.

“Aku akan membantu eonni sampai titik darah penghabisan. Karena meskipun awalnya ia dingin, Ahreum eonni adalah satu-satunya orang yang baik padaku selama aku bekerja di manajemen itu.” Balas Minji dengan nada lebih riang. “Nanti aku akan melapor lagi, Oppa. Untuk sementara jagalah eonni baik-baik, dia boleh saja terlihat kuat, tapi aku yakin saat ini eonni sangat terguncang dan sedih. Kalau eonni belum menangis, itu pertanda bahaya, dia hanya memendam perasaannya sebelum benar-benar meledak. Oppa harus bersiap-siap menghadang breakdown-nya nanti.”

“Ng, aku pun sedang mengantisipasi itu. Tenanglah, Ahreum aman bersamaku di sini.” Kyuhyun meyakinkan Minji. “Istirahatlah, aku akan menutup telponnya, ne?”

Baru saja Kyuhyun menekan display merah di ponselnya saat ia dikejutkan suara Ahreum yang sejak tadi sudah menguping pembicaraan mereka.

“Apa yang kau dengar dari Minji?” Sosor Ahreum dengan nada datar, wanita itu ikut duduk di kursi balkon samping Kyuhyun.

“Kau mengejutkanku, kukira kau masih berendam.”

“Jangan mengalihkan pembicaraan.” Ahreum menatap nanar pada pemandangan di kejauhan. “Apa yang kau dengar dari Minji?”

Kyuhyun mendengus kesal pada dirinya sendiri, ia sungguh tidak berniat menambah beban pikiran Ahreum di saat ia tahu bahwa wanita itu masih kalut.

“Hyunie?”

“Bukan berita yang ingin kau dengar, prinsipku lebih baik diam daripada menyampaikan berita buruk.” Jawab Kyuhyun.

Ahreum menutup wajah dengan kedua tangannya sambil menggeram kesal. “Perilakumu tidak membuatku merasa lebih baik, Cho Kyuhyun.”

“Aku mengajakmu ke sini bukan untuk mengurusi perkara di Seoul! Tapi untuk menenangkan hatimu.” Sahut Kyuhyun ketus.

“Lalu kau kira aku bisa santai saat tahu bahwa pria itu akan menuntutku setibanya aku di Seoul!?” Hardik Ahreum. “Atau fakta bahwa kejadian ini telah mengacaukan hidup mantan isterimu, kau kesal bukan? Kerena mantan isterimu tercinta itu terkena imbas—”

“Jangan menyimpulkan apa yang tidak kau ketahui.”

“AKU MENDENGARNYA!”

“APA YANG KAU DENGAR?” Bentak Kyuhyun semakin tinggi. “Kau mau mendengar yang terjadi? Benar! Suami keparatmu itu berencana menuntutmu, orang tuamu masih menghindari Minji, mantan isteriku memperburuk semua itu dengan bicara pada wartawan bahwa kau adalah penyebab perceraian kami!”

Ahreum terdiam, ia tidak mendengar apapun setelah Kyuhyun mengungkapkan sikap kedua orang tuanya. Wanita itu masih tetap memiliki mental gadis naif yang ingin membuat kedua orang tuanya bangga, ia masih terus mencoba menjadi primadona di mata mereka, namun semakin ia dewasa justru lebih banyak hal mengecewakan yang ia lakukan.

“Song, aku tidak tahu seberapa kuat dirimu menanggung ini semua, tapi kupastikan aku akan mendampingimu. Aku punya kenalan pengacara yang sangat hebat, aku punya koneksi untuk membantumu mencari pekerjaan lagi setelah kau kembali, aku…”

“Maafkan aku.” Wanita itu tetap tidak menatap Kyuhyun, hanya memandang kosong pada gemerlap cahaya lampu kota Santiago di kejauhan. “Aku… kurasa aku harus kembali—”

Kyuhyun bangkit dari kursinya dan segera berjongkok di hadapan Ahreum, kedua tangannya membingkai wajah cantik wanita itu. “Tatap aku, Songi.”

Ahreum menggeleng pelan. “Aku akan menangis saat menatapmu, aku lelah menangis Hyunie. Aku ingin jadi wanita yang kuat, aku ingin bisa menghadapi ini dengan tegar.”

“Tapi aku di sini, kau bisa berbagi sedikit kepedihanmu denganku.” Bujuk Kyuhyun.

Ahreum hanya tersenyum miris dengan kedua mata yang terasa semakin panas. “Aku tidak boleh membiasakan diri dengan kehadiranmu, karena kau akan pergi lagi seperti saat itu.”

Bagi Kyuhyun, kata-kata Ahreum terdengar seperti tamparan keras. Itukah yang ia ingat dalam benaknya akan sosok Kyuhyun? Pria yang mundur dari hidupnya saat keadaan mulai sulit?

Ahreum menepis kedua tangan Kyuhyun dari wajahnya, mengatur napasnya sejenak untuk menahan dorongan hatinya untuk menangis, lalu ia membelai rambut Kyuhyun yang masih terdiam di hadapannya. “Aku sangat menghargai apa yang kau lakukan, aku juga sangat berterima kasih. Namun saat ini aku sedang terluka, dan itu akan membuatku bergantung padamu. Aku paham bahwa apa yang kita lakukan sekarang hanya sebatas dua sahabat lama yang saling menghibur, maka jangan langkahi batas-batas itu.” Pintanya.

Jangan buat aku berharap lebih. Tambah Ahreum dalam hati.

 

Footnote:

[1] Nenek, bahasa Spanyol.

[2] Kereta yang kemiringan dasarnya dibuat 45 derajat agar bisa menanjak bukit. Seperti kereta biasa, hanya saja bentuknya seperti tangga.

 


Author’s note:

 

P.O For What It’s Worth masih dibuka yaa…

untuk detailnya silakan tap/klik tulisan ini yang aku merahin 🙂

 

 

 

Advertisements

36 thoughts on “For What It’s Worth – Les Plats Principeux 1 [Santiago]

  1. HareuieCho says:

    “Jangan buat aku berharap lebih.”
    Ohhhh jleb baangettttt kaa, sumpah deh ini luapan air dari kali cisadane sampe kesini loh,

    entah kenapa aku jadi baperan giniii😭😭 kata2nya ngingetin aku sama temen yang suka ceramah, buat aku gausah ngarepin dia karena tanpa hubungan apapun dia perhatian sama aku😭😭😭

    Liked by 1 person

  2. wienfa says:

    sneng..weekand gni kak ssihobitt ngsh post bru teaser nya..mksh kak!! gk sbar bgt nunggu bku nya dteng..
    kyuhyun dluan sih itu yg nghiantin n ninggln ahreum..jdi wjar aja klo ahreum pnya kraguan sm kyu..jdi kya d doktrin klo kyu emng bkln kya ninggln dy lg.bner ahreum jgn brhrp lbih jga km..nnt tkut skit lg..
    smngt trus kak ssihobitt..slalu suka sm krya ny.

    Liked by 1 person

  3. CHONONA says:

    Ntah kenapa aku ngerasa seorang Cho Kyuhyun di story ini kayak gak tergapai gitu. Ehemmm,,,,, gimana ya ngomongnya. Aku ngebayangin dia tuh bener bener seorang pilot yang perfect, gagah, ditambah dengan wawasan dan kecerdasan yang nggak main main. Jadi agak contrast sih sama Song Ahreum, yang rela menikah sama lelaki yang jauh lebih tua hanya untuk mendongkrak popularitas dia. Jadi……..aduh gimana ya mendeskripsikan nya. Aku tuh kayak menempatkan posisi diri gitu sebagai Song Ahreum, dan aku bener bener bakalan minder dan malu banget sama Kyuhyun atas semua masalah itu. *effectkurangpercayadiri* hahaaa itu hanya curahan hati aku yang nggak ada hubungan nya sama sekali untuk mengkritik story ini. 😆 . Seperti biasa, cerita kakak tetep keren 👍. Udah, I haven’t enough words to discribe it anymore

    Liked by 1 person

  4. Rati says:

    Sumpah ya kak, keren buangetttt aku bisa langsung paham gimana situasinya, gimana perasaan dari tokohnya. Sumpah keren, semoga novel kakak sukses 😂

    Liked by 1 person

  5. omiwirjh says:

    Penjabaran tempat yang sangat baik. Kalimat terakhir buat jleeb. Lebih jleb lagi ga bia beli bukunya. Pengen beli tapi buku kuliah di dahuluin dulu 😢. Kesalahan Kyuhyun yg aku luhat satu pernah ninggalin ahreum disaat tersulitnya dulu. Dan masalah tersulit itu aku pengen tahu.

    Liked by 1 person

  6. Seo HaYeon says:

    Haa senangnya… lagi menghayati rasain badan remuk semua trs pas cek email ada notif dr wp kakak 😀 Aah… aku bca ini jd mikir panjang_n berakhir dg beberapa ksimpulan_Cerita ini 100 % layak utk dibaca! q jd pnsrn kaya’x kakak sudh smpe ketempat2 itu! omooo q irii….. 😛 banyak yg doain novelnya ludes kak! aku juga meng-Aamin.kan… 😀 Tp bisakah ql seandainya ordernya di bln stlh April ne kak? kkkk… lg bxk pgluaran trxt 😛

    Liked by 1 person

  7. Kyuchan says:

    eonniiii jangan ngasih serpihan cerita ini eon bikin makin penasaran, aku sedang menanti waktu yg tepat untuk po hahaha. mendingan eon lanjutin post yg stupid anxiety *puppy eyes* lagi mencoba mengalihkan perhatianku ini mah drpd ngayalin cerita novel ini 😀

    Liked by 1 person

  8. msallets says:

    wahhhh semangatttt dear 🙂

    yaaa kurasa orang baik patutnya bahagia ^^

    semangat terus yaaa nulisnyaaaa 🙂

    oh yaaa, aku mau puji design nya, super keren, kamu kah yang buat?

    font nya kece kece ^^

    hwaitingg yaaa XOXO

    Liked by 1 person

  9. akoemesaya says:

    Jangan buat aku berharap lebih..
    Klo gw jd Ahreum bahasanya jadi “aq bergantung padamu, berharap lebih pada hubungan kita.”
    #eaaaa

    Duh gw kok gemes2 ngenes gimana gitu yahh..

    Liked by 1 person

  10. graciakim says:

    Dari tiga part yg sudah di publish ini tiga2nya bener2 bikin emosi ikut di aduk2
    Enggak kebayang bakal sekeren apa novel ini nantinya, jd enggak sabar nunggu akhir April biar langsung naik cetak trus langsung dikirim hehee
    Daebak kak,
    I love u full pokknya

    Liked by 1 person

  11. maymacita89 says:

    Ini kyuhyun anggep ahreum apasih aku juga jadi kesel kaya ahreum. Gatau knp aku jd ngerasain di posisi ahreum. Rasanya kaya aku jadi dia ._.

    Aduh maaf ya kak blm bs ordel novel, ngepasi aku ngurus kuliah uu kan jd dilema.
    Semoga sukses buat novelnya ya kak. Semangat

    Liked by 1 person

  12. Iim.harianto1 says:

    Agak bingug sie am nie ff di part nie dgn yg sblumx,,
    Si kyuhyun jd pilot ea & ahreum jd chef.
    tp kok q mrasa si ahreum thu baper ea am kyuhyun krna tnpa sngaja si kyu crta tntag dia yg mw ajak mntan istrix,,
    Sprti biasax nie blog punx ff yg bgus2 & feelx ngena bgt ap lg sbgian bsar cast adlh kyuhyun.
    1 kta bwt author KEREN…

    Liked by 1 person

  13. miran yang says:

    Uhuhu.. ini sepertinya udah dibagian yang mana mana yah, sepertinya di bagian pertengahan..
    Jadi makin pengen beliiii..
    Sebelumnya juga ga berani buka postingan yang ini, karena takut makin penasaran, dan sekarang jadi bener bener penasaran dibuat nya.. ahhahaahaha

    Liked by 1 person

  14. Missdonglee says:

    Ga sabar buat baca full versinya,selain penasaran sama critanya,mau juga di ajak muter2 benua Amerika & mungkin banya lagi karna kyu nya pilot 😀

    Setelah di one last shot,kita di ajak keliling Paris,Jerman,Belanda bahkan Australia.
    Dan di piles of regres kita ajak keliling Inggris & Turki.
    Pastinya korea selatan ga ketinggalan,yg jadi rumah para tokohnya.

    Baca ff di sini selain bikin banjir air mata,ikut emosi bahkan senyum2 sendiri,kita juga di ajak keliling dunia,asik kan.wisata gratis….walaupun raganya belum smpe sana,tapi jiwanya udh keliling duluan.insya allah jiwa & raganya cooming soon.
    Aminnnnn……

    Liked by 1 person

  15. trinoviwulandari says:

    Wahhhh
    Keren parah
    Ahreum ga mau terlalu tergantung dgn kyuhyun,tapi kyuhyun menunjukan sebaliknya
    Tapi meraka masih punya masalah dgn status yg jalani

    Liked by 1 person

  16. cutephephe says:

    salut sama author yg slalu ngasih cerita yg laun drpd ygg lain dan g terpikirkan ada cerita macem ini. saking menghayatinya smpe bs ngerasain gmn kerennya pegunungan Andes. bikin makin penasaran sm akhir ceritanya

    Like

  17. cutephephe says:

    alut sama author yg slalu ngasih cerita yg laun drpd ygg lain dan g terpikirkan ada cerita macem ini. saking menghayatinya smpe bs ngerasain gmn kerennya pegunungan Andes. bikin makin penasaran sm akhir ceritanya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s