Final Call – 2 [When They Were Young]

fc_02

Author: Ssihobitt

Category: Chapter, Angst, NC-21

Main Cast: Kang Seulri & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

(Cerita ini memiliki alur maju-mundur. Pada bagian awal yang bewarna abu-abu menceritakan MASA SEKARANG. Lalu pada bagian selepas tanda (***) yang bewarna hitam menjelaskan tentang MASA LALU. Harap diperhatikan.)

Perjalanan ke rumah sakit sedikit terhambat oleh arus kemacetan, sementara Seulri berjuang mempertahankan napasnya, orang lain di wilayah itu justru sedang merayakan festival musim panas yang berakibat pada kemacetan jalan. Entah berapa banyak sudah cairan yang disuntikkan demi menaga kestabilan status vital Seulri, ia bisa mendengar para paramedis saling bersahutan untuk mengkonfirmasi tindakan demi tindakan penyelamatan yang mereka lakukan, namun ia tidak paham sama sekali apa yang mereka utarakan. Kalau saja pria itu di sini, pasti Kyuhyun bisa menjelaskan tentang semua prosedur yang Seulri dengar, pasti pria itu akan mulai menguliahi Seulri sekaligus memamerkan pengetahuannya di dunia medis yang selalu menjadi passion-nya.

Nyaris satu jam kemudian, ambulans yang membawa Seulri berhasil parkir di depan pintu gawat darurat rumah sakit terdekat, beberapa dokter yang sudah siap menarik brankar dorong tempat Seulri terbaring. Dua paramedis yang tadi menolong Seulri segera memberikan chart berisi tindakan yang mereka berikan dalam perjalanan ke sana dan seorang dokter paruh baya mulai memeriksa respon pupil Seulri dengan senter di tangannya. Semua istilah kedokteran yang asing kembali dilontarkan orang-orang berseragam scrubs hijau yang menyambutnya, yang bisa ia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana caranya ia bisa terus membuka mata, karena apa pun yang terjadi ia ingin bertemu dengan pria itu—jika ini adalah akhir hidupnya, maka ia berharap akan satu kesempatan terakhir untuk menatap wajahnya.

Tapi masih sempatkah? Barusan di tengah perjalanan dalam ambulans Seulri baru melihat serpihan memori tentang pertemuan pertama mereka. Rasanya Cho Kyuhyun ada sangat dekat di sisinya, seolah Seulri bisa menggapainya. Bahkan saat ini suara merdu pria itu masih terus terngiang, seakan pria itu berdiri di sampingnya sambil memanggil namanya berulang kali demi menjaga kesadaran Seulri.

“Seulri-ya! Kau bisa mendengarku? Kau harus tetap sadar!” Suara pria itu terus menggema, memecah jiwa Seulri di antara alam sadar dan tidak sadarnya.

“Tuan, kau tidak boleh masuk ke dalam.” Suara seorang wanita terdengar mengingatkan dengan anada galak.

“Aku seorang dokter bedah.” Pria itu mengeluarkan tanda pengenal rumah sakitnya pada wanita itu. “Aku kerja di Seoul Hospital. Aku mengenal wanita ini, namanya Kang Seulri, dia tetanggaku dan aku harus tetap di sampingnya. Saat ini hanya aku yang ia miliki, kumohon jangan usir aku keluar dari ruang E.R. Aku janji tidak akan mengacau dengan prosedur kalian. Aku hanya akan berdiri di sisinya, mengajaknya bicara agar ia tidak pingsan.” Suara pria itu terdengar memelas.

Seulri melirik ke sisi kanannya untuk mengkonfirmasi sumber suara yang ternyata memang milik Cho kyuhyun, hatinya sedikit terenyuh—pria itu sedang bernegosiasi pada dokter di ruang E.R agar boleh diikutsertakan masuk ke dalam.

Perhatian Kyuhyun kembali pada Seulri setelah dokter utama mengizinkan pria itu untuk masuk, ia menunduk dekat pada telinga Seulri untuk terus berbisik.

“Seulri-ya! Apa pun yang kau lakukan, kau tidak boleh tidur, mengerti? Lihat aku, tatap mataku!” Ia ikut melangkah bersama dengan segerombolan dokter bedah ke dalam ruang E.R. “Jangan pikirkan yang lain, fokus saja padaku dan semuanya akan baik-baik saja, oke?”

Wanita itu mengedip sekali, mencoba memberitahunya bahwa ia bisa mendengar dengan baik meskipun ia tidak bisa mengucap sepatah kata pun lewat mulutnya. Ia mencoba untuk berguman belan—tapi tetap saja, pipa yang tertanam di pangkal lehernya untuk membantu bernapas itu tidak memudahkan prosesnya untuk bicara.

“Apa yang terjadi pada pasien?” Sebuah suara serak mencuri konsenterasi semua orang yang mengelilingi Seulri.

“Kang Seulri, korban kecelakaan mobil, blunt-force trauma[1] di kepala, dada dan abdomen, serta open-skull fracture[2].” Dokter yang tadi mendapat laporan dari paramedis mulai menjabarkan kondisi Seulri. “Hipertensi konsisten bahkan setelah diberi dua liter cairan saline, denyut nadi mengkhawatirakan di angka 130.”

“Berikan aku empat unit darah.” Dokter dengan suara serak itu mulai memberi perintah, pria itu berdiri dekat dengan Seulri sehingga ia bisa melihat bahwa pria yang menanginanya adalah seorang dokter paruh baya dengan rambut beruban. Pria itu menyenter bagian kepala Seulri dengan tatapan kurang senang. “Bad MVD[3], harus segera ditindak.”

Seulri yang sama sekali tidak paham bahasa kedokteran sekarang melirik ke samping kanannya, mencari satu-satunya rasa nyaman yang menyertai di dalam ruang E.R itu. Cho Kyuhyun terus memandangnya dengan wajah sembab berlumur air mata.

“Tidak apa-apa, Seul. Mereka akan membantumu.” Ia mencoba meyakinkan, karena ia tahu pasti wanita itu sekarang sangat ketakutan, dikerubungi dokter-dokter dengan scrubs bewarna hijau lengkap dengan istilah asing yang tidak ia pahami.

Bibir Seulri bergetar hebat diluar kendalinya, ia berusaha keras untuk bicara namun upaya itu masih tetap sia-sia. Seulri ingin mengulurkan tangannya, ia ingin Kyuhyun menggenggamnya, menenangkan ketakutannya, namun kedua pergelangan tangannya tertahan oleh tali yang diikatkan pada kedua sisi brankarnya. Di tengah keputus-asaannya, Seulri mencoba teriak. Ia ingin Kyuhyun mendengarnya—namun tetap saja tidak ada suara apun yang muncul dari mulut Seulri.

Kyuhyun menatap Seulri dengan seksama, mencoba mencari-cari tanda vital akan reaksi pupil matanya, mencoba mencari cara untuk membantu wanita itu untuk terus bertahan. Ia yakin Seulri sedang menghadapi trauma akan kecelakaan yang menyerangnya tanpa peringatan dan wanita itu juga dirundung kesakitan yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya. Namun yang mengoyak hati Kyuhyun bukanlah darah yang mengering di sudut bibir wanita itu, bukan pula memar kebiruan yang terlihat semakin mengkhawatirkan pada rongga perutnya yang terekspos, melainkan sorot keputusasaan yang terpancar dari mata bulat indah milik Seulri.

Pria itu mengenal Seulri sangat lama untuk bisa memahami berbagai emosi yang tersampaikan dari sorot matanya: ia ketakutan, wanita itu berteriak dalam bisunya, ia marah, tapi bukan itu yang membuat hati Kyuhyun tersayat, namun tatapan sendu yang terpancar dari mata Seulri yang memberitahunya bahwa wanita itu sudah lelah, bahwa ia siap untuk menyerah.

“Dokter, paramedis tadi menginformasikan bahwa pasien sempat pingsan di lokasi dan ia juga tidak terlalu responsif.” Dokter wanita galak tadi kembali menjelaskan keadaan Seulri. “GCS[4] of 10 dan ia masih cukup responsif melalui kedipan matanya saja.”

“Kang Seulri-ssi, bisa kah kau mendengar kami? Jika bisa, tolong mengediplah sekali.” Pinta dokter paruh baya bersuara serak yang berperan sebagai dokter utama dalam operasi penyelamatan nyawa Seulri sekarang.

Wanita itu mengedip sekali, tapi lagi-lagi kelopak matanya terasa berat.

“Pendengaran berfungsi, kemampuan verbal hilang, positif pendarahan pada otak, kedua pupil sama besar dan reaktif.” Ungkap dokter itu.

Kemudian Seulri mendengar suara sebuah nampan beroda berisi peralatan kedokteran didorong ke arahnya, hal berikutnya yang ia lihat adalah empat kantung cairan merah gelap yang ia simpulkan sebagai darah. Dalam hatinya Seulri membatin, sebanyak apa ia kehilangan darah? Mengapa banyak sekali kantung yang dibutuhkan untuk menggantinya?

“Seulri-ya, lihat aku. Fokuskan perhatianmu padaku saja, tidak perlu melihat yang lain.” Suara Kyuhyun kembali memanggil kesadarannya. “Aku janji semua akan baik-baik saja. Mereka akan menyembuhkanmu, kau akan segera pulih setelah mereka membantumu, oke?” Air mata mulai mengalir dari pelupuk mata pria itu, karena ia sadar bahwa ia baru saja berbohong hanya demi memompa semangat juang Seulri.

Kyuhyun semakin terisak sembari mengutuk dirinya sendiri. Ia tahu cobaan bertubi-tubi yang harus dihadapi wanita itu seorang diri belakangan ini. Ia paham bahwa yang dibutuhkan Seulri hanyalah seseorang untuk bersadar untuk mengungkapkan seluruh kesedihannya, namun alih-alih menjadi sandarannya, Kyuhyun justru dengan sengaja memporak-porandakan hati Seulri menggunakan cara paling kejam.

Apa yang dilakukan pada wanita itu terlalu berlebihan, sikap Kyuhyun telalu sadis dan penyesalan jelas tidak ada gunanya sekarang.

“Seul, kau mau bertahan untukku, bukan? Kumohon, kau harus melawan semua rasa sakit itu sekarang, ne?” Air mata mengalir semakin deras di tengah isakan pria itu. “Kau mau kan berjuang untukku?”

Seulri mengedip sekali lagi. Sorot matanya memancarkan kepasrahan dan juga rasa lelah yang telah lama diembannya—kelelahannya untuk terus mengejar bayangan Kyuhyun, kelelahannya karena telah menipu dirinya sendiri demi bisa bersanding di samping pria itu, kelelahannya untuk mengumbar kata maaf yang tiada habis ia teriakkan dalam hati, serta rasa lelah untuk terus menghadapi takdir kejamnya seorang diri.

Di tengah kekacauan di sekitarnya, jiwa Kang Seulri kembali terhisap pada ambang kesadarannya. Meskipun ia bisa mendengar Kyuhyun yang terus memanggil namanya, mendengar pinta pria itu agar Seulri terus membuka matanya. Sayangnya Seulri tidak kuasa menahan berat kelopak mata yang sudah setengah terpejam.

Pandangannya kembali gelap. Lagi-lagi serpihan memori usang melayang di depan matanya, membawa alam bawah sadar Seulri pada salah satu kenangan indah yang dikenang baik dalam hatinya.

***

Di antara semua sekolah yang pernah Seulri singgahi, sekolahnya di Seoul adalah yang terbaik sejauh ini. Setelah tinggal dua bulan di kota itu, ia akhirnya mulai pintar mencari jalan pulang yang diterangi lampu jalan dan tidak akan membahayakannya, Seulri punya seorang teman yang bisa diajak makan siang bersama dalam kelas, pemahamannya akan mata pelajaran juga semakin membaik. Tapi yang diam-diam paling ia senangi dari sekolah barunya ini adalah seorang sunbae yang selalu menantinya di depan gerbang sekolah setiap bel pulang berbunyi.

Sejak lelaki itu menolong Seulri keluar dari kesulitan yang fatal, Kyuhyun terus-menerus mencari alasan untuk memperoleh kesempatan berbincang dengan hoobae-nya yang sangat mempesona itu. Meskipun di awal semester Kyuhyun pernah bersumpah tidak mau berurusan dengan gadis mana pun demi kelancaran studinya menuju universitas dambaan, tekad itu goyah seketika setelah ia bertemu Seulri. Gadis itu tidak perlu berbuat banyak dalam membuat Kyuhyun terus tertarik untuk berada di dekatnya. Sementara di sisi lain, lelaki itu harus memutar otak agar Seulri menangkap sinyal-sinyal penuh makna yang terus coba ia sampaikan lewat kata-kata dan tindakan tersirat—usaha yang masih belum membawa hasil.

Seperti biasa, Cho Kyuhyun menanti di depan gerbang sekolah untuk berjalan bersama Seulri, mengantarkan gadis itu ke rumahnya. Dari kejauhan ia melihat Seulri melangkah dengan senyum lebar tersungging di wajah cantiknya, gadis itu melambai semangat pada Kyuhyun. Ia balas melambai pada Seulri sembari menunggu gadis itu tiba di depan gerbang.

“Kau menungguku lagi hari ini, sunbae?” Tanya gadis itu dengan mata berbinar polos.

“Ey, aku hanya khawatir kau akan tersasar lagi.” Ia menyeringai santai. “Aku hanya ingin memastikan kejadian itu tidak terulang.” Kyuhyun menyamai langkah Seulri untuk berjalan menjauh gerbang sekolah mereka.

Seulri mendengus pelan. “Tenang saja, hari masih terang dan aku sudah jera pulang malam.” Tukasnya sambil menunjuk ke langit di atas mereka. “Aku bisa pulang sendiri, sunbae, kau boleh berhenti merasa khawatir. Tapi terima kasih karena sudah menjagaku.”

“Ng? Jadi kau keberatan kuantar pulang?” Lelaki itu menghentikan langkahnya lalu membalik badan untuk memandang Seulri lengkap dengan mulut yang dimanyunkan. “Aku tersinggung sekarang karena kau menolak niat baikku.”

“A—ani, bukan itu maksudku.” Seulri melambaikan kedua tangannya serba salah. “Hanya saja, aku tahu kau harus pergi kursus sore nanti dan mengantarku pulang akan menyita waktumu.”

Kyuhyun tersenyum, hatinya berbunga hanya karena Seulri mengingat jadwal aktivitasnya. “Tidak apa-apa, aku punya waktu cukup banyak untuk mengantarmu pulang.”

Seulri hanya balik tersenyum sambil terus melangkah di samping Kyuhyun. Sejujurnya gadis itu sudah menikmati perhatian tidak biasa dari sunbae-nya ini dua bulan terakhir, memang perlakuan Kyuhyun padanya tidak seindah penggambaran yang biasa dibacanya dalam novel picisan, tapi tetap saja tindakan lelaki itu selalu membuat hatinya berbunga-bunga.

Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat gadis itu merasa bahagia dengan perlakuan sederhana sunbae-nya itu. Misalnya fakta bahwa Kyuhyun selalu menyisihkan waktu berharganya untuk mengantar Seulri pulang, atau saat lelaki itu membantu tugas Seulri yang terlalu sulit untuk dipahami gadis itu, juga sikap ksatria Kyuhyun ketika membawakan tas Seulri jika dilihatnya bawaan gadis itu terlalu berat.

Seulri juga menyukai cara lelaki itu tersenyum dan menyapanya jika mereka berpapasan di lorong sekolah. Kyuhyun terlihat tidak peduli dengan ledekan kawan-kawannya dan tetap menyapa Seulri dengan pembawaan percaya diri yang sangat mempesona di mata gadis itu. Ditambah lagi Kyuhyun selalu menunggunya untuk mengantar pulang setiap hari, seolah lelaki itu sedang menegaskan pada siswa-siswa lain di sekolah mereka untuk tidak mengusik Seulri. Memang banyak lelaki telah melakukan hal-hal yang jauh lebih manis pada Seulri, seorang kawan sekelasnya bahkan pernah membawakan sebuket bunga untuk menyatakan perasaannya, namun tidak ada satu pun tindakan mereka yang menyentuh hati Seulri layaknya tindakan tulus yang Kyuhyun lakukan.

“Seulri-ya, ada penjual es krim di sana. Ayo kita makan es krim dulu sebelum pulang.” Kyuhyun menunjuk penjual es krim yang ada di taman dekat lokasi rumah Seulri.

“Ng? Ini musim gugur, kau justru mau makan es krim?” Seulri bertanya keheranan.

Kyuhyun mengangguk mantap. “Kau minum teh panas di musim panas dan kau makan es krim saat udara dingin. Dengan demikian suhu tubuhmu akan menyesuaikan dengan suhu lingkungan, jadi kau tidak merasa kedinginan.”

Sunbae belajar teori itu dari?”

“Artikel yang ada di rak buku rumahku.” Kyuhyun terkekeh. “Kedua orang tuaku adalah dokter jadi buku  mereka banyak sekali, karena aku ingin menjadi seperti mereka suatu hari nanti maka aku harus belajar sejak dini. Sejauh ini aku sudah paham sebagian besar anatomi tubuh manusia dan juga sistem otot yang ada dalam tubuh kita.”

Seulri mengangguk-angguk mendengar penjelasan lelaki yang sedang membanggakan diri di depannya.

“Intinya, percayalah padaku. Makan es krim di musim gugur bukanlah tindakan bodoh.” Simpul Kyuhyun. “Ayo, kita masuk ke taman, aku mau mentraktirmu es krim sekarang.” Ia memberanikan diri untuk meraih tangan Seulri ke dalam genggamannya sebelum menarik gadis itu ke dalam taman.

Seulri bagai merasa ada setruman listrik yang menjalar di sekujur permukaan kulitnya ketika tangan Kyuhyun menyentuhnya. Pipi gadis itu merona, wajahnya terasa sangat panas, jantungnya berdebar tidak karuan, dan ia harus bersusah payah menahan senyum yang terbentuk otomatis pada bibirnya.

“Kau mau yang rasa apa?” Kyuhyun menoleh pada Seulri tanpa melepas genggamannya.

“Err, antara vanilla atau cokelat.” Jawab gadis itu salah tingkah, menghindari kontak mata dengan Kyuhyun.

Dengan berat hati, Kyuhyun melepas genggaman tangannya untuk bertransaksi dengan sang penjual, ia membayar dua es krim di tangannya, memberikan satu es krim cokelat pada Seulri sebelum kembali menarik tangan gadis itu ke arah kursi taman.

Sunbae-nim, terima kasih untuk ini.” Seulri mengangkat es krim di tangannya. “Kau benar, ternyata memang tidak sekonyol itu kalau memakan es krim di saat suhu sedang dingin.

Lelaki itu tersenyum lebar pada Seulri sekilas, lalu kembali memandangi kakinya sendiri dengan gugup. “Seulri-ya, bisa kah kau berhenti memanggilku seperti itu?”

“Ne?”

Sunbae-nim. Aku tidak suka kau panggil seperti itu.” Kyuhyun menggenggam es krim di tangannya lebih erat untuk mengalihkan rasa gugupnya.

“Tapi kau kan memang sunbae-ku, aku harus sopan padamu.”

Kyuhyun menggigit bibirnya sambil mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan maksud yang sesungguhnya. “Hmm, bisa kah kau memanggilku ‘oppa’ saja?”

Seulri terpaku dalam posisinya, mencoba menghindari tatapan intens dari Kyuhyun. Ia berani taruhan kalau wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat itu, tapi ia juga tidak mampu mengabaikan tatapan hangat yang dipancarkan Kyuhyun, tatapan yang mengungkapkan kata-kata yang tidak terungkap olehnya—harapannya, keraguannya, kebimbangannya, serta ketakutan yang Kyuhyun rasakan saat itu.

Gadis itu mencoba mengatur napas agar tenang sejenak, sebelum ia berani menatap balik Kyuhyun lengkap dengan senyum yang tidak mampu ditahannya. Melihat gelagat Kyuhyun yang cemas memberikan hiburan tersendiri bagi Seulri, sepertinya sang sunbae sedang memutar otak otak untuk menyampaikan pikirannya dan Seulri bisa menebak ke mana pembicaraan ini akan berujung.

Sunbae…”

“Kau tidak mau menaggilku ‘oppa’?” Tanya Kyuhyun dengan nada lesu. “A—aku, maafkah aku yang terlalu lancang…”

“Bukan itu maksudku, bagaimana mungkin aku memanggilmu seperti itu, kita kan tidak…” Seulri mengernyitkan dahi, ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya sendiri karena takut keadaan justru semakin canggung.

“Ah, maksudmu kita bukan…” Kyuhyun mengangguk paham, lelaki itu berdeham keras sebelum lanjut bicara. “Bagaimana kalau kita…. Ng… kalau kita menjadi sesuatu yang lebih dekat dari sunbae-hoobae?” Kyuhyun yang sudah frustrasi mencari kata-kata hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kesal.

“Ne?”

“Aku… aku suka padamu, sangat suka padamu.” Ia berharap bumi terbelah saja untuk menelannya hidup-hidup sekarang. Ini kali pertama seorang Cho Kyuhyun mengungkapkan perasaan pada seorang gadis dan ia tidak mengira pengalamannya akan semenakutkan ini.

Seulri menggigit bibirnya sebagai usaha keras untuk menahan senyum yang sudah merekah.

“Aku mau mengantarmu pulang setiap hari tanpa harus mencari-cari alasan untuk melakukannya, aku mau kawan-kawan lelakimu berhenti menggodamu, aku—aku mau hubungan kita lebih dekat dari yang sekarang.” Kyuhyun memfokuskan pandangannya pada kedua kakinya karena ia tidak berani menatap Seulri untuk mendengar penolakan. “Tapi aku tidak bisa memaksamu, itulah sebabnya aku mencoba memintanya dengan cara seperti ini sambil mengandai-andai kalau kau juga merasakan perasaan yang sama denganku.”

Senyum Seulri tidak lagi bisa disembunyikan, dari seluruh pengakuan yang pernah ia dengar, cara Kyuhyun adalah yang paling lugu sekaligus paling tulus yang pernah didengarnya. Beberapa lelaki hanya mengungkapkan perasaan mereka dengan gamblang tanpa mempertimbangkan pendapat Seulri, ada juga hanya hanya bersikap manis tanpa pernah berani mengungkapkan, tapi Kyuhyun berbeda. Ia sopan, ia memikirkan pendapat Seulri, dan meskipun ia sangat gugup sekarang, Kyuhyun mencoba menyampaikan maksudnya dengan sangat jelas.

“Kalau kata-kataku terdengar terlalu lancang untukmu, beri tahu aku, ne?” Lelaki itu masih memandangi kakinya. “Aku akan meminta maaf untuk itu, sungguh aku tidak berniat membuat situasi terasa canggung—”

“Oppa.” Sahut Seulri pelan sambil tersenyum lebar.

Kyuhyun menoleh pada Seulri dengan tatapan tidak percaya. “Apa kau baru saja memanggilku?”

“Oppa.” Angguk Seulri mengkonfirmasi. “Aku bisa belajar memanggilmu seperti itu.” Gadis itu memainkan jemarinya dengan gugup sebelum menutup wajah dengan sebelah tangannya. “Ya Tuhan, ini memalukan sekali, pasti wajahku sangat merah sekarang.”

Kekhawatiran Kyuhyun langsung sirna dan senyum kemenangan muncul pada wajahnya. “Jadi kau mau menjadi kekasihku?” Ia menegaskan pernyataannya demi menghindari salah paham.

Seulri mengangguk, masih terus menutup wajahnya.

Kyuhyun menarik tangan Seulri dari wajahnya sambil menggeser duduknya lebih dekat. “Jangan tutupi wajahmu seperti itu, aku yakin wajahku sama terbakarnya sekarang.” Ia terkekeh untuk mencairkan suasana. “Ini pertama kalinya aku mengungkapkan perasaan pada seorang gadis dan aku tidak menyangka pengalamannya ternyata sangat menegangkan.”

Seulri menurunkan tangan yang menutupi wajahnya, memberanikan diri untuk menatap lelaki dengan wajah yang ternyata sama merah dengannya. Bukan Seulri saja yang merasakan sensasi berbunga-bunga ini, ia juga bisa merasakan kegugupan Kyuhyun lewat tangan dingin lelaki itu yang masih menggenggam tangannya.

Hari itu, diingat Seulri sebagai salah satu hari paling membahagiakan sepanjang hidupnya—dan ia tidak melebih-lebihkan pendapatnya.

Kyuhyun adalah satu-satu keputusan terbaik yang pernah diambil dalam hidupnya dan gadis itu tidak pernah menyesal telah memberikan hatinya pada lelaki pertama yang mencuri perhatiannya. Karena Cho Kyuhyun adalah pilihan terbaik, ia adalah lelaki yang terus mendampingi Seulri menghadapi kesulitannya dengan tulus. Sejak hari itu, perlahan Seulri mulai memandang Kyuhyun sebagai poros hidupnya, lelaki itu adalah tujuan hidupnya, dan hanya dengan pikiran sederhana itu, tanpa sadar Seulri telah menggantungkan seluruh harapan dan masa depannya dalam genggaman Kyuhyun.

Ada banyak alasan mengapa Seulri tergila-gila pada Kyuhyun, namun ia tidak pernah paham alasan dibalik rasa cintanya yang tidak pernah pudar.

Mungkin karena Kyuhyun selalu mencoba meluangkan waktu untuk berada di samping Seulri sepadat apa pun jadwal belajar di kelas kursusnya, ia juga memastikan untuk bisa terus melukis senyum cantik di wajah Seulri setiap hari melalui tindakan kecil yang membuat gadis itu bahagia, meskipun melanggar prinsipnya, Kyuhyun kadang rela membantu Seulri dengan beberapa tugas yang sulit demi menghentikan rajukan manja yang terlontar dari mulut kekasihnya. Ia pun membuktikan secara konsisten bahwa posisinya di hidup Seulri sangat signifikan, bahwa memang ia orang yang paling tepat untuk mendampingi Seulri.

Setelah pengukuhan hubungan mereka, kedekatan Seulri dan Kyuhyun semakin erat. Gadis itu akhirnya paham bahwa Kyuhyun berasal dari keluarga dokter prestisius yang seluruh anggota keluarga besarnya memiliki surat izin praktik di berbagai rumah sakit terbaik di Seoul. Ia pun paham bahwa lelaki itu belajar mati-matian untuk bisa mengikuti jejak sepupu-sepupu dan orang tuanya untuk bisa menjadi dokter yang bisa dibanggakan kelak. Kyuhyun juga memiliki seorang adik perempuan yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya, dan menurut informasi dari lelaki itu, orang tua mereka sudah mulai mengenalkan ketertarikan akan dunia medis pada adik kecilnya itu sejak dini.

Kyuhyun berasal dari keluarga harmonis yang sering mengadakan acara berkumpul, beberapa kali Seulri diajak untuk ikut ke pertemuan keluarganya dan gadis itu harus menjadi penonton setia mendengar kedua orang tua Kyuhyun yang tidak bisa berhenti membanggakan anak lelaki mereka. Bagi Seulri, Kyuhyun terlihat seperti calon pria sejati yang sudah tahu ke mana arah tujuan hidupnya. Ia tidak perlu ragu bahwa Kyuhyun sudah menggenggam masa depan yang sangat cerah di tangannya, selama lelaki itu tetap tekun menjalani setiap tahapan yang harus dilaluinya, karena ia hidup dalam dunia yang sempurna.

Berbanding terbalik dengan Seulri.

Enam bulan di awal hubungan mereka, Seulri bersusah payah menutupi biografi keluarganya pada Kyuhyun. Ia tidak pernah berinisiatif mengajak Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya setiap lelaki itu mengantarnya pulang, ia menghindari Kyuhyun di sekolah ketika hari pertemuan orang tua murid tiba, Seulri memilih untuk sedikit membual tentang kehebatan ibunya yang seorang pegawai negeri dan ayahnya yang menjadi bapak rumah tangga yang sangat pandai memasak.

Gadis itu tidak malu dengan keluarganya, namun jika dibandingkan dengan kehebatan keluarga Kyuhyun, jelas ia merasa sedikit minder.

Kyuhyun sendiri tidak pernah keberatan dengan kondisi keluarga Seulri. Sejak dulu ayahnya selalu menanamkan bahwa tidak semua keluarga seharmonis keluarga mereka dan seorang pria dewasa tidak harus selalu menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga, sehingga Kyuhyun tidak merasa terlalu asing denga konsep keluarga Seulri.

Namun, lelaki itu juga tidak bisa menghiraukan beberapa fakta yang mengganggunya.

Meskipun ia tahu keluarga Seulri bukan keluarga ideal, ia merasa ada yang disembunyikan oleh kekasihnya. Kyuhyun memendam pertanyaannya pada bulan-bulan awal mereka berkencan namun suatu malam ia tidak lagi bisa membendung rasa penasarannya setelah melihat memar kebiruan di lengan Seulri. Malam itu Kyuhyun memberanikan diri untuk bertanya perihal memar yang sudah sering nampak pada kulit porselen kekasihnya, malam itu juga menjadi malam pertama Seulri menunjukkan air matanya di hadapan Kyuhyun.

Gadis itu sudah cukup minder dengan keluarganya yang disfungsional, ia merasa malu pada Kyuhyun saat menjelaskan bahwa ibunya adalah seorang violent alcoholic[5], fakta yang sangat bertolak belakang dengan keluarga Kyuhyun yang harmonis.

Hari itu, Kyuhyun melihat dimensi lain dari hidup Seulri, bahwa gadis itu bukan hanya sekedar rupawan, namun juga rapuh. Kyuhyun terenyuh melihat kegigihan Seulri dalam menghadapi perilaku kasar ibunya jika sedang mabuk dan yang membuatnya lebih kagum adalah keberanian Seulri untuk menghadapi itu dengan sikap dewasa, seolah fakta itu tidak pernah mengusiknya.

Malam itu, Kyuhyun bersumpah pada dirinya untuk terus menjaga Seulri, untuk terus menjadi pijakan kokoh tempat gadis itu berpijak, menjadi sandaran di kala ia ingin menangis dan berkeluh kesah.

“Mulai saat ini, aku adalah rumahmu. Kau bisa selalu pulang padaku, di saat kau bahagia, di saat kau sedih, saat kau membutuhkan sandaran hidup, aku akan selalu ada di sini untuk menyambutmu pulang, Seulri-ya. Aku janji akan menjagamu selamanya.” Ungkap Kyuhyun sembari mencoba meredakan isak tangis yang keluar dari bibir tipis Seulri.

Ia menarik gadis itu ke dalam dekapannya, membanjiri Seulri dengan balutan kenyamanan untuk menenangkan kekalutan Seulri tetang keluarganya. Berkali-kali Kyuhyun mengulang kalimat manis yang menegaskan posisinya dalam hidup Seulri—bahwa ia akan selalu ada untuknya kapan pun gadis itu butuh tempat untuk pulang.

.

.

.

Janji yang terus ia jaga sampai minggu lalu, ketika Cho Kyuhyun meruntuhkan dunia Seulri tanpa rasa ampun.

tbc…

footnotes:

[1] Benturan benda tumpul yang mengakibatkan pendarahan dalam.

[2] Luka terbuka pada tulang tengkorak yang mengoyak lapisan kulit kepala, sehingga tulang terekspos ke permukaan.

[3] Microvascular decompression.

[4] Glasgow Coma Scale – Sistem skoring untuk mengukur tingkat kesadaran pasien.

[5] Orang yang bertindak kasar ketika dibawah pengaruh alkohol.


author’s note:

semua prosedur medis bersumber dari drama medical Grey’s Anatomy, kebetulan author bukan anak kedokteran, jadi kalau salah ya harap maklum, walaupun aku mencoba reseach dulu sebelum naruh prosedur-prosedur itu di sini tapi pasti ada yang kurang tepat sih -___-.

BTW, bagi yang bingung dengan alur cerita, mungkin aku saranin nanti aja bacanya kalau semua 24 part ff ini sudah keluar. Kenapa? Karena alur maju-mundur itu akan terus terjadi di sepanjang cerita. Di mana alur ‘present tense’ memiliki rentang hitungan jam selama tokoh Seulri diberi tindakan di E.R, sementara alur ‘past tense’ memiliki rentang bebas dalam bentuk flashback yang terus muncul di kepala para tokoh di ff ini. Seharusnya sih nggak sesusah itu buat dipahamin, tapi masih ada yang komen bilang ga paham, jadi akunya pun ikutan bingung. #,#

anywaysssss… thanks for reading~~~ muah muah!! :* :*

Advertisements

101 thoughts on “Final Call – 2 [When They Were Young]

  1. Nnily says:

    kan baru awal, kak. jadi maklum aja kalo masih pada bingung. aku aja masih suka bingung kalo baru pertama nonton Harry Potter *eh
    semangat, kakak!
    sejauh ini sih aku mah paham.
    Tapi, pengen bilang “masih nggak ngerti” aja, deh. biar ditempelin foto Kyu Hyun yg itu sama kakak. kan katanya kalo masih ada yang nyinyir nggak ngerti bakal ditempelin foto kyuhyun dijidatnya. aku mau deh, kak. wkwk..
    Udahlah.. ini koment tambah panjang malah tambah ngaco. pokoknya mah suka suka suka deh sama ff kakak. muah muah muah..

    Liked by 1 person

  2. imgyu says:

    Jadi dulunya kyuhyun pernah nyakitin seulri? Karna itu sekarang mereka kaya ga sedeket dulu lagi, tebakan aku salah kirain ibunya dia tipe workaholic eh ternyata sukanya jahat > < dan kalo kyuhyun tau kerjaan seulri itu gimana?? Aku yang belum tau aja udah degdegan lol
    kalo menurut aku bingungin sih enggak kok kak cuman karna ini bukan part end jadi masih banyak teka-tekinya yg harus ditebak XD *piss kak* terus sama kakak kan juga udah dikasih petunjuk ttg perbedaan waktu tulisan yg abuabu-hitam jadi ga bingung kecuali ada yang eror sama hp pembacanya, soalnya aku jg prnh ngalamin gitu, dibagian atas udah dikasih tau warna ini itu untuk past tense/present eh tau-tau sampe bawah warnanya sama semua atau malah gaya penulisannya sama semua wkwk

    Liked by 1 person

  3. syarifa says:

    Aku suka ceritanya walaupun alurnya maju mundur.
    Tapi aku masih bingung dimasa lalu mereka pacaran tapi di masa sekarang seolah” kyuhyunlah yang menamabh pesakitan seulri?

    Fighting thor ditunggu part selanjutnya

    Liked by 1 person

  4. choharuka says:

    Hmm masih penasaran apa yang terjadi dengan hubungan mereka, dan bagaimana awal permasalahn mereka samapi menyebabkan seulri ditabrak truk? Apa keluarga kyuhyun menerima keadaan keluarga seulri? Dan cara sadis apa yang sudah kyuhyun lakukan ke seulri? Huaa penasaran sama penyebab mereka putus/

    Liked by 1 person

  5. queenhyunrin says:

    Duhhh ternyata seulri dr keluarga kek gt, tp kayak nya keluarga kyu gk begitu memoermasalahkan(?)apa mereka yg b tau wkek🤷🏻‍♀️
    Akhh kyu mau dong di tembak macam tu, sunpah polos lugu tp ngena di hati bgt akhhh makin lope lope ama kyu❤️❤️❤️

    Like

  6. chodalnim says:

    Aku ngerti>.< Tpi masih setengah yg aku pahami((: keluarga kyuhyun harmonis sekaleee:v
    Yg gk aku ngerti itu tentang kedokteran__- gk paham njerr..-,-
    Author-nim calon dokter? .-.

    Liked by 1 person

  7. CheesyByun says:

    alur maju mundur,, yang penting penggambaran nya jelas,, dan alur cerita gak dicepetin.
    sejauh ini, aku baca mudeng” aja kok.. Kan udh ada note, sebelum cerita dimulai.. Wkwkw
    jadi ya mudeng yg berujung penasaran.. Ahaha…

    Liked by 1 person

  8. wienfa says:

    sebenrnya bner mnurut kak ssihobitt,sbnrnya klo bca nya pelan2 alur ny d baca dgn agak tliti psti ngrti deh..
    aku baru bca chap 2 nih..msh pnsrn sm hbgn seulri sm kyu..kyak ny mreka pny cinta yg mndlam deh.
    dr yg mulai d jlsn ttg kluarga seulri,kyaknya bnyk trouble ny ya?

    Liked by 1 person

  9. omiwirjh says:

    Alurnya ga ada masalah kok malah enak. Jadi tegang dan rasa penasarannya double, kenapa? Karena penasaran sama kisah masa lalunya dia dan masa di saat sekarang soalnya bertolak belakang.

    Liked by 1 person

  10. yenni purwanti says:

    hmmmm q penasaran bgt hub mrka gmna, bkannya mrka dimasa lalu udh jd sepasang kekasih tp knp di part 1 yg kecelakaan tu seolah2 seulri pengen ngungkapin kta cinta nya gtu? duhhhh mkin buat q pensaran nih….

    Liked by 1 person

  11. Jung984 says:

    Huh, tegang. Sebenernya kyuhyun nglakuin apa ke Seulri. Jadi kaya didrama drama berbau medis gt. Keren. Jujur baru pertama baca ff sedetail ini tentang kejadian dan pendukungnya. Makasih ffnya. Terus berkarya

    Liked by 1 person

  12. ammy5217 says:

    Bagus bgt thor…setiap kata dan bahasa dapat di mengerti dan dipahami. Alur yg rapi. Pokonya top bgt deh sama bacaan author ini. Seperti penulis profesional.

    Selalu penasaran terhadap pasangan ini. Mereka sepertinya saling cinta,tapi apa yg mengecewakan sebelum kecelakaan itu terjadi?

    Liked by 1 person

  13. Hana choi says:

    Aku kira eonni anak kedokteran bahasa dokternya Bagus banget sih kaya ahlinya.
    Makin penasaran sih apa yg terjadi sama pasangan itu sebelum masa sekarang. Dan perannya taecyeon oppa belum ada jadi penasaran disini taecyeon oppa jadi apa

    Liked by 1 person

  14. uno1922 says:

    halo aku pendatang baru disini~
    asli ini cerita aku banget dari latar belakang keluarganya pas bgt he is dokter and me bukan siapa2. so ini bikin aku merinding plus ngangguk2

    Liked by 1 person

  15. Cho Sarang says:

    Menurutku gak membingungkan kok membacanya malah makin penasaran jadinya.
    Kalo aku diposisi seulri pasti juga bakalan minder dengan keadaan keluarga yang seperti itu dan aku juga pasti menutupi perihal keluargaku. Violent alcoholic bukanlah suatu hal yang bisa dibanggakan apalagi dengan ayah rumah tangga

    Liked by 1 person

  16. elfishyvil says:

    Thor….
    Penasaran banget sama hubungan seulri dan kyuhyun.. Udah nikah atau pacaran atau gimana..
    😫😫
    Penasaran banget sama kesalahan apa yg buat keduanya jadi menyesal…
    Dan kasihan banget sama seulri yg jadi bulan2an ibunya yg pemabuk itu…
    Ckckkckck…
    Oiya, apa seulri udah masuk ruang operasi thor?
    Kalo iya, kenapa kyuhyun bisa masuk ya? Soalnya seulri udah kritis banget dan butuh penanganan cepat…
    Sumpehhhh…
    Penasaran banget nih thor….

    Like

  17. dfhcsw says:

    ya ampun dibagian awal2nya pas masa sekarang dibikin tegang gara2 khawatir keadaan seulri + penasaran sama kisah seulri kyuhyun. apa yg kyuhyun lakuin ke seulri sebelum kecelakaan itu aaaah sumpah penasaran banget deh terus pas di bagian flashback dibikin cengengesan gara2 liat tingkah polos kyuhyun sunbae pas nembak seulri wkwk

    Liked by 1 person

  18. Dewiastiti says:

    Aq rasa alur cerita ini ga terlalu sulit d pahami ko . Sejauh ini aq paham2 aj hamya perlu bca petunjuk dari author n merhatiin bagian flasback na aj. Author aq salah satu readers yg kecantol ma hasil karya tulisan author 😍😍😍

    Liked by 1 person

  19. ndy6262 says:

    Ceritanya gakbikin bingung tp bikin penasaran wkwk
    Wahh kayaknya ntar kaka ada niatan mau jadi dokter ni wkwk
    Karna selama aku baca ff yang lain jarang ada cerita yang bawa ilmu” dokter disini wkwkw

    Liked by 1 person

  20. Dyana says:

    Baca pas flashback, senyum-senyum gaje, ya ampuuun… kebayang lucunya tembak-tembakan… Ciee… Kyu… Haha

    Aku mah malah menikmati alurnya kak, aku suka alur yg maju mundur gini…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s