Piles of Regrets – 17 [Beginning]_(end)

 

26

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

okay, the tittle is a bit controversial, i know. ;P

——————————————————————————————-

 

 

Dari hidupnya yang selalu terencana dan terarah, kehidupan Cho Kyuhyun tiba-tiba berubah drastis, seolah ia adalah seorang bintang utama dalam sebuah drama. Ia mengenal dirinya baik sebagai pria yang mempersiapkan segalanya sampai pada detil kecil, sebagai orang yang tertib mengikuti jadwal harian yang tercatat dalam jurnalnya—jika seseorang bertanya di mana ia akan berada hari Selasa minggu depan pada pukul 8 malam, Kyuhyun bisa menjawabnya dengan yakin. Namun sejak Han Sera kembali ke dalam hidupnya yang kaku, seluruh jadwal-jadwal terencana Kyuhyun hancur berantakan—tapi pria itu jelas tidak keberatan.

Sebulan selepas operasi pencangkokan jantung, para dokter memberi lampu hijau bagi Sera untuk pulang ke rumah. Wanita itu masih membutuhkan check-up setiap dua minggu sekali dan juga physiotheraphy lanjutan, namun ia sangat bersemangat untuk mulai menjalani hidupnya dengan wajar—terlebih lagi ia sekarang bisa kembali membersihkan diri tanpa bantuan pekerja sosial. Kyuhyun sendiri bisa bernapas lega karena ia tidak perlu khawatir mengenai mesin LVAD serta isi baterai cadangan yang harus selalu disiapkannya, mengingat Han Sera masih sering ceroboh untuk masalah yang satu itu.

Pada bulan kedua, organ baru Sera dinyatakan telah beradaptasi dalam tubuhnya. Ia hanya perlu kontrol ke dokter sebulan sekali setelah ia dinyatakan sehat. Bahkan dengan lancang dokter Song menggoda Sera dan Kyuhyun, bahwa keadaan Sera sudah sangat sehat sehingga mereka bisa ’mendalami cinta mereka’ tanpa khawatir sesuatu yang buruk bisa terjadi selama ‘aktivitas’ mereka berlangsung, dengan catatan Sera masih belum boleh hamil. Sebuah pernyataan yang sukses membuat wajah Sera dan Kyuhyun merah padam, karena mereka berdua jelas belum sampai pada tahap itu dalam hubungan mereka.

Setelah dinyatakan sehat, Sera mulai merengek minta ditraktir Kyuhyun berbagai jenis makanan yang selama ini tidak boleh dinikmatinya. Nafsu makan wanita itu bertambah sejak daging sapi boleh kembali dimasukkan ke dalam pola makannya, Kyuhyun juga tidak keberatan menemani Sera berburu restoran favorit baru untuk mereka coba—meskipun pria itu masih sering rewel jika dinilai konsumsi Sera atas daging sudah melenceng dari ‘trans-fat-chart’ yang diberikan dokter padanya.

Enam bulan pasca operasi besarnya, Han Sera dinyatakan sembuh total dan jantung barunya sudah menyatu sempurna dengan tubuhnya. Kekhawatiran akan penolakan organ dan serangan stroke instan yang dulu menghantui Kyuhyun sudah bisa dihapus jauh-jauh. Seiring dengan berita baik yang mereka terima, pria itu juga mulai melonggar tentang asupan gizi yang dikonsumsi Sera.

Pada bulan kesembilan, saat musim dingin tiba, Kyuhyun mengejutkan Sera dengan sepasang tiket berlibur ke belahan bumi bagian Selatan. Ia sudah mempersiapkan mental untuk menjadikan impian Sera menjadi nyata. Keduanya terbang ke New Zealand untuk mencoret ‘bungee jumping’ dari daftar to-do-list Sera. Bagi Kyuhyun bungee jumping pertamanya itu jelas menjadi pengalaman horor yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mengapa demikian? Karena Han Sera mencuranginya.

Mereka mengabil paket pasangan tentu saja, karena Kyuhyun pasti akan kabur atau bahkan pingsan seketika jika ia harus melompat seorang diri. Sera dan Kyuhyun terikat pada satu tali bungee yang sama. Wanita itu harus memeluk tubuh gemetar Kyuhyun dengan erat, sementara pria itu bersikeras menutup matanya rapat dan meminta Sera menghitung sampai 3 sebelum akan melompat.

Tapi bukan Han Sera namanya kalau ia mematuhi peraturan Kyuhyun.

Sera mengeratkan pelukannya pada hitungan pertama dan segera menjatuhkan tubuh mereka ke dasar yang nampak tidak berujung itu pada hitungan ke-2, mengakibatkan Kyuhyun berteriak seperti orang kesurupan selama mereka melayang-layang di udara.

Pria itu memiliki trust issue terhadap Sera sejak hari itu tentang hal apa pun yang berhubungan dengan uji nyali, jelas ia selalu menggunakan alasan ini untuk menghindari tantangan-tantangan berikutnya yang muncul dari benak Sera.

Sekembalinya mereka dari New Zealand, Han Sera tidak lagi tidur dalam kamar ‘sewa’nya. Pria itu perlahan telah memindahkan sedikit-demi sedikit barang Sera ke dalam kamarnya sebelum secara resmi meminta Sera untuk pindah ke kamarnya. Awalnya Sera masih ragu jika hubungan mereka berjalan terlalu cepat, namun keraguan itu langsung tertepis dengan fakta bahwa Cho Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang telah mendampinginya melalui seluruh kesulitan hidupnya, kecil kemungkinan pria itu akan meninggalkan atau menyakitinya. Malam itu, hubungan mereka beranjak pada fase yang lebih serius setelah keduanya tenggelam dalam gairah yang selama ini mereka coba sembunyikan.

Satu tahun pasca operasi, Kyuhyun memberikan kejutan lain untuk Sera.

Pria itu meniti impiannya untuk membuka praktik pengacara perceraian independen dan resign dari kantornya yang dulu. Seperti biasa, Han Sera selalu mendukung segala keputusan yang Kyuhyun buat, karena ia percaya pria itu lebih paham dan pasti memiliki rencana yang matang dalam berbagai langkah hidup yang diambilnya—Bagi dirinya sendiri dan juga bagi Sera.

*

Kyuhyun membuka mata sambil mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan sinar lampu redup yang menyinari kamar itu. Ia melirik sekilas pada arloji yang ia taruh di nakas samping kiri, pukul 3 pagi saat ini, maka ia harus segera membangunkan Sera yang masih terlelap di sampingnya. Kyuhyun berbalik ke sisi kanannya, senyum kecil muncul melihatnya wanita kesayangannya yang masih tidur pulas, dalam hati ia kembali mengucap syukur atas kehadiran kekasihnya yang telah sembuh total seperti sedia kala. Bagi Kyuhyun bisa terbangun sambil memandangi wajah cantik wanita itu setiap pagi adalah anugerah tersendiri yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Hanya satu yang kurang dari hubungan mereka, dan pria itu berniat meluruskan masalah itu hari ini.

Hampir seluruh kepala wanita itu tersembunyi di balik selimut, Sera hanya menyisakan wajahnya saja yang menembul keluar dari balik kain tebal itu. Kyuhyun menarik sedikit selimut yang menutupi kepala Sera untuk mulai mencubit pelan pipinya, sambil memberikan kecupan pada kening, hidung dan terakhir bibir wanita itu. Sera bergerak sedikit, menggeliat, lalu membalik posisi tidurnya membelakangi Kyuhyun.

“Ya! Jangan pura-pura tidur, kau kan sudah tahu kita harus bangun pagi-pagi sekali. Siapa yang suruh kau membaca sampai larut.” Kyuhyun memeluk pinggang Sera dari belakang.

“Ng, tapi aku masih jetlag, Kyu. Kau bilang kan kita harus siap saat matahari terbit, sekarang masih gelap.” Rengek Sera setengah sadar.

“Aku tahu.” Kyuhyun duduk di tengah kasur sebelum membalik paksa tubuh Sera agar terlentang. “Kita berangkat saat matahari terbit, jadi logikanya kita harus bersiap sekarang!”

“Ng, baiklah.” Jawab Sera asal namun ia kembali terlelap.

“Kalau kau tidak mau bangun juga, aku akan membangunkanmu dengan cara yang tidak kau sukai.” Ancam Kyuhyun sambil mulai menggelitiki pinggang Sera. Ia tahu sekali seberapa benci Sera dengan perlakuan ini dan biasanya trik ini selalu berhasil.

Sera menendang selimutnya kasar sekaligus berharap bisa menyingkirkan tangan Kyuhyun yang masih di pinggangnya, tapi pria itu tetap saja memaksanya untuk bangun.

“Han Sera! Kau tahu kita tidak bisa menjadwalkan ulang rencana hari ini. Ayolah bangun, aku janji kau tidak akan menyesali petualangan kita nanti.” Kyuhyun mencoba menarik lengan sweater Sera.

“Kau tidak ngantuk?” Tawar Sera. “Kita baru tiba di sini larut sekali kemarin, Kyu.”

“Ayolah, kita bisa istirahat nanti.” Kyuhyun yang sudah mulai gusar akhirnya memilih untuk membopong Sera dari ranjang hotel dan membawa wanita itu ke dalam kamar mandi.

Sera justru melingkarkan lengannya diseputar leher Kyuhyun sambil menyadarkan kepala di atas bahu pria itu dengan manja. Wanita itu sudah terbangun sepenuhnya, tapi ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersikap manja pada pria yang selalu senewen itu. “Kau mau bawa aku ke mana?”

“Kamar mandi. Ini! Sikat gigimu, basuh wajahmu dan bersiaplah.” Ujarnya setelah menurunkan Sera dari gendongannya.

Sera membuka matanya, dari pantulan di cermin ia bisa melihat senyum lebar kekasihnya menyambut seperti biasa.

“Selamat pagi, sayang.” Sera berbalik, berjinjit sedikit untuk memberikan kecupan ‘selamat pagi’ pada pipi Kyuhyun sebelum mulai membasuh wajahnya.

Kyuhyun balas mengecup pelipis Sera singkat. “Ingat, kita tidak boleh telat. Kita jauh-jauh ke Turki bukan untuk tidur!” Ancamnya sambil mulai menggosok gigi.

“Mahari terbit kan masih dua jam lagi, kau ini selalu saja stress tentang waktu.”

“Aish, apa salahnya tiba sebelum waktu yang direncanakan?” Sanggah Kyuhyun cuek.

Sera memilih untuk tidak mendebat Kyuhyun perihal yang satu ini. Seperti biasa, meskipun mereka sedang berlibur, Kyuhyun sudah menyiapkan jadwal kegiatan mereka yang harus ditaati. Berdebat masalah jadwal dengan Kyuhyun sama sia-sianya seperti berdebat tentang siapa yang paling benar dalam bidang politik—kalau tidak kuat beragumen, lebih baik tidak usah dimulai.

Keduanya sedang berada di kota Cappadocia, Turki. Mereka terbang ribuan kilometer ke dataran Eropa-Asia untuk mencoret satu lagi kegiatan dalam ‘to-do-list’ yang dulu sempat terlontar dari mulut Sera, yaitu naik balon udara di Cappadocia.

Sebenarnya Sera bahkan sudah lupa bahwa ia pernah mengungkapkan itu pada Kyuhyun, sampai pria itu datang dengan sepasang tiket pulang-pergi yang membawa mereka ke sini. Dari jauh-jauh hari Kyuhyun sudah mendaftar paket tur ekslusif agar mereka bisa menikmati pemandangan matahari terbit dari atas ngarai-ngarai indah yang tersebar di sepanjang kota Cappadocia. Sera melompat-lompat kegirangan saat tahu rangkaian acara yang akan mereka lakukan, sementara Kyuhyun hanya diam kurang antusias karena khusus hari ini, ia harus menghadapi dua ketakutannya sekaligus: takut akan ketinggian, serta satu ketakutan yang harus segera ia hadapi.

Mereka bersiap dengan singkat pagi itu. Tingkah Kyuhyun yang mulai senwen membuat mereka tergesa-gesa mencapai tempat di mana balon udara nanti akan diluncurkan—dan tentu saja, mereka tiba terlalu cepat. Sera yang masih jengkel karena jatah tidurnya terpotong terus mengoceh meledek Kyuhyun akan kekhawatirannya yang berlebihan. Wanita itu hanya bisa terduduk diam dalam balutan jaket tebal untuk melawan dinginnya angin fajar sementara pria di sampingnya hanya mengangguk-angguk tidak acuh. Ada hal penting yang harus Kyuhyun susun dalam kepalanya sekarang, hal yang membuat konsenterasinya terpecah bahkan saat wanita di sampingnya tidak berhenti mengomel.

image

gambar milik Park Sora by Stylenanda

Baru 45 menit kemudian turis-turis lain mulai berdatangan. Kyuhyun segera mengurus tiket keberangkatan mereka dan mengajak Sera untuk naik ke sebuah balon yang khusus di-booking hanya untuk mereka. Rajukan Sera berkurang setelah mereka berdiri diam di dalam keranjang balon udara, dan senyum lebar di wajahnya segera muncul setelah sang pilot datang untuk menyalakan api untuk mulai melambungkan balon mereka. Tanpa ragu, Han Sera berdiri di tepi keranjang dengan kedua tangan berpegangan erat pada rel yang tersedia. Kyuhyun yang memang tidak terlalu senang dengan ide hebat namun bodoh ini, memilih untuk berdiri sedekat mungkin dengan sang pilot, karena posisi di tengah tentu saja lebih aman.

“Kyu!” Sera memekik saat ketinggian balon mereka akhirnya cukup untuk memperlihatkan sinar mentari yang masih malu-malu beranjak dari ufuk timur. “Kemarilah! Kau harus lihat semburat mentari itu, sebentar lagi pemandangannya pasti akan menjadi sangat indah! Ayolah, jangan diam saja di situ, kau jauh-jauh ke sini bukan untuk berdiri di tengah! Kau harus melihat pemandangan menakjubkan ini!”

Aku sedang menikmati pemandangan indah akan dirimu, Han Sera. Ujarnya dalam hati.

“Kyu! Percayalah, balon ini stabil.” Wanita itu mencoba meyakinkan.

“Shireo! Aku punya trust issue padamu kalau sudah masalah tantangan seperti ini.” Hardik Kyuhyun cepat.

Sera melangkah mendekat pada pria itu, menarik paksa tangannya sambil menautkan buku-buku jemari mereka. “Aku tidak akan mendekatkanmu pada bahaya, Kyu. Balon ini tidak dilengkapi sabuk pengaman, jadi tenang saja, aku tidak akan mendorongmu tanpa peringatan.” Canda Sera.

Pria itu menyeringai sinis. “Dan kau pikir kata-katamu itu justru menengkan hatiku, ckckck.” Tapi Kyuhyun menurut saja untuk mengikuti langkah Sera mendekati tepian keranjang balon udara.

Hanya perlu waktu beberapa menit sampai matahari mulai beranjank naik. Rahang Sera dan Kyuhyun ternganga kagum dengan pemandangan indah yang terhampar kala matahari mulai menyinari ngarai yang ada di bawah mereka. Cahaya jingga mulai menunjukkan warna-warna keabuan bercampur semburat indah mentari yang menjadi sangat kontras dengan langit biru yang menaungi di atas mereka. Pemandangan indah itu disempurnakan dengan rangkaian warna-warni balon udara lain yang juga terbang berdekatan dengan mereka. Sera membungkam kekagumannya sambil menahan air mata haru yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

image

Cappadocia

“Kyu, indah sekali.” Bisiknya.

“Terima kasih karena telah memiliki ide gila untuk melakukan ini. Tidak kusangka pemandangannya sungguh spektakuler.” Balas Kyuhyun.

Sera lanjut memandang takjub pada salah satu pemandangan terindah yang pernah ia saksikan sepanjang hidupnya. Sementara wanita itu masih terkagum-kagum, Kyuhyun mulai mempersiapkan rencana yang telah dipertimbangkan matang-matang jauh sebelum ia membeli sepasang tiket untuk mengajak Sera ke tempat ini.

Pria itu menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang sudah tidak beraturan. Selagi perhatian Sera teralih pada pemandangan, Kyuhyun mendekatkan tubuhnya pada Sera. Di dalam tangannya ia menggenggam sebuah objek lingkaran yang siap ia sematkan pada jemari wanita yang paling dicintainya. Cho Kyuhyun mengucap doa singkat sambil mengingat pidato picisan yang sudah tersusun rapi di dalam kepalanya.

Perlahan pria itu beranjak semakin dekat. Satu tangannya digunakan untuk menjaga keseimbangan tubuh pada tepian keranjang balon udara—karena sekuat apa pun tekad Kyuhyun untuk melakukan niatnya dengan spektakuler, ia masih tetap tidak sanggup menghapus ketakutannya akan ketinggian—lalu dengan helaan napas panjang, Kyuhyun akhirnya bicara.

“Han Sera.”

Sera menoleh padanya lengkap dengan mata berkaca-kaca.

“Ya! Kau kenapa? Mengapa menangis?” Tanyanya khawatir. “Ada yang salah?”

Wanita itu menggeleng pelan. “Tangis bahagia. Pengalaman ini ajaib sekali, Kyu. Aku tidak bisa berhenti bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menyaksikannya bersamamu.”

Kyuhyun tersenyum, usaha kerasnya untuk mengatur acara perjalan ini tidak sia-sia jika wanita yang ingin dibahagiakannya tersenyum seperti itu.

“Tadi kau memanggilku?” Tanya Sera polos.

Baru saja Kyuhyun hendak bicara, ketika balon udara tiba-tiba berguncang dasyat, memaksa keduanya untuk berpegangan erat pada tepian keranjang agar tetap aman. Kyuhyun menggenggam erat tepian itu sampai buku-buku jarinya memutih sementara Sera langsung merangkul bahu Kyuhyun dan menarik pria itu untuk berjongkok agar posisi mereka lebih aman.

“A—apa yang terjadi?” Semua kata-kata indah yang Kyuhyun siapkan lenyap diganti kegugupan.

“Entahlah, kurasa pergantian arah angin. Kau tidak apa-apa?”

Beberapa saat kemudia penerbangan mereka kembali mulus.  Pilot balon udara segera menghapiri mereka untuk memeriksa keadaan tamu-tamunya. “Sorry, it’s just some turbulance. Are you guys okay?”

Sera mengangguk singkat lalu meminta pria itu untuk kembali ke posnya saja agar Kyuhyun merasa lebih tenang.

“Hey, kau tidak apa-apa kan, Kyu?” Ia menangkupkan kedua tangannya pada wajah Kyuhyun yang sudah pucat pasi. “Hanya turbulance, sayang. Kita baik-baik saja. Kau bisa rasakan sendiri sekarang penerbangan ini kembali stabil.” Hiburnya.

Kyuhyun yang sudah kehilangan muka, hanya berdeham singkat sebelum kembali berdiri, sambil menjaga jarak dari tepian keranjang. Sera melangkah mendekati sang pilot, meminta agar ketinggian mereka diturunkan saja demi kedamaian hati Kyuhyun yang ia yakin sekarang masih ketakutan. Saat Sera lengah, Kyuhyun kembali menatap pada telapak tangannya sendiri untuk mencari cincin yang sudah disiapkannya tadi—cincin yang sekarang sudah lenyap dari genggamannya.

Pria itu mulai memincingkan mata untuk mencari objek kecil yang mungkin saja terjatuh di dasar keranjang, Kyuhyun mengkalkulasikan posisinya tadi berdiri hingga kemungkinan-kemungkinan lain untuk menentukan lokasi cincin itu. Sera bahkan bertanya apa yang dilakukan Kyuhyun membungkuk sedemikian rupa dengan gelagat mencari-cari sebuah barang yang hilang—yang disanggah Kyuhyun dengan berkata bahwa lensa kontaknya terjatuh.

Pria itu memutari keranjang kecil di balon udara itu, berharap cincin itu masih ada dalam tempat yang mudah dijangkaunya, tapi hasilnya nihil. Ia mulai meremas-remas rambutnya sendiri dengan frustrasi. Terlalu konyol rasanya kalau sampai cincin itu jatuh keluar keranjang, karena itu artinya Kyuhyun harus mengatur ulang rencana yang sudah disusunnya dengan sempurna—bisa diingat bahwa Cho kyuhyun benci dengan istilah ‘re-schedulling’.

Sera melongo heran ketika Kyuhyun mulai tertawa sinis pada dirinya sendiri. Pria itu bercacak pinggang di dekat sang pilot sambil menggeleng-gelengkan kepanya. Matanya menatap nanar dan ekspresinya bisa dikatakan sangat jengkel akan sesuatu.

“Kyu, kepalamu tidak terbentur kan tadi? Mengapa kau tertawa sendiri?” Sera bertanya dengan wajah polos.

Kyuhyun menyeringai konyol pada Sera, dalam hati mengutuk kebodohannya sendiri. Kejadian ini sama saja seperti kejadian enam tahun yang lalu, di mana Han Sera benar-benar tidak tahu rencana Kyuhyun untuk melamarnya. Wanita itu juga tidak tahu bahwa Kyuhyun berniat untuk meminangnya di atas hamparan ngarai indah Cappadocia yang Sera impikan pagi itu. Well, a plan is just a plan.

“Kyu, kau mulai membuatku khawatir. Apa kita sudahi saja penerbangan ini?” Tawarnya.

“Aku baik-baik saja, Sera-ya.” Kyuhyun tersenyum miris sambil menarik wanita itu ke dalam pelukannya. “Asalkan kau di sisiku seperti ini, aku akan selalu baik-baik saja.” Ia mengecup pelipis Sera lembut, hatinya sedang belajar merelakan rencana lamaran kedua yang lagi-lagi gagal total.

Sera menyelipkan kedua lengannya ke dalam jaket Kyuhyun sebelum memeluk pinggang pria itu erat. “Kyu, terima kasih, aku bahagia sekali. Kau tidak tahu sebahagia apa aku saat ini. Rasanya seperti jantungku siap melompat keluar saking senangnya.”

“Jadi kau suka kejutanku kali ini?”

“Aku suka! Suka sekali!” Wanita itu berjinjit untuk mendekatkan wajah mereka. “Dan kesempatan untuk melakukan ini dengan sahabat sekaligus pria yang kucintai, merupakan anugrah terindah yang Tuhan berikan untukku.”

Kyuhyun tidak perlu berpikir dua kali untuk mendaratkan ciuman pada bibir kekasihnya. Biarlah ia merelakan cincin yang sekarang sudah jatuh entah ke mana, itu adalah sebuah benda yang dapat dibelinya lagi. Selama Han Sera ada dalam dekapannya, maka ia rela menyiapkan ratusan bahkan ribuan cincin sebelum wanita itu menerima kehadiran Kyuhyun dalam hidup mereka selamanya.

*

Hari berikutnya di Cappadocia dilalui Sera dan Kyuhyun dengan wisata kuliner saja. Sera cukup menyadari kondisi Kyuhyun yang masih trauma dengan ujian adrenalin jenis apa pun setelah kasus turbulance di atas balon udara tempo hari, ia mengalah. Sera mengganti jadwal seru mereka dengan acara berjalan-jalan santai mengelilingi kota saja agar hati Kyuhyun tetap tenang.

Sore ini, mereka berjalan-jalan di seputaran alun-alun utama kota Cappadocia untuk mengarahkan langkah mereka menuju pasar tradisional Turki, sekalian mencoba es krim Turki yang legendaris itu. Seperti ulasan di film dokumentari traveling manapun, sang penjual es krim terus mempermainkan es krim di tangan pembelinya berkali-kali sebelum mereka berhasil mendapatkan es krim mereka. Sera dan Kyuhyun cukup sabar untuk ikut tertawa bersama penjual es krim saat makanan itu dimainkan layaknya pertunjukan akrobat selama kurang lebih lima menit. Sebagai ahli dalam bidang makanan manis, mata Sera langsung terbelalak kagum saat lidahnya menyentuh tekstur lembut es krim yang sejak tadi ditunggunya.

“Wow, ini lembut sekali.” Ujarnya sambil mengacngkan jempol pada Kyuhyun.

Pria itu juga menjilat es krimnya dan mengangguk setuju pada Sera. “Worth the wait.”

“Ng.” Sera lanjut sibuk dengan es di tangannya. “Apa lagi yang belum kita cicipi?”

“Hmm, entahlah. Aku sudah bosan makan kebab. Kalau boleh jujur, aku justru ingin mencari restoran Italia sekarang.” Kyuhyun menyahut cuek sambil terus menjilati es krimnya seperti bocah.

“Mau mencari pizzeria saja? Ini sudah nyaris jam makan malam dan aku juga sudah mulai lapar.” Usul Sera.

“Kau tidak apa-apa tidak makan makanan Turki?”

“Ey, semua makanan itu enak.” Ia menyelipkan tangannya pada siku Kyuhyun, menarik pria itu untuk masuk semakin dalam ke pasar tradisional tempat mereka berada. “Tapi kita ke sana dulu, Kyu. Bagian suvenir terlihat ramai dan aku penasaran. Lagipula aku memang berencana mencari karpet Turki untuk mendekor rumah kita.”

Cengiran lebar muncul di wajah Kyuhyun. Tanpa wanita itu sadari, ia sudah sering mengganti kata kepunyaan dari ‘milikmu’ menjadi ‘milik kita’. Bagi Kyuhyun itu adalah indikasi bahwa Han Sera sudah mulai melupakan jarak diantara mereka yang dulu selalu dilakukannya pada awal hubungan mereka—pertanda baik, tentu saja.

“Jangan beli yang coraknya terlalu heboh, nanti tidak serasi dengan kamar kita.” Sahut Kyuhyun santai.

“Aish, sudah waktunya kamar kita didekor ulang, masa kau tidak bosan dengan pilihan tone monokromatis yang tidak berubah sejak kau kuliah? Kita ada di belahan dunia lain yang sangat mengapresiasi warna, sudah sepatutnya kita ikut merayakan kemegahan warna itu lalu membawanya pulang ke rumah.”

“Dalam bentuk karpet?” Pria itu memutar matanya sambil tersenyum meledek.

“Dan sarung bantal!” Sera menunjuk pada sebuah toko yang menjual ratusan sarung bantal penuh dengan embroideri khas Turki dengan mata berbinar-binar. “Aku akan ke sana.” Ujarnya langsung melepas tautannya dari Kyuhyun.

Pria itu tetap berdiri di tempatnya, dari jauh memperhatikan kelakuan Sera yang sekarang terlihat seperti anak kecil di dalam toko permen. Diam-diam ia mengabil gambar Sera dengan ponselnya, mengikuti gerakan wanita itu, sampai matanya terpaku pada sebuah toko yang menarik perhatiannya.

Bilang saja Kyuhyun keras kepala, tapi ia akan mencoba peruntungannya lagi untuk yang ketiga kali.

Pria itu menghabiskan es krim di tangannya dengan cepat sebelum ia menghampiri toko perhiasan yang terletak bersebrangan dengan toko sarung bantal di mana Han Sera masih sibuk memilih-milih. Di depan etasae, mata Kyuhyun mulai mengamati seluruh perhiasan yang dipajang di toko itu. Bagi Kyuhyun, beberapa desain terkesan terlalu berlebihan untuk selera Sera, pria itu tahu persis bahwa Sera tidak pernah menyukai perhiasan besar, atau perhisan dengan warna mencolok, apalagi desain norak yang murahan, wanita itu juga benci perhiasan dengan batu berlian berat yang membatasi gerak tangannya. Beberapa cincin yang ada didisplay terlihat terlalu besar untuk jemari Sera yang kurus, sementara beberapa pilihan lain terlihat jauh sekali dari selera Sera.

Mata Kyuhyun tetap mencari sampai perhatiannya terpaku pada sebuah cincin silver dengan hiasan batu zambrud berbentuk oval kecil. Dibandingkan dengan cincin-cincin lain yang ada di sekitarnya, cincin ini jelas menonjol dalam kesederhanaanya yang elegan—layaknya pesona Han Sera di mata Kyuhyun. Kyuhyun otomatis meraih cincin zambrud itu untuk melihatnya lebih seksama.

“Kyuhyun-a!”

Perhatian pria itu teralih seketika pada suara Sera dari toko seberang.

“Lihat apa yang kubeli untuk ruang tamu kita!” Wanita itu mengangkat tinggi-tinggi hasil buruannya yang berupa sarung bantal khas Turki dengan cengiran bangga.

Kyuhyun tersenyum kecil sebelum tangannya yang menggenggam cincin zambrud itu terulur ke arah Sera. “Lihat juga, apa yang kutemukan untukmu.” Ia menjepit cincin itu diantara ibu jari dan telunjuknya hingga Sera bisa melihat dengan sangat jelas dari jarak lima meter.

Mereka bertatapan, Kyuhyun dengan senyum penuh percaya dirinya dan Sera dengan mata terbelalak kaget. Cho Kyuhyun tidak perlu banyak bicara, ia tidak perlu menyiapkan pidato picisan panjang lebar untuk mengungkapkan isi hatinya—karena Han Sera paham.

Wanita itu bisa merasakan debaran jantungnya yang semakin menggila, ia tahu bahwa Kyuhyun bukan sekedar memamerkan barang temuannya. Pria itu tidak berdiri di sana dengan sebuah cincin di tangannya hanya untuk meminta pendapat Sera tentang sebuah perhiasan. Dengan segala kharisma yang melkat pada pembawaannya, senyum penuh makna serta tatapan lembut yang meneriakkan isi hatinya, Sera tahu bahwa yang dipegang pria itu sekarang adalah cincin yang akan membawa hubungan mereka ke tahap selanjutnya.

Wanita itu bisa merasakan sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman lebar, mungkin ini adalah momen luar biasa di mana Han Sera tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Ia maju selangkah, lalu selangkah lagi, dan beberapa langkah yang terus membawanya mendekat pada pria yang masih berdiri menunggunya. Jarak mereka tidak jauh, namun Sera tidak sabar untuk segera menggapai pria itu. Sera berlari mendekat pada Kyuhyun dan saat jarak mereka sudah sangat dekat, ia melompat untuk melingkarkan lengannya di seputar bahu Kyuhyun dan kaki jejangnya dilingkarkan di seputar pinggang pria itu.

Tanpa kata apa pun, Cho Kyuhyun menyelipkan cincin zambrud itu pada jari manis tangan Sera sebelum ia menutup lamarannya dengan sebuah ciuman. Sera mengeratkan pelukannya di seputar leher Kyuhyun sementara bibir mereka saling bertaut, beradu untuk menyampaikan buncahan rasa bahagia dalam hati mereka.

Kyuhyun melepas ciuman mereka sambil terkekeh, sebahagia apa pun dirinya sekarang tetap saja mereka masih ada dalam tempat umum. Keduanya menempelkan kening mereka sambil mulai tertawa karena sekarang mereka sukses menjadi bahan tontonan orang-orang di pasar itu.

“Sera-ya, kuharap kau tahu makna cincin itu. Biar kuperjelas, kau baru saja setuju untuk menikahiku.” Goda Kyuhyun di tengah tawanya.

Wanita itu terkikik geli. “Justru kau yang baru mendapat masalah, Kyu. Kau akan menjadi suamiku.”

Kyuhyun menurunkan Sera dari tubuhnya, mengecup singkat bibir wanita itu sambil terkekeh. “Aku tahu, aku memang perlu sedikit masalah dalam hidupku yang terlalu kaku ini.” Balasnya sambil memeluk Sera. “Ngomong-ngomong, aku sekarang harus membayar cincin itu. Tunggu sebentar.”

Sera terbahak, tidak pernah ia menduga cara Kyuhyun melamarnya akan seperti ini. Dalam bayangannya, Kyuhyun adalah tipe pria yang merencanakan segalanya sampai pada detil terkecil. Hari ini ia melihat sisi lain dari pria itu, sisi yang membuatnya semakin yakin akan keputusan yang baru saja ia buat barusan—untuk menghabiskan sepanjang sisa hidup mereka bersama seterusnya.

“Kau suka cincin yang kupilihkan?” Tanya Kyuhyun sambil menarik tangan Sera menjauh dari kerumunan orang di pasar.

Wanita itu mengangkat tangannya, mengamati cincin silver bertahtakan zambrud sederhana yang terlihat kontras di ata kulit porselennya. Ia harus mengakui, selera Kyuhyun dalam memilih perhiasan sangat baik. Pria itu memilihkan sebuah cincin yang sangat sesuai denagn karakternya yang memang tidak berlebihan. “Aku suka sekali, Kyu. Aish aku tidak percaya kau baru saja melamarku.” Ia menangkupkan kedua tangannya di atas pipi untuk menutupi wajahnya yang merona.

Kyuhyun merangkul bahu Sera erat, ia menunduk sedikit untuk berbisik pada telinga Sera. “Aku tidak percaya, perlu tiga cincin pertunangan sampai akhirnya lamaranku diterima olehmu.”

“Mwo? Tiga cincin? Aku hanya dapat satu.” Tunjuk Sera pada cincin di tangannya.

“Kau mau tahu ceritanya?”

Sera mengangguk dengan wajah penasaran.

“Aku membuang cincin yang pertama, karena saat aku hendak melamarmu, kau terlanjur pulang dengan cincin pemberian pria lain. Cincin kedua tidak sengaja terjatuh dari balon udara sialan itu kemarin. Ini adalah cincin ketiga yang kubeli untuk melamarmu. Third time’s a charm!” Kyuhyun mengedip jahil pada Sera.

“Kau berniat melamarku dulu?” Tanya Sera semakin penasaran.

Pria itu mengangguk singkat. “Aku hanya kalah cepat. Tapi mungkin jika kulamar kau saat kita baru lulus dulu, kau juga akan menolakku.” Canda Kyuhyun.

Sera menggigit bibirnya gugup, karena ia tahu pasti bukan itu jawaban yang sebenarnya. Karena ia tahu pasti bahwa jawaban yang akan diberikannya akan tetap sama seperti hari ini, jika Kyuhyun berterus terang sejak awal.

“Jangan beritahu aku isi pikiranmu, aku benci mengandai-andai.” Pria itu mengecup pipi Sera singkat sambil terus menuntun langkah mereka.

Everything happens for a reason, right?” Sera mencoba menghapus kegetiran dan penyesalan dalam hatinya.

Pria di sampingnya hanya mengangguk pasrah.

“Kyu.” Sera menghentikan langkahnya sambil menahan lengan Kyuhyun, membuat pria itu ikut berhenti melangkah. “Terima kasih.”

“Aku lah yang seharusnya berterima kasih.” Ia mengacak rambut Sera pelan.

Wanita itu menatap kagum pada sosok hebat di depannya. Pria itu tetap memandangnya dengan sorot takjub yang selalu menyertainya, mata tajamnya tetap menaugi Sera dengan keteduhan, tindakannya yang selalu menempatkan Sera di atas podium tinggi di hatinya, serta ketulusan yang tidak pernah putus dari segala keputusannya untuk Sera. Memang kisah mereka sempat terusik, rasa benci pun pernah bertengger dalam hati pria itu, diikuti dendam yang sukses menghancurkan ikatan hati mereka yang telah terjalin lama. Namun Cho Kyuhyun juga satu-satunya orang yang kembali ke dalam hidup Sera, pria itu yang rela bertahan di sampingnya meski wanita itu memiliki harapan hidup yang tipis, sahabatnya itu lah yang perlahan menuntun Sera untuk terus berjuang, dan kini, ia juga yang menggenggam tangan Sera untuk menyambut kesempatan kedua dalam hidup yang telah dianugerahkan Tuhan pada mereka.

“Kau kenapa, sayang? Apa aku terlihat semengagumkan itu sampai matamu berkaca-kaca?” Ledek Kyuhyun sambil mencubit pipi Sera yang merona dengan gemas.

Sera mengangguk sembari meneteskan air mata bahagianya. “Terima kasih, Kyu.” Ia meraih kerah kemeja Kyuhyun sebelum mengecup bibir tunangan barunya singkat. “Terima kasih karena kau tidak pernah menyerah padaku.”

The End


Author’s note:

Sampai bertemu lagi dengan Sera dan Kyuhyun pada sequel cerita ini yang berjudul ‘Stupid Anxiety’. Untuk sementara, aku akan menyeling cerita mereka dengan ‘Final Call’ dulu yaaa, biar ada variasi dikit hihihi… makasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca Piles of Regrets. Perhatikan baik-baik nama kota tempat Kyuhyun melamar Sera, itu akan menjadi password semua cerita yang berhubungan dengan mereka kelak… :p

Untuk yang masih belum puas dengan masalah “keluarga Sera”, plis lah iklasin aja ya… aku pusing kalau harus memodifikasi cerita ini sampai melenceng dari yang sudah jadi (untuk reader baru yang nggak pernah baca menu ‘allo’ di blog aku: jadi ini cerita sudah aku publish di asianfanfics dari tahun lalu dan sudah kelar juga sejak tahun lalu, jadi agak susah juga modif-modif, kesannya malah kayak maksa)

Mohon maaf atas segala kekurangan, typo yang sudah nge-blur di mata aku (suer, aku selalu editing nyaris 5 kali sebelum publish jadi kalau masih ada typo, artinya mataku sudah give-up hahaha), ketidakcocokan dengan penokohan atau jalan cerita. Aku hanyalah penulis yang masih terus belajar dan akan terus mencoba untuk memoles berbagai kecacatan yang ada.

P.S: Yang nanyain tentang Taecyeon: kan si masnya udah nikah lagi, udah say goodbye juga sama Sera, biarkan dia mencoba meniti rumah tangga barunya ya, nggak usah ditanyain lagi, kasian… :p dan untuk yang nggak nemuin ff ini secara berurutan, silakan cari di: menu > library Indonesia

Anywaysss…. Thanks for reading~~~ muah muah… :* :*

Credits: This story inspired from Grey’s Anatomy (Izzy Stevens and Danny Duquette) yang sebenarnya sad ending.

Advertisements

93 thoughts on “Piles of Regrets – 17 [Beginning]_(end)

  1. trinoviwulandari says:

    Happy ending
    Suka bgt sma ceritanya
    Dapet pelajaran medis,kisah perjuangan pasien jantung ,kisah perjalan cinta serta dari teacyon akhirnya berlabuh di hati kyuhyun

    Over all ini kisah romantis yg aq suka

    Liked by 1 person

  2. Missdonglee says:

    Maaf yah baru bisa komen di part ending.
    Kemaren di bikin baper sama ols,yg ini lebih baper lagi.

    Aku baru tau,ternyata orang yg gagal jantung & di operasi,ada yg kaya cyborg gitu.

    Ga tau mau kasih kritik/masukan apa,karna mnurut ku,tulisan kakak ini perfect di mata saya.makanya aku heran,kok dari note2 yg kakak tulis kayanya ada reader yg kurang puas/kritis yg berlebihan,aku ga tau.

    Liked by 1 person

  3. ona kyu says:

    Yeeey happy ending setelah perjuangan keras yang menguras emosi dan air mata akhirnya Kyu melamar Sera juga. kegigihan Kyu tetap diacungi jempol yang sabar mendampingi Sera mengahadapi masa-masa sulitnya. walau dapat janda yang penting kan happy😍😍😍😍😉😉

    Like

  4. ninanina says:

    i dont want any story excepet about their feeling and romance seriously ff ini aku ngerasa real bgt sampe lupa daratan kalo baca sweet and sad banget feelnya polll deh! ditunggu sequelnya dan cara ramalan paling tomantis yg pernah aku baca 😂😍 :”” love your story as always keep it up!!

    Liked by 1 person

  5. ninanina says:

    i dont want any story excepet about their feeling and romance seriously ff ini aku ngerasa real bgt sampe lupa daratan kalo baca sweet and sad banget feelnya polll deh! ditunggu sequelnya dan cara ramalan paling romantis yg pernah aku baca 😂😍 :”” love your story as always keep it up!!

    Liked by 1 person

  6. MarooKyu88 says:

    Aww…cho kyuhyun pria sejati Jjang !! Keren banged dia di sini. Dia mencintai sera tulus luar biasa. Luar dalem sepaket diterima cho kyuhyun. Status sera pun ?? Andai pria di dunia kek kuyun.

    Cho kyuhyun selalu ada buat sera.
    Perjuangan kyu jd penyemangat sera selalu. Memohon biar g diusir sera.

    Dan perjuangan sera untuk penyakitnya yg sukses, di mana kuyun selalu jd penyemangat. Coba nggak ada kyu, sera udh nyerah dg hidupnya dg ttd tangan formulir itu.

    Tambah pengetahuan baca ff ini. Setiap ada penjabaran detail ttg dunia medis setiap partnya hanya bisa mangut-mangut berOhria.. Oh gitu !!!

    Iya saya ikhlasin semua tokohnya.
    Dunia hanya milik kyu dab srra dah pokoknya.

    Ka kapan squelnya lahir ???

    Muah muah juga bt kaka !!

    Semangat bt nulisnya

    Liked by 1 person

  7. utusiiyoonaddict says:

    kyu, suer demi apapun ceritanya hebat, dri awal ampe akhir aku d buat terpana karna jlan ceritanya dan ngena bgt sampe ikut kebawa suasana,
    kyuhyun pria yg super hebat, sera patut sujud syukur dapetin kyuhyun, omg melting melting, perjuangan kyuhyun meraih cintanya sungguh luar biasa hahay

    Liked by 1 person

  8. Shinn says:

    Hahaha udah bangun pagi-pagi eh malah belum buka kkk malang sekali kau sera tidur cantikmu harus diganggu kyuhyun,dan akhirnya malah harus nunggu 45menit lagi hihihi.Well tapi semuanya rasa kesal terganti dengan kebahagiaan karena bisa liat matahari terbit yang menajubkan sama kyuhyun lagi.Ahh itu bener-bener sempurna🤗

    Kyuhyun ceroboh banget sih kamu kan acara nglamar romantis sera jadi gagal,dan akhirnya nglamar dengan dadakan di pasar pula hhh ahh dasar pasangan aneh,tapi nggak papa mereka toh bahagia-bahagia aja.Pokoknya yang penting mereka bersatu aja aku udah seneng
    😘😁
    Dan berakhir dengan Happy Ending🎉🎊

    Liked by 1 person

  9. elfishyvil says:

    Ya ampun.. sera pasti senang banget nih, udah bebas dari rumah keduanya yaitu rumah sakit dan sekarang sedang menikmati jantung barunya… udah berani melakukan kesukaannnya yang nantang adrenalin… daebak.. senang banget sera nerima lamaran kyuhyun. Cuit cuit….
    Oiya thor, gimana ya kabar orang tuanya sera? Apa orangtuanya benar2 gak tau sama sekali tentang penyakit jantungnya sera? Ckckck… org tua apa yg nelantarin anaknya… aigooo…

    Liked by 1 person

  10. Melsyana says:

    Perjalanan cinta kyura couple sangat ribet. Berawal dari menjadi sahabat yg tak terpisahkan, lalu menjadi musuh dan terakhir, menjadi pasangan kekasih yg ujung”nya akan menjadi pasangan suami istri.

    Setelah kyu melamar sera untuk yg ketiga kalinya, akhirnya dia berhasil juga dan untungnya di moment” romantis kyura couple, taecyeon gak jadi pengganggu.

    Liked by 1 person

  11. jungsoo says:

    yeay akhrny lamaran kyuhyun sukses 👏👏
    salut ama kyuhyun perjuangan ny itu duhh bkin greget
    yg jd istri taecyeon ko nggemsin ya minta di tabok kkkk
    happy end
    mks bqt clue pwny kakak 😊

    Liked by 1 person

  12. Goldilovelocks says:

    Finalllyyyyy!!!! Sempet ketawa tadi pas baca bagian Kyu yg diajak bungee jumping hahaha ngebayangin Kyuhyun tereak diudara sambil meremin mata lucu kali yaaaa trs waktu tahu cincin keduanya ilang garagara turbulance 😂😂 yelah Kyuuuuu gemesin banget siiihh unyu unyu gimanaaaaaa gitu konyol aja gitu udah rencanain jauh jauh tapi malah zonk garagara angin! Hahaha tapi akhirnya…. apapun yg berhubungan sama Sera emang gak perlu rencana kan? Lihat aja pidato picisan pun gak kesampean paska panik di balon udara haha pokoknya part ini banyak ketawanya deh kak! 😂😂

    Liked by 1 person

  13. novi says:

    Happy ending, seneng bgt akhirnya kyuhyun sma sera bersatu.
    Smpet ngakak pas adegan di atas blon udra yg cincin.y hilang gra2 guncangan haha. Tp untung.y kyuhyun ttp brhsil nglmar sera.

    Liked by 1 person

  14. KartikaApriya says:

    The ending is so sweetttt😍😍
    Apalagi waktu cincinnya jatuh dri balon😂😂 gila aja sking takutnya cincinya lepasss…
    Cara lamar yg paling pas buat cewe yg cuekkk😍😍😍

    Liked by 1 person

  15. Dewiastiti says:

    And akhir na happy ending, terima kasih pasa author karna tlah membuat cerita ini berakhir bahagia. Aq jg pengen di lamar pake cincin kaya gt😘😘😘

    Liked by 1 person

  16. Alea says:

    Yee Sera uda tunangan ama Cho dg cara menarik, hahaa. Rencana romantis gagal 2x. Lucu dah expresi Cho waktu cincinnya hilang dibalon udara.
    Aku baru tau cerita awalnya kak, padahal udah baca sequelnya sampe tamat. Ternyata Sera dihapus dari daftar keluarganya sendiri. Jadi yang ada cuma orangtua Cho 🙂

    Liked by 1 person

  17. Dyana says:

    Happy Ending…. Yessss
    Ff ini masuk list cerita favoritku, dan kurasa aku tidak akan mudah untuk melupakannya, penjabaran dalam dunia kedokteran, tempat2 yg berada entah di dunia bagian mana, semua mendetail dan sangat mencengangkan, bisa bayangin jadinya…
    Authornim, ceritamu ini Daebak!!
    Dari mulai menyesakkan, tertawa, nangis sesegukan, dan berakhir tersenyum puas… Feelnya nembus ke hatiku… (Lebay) haha…
    Intinya, aku suka…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s