Final Call – 7 [Disgrace]

fc_07

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Angst, NC-21

Main Cast: Kang Seulri & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

Cerita ini akan memiliki alur maju-mundur, diperuntukkan bagi mereka-mereka yang memiliki kesabaran untuk memahami character development pada karakter-karakter di dalam FF ini (bagi yang kurang sabaran dengan alur seperti ini, disarankan bacanya nanti saja saat seluruh part–24 part–sudah aku publish).

Pada bagian awal yang aku beri warna abu-abu, akan menceritakan MASA SEKARANG. Lalu pada bagian selepas tanda (***) yang akan aku warnai hitam, akan menjelaskan tentang MASA LALU.

 

 

Ok Taecyeon sedang menikmati perlombaan F1 dari TV layar lebar di ruang tengahnya, menikmati waktu istirahat yang baru bisa ia nikmati sekarang setelah rapat di Jepang yang ia hadiri seminggu penuh. Terbersit pikiran untuk pergi saja ke club favoritnya, tapi percuma, kehidupan itu sudah lama tidak disentuhnya. Pada akhirnya ia hanya memilih untuk tetap memperhatikan perlombaan mobil sambil meresapi rasa kantuk mulai menghampirinya.

Sebuah telepon dari nomor tidak dikenal mencuri perhatian Taecyeon, pria itu melirik sekilas dan memutuskan untuk mengacuhkan panggilan karena ia tidak mengenal sang penelepon. Tapi setelah panggilan itu muncul terus selama empat kali disertai kegigihan penelpon untuk terus menghubungi pria itu, akhirnya membuat Taecyeon menghela napas panjang sebelum terpaksa menjawabnya.

“Siapa ini?” Tanyanya ketus tanpa mencoba bersopan-santun.

“Selamat malam, apakah saya bicara dengan Ok Taecyeon? Pemilik kendaraan Mini Cooper bewarna biru elektrik dengan plat nomor 12-HA-9757?” Suara seorang pria yang terkesan formal membalas.

Taecyeon menegakkan posisi duduknya sambil menempelkan posel lebih dekat lagi pada telinganya, jelas sang penelepon berhasil mencuri perhatiannya. “Benar, apa ada masalah dengan mobil itu?”

“Saya orang dari asuransi kendaraan anda, saat ini saya menelepon dari kantor polisi untuk membahas kondisi mobil anda.”

“Mobil itu memang atas namaku, tapi temanku sedang meminjamnya.” Jelas Taecyeon tanpa mencoba menjadi lebih sopan. “Apa semua baik-baik saja? Apa wanita itu dalam masalah perihal kemilikan mobil? Aku yang meminjamkannya, wanita itu tidak mencuri jadi tidak perlu diperpanjang.” Jelasnya gusar, ia mulai khawatir bahwa temannya itu sekarang terduduk di kantor polisi atas tuduhan yang tidak benar.

“Apakah anda mengenal wanita yang meminjam mobil anda?”

“Ne, namanya Kang Seulri. Ada apa dengannya? Apa dia melanggar peraturan?” Posisi duduk Taecyeon semakin tegak dan perasaannya mulai tidak nyaman.

“Saya harus menginformasikan, wanita itu terlibat dalam kecelakaan lalulintas, Tuan Ok. Mobil yang dikemudikannya tertabrak dan terguling di dekat Incheon. Saat ini teman anda sedang menjalani penanganan di ruman sakit setempat—”

“NE?! KAU BILANG APA? BAGAIMANA MUNGKIN?”

“Jika anda tidak keberatan, bisakah anda datang ke kantor polisi pusat di Incheon untuk mengurus surat-surat asuransi—”

Insurance paper, my ass! Aku tidak peduli masalah surat arusansi itu! Apa terjadi pada Seulri? Apa dia selamat?” Pria itu bangkit dan berjalan cepat menuju cradenza dekat pintu masuk untuk meraih kunci mobil lainnya.

“Sebuah truk menabraknya, tabrakan itu mengakibatkan mobil terbalik, memecahkan kaca depan dan ada banyak lagi yang rusak sehingga pihak asuransi harus—”

Ajusshi, apakah kau manusia?!” Bentak Taecyeon. “Temanku baru saja mengalami kecelakaan dan kau justru sibuk membicarakan jumlah uang kerugian asuransi yang harus ditangani!”

“Itu protokol standar…”

“Beritahu aku, di mana dia sekarang. Lakukan apa pun yang kau mau dengan mobil itu dan kirim saja tagihannya ke alamatku yang tercatat pada recordmu.” Pria itu membuka pintu apartemennya dengan gusar lalu memencet tombol lift dengan tidak sabar. “Di mana Kang Seulri sekarang?”

“Ma—maaf…” balas sang penelepon. “Wanita itu sekarang berada di Incheon Student Hospital, besar kemungkinan sedang menjalani penanganan di bangsal gawat darurat. Itu saja yang saya tahu, polisi bilang—”

Taecyeon menutup panggilan sepihak, pria itu melupakan kapsul lift yang ditunggunya dan memilih lari turun lewat tangga darurat saja. Tanpa mencoba menarik napas, ia langsung mengarah ke parkiran, menghidupkan mobilnya sebelum mengerahkan seluruh kemampuan mesin yang dijanjikan dari mobil sport kesayangannya.

Sepanjang perjalanan pria itu terus memukul-mukul setir, pikirannya kacau dan hatinya serasa diremukkan oleh berita buruk yang baru diterimanya. Ia baru saja bicara dengan Seulri siang tadi sebelum ia naik ke dalam pesawat yang akan membawanya pulang ke Seoul. Saing tadi wanita itu menghubunginya dengan suara parau, memohon agar diizinkan meminjam mobilnya untuk menenangkan diri atas alasan yang bisa Taecyeon tebak penyebabnya. Bagaimana mungkin justru berita seperti ini yang diperolehnya sekarang?

Pria itu menarik napas dalam, benaknya yang masih dipenuhi dengan bayangan diri Seulri. Sepanjang ia mengenalnya, wanita itu tidak pernah terlihat bahagia. Sejak awal pertemuan mereka, Ok Taecyeon seolah bisa menilik ke dalam jiwa Seulri yang terluka. Namun Taecyeon yakin, pria itu—satu-satunya pria yang dicintai Kang Seulri—pasti memiliki andil atas panggilan penuh tangis yang Seulri lakukan tadi siang. Apa lagi sekarang? Tidak cukupkah ia memporak-porandakan hati wanita itu? Masih kurangkah air mata yang Seulri teteskan untuknya?

Dilihat dari berbagai aspek, pertemuan pertama mereka memang salah. Pertemanan mereka juga bukan tipe pertemanan wajar karena jelas mereka lebih intim dari sekedar teman, lebih dekat dari sekedar sahabat yang sering berbagi cerita. Seulri juga satu-satunya wanita yang bisa melumerkan hati Taecyeon yang beku, ia berhasil membuat debaran jantung pria itu menggila hanya dengan menunjukkan senyumannya—meskipun senyum itu diberikan dengan terpaksa. Pria itu pun bisa merasakan kepiluan yang disimpan rapat-rapat oleh Seulri setiap kali wanita itu menatapnya dengan tatapan hampa yang sudah menjadi ekspresi stagnannya sejak mereka bertemu. Kang Seulri juga satu-satu wanita yang bisa membuat Taecyeon berlutut tiga kali untuk meminang serta berusaha menyelamatkan hidup Seulri yang berantakan—dan ia juga satu-satu wanita yang terus menolaknya.

 

***

Content removed by Author for publishing purposes.

Sorry for the inconvenience.

 

Advertisements

69 thoughts on “Final Call – 7 [Disgrace]

  1. Hana choi says:

    Kasian seulri semenjak ibunya ga ada dia yg jadi tulang punggung, untung aja dia ketemu sama taecyeon meskipun dia bukan laki” yg baik tapi seengganya dia ga terlalu buruk. Seandainya dia mau cerita sama kyuhyun pasti kehidupannya ga bakalan kaya gini

    Liked by 1 person

  2. Cho Sarang says:

    Miris banget nasibnya…kalo aku diposisi seulri aku takkan sanggup menjalaninya. Memvacanya saja membuat hati ini seperti diiris – iris apalagi menjalaninya.

    Jadi taecyeon mencintai seulri, dan pastinya dia juga tahu dunk alasan seulri terjun ke dunia hina itu. Kalo aku jadi seulri aku sudah pasti menerima lamarannya taecyeon yang menerimanya apa adanya dibandingkan tetap mengharapkan kyuhyun yang dipastikan takkan bisa menerima keadaan seulri.

    Tapi hati manusia siapa yang tahu, hati manusia itu sangat miaterius, sangat aneh dan sangat menakutkan

    Liked by 1 person

      • Dewi N says:

        Ah, i see..

        Aku ragu klo beli buku ada part NC nya, takut dibaca adekku. Tapi penasaran sama sosok Seul. Gk heran klo dia sempet tersesat. Secara psikologis dia udah sakit kan? Jalan pintas pasti dia pilih. Apalagi gk ada yang Support dia.

        Tapi adekku suka kepo sama buku yang aku beli 😅 mereka masih underrated 😢

        Liked by 1 person

  3. Dyana says:

    Ya ampun… Gak full ya kak, udah di hapus… Nanggung bacanya…
    Tp gak pp lah, segini aja ya sudah, kayaqnya bakalan pindah ke judul yg lain aja…

    Liked by 1 person

  4. daelowon99 says:

    Yaah kak kok cuma sampe chap ini doang si lainnya udh dihapus y kak. Padahal aku pengin bangetttt baca lanjutannya kak😭😭😭 Dibukukan apa pak? Di gramedia ada kak? Aku msh penasaran bgt sama ceritanya😭😭😭

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s