Final Call 15 [Land of Denial]

fc_15

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Angst, NC-21

Main Cast: Kang Seulri & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

Cerita ini akan memiliki alur maju-mundur, diperuntukkan bagi mereka-mereka yang memiliki kesabaran untuk memahami character development pada karakter-karakter di dalam FF ini (bagi yang kurang sabaran dengan alur seperti ini, disarankan bacanya nanti saja saat seluruh part–24 part–sudah aku publish).

Pada bagian awal yang aku beri warna abu-abu, akan menceritakan MASA SEKARANG. Lalu pada bagian selepas tanda (***) yang akan aku warnai hitam, akan menjelaskan tentang MASA LALU.

 

 

 

Dokter ahli bedah syaraf beserta dokter-dokter lain kini sibuk mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk mengoperasi tengkorak Seulri. Para dokter magang membantu memasangkan alat setengah lingkaran yang terbuat dari alumuniun untuk menahan letak kepala pasien agar tidak bergerak sedikit pun saat ahli bedah syaraf melakukan tindakan. Idealnya para dokter menunggu hasil CT-scan terlebih dahulu sebelum mengoperasi agar mereka mendapat gambaran jelas bagian kepala pasien yang terluka, namun karena kasus Seulri terhitung darurat, semakin lama mereka menunda, semakin mengkhawatirkan pula keselamatan nyawanya.

Dokter-dokter juga menarik keluar selang pernapasan Seulri yang terpasang pada mulutnya untuk ditukar dengan selang yang dimasukkan dari dalam rongga hidung. Karena dokter syaraf berniat memancing fungsi verbal Seulri kembali, maka selang itu harus disingkirkan agar wanita itu bisa bicara dengan mudah nantinya.

Tentu saja Kang Seulri masih dirudung kesakitan, tidak seluruh bagian tubuhnya dibius, ia juga bisa merasakan nyeri luar biasa pada sisi pinggulnya serta rasa sesak di dadanya yang belum sirna meskipun dokter sudah mengganti posisinya menjadi setengah duduk dengan mengatur setelan pada brankar Seulri. Ia mencoba mengabaikan rasa sakit di bagian tubuhnya yang lain karena Kyuhyun terus berujar bahwa masalahnya terletak pada luka di kepala Seulri, dan–meskipun tidak paham–Seulri setuju dengan Kyuhyun karena pandangannya sekarang mulai kabur dan wanita takut ia akan kehilangan kemampuannya untuk melihat jika para dokter menunda lebih lama lagi.

“Kang Seulri-ssi, aku akan memulai prosedurnya.” Sapa ahli bedah syaraf sambil berdiri di samping Kyuhyun yang masih menggenggam tangan Seulri.

Wanita itu membalas dengan sebuah remasan pada tangan Kyuhyun yang sekarang bertugas menyuarakan keluhannya.

“Dokter Cho di sini akan bertanggung jawab untuk menjaga fungsi inderamu agar tetap responsif.” Pria itu menepuk bahu Kyuhyun pelan. “Pertama-tama aku akan menghentikan pendarahanmu; setelah aku menanggulangi luka itu, aku akan menstimulasi inderamu satu per satu dengan menyuntikkan beberapa larutan pada otakmu. Kau tidak akan merasakan apapun di dalam kepalamu, aku janji, tapi kau harus menuruti perintahku. Jika aku memintamu untuk menggerakkan jari maka lalukanlah. Jika aku memintamu untuk bicara kau juga harus mencobanya. Apa kau paham?”

Seulri mengedip sekali lagi.

“Bagus.” Pria itu tersenyum menenangkan pada Seulri. “Pandang saja kolegaku di sini, pria ini akan terus di sisimu melewati seluruh prosesnya.”

Kyuhyun mengangguk sedikit pada sunbae-nya lalu operasi besar Seulri dimulai.

Awalnya wanita itu bisa merasa sedikit tenang karena ia mengisi benaknya dengan pikiran-pikiran yang membuatnya bahagia: bahwa ia akan bertahan, lalu ia akan segera sembuh, Kyuhyun juga akan tetap di sisinya sesuai dengan apa yang dijanjikan pria itu. Namun pikiran bahagia itu terusik seketika oleh suara mesin berat berisik yang berbunyi hanya beberapa senti di dekat telinganya.

Seulri membelalakkan mata dan segera menatap Kyuhyun penuh dengan rasa takut dalam pandangannya, ia tahu bunyi apa itu, Kyuhyun pernah menunjukkan padanya video neurosurgery dan sekarang hal itu sedang dilakukan padanya. Dokter sedang mencoba membuka tulang tengkorak Seulri dan hebatnya, wanita itu tidak merasakan apa pun—meskipun bayangan mengerikan itu tetap terkesan sangat menakutkan baginya.

“Seulri-ya, lihat aku.” Kyuhyun bicara padanya, menyadari ketakutan pada sorot mata Seulri. “Aku akan mengalihkan perhatianmu dari proses ini, ne?”

Seulri membelai tangan Kyuhyun menggunakan ibu jarinya dan Kyuhyun balas melakukan hal yang sama pada Seulri.

“Mari kita fokus pada satu hal saja, yaitu kesembuhanmu.” Ia mengangkat tangan Seulri dan kembali mengecup punggung tangannya. “Ketika kau sembuh, kita akan melarikan diri bersama, kau bisa memilih tempat mana pun yang kau mau, kita akan memulai semuanya dari awal dan hidup bahagia selamanya hanya kau, aku, dan keluarga kecil yang akan kita bangun nanti. Kau setuju, kan?”

Seulri bisa merasakan hangat air mata yang kembali mengalir di sisi wajahnya, wanita itu mencoba tersenyum untuk menanggapi gambaran sempurna yang disampaikan Kyuhyun.

“Kita akan melakukannya setahap demi tahap, tapi ini adalah pijakan awal untuk masa depan kita, sayang. Kau harus melalui prosedur ini dan sembuh, kau mau kan melakukan itu untukku?” Bujuk Kyuhyun lagi.

Seulri menggenggam tangan Kyuhyun lebih erat.

Sementara sunbae-nya menggali ke dalam tengkorak Seulri, Kyuhyun menyadari sesuatu berubah pada wajah wanita itu.

“Dokter, wajah kanan pasien terlihat turun.” Ia langsung menyampaikan dengan nada waspada, tahu itu bukan pertanda baik.

“Pendarahannya lebih besar dari yang kuduga, tekanan darahnya juga tinngi sekali, aku harus menuntaskan ini dengan cepat sebelum pasien terserang stroke.” Ia mengumpat dari balik maskernya. “SUCTION!”

 

***

 

 

Content removed by Author for publishing purposes.

Sorry for the inconvenience.

 

Advertisements

61 thoughts on “Final Call 15 [Land of Denial]

  1. utusiiyoonaddict says:

    d buat terbang ama kkak d awal part, tp knapa d jatuhkan seketika d akhir part ka nyess nih ati, tdak ada hentinya kesengsaraan yg hdup seulri jalani

    Liked by 1 person

  2. HiKyu! says:

    Kkeut.. review dari chap 3-15 aku rangkum di sini y

    Over all alurny bisa aku terima soalny antara flashback sama present itu ga d ulang-ulang, cuma sekali jalan tiap chapter. Sempat ada kendala sih waktu masukin PW d chapter yg terprotec. Udah googling Dan menurutku itu bener sesuai clue plus sesuai prosedur masukinny. Tapi entahlah, mungkin memang engga jodoh sama chapter itu. But, setelah baca chapter chapter selanjutny jadi bisa merangkum APA yang terjadi di chapter itu dan itu tidak terlalu mengganggu jika tdk membacany

    Pemenggalan ceritany bikin greget, bawaanny langsung pengen Sambung k chapter Selanjutny

    Konflik sama penyelesaianny juga engga ribetkaya ngusut benang ruet

    Udah, still waiting buat chap Selanjutny
    Himneyo^^p

    Liked by 1 person

  3. nae.ratna says:

    di awal dah terbang tinggi eh akhir.a jatuh sejatuh jatuh.a
    baca.a sampe nangis sendiri
    mending seulri sama taec ja dewh meskipun seulri ga cinta sama taec v taec kan cinta sama seulri

    Liked by 1 person

  4. Hyun says:

    sebeenernya disini pemikirn seulri jauh lebih dewasa dibanding gyu ya, mungkin ini di pengaruhi sama keadaan kali ya, seulri di tuntut utk jadi dewasa entah segi pemikiran dll nya karena keadaannya.

    Liked by 1 person

  5. Hana choi says:

    Mungkin apa yg dipilihkan orang tua memang selalu benar tapi disisi lain anak juga punya hak buat hidupnya sendiri, belum nikah aja jinnae udh nuntut banyak apalagi kalau udh nikah jinnae emang orangnya baik tapi entah kenapa aku ga suka aja dia terlalu manja mungkin atau terlalu drama. Semoga aja seulri sama kyuhyun bisa bersatu

    Liked by 1 person

  6. Cho Sarang says:

    Orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak – anaknya hingga terkadang mereka mengabaikan perasaan anak – anak mereka. Tak ada orang tua yang ingin anaknya menderita dan hal inilah yang selalu menjadi alasan bagi orang tua untuk memaksakan kehendaknya tanpa berdiskusi dulu dengan anaknya, apakah anaknya setuju dengan keputusannya atau anaknya telah memiliki pikihannya sendiri

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s