Piles of Regrets – 16 [Chance]

 

 

25

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

 

Satu jam setelah telepon sakral yang mereka terima, Sera dan Kyuhyun sudah kembali ke dalam kamar rawat yang familiar. Saat tiba di rumah sakit barusan, dokter Song langsung berlari untuk memeluk Sera erat, mulutnya tidak berhenti mengucap kata selamat atas ketersediaan organ yang tiba-tiba muncul malam itu untuknya. Setelah menyambut Sera dan Kyuhyun, dokter itu segera mengkondisikan Sera untuk siap masuk ruang operasi, dokter-dokter magang juga sudah stand-by untuk memasangkan berbagai alat pemantau dan mengambil beberapa sampel darah Sera untuk diperiksa nanti.

Sera terduduk di atas ranjangnya dengan Kyuhyun yang terus mendampingi di sisinya selama dokter Song menjelaskan langkah tindakan yang akan mereka lalui nanti. Merupakan prosedur standard bagi para dokter untuk mengenalkan anggota serta tahapan yang akan mereka lakukan pada seorang pasien operasi—apalagi dalam transplansi besar seperti ini.

“Aku akan mulai menjelaskan sekarang, Sera-ssi.” Dokter Song ikut duduk di tepi tempat tidur Sera dan memulai penjelasannya. “Hari ini operasi akan didampingi dokter Park sebagai dokter anastesi, kau akan dibius selama kurang lebih empat jam. Kami akan memulai prosedur open heart surgery sambil menghubungkan dirimu ke sebuah mesin yang akan mengalirkan darah dalam tubuh dan juga otakmu agar kau tidak masuk ke dalam kondisi brain-dead, karena tentu saja, kali ini kami harus mengangkat jantungmu dan menggantinya dengan yang baru.”

Sera dan Kyuhyun mengangguk-angguk saja, keduanya tidak terlalu bisa berkonsenterasi dengan kursus singkat operasi transplan yang dijelaskan doketer Song karena mereka masih disibukkan dengan perasaan bingung dan senang sekaligus.

“Lalu jantung baru akan kami transplansi ke dalam rongga dadamu. Setelah kami memastikan semuanya baik-baik saja, kami akan mulai memberi aliran listrik untuk memancing detak jantung baru hingga nanti organ itu mampu berdetak dengan sendirinya. Itu artinya transplansi berjalan lancar dan tubuhmu merespon dengan baik. Saat jantung barumu berdetak sendiri, kami akan menghentikan kerja mesin sirkulasi darah dan perlahan membiarkan organ-organmu bekerja seperti sedia kala.” Dokter Song meletakkan kedua tangan di atas dadanya sendiri. “Semoga keberuntungan menyertai kita semua hari ini.”

Sera mengulurkan tangannya untuk meremas tangan dokter Song. “Aku sangat gugup tapi aku percaya bahwa aku berada dalam pengawasan dokter-dokter terbaik.”

“Kami akan menjemputmu untuk ke ruang operasi setengah jam lagi sementara menunggu hasil lab mengenai kandungan darahmu, jika kau patuh terhadap diet ketat yang kami anjurkan seharusnya kita tidak perlu menunda operasi untuk menunggu kondisimu stabil terlebih dahulu. Untuk sementara kalian bisa mempersiapkan mental dan dirimu, oke?” Dokter Song menepuk lengan Sera pelan kemudian memandang Kyuhyun dengan penuh arti.

Pria itu hanya mengangguk pelan, paham bahwa fungsi tiga puluh menit yang diberikan dokter Song itu adalah waktu baginuya untuk mempersiapkan mental Sera agar ia tidak ketakutan saat masuk ke ruang operasi nanti.

“Terima kasih dokter.” Sera membungkuk sekenanya.

Gerombolan dokter yang memenuhi kamarnya tadi keluar satu per satu, meninggalkan Sera dan Kyuhyun berdua saja.

Kyu, will you comfort me?” Sera menepuk tempat kosong di sampingnya, meminta Kyuhyun untuk ikut duduk di ranjang bersamanya.

Pria itu melepas sepatunya dan ikut berbaring dengan posisi setengah duduk di atas ranjang Sera, ia menyusun bantal di balik pungung sebelum menarik Sera untuk bersandar pada bahunya.

“Apa kau takut?” Kyuhyun membelai tangan Sera sambil memainkan jemari mereka.

“Sejujurnya?”

“Ng.”

“Aku takut sekali.” Wanita itu menyembunyikan wajah ke dalam lekukan leher Kyuhyun. “Mereka akan membuka rongga dadaku lagi, tentu saja aku takut, Kyu.”

“Aku yakin kau akan baik-baik saja. Mereka semua dokter hebat dalam bidangnya.” Ujar Kyuhyun, lebih terdengar seperti sedang meyakinkan dirinya sendiri.

“Kyu, kalau operasi ini gagal…”

“Ya! jika kau berencana dioperasi dengan pikiran negatif, aku sendiri yang akan mencabut nyawamu, Han Sera.” Canda Kyuhyun sambil mencubit hidung Sera. “Kau akan menghadapinya dengan tangguh seperti biasa, Sera-ya. Hanya perlu waktu empat jam sampai jantung baru itu berdetak di dalam dadamu. Kau akan segera pulih dan kembali seperti Sera yang dulu. Pergilah ke dalam ruang operasi dengan pikiran optimis itu, ng?”

Sera menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sendiri.

“Jika kau takut, ingat saja bahwa aku akan menunggu di luar ruang operasimu dan aku akan menyapamu segera setelah para dokter mengizinkannya. Setelah kau menyesuaikan diri dengan jantung baru itu, kita bisa memulai petualangan menguji adrenalin yang kau inginkan, kau juga bisa menyuntikkan sedikit nyali gilamu itu padaku agar aku berani ikut bungee jumping bersamamu.” Kyuhyun berusaha sekuatnya untuk menahan air mata yang sekarang sudah menggenang.

“Tapi kalau yang terburuk—”

“YA!”

“Biarkan aku menuntaskan kalimatku.” Rengek Sera.

“TIDAK AKAN! Karena kau tidak kuizinkan untuk mengucapkan ‘selamat tinggal’ padaku. Kalau memang ada yang ingin kau sampaikan padaku, sampaikan nanti setelah jantung baru itu berdetak dalam dadamu.” Kyuhyun menelan gumpalan imajiner dalam kerongkongannya. “Aku hanya akan menanggapi serius ucapanmu setelah itu. Jadi pastikan kau melewati operasi ini dengan baik.”

Pria itu bisa merasakan hangatnya air mata Sera yang kini terisak di atas bahunya, seketika itu juga pertahanannya pun runtuh, ia mulai ikut menangis bersama wanita kesayangannya.

“Baiklah…” Balas Sera dengan suara parau.

“Ne?”

“Aku akan melakukan usaha tergigihku, aku janji. Ada beberapa hal yang harus kusampaikan padamu, maka aku bertahan agar kau berhenti membentakku lalu bisa mendengar kata-kataku dengan baik.” Ia menghapus air mata di wajahnya dengan kasar. “Lagipula kau benar, aku memang membutuhkan alasan kuat untuk terus berjuang.”

“Aku akan di sampingmu saat kau membuka mata nanti.” Pria itu mengecup kening Sera lembut.

“Dengan kue terenak yang bisa kau belikan untukku?”

Pria itu mendengus kasar, bahkan di saat sakral seperti ini Han Sera masih saja mencoba untuk menghiburnya. “Setelah kau dinyatakan sehat oleh para dokter dan aku boleh membawamu pulang, aku akan mentraktirmu dessert apa pun yang kau mau.”

“Aku juga mau makan pasta yang authentic, steak dan hamburger berlemak yang enak.” Tantang Sera.

“Apa pun akan kukabulkan. Yang perlu kau lakukan hanyalah kembali padaku.” Ujarnya dengan suara parau.

Sera mengangkat tubuhnya sedikit untuk mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun yang sudah sembab. Dengan lembut ia memberikan beberapa kecupan pada wajah pria itu sebelum akhirnya menyatukan bibir mereka.

Kyuhyun membalas ciuman Sera lembut, membelai wajah wanita yang sebentar lagi harus melalui ujian terberatnya dalam melawan penyakit keparat itu. Ciuman mereka penuh dengan emosi, dari getaran bibir keduanya, mereka paham bahwa ketakutan yang mereka rasakan sama, bahwa kerinduan yang akan menyerang mereka selama Sera di dalam ruang operasi nanti akan menjadi sangat berat untuk dilalui, terlebih lagi kekhawatiran yang sama-sama mereka coba sembunyikan.

Pria itu menarik wajahnya dari wajah Sera, membelai lembut permukaan bibir wanita itu sambil tersenyum tipis. “Aku mencintaimu, Han Sera.” Kyuhyun kembali mengecup bibir Sera singkat. “Bagaimana jika ‘itu’ saja yang kau jadikan alasan untuk kembali padaku?”

Air mata bahagia menetes dari pelupuk mata Sera. Wanita itu tahu persis perasaan cinta tulus yang selalu Kyuhyun limpahkan untuknya, namun ini adalah kali pertama Kyuhyun mengatakannya—dengan cara termanis yang bisa dilakukan pria itu di waktu yang sangat krusial.

“A—aku…”

“Jangan katakan apa pun.” Kyuhyun kembali mengecup bibir Sera. “Ingat peraturanku, kalau ada yang mau kau sampaikan padaku, sampaikan setelah kau siuman nanti.”

Sera tersenyum lemah, ia kembali menyapukan bibirnya lembut di atas bibir Kyuhyun yang masih bergetar gugup. Jika Kyuhyun tidak mengizinkan Sera bicara, maka ia akan menyampaikan perasaannya melalui ciuman ini—kalau ini adalah ciuman terakhir mereka, maka Sera rasa ia bisa meniggalkan Kyuhyun dengan lebih tenang nantinya.

*

Lampu di luar ruang operasi sudah menyala selama empat jam, menandakan bahwa ada operasi yang sedang berlangsung di dalam, namun belum satu pun dokter keluar untuk mengabarkan Kyuhyun tentang keadaan Sera. Pria itu sudah duduk-berdiri-duduk-berdiri lagi dengan gugup selama berjam-jam dan ia tidak bisa berhenti memeriksa arloji di tangannya.

Jelas pada jam-jam awal, Cho Kyuhyun sibuk memasukkan berbagai makanan ke dalam perutnya, ia sudah menyiapkan beberapa makanan kecil di dalam kamar rawat Sera serta beberapa liter air minum—agar pria itu tidak perlu meninggalkan sisi Sera sedikit pun. Setelah perutnya terisi penuh, Kyuhyun pergi ke Kapel kecil di dalam rumah sakit untuk berlutut di hadapan Tuhan, memohon keselamatan wanita yang sangat dicintainya, memohon akan kesembuhannya serta kesempatan bagi mereka untuk memulai hidup baru selepas Sera pulih.

Meskipun ia belum sanggup menghapus bayangan mimpi buruknya, Kyuhyun terus meyakinkan diri sendiri bahwa kejadian yang berlangsung sekarang berbeda jauh dari mimpi itu. Fakta bahwa Han Sera adalah wanita tangguh dengan keinginan hidup tinggi juga menjadi tambahan sugesti positif dalam kepala Kyuhyun, pria itu memutuskan untuk yakin sepenuhnya pada tekad Sera ketimbang dengan mimpi buruknya.

Pria itu kembali berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi. Barusan saja ia sempat menelpon Ok Taecyeon untuk memberi informasi yang pernah dijanjikannya—bahwa jika Sera mendapat kabar baik tentang donornya, ia akan memberitakannya pada Taecyeon. Mantan suami Sera saat ini sedang berada di Beijing, maka ia tidak bisa turut mendampingi. Namun ia berjanji akan segera datang ke rumah sakit setibanya di Korea Selatan.

Setelah waktu yang rasanya berabad-abad itu, akhirnya lampu penanda ‘operasi sedang berlangsung’ padam. Kyuhyun membawa langkahnya dengan cekatan ke depan pintu berkaca buram itu, menunggu seorang dokter untuk keluar dan menyampaikan berita padanya. Tidak lama kemudian, dokter Kim dan dokter Song keluar dari balik pintu, keduanya membukuk sopan pada Kyuhyun sebelum melepas masker operasi mereka.

Dengan sekali pandang saja, Kyuhyun tahu bahwa operasi berjalan lancar.

“Selamat, Kyuhyun-ssi! Operasi berjalan sesuai prosedur.” Dokter Song mengulurkan tangannya untuk menepuk bahu Kyuhyun.

Pria itu membungkuk Sembilan puluh derajat bergantian pada kedua dokter yang telah membantu Han Sera. “Terima kasih banyak dokter Song, dokter Kim.”

“Ternyata operasi berjalan agak sedikit lebih lama dari yang direncanakan karena kami harus melepas alat LVAD yang tertanam padanya terlebih dahulu. Tapi wanita itu benar-benar tangguh, jantung baru yang diterimanya sudah berdetak indah dalam rongga dadanya seakrang.” Dokter Song menyeka air mata harunya sendiri.

“Dan kami akan terus memantau kondisinya selama tiga hari pertama. Han Sera belum kami izinkan untuk dipindahkan ke kamar rawat, ia akan tetap tinggal dalam CICU selama tiga hari karena kondisi kritisnya belum berlalu.” Terang dokter Kim.

“Silakan ambil waktu selama mungkin yang kalian butuhkan. Semakin lama dia berada dalam pengawasan kalian, semakin tenang pula perasaanku.” Aku Kyuhyun.

“Tenang saja Kyuhyun-ssi, dokter magang akan memeriksa keadaannya terus-menerus.” Dokter Song meyakinkan Kyuhyun lagi. “Kau bisa istirahat dulu sekarang, Han Sera belum siuman tapi seluruh kerja organnya berfungsi baik.”

Kyuhyun mengangguk. “Boleh aku menemuinya?”

Dokter Kim terkekeh. “Pasti kau sangat khawatir sekali. Kau hanya boleh melihatnya dari luar ruang inkubasi, karena belum ada yang boleh masuk ke dalam unitnya sekarang—sampai dia siuman dan kami memastikan ulang kondisinya.”

“Ne, arraseo. Aku akan mengamati dari jendela saja, tidak apa-apa.”

Doktor Song mengisyaratkan Kyuhyun untuk mengikuti langkahnya ke dalam. Pria itu segera mengenakan rangkaian scrubs yang harus ia kenakan demi menjaga kesterilan ruang inkubasi. Baru setelah kostumnya lengkap terpasang, ia bisa mengamati Han Sera yang sekarang masih terbaring dengan posisi setengah terduduk dan ditahan oleh ranjang lipat rumah sakit.

Pria itu harus menahan keinginan untuk menerobos pintu untuk duduk di sisi Sera. Sementara ini ia hanya bisa mengamati Sera dari jauh, meskipun wanita itu dikelilingi mesin, Kyuhyun merasa sangat lega karena mulai saat ini mesin LVAD yang memompa kerja jantung Sera sudah tidak lagi terhubung pada tubuhnya. Bahkan dari jarak ini, Kyuhyun bisa melihat kulit Sera tidak sepucat biasanya—indikasi darah sudah bersikulasi lebih baik dalam tubuhnya.

Baru tiga jam kemudian Han Sera membuka matanya, dokter magang yang ditugaskan memantaunya segera memanggil kedua dokter utama Sera. Dokter Song dan dokter Kim langsung melakukan beberapa tes vital pada Sera, sebelum alat bantu pernapasan yang ditanankan dalam hidung Sera dilepas, karena sekarang wanita itu sudah mampu bernapas sendiri. Dokter Kim memeriksa tekanan darah serta detak jantung Sera yang baru, senyum di wajahnya berkata bahwa seluruh rangkaian operasi mengerikan yang baru ia lalui sukses besar.

Sera mencoba untuk bicara, meskipun ternggorokannya terasa sangat kering sekarang, wanita itu hanya ingin mencari satu orang yang ia nantikan. “Kyu?” Ia bertanya pada dokter Song yang sibuk mencacatat ke dalam chartnya.

“Ia ada di luar.” Dokter Song menunjuk pada kaca observasi di luar ruang inkubasi Sera. “Setelah kami tuntas memeriksamu, baru ia kami izinkan masuk.” Dokter Song tersenyum lebar.

Dokter Kim di sampingnya menepuk-nepuk punggung tangan Sera dengan wajah senang. “Sera-ssi, kau baru saja melalui operasi besar dan kau melaluinya dengan sangat menakjubkan. Seluruh vitalmu tercatat sangat baik dan tubuhmu merespon jantung baru itu dengan sempurna. Selamat!”

Sera membalik tangannya untuk meremas tangan dokter Kim, sementara tangan satunya mencari-cari tangan dokter Song. Ia tidak sanggup banyak bicara, sehingga Sera hanya meremas tangan kedua dokternya. “Gomawo…” Bisiknya parau.

Kedua dokter Sera balik meremas tangan Sera. “Kalau kau benar-benar berterima kasih pada kami, lakukanlah itu dengan cara menjadi sehat seperti sedia kala, ne?” Jawab dokter Song, yang dibalas Sera dengan anggukan.

“Kami akan membawa Kyuhyun-ssi masuk sekarang.” Dokter Kim beranjak dari ranjang Sera untuk membukakan pintu agar Kyuhyun bisa masuk.

Pria itu masuk tanpa perlu disuruh lagi, ia langsung menjabat tangan dokter Kim sambil membungkuk berterima kasih.

“Semua vitalnya terlihat bagus, sekarang kau bisa melihatnya lebih dekat.” Ujar dokter Kim sambil menepuk bahu Kyuhyun.

Dokter Song ikut menghampiri Kyuhyun, ikut menjabat tangan pria itu untuk membisikkan kata selamat sebelum ia dan koleganya meninggalkan ruangan CICU sehingga bisa memberi sedikit privasi pada kedua orang yang sudah terlalu merindukan satu sama lain.

Sera dan Kyuhyun hanya saling berpandangan dengan mata berkaca-kaca, keduanya telah kehilangan kata-kata untuk diucapkan. Apa yang baru terjadi pada mereka beberapa jam sebelumnya terasa sangat ajaib untuk bisa dipercaya. Mereka baru saja mengobrol santai tentang klien Kyuhyun yang memiliki tuntutan konyol, lalu beberapa jam kemudian mereka sudah kembali ke dalam ruang CICU lengkap dengan jantung baru yang berdetak indah dalam rongga dada Sera.

Wanita itu mengulurkan tangan, meminta Kyuhyun untuk menggenggamnya. Kyuhyun menurut, ia duduk di tepi ranjang Sera, menggenggam erat tangan kekasihnya sebelum mendaratkan sebuah kecupan pada kening Sera.

“Aku selalu tahu bahwa kau wanita yang mengagumkan, tapi aku tidak pernah menyangka kau benar-benar sekeren ini Sera-ya.” Bisik Kyuhyun pelan.

Sera tersenyum tipis sambil menarik telapak tangan Kyuhyun, wanita itu menuntun tangan Kyuhyun untuk diletakkan di atas dada kirinya, tempat di mana jantung barunya berdetak atas kemauannya sendiri sekarang. “Rasakan detaknya, Kyu.” Ia berbisik parau.

Kyuhyun menutup matanya untuk meresapi tiap detakan jantung Sera yang bisa ia rasakan. Pria itu tidak terlalu paham bagaimana jantung yang normal seharusnya berdetak, tapi kalau boleh jujur sepertinya debaran jantung Sera masih terlalu cepat.

“Jantungku berdetak atas kemauannya sendiri sekarang.” Terang Sera. “Debaran itu untukmu, bisakah kau merasakannya?” Sera mengangkat tangannya untuk membelai wajah Kyuhyun yang masih terpejam.

Pria itu membuka matanya, air mata bahagia menetes dari pelupuknya lengkap dengan senyum lebar yang tidak bisa ia sembunyikan. Han Sera memang luar biasa, ia mampu memutar-balikkan dunia Kyuhyun hanya dengan kata-kata sederhana yang terucap tulus dari caranya bertutur.

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Sera menggigit bibirnya gugup. “Sekarang aku boleh mengatakannya, kan? Karena aku sudah siuman.”

Kyuhyun kembali menunduk untuk menciumi wajah Sera. “Cepatlah sembuh, Han Sera. Aku sudah tidak sabar untuk melakukan petualangan hidup kita.”

Sera mengangguk cepat sambil tersenyum lebar. “Kyu, aku punya jantung baru.” Ujarnya dengan mata berbinar-binar. “Rasakan tanganku, hangat bukan? Kapan terakhir kali kau genggam tanganku yang sehangat ini?”

Pria itu terkekeh sebelum menyapukan bibirnya pada permukaan bibir Sera yang tipis. “Aku tahu, kau terlihat sangat cantik dengan rona kemerahan itu di wajahmu, Han Sera.”

“Benarkah?”

Pria itu mengangguk cepat. “Aku bangga padamu, sayang. Kau melaui operasi ini dengan baik. Aku benar-benar sangat bangga padamu.”

“Terima kasih, Kyu.” Bisik Sera pelan. “Untuk segalanya.”

*

Seminggu sudah berlalu sejak Sera memperoleh jantung barunya, selama itu pula Ok Taecyeon selalu mengawasinya dari jendela kecil di luar ruang rawatnya. Sebesar apa pun keinginannya untuk menyapa Sera, ia tidak ingin merusak suasana hati mantan isterinya itu dengan kehadirannya yang tidak diundang.

Sejak menerima berita baik dari Kyuhyun, pria itu langsung membatalkan seluruh rangkaian rapat bisnisnya untuk kembali ke Seoul secepatnya. Ia diam-diam membereskan semua tagihan Sera yang dikirimkan bank donor dan mencoba semampunya agar tidak mengingkari janjinya pada Sera untuk tidak menemuinya lagi.

Taecyeon sudah mengamati kondisi Sera dalam diam cukup lama, hatinya pun terasa pilu setiap ia melihat sosok Kyuhyun yang ada di sisi wanita yang masih dicintainya itu. Karena dalam lubuk hatinya yang terdalam, Taecyeon masih berharap Sera akan menelponnya untuk mengoreksi kata-katanya dulu, ia masih bermimpi bahwa Han Sera akan memintanya untuk terus berada di sisinya, ia ingin percaya bahwa hari Han Sera mengusir Taecyeon dari hidupnya bukanlah sebuah keputusan final, namun hanya karena mood-nya yang sedang buruk. Tapi ponsel Taecyeon tidak pernah berdering dan ia bukan seorang idiot, ia paham bahwa Sera sudah tidak membutuhkan kehadirannya.

Seperti hari lainnya, Taecyeon berjinjit di luar kamar Sera untuk mengintip dari jendela kecil yang ada di pintu kamar. Pria itu harus kecewa karena kamar itu ditinggal penghuninya. Ranjang Sera maupun sofa Kyuhyun sama-sama kosong, meskipun buku-buku dan beberapa perabot mengindikasikan bahwa Sera belum diizinkan pulang ke rumah.

Dengan perasaan kecewa, Taecyeon menuntun langkahnya ke elevator. Pria itu berniat untuk berhenti di lantai 3, tempat isterinya bekerja untuk menyapanya sekilas karena hal itu yang dilakukannya seminggu belakangan ini, sebagai asalan masuk akal akan kehadirannya di rumah sakit. Pernikahan mereka sudah berlangsung lebih dari sebulan, namun rasa canggung yang ia rasakan pada Yoona masih saja belum hilang, bagi Taecyeon rasanya aneh sekali terbangun di samping wanita lain selain Han Sera. Sepertinya Yoona juga masih harus bersabar lebih lama lagi agar sikap Taecyeon padanya melunak, pria itu memang tidak kasar dan juga tidak memperlakukannya dengan dingin, tapi gadis itu tidak bodoh untuk menyimpulkan bahwa hati Taecyeon memang belum seutuhnya milik Yoona.

Taecyeon baru saja hendak menelepon Yoona ketika kapsul elevator yang ditunggunya tiba, pintu terbuka di hadapan Teayeon dan seketika itu juga lututnya terasa lemas. Han Sera dan Cho Kyuhyun melangkah keluar dari dalam elevator dengan lengan Kyuhyun bertengger pada pinggang Sera dengan protektif sementara tangan satunya lagi menggenggam erat tangan wanita itu seolah sedang membantu memapahnya berjalan—keduanya sama terkejut karena melihat wujud Taecyeon yang seketika salah tingkah terperegok di hadapan mereka.

Mata Taecyeon bergerak memandangi Sera dari ujung rambut hingga ujung kaki, mengamati dengan seksama perkembangan mantan isterinya yang baru menjalani operasi besar seminggu yang lau. Dengan cepat ia bisa menyimpulkan bahwa keadaan wanita itu sudah jauh lebih baik, rona pada wajah cantiknya telah kembali, bibir tipisnya yang sexy kembali memerah dan kulitnya tidak sepucat dulu. Taecyeon juga mensugesti dirinya sendiri bahwa Kyuhyun memeluk pinggang Sera seperti itu karena ia harus membantu Sera untuk berdiri—walaupun ia yakin bukan itu alasannya.

“Op—oppa?” Sera memecah kecanggungan diatara mereka bertiga.

Kyuhyun tidak beranjak dari posisinya meskipun pria itu juga cukup salah tingkah. Apakah ia harus menyingkir sejenak agar Sera dan Taecyeon bisa bicara? Haruskah Kyuhyun mengabaikan Taecyeon dan lanjut membawa Sera ke dalam kamarnya saja? Apa mungkin ia harus mengusir Taecyeon? Tidak, mungkin ia harus berjiwa besar hari ini terhadap pria yang sudah banyak membantu Han Sera dari balik layar.

“Anyeong Sera-ya, Kyuhyun-ssi.” Taecyeon mengangguk canggung. “Kurasa aku di lantai yang salah, ini bukan departemen pediatrik ternyata.” Ia memaksakan diri untuk tersenyum sambil mengutuk dalam hati karena tidak bisa mencari alasan yang lebih berkelas.

“Mumpung kau sudah di sini, mengapa kau tidak menjenguk Sera di kamarnya saja?” Akal sehat Kyuhyun mengambil alih. Pria itu merasa setidaknya setelah perjalan emosional yang harus dilalui Sera, mereka harus berbincang—sekedar untuk melepas rasa ingin tahu Taecyeon yang besar. Lagipula Kyuhyun memang menghubungi Taecyeon dan memberi update setiap hari pasca operasi Sera, sebagai tanggung jawab morilnya terhadap pria yang telah meringankan beban tagihan donor kekasihnya.

“Ne? Kau tidak keberatan?” Tanya Taecyeon tidak percaya.

Sera memandang Kyuhyun keheranan, tapi pria itu hanya mengangguk pelan sebelum lanjut menuntun Sera untuk melangkah ke dalam kamarnya.

Saat tiba di kamar rawat Sera, Taecyeon merasa harus memalingkan wajahnya karena canggung dengan kemesraan dua orang di hadapannya. Kyuhyun membopong Sera dengan sigap untuk mendudukkannya di atas ranjang sementara wanita itu melingkarkan lengan dengan santai di seputar pundak Kyuhyun. Nampaknya Han Sera sudah bisa hidup tanpa bayang-bayang Taecyeon sekarang, pikiran yang membuat hati pria itu terasa getir—karena bertolak belakang dari kondisi Sera, ia masih harus melawan akal sehatnya sendiri untuk menerima kahadiran isteri barunya.

“Aku akan meninggalkan kalian berdua.” Ujar Kyuhyun setelah menyelimuti kaki Sera. Ia memutuskan untuk bersikap layaknya pria dewasa dan memberikan kedua mantan suami-isteri itu sedikit privasi. “Tapi kau harus ingat, jika terjadi sesuatu padanya, bel darurat terletak di sini.” Ia menunjuk pada tombol merah di atas panel ranjang Sera, lalu Kyuhyun mengecup kening Sera singkat sebelum keluar dari dalam ruangan itu.

Sera memandang Taecyeon dengan wajah penuh tanya dan pria itu hanya menatapnya balik gugup.

“Bagaimana keadaanmu? Kudengar kau memperoleh jantung baru.” Taecyeon membuka pembicaraan.

Sera mengangguk. “Ne, aku masih dalam pengawasan ketat, tapi jelas sudah merasa jauh lebih baik.” Balas Sera mencoba untuk tetap terlihat tenang.

“Aku senang sekali mendengarnya, berita bahwa potensi sembuhmu sangat tinggi terdengar sangat baik di telingaku.” Ia tersenyum lebar pada Sera, senyum yang tidak dipaksakan, senyum yang sudah lama hilang dari wajahnya.

“Terima kasih, karena sudah menjengukku.” Wanita itu menggigit bibirnya gugup, mencari-cari kata lain untuk disampaikan pada Taecyeon.

Pria itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi langsung mengatup kembali. Meskipun banyak sekali hal-hal ajaib yang ingin diceritakannya pada Sera, meskipun ia sangat ingin berbagi tentang kehidupan rumah tangga barunya, Ok Taecyeon harus menahan diri. Ia tidak boleh lengah dan membuat hatinya kembali berharap pada wanita yang sudah siap melanjutkan hidup baru tanpanya.

“Oppa, bagaimana kabarmu?” Sera mengangkat bahan pembicaraan paling membosankan. “Kudengar kau sudah menikah, selamat!”

Taecyeon mengangguk tapi senyum di wajahnya lenyap. Ia tidak pernah suka setiap ada orang yang mengingatkan tentang fakta pernikahan barunya. Bisa saja ia berakting menjadi suami yang baik bagi Yoona di rumah, tapi hanya ia lah yang tahu dalam lubuk hatinya yang terdalam, bahwa ia belum bisa menerima kehadiran gadis itu dalam hidupnya.

“Aku mengikuti saranmu.” Balasnya datar.

“Ng, kuharap pernikahan ini jauh lebih indah dari pernikahan kita.” Sera meringis geli pada kata-katanya yang tidak memeperbaiki kecanggungan mereka.

“Aku mengharapkan hal yang sama untukmu.” Balas Taecyeon tanpa berpikir.

“Ne?”

“Dengan Kyuhyun. Kuharap pria itu mencintaimu lebih baik dari caraku dulu.”

Sera menggigit bibirnya bingung, kalau pembicaraan sudah sangat canggung seperti ini, hal apa lagi yang bisa mereka diskusikan untuk memperbaiki situasi?

“Dia terlihat seperti pria yang sangat baik, jauh lebih baik dariku.” Taecyeon melanjutkan kata-katanya. “Aku ciut ketika hal buruk terjadi dalam hidup kita yang sempurna, tapi melihat dedikasinya padamu, kurasa Kyuhyun-ssi bukan tipe pria yang suka melarikan diri dari masalah. Dia setia berada di sisimu dalam kondisi terberat yang harus kau hadapi, jelas pria hebat seperti itu adalah sosok yang pantas mendampingimu, Sera-ya.” Taecyeon mendekat ke ranjang Sera untuk duduk di tepiannya.

Rahang Sera terbuka sedikit, ia sudah cukup mengenal Taecyeon untuk memahami bahwa ini adalah cara tersiratnya untuk meminta maaf atas kekacauan dan pengabaiannya dulu.

“Kita memiliki satu sama lain di masa muda kita yang penuh petualangan.” Taecyeon lanjut bicara, senyum di wajahnya kembali meskipun pandangannya kini mulai dikaburkan air mata. “Tapi sekarang kau bukan gadis itu lagi, kau adalah wanita dewasa hebat yang mengagumkan. Untuk itu, kau membutuhkan pria yang sama hebatnya denganmu, pria yang siap bertanggung jawab dalam melalui segala kesulitan dan kebahagiaan hidup bersamamu. Pria itu bukan aku, namun Cho Kyuhyun.”

“Oppa, mengapa kau terlihat sedih? Lalu mengapa kau bicara seperti itu?”

“Agar kita bisa benar-benar mengakhiri kisah kita.” Air mata akhirnya membasahi wajah kokoh pria itu. “Aku tahu kisah kita sudah berakhir bagimu saat kau mengusirku keluar dari hidupmu waktu itu, namun aku terus menanti teleponmu. Kurasa aku memang pria brengsek, aku berani mengucap sumpah setia untuk memperisteri gadis lain sementara hati kecilku masih berharap pada mantan isteriku.”

“Oppa… uljima…” Sera mengangkat tangannya untuk menghapus air mata di wajah Taecyeon, namun pria itu langsung menepisnya lembut.

“Jangan, jangan buat ini lebih sulit lagi.” Ia memberi sedikit jarak antara mereka. “Aku tidak pantas kau perlakukan dengan baik, Sera-ya.”

Wanita itu hanya bisa menatap nanar, kehilangan kata-kata untuk menghibur mantan suaminya.

“Dengarkan aku, Han Sera.” Taecyeon meletakkan kedua tangannya di atas bahu Sera. “Jangan kau biarkan kisah kita menjadi penghambat untuk meraih kebahagiaanmu di masa depan. Jangan sampai kau menyia-nyikan pria hebat itu karena apa yang kau alami bersamaku.”

“Oppa, mengapa kata-katamu seperti itu?”

“Karena aku sungguh-sungguh ingin melihatmu bahagia.” Tegas Taecyeon. “Aku sudah lalai menjagamu dulu, tapi bukan berarti aku menyalahkanmu atas kisah kita. Aku mengenalmu, Sera-ya. Itulah sebabnya aku mengatakan ini, karena aku tidak mau kau menghukum dirimu sendiri atas kegagalan kita yang dulu.”

“Oppa, kau terdengar seperti orang yang sedang mengucapkan selamat tinggal.” Rengek Sera.

Wajah Taecyeon semakin basah oleh air matanya sendiri. “Kau sudah mengucapkan kata perpisahanmu padaku beberapa bulan yang lalu, saat kau mengusirku keluar dari kamar ini sekaligus juga dari hidupmu.” Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kata-kata perpisahannya. “Sekarang giliranku yang mengucapkannya dan aku tidak mengira rasanya akan sesakit ini.”

Sera bisa merasakan matanya mulai panas, jelas ia terenyuh melihat pria yang pernah dicintainya menangis sesenggukan di depannya.

“Aku berjanji padamu agar kelak menjadi suami yang baik bagi isteriku, aku akan mulai meniti jalan hidup kami dari nol dan aku janji akan berusaha sebaik mungkin untuk mencintainya. Jadi kau juga harus berjanji satu hal padaku.” Tekan Taecyeon.

“Katakanlah.”

“Beri dirimu kesempatan.”

“Ne?”

“Kau pantas bahagia, Sera-ya. Jadi berjanjilah untuk tidak menyabotase kebahagiaanmu sendiri.” Ia menangkupkan kedua tangannya pada kedua sisi wajah Sera sambil membelai rona merah pipi Sera dengan kedua ibu jarinya. “Priamu di luar pintu mungkin akan menghajarku habis-habisan setelah ini, tapi aku sungguh tidak bisa menghindar dari pesonamu, maafkan aku untuk yang terakhir kalinya.”

Jantung baru Sera rasanya siap meledak melihat mantan suaminya semakin mendekat padanya, tapi wanita itu hanya terpaku karena terlalu shock dengan tindakan Taecyeon berikutnya.

“Selamat tinggal, Han Sera.” Ia berbisik parau sambil terus mendekatkan wajah mereka.

Taecyeon menghapus jarak diantara mereka sementara bibirnya menyapu lembut bibir merah Sera. Ciuman perpisahan yang ia berikan berlangsung sangat singkat, namun merupakan ciuman yang akan selalu terkenang dalam hati mereka selamanya.

tbc…


author’s note:

Oke ini ff sudah mau selesai, akan ada sequelnya dan mungkin NC-special 1 part doang karena aku pribadi ngerasa romancenya KyuRa ini belum dimulai sepenuhnya hahaha dan dari semua pairing yang pernah aku buat, Han Sera ini spesial untukku karena bisa dibilang POR adalah jembatan saat aku mulai belajar bikin FF dengan agak sedikit lebih serius (ini FF kedua yang aku buat seumur hidup setelah After A Long, Long While)

Sebagai author, jelas aku punya banyak kekurangan. Salah satunya adalah yang banyak aku temui di bagian komen “keluarganya ke mana?”

Nah, biar aku jelaskan…

Pertama, dari awal aku sudah mengindikasikan bahwa ayah Sera mengancam untuk nyoret nama Sera dari KK mereka (hal yang biasa terjadi di Korea), jadi bagi yang masih menanyakan masalah keluarga, mohon maaf, ini kecacatan besar dari cerita ini.

Kedua, Sera juga sudah tidak punya nyali dan muka untuk nemuin orang tuanya. Kalau mendalami karakter Sera yang diam-diam strong tapi nyalinya sering ciut, dari awal dia milih untuk meninggalkan orang-orang terdekatnya, demi tidak ‘dikasihani’ (ada di part 5 kalau nggak salah, pas dia curhat ke Kyuhyun). Kyuhyun patuh sama permohonan Sera, sedangkan Taecyeon udah tau sendiri kan karakternya sebagai si abang plin-plan yang nggak bisa tegas, mau ngarepin apeeee dari si masnya?

Ketiga, orang tua Sera tidak tinggal di Seoul. Jadi memang kemungkinan papasan di jalan atau apapun itu nggak akan terjadi.

Terakhir, memang aku pengen fokus ke tokoh utama. Ini kekuranganku sebagai author yang masih aku coba poles sampai detik ini. Aku benci drama keluarga yang berlebihan–ya kalau mau drama2 rebutan harta warisan, nonton drakor aja deh sampe eneg, pusing kalau baca di FF yang terlalu banyak tokohnya (aku sih pusing, tapi kalau kalian nggak pusing berarti kalian jagoan! ^^)–jadi mohon maaf sekali lagi atas kecacatan pada karya ini di bagian itu.

Udah… sekian aja penjelasannya (panjang juga ternyata), kalau masih mau dibantai juga aku pasrah saja… hahaha

thanks for reading~~ muah muahh :* :*

Advertisements

84 thoughts on “Piles of Regrets – 16 [Chance]

  1. lim zhu qi says:

    Hai, teman…
    Kita seumuran, status dn pekerjaan sama…
    hehe…
    cerita bu dosen, maaf harus cut cz tlalu sibuk, hehe…
    tp pas pgn nerusin, ko malah tgoda dg ff ini, hehe…
    akirnya shari bs end,,,
    oh baiklah,,,
    scara garis besar tulisanmu sungguh keren, isi ceritanya kena bgt, bahkn smpe nangis pas kyu ninggalin sera, maaf cz tlalu cengeng, hehe…
    cman part ini ak kurg suka, kyu kurg profesional, sbg pngacara dy hrus bs tutup mulut, xixi…
    smoga kdepanny kyu bs tutup mulut jgn tgoda dg rengekan sera, okay…

    sera, cepet sembuh ya…
    kebahagiaan menantimu, jodoh sebenarnya ad ddepan mata…
    okay!!
    GWS SERA…

    Like

  2. MarooKyu88 says:

    Heher…jujur aja aku juga mau nulis gitu. Tp dr pengalaman baca ff yg ols, di mana fokus ma tokoh utamanya saja.

    Tapi masa taec nggak ngasih tahu ke ortunya sera,walau bagaimana mereka juga pernah jd mertuanya. Menantu nggak peka. Harus nya bilang ttg keadaan dan penyakit yg sera derita.

    Baca semua karya kaka nambah banyak pengetahuan. Dr ff Ols dan Ss dan yg ini(Por). Karena detail bangef penjabaran sama hal-hal yg terkait.

    Andai belum tahu profesi penulisnya. Mesti ahhh…ini pasti penulisnya seorang arsitek…ahhh…dan ternyata penuliznya psikiatr…ehhh…dokter juga boleh.

    Ternyata eh ternyata Beliau adslah seorang dosen muda yg hebat.
    Kaka Jjang !!!

    Dan lagi alangkah baiknya kalo eommanya kyu nongol walau satu part.

    Maaf ya ka…

    Apapun itu aku suka.

    Semangat Berkarya !!!!

    FightinG !!!

    Liked by 1 person

    • ssihobitt says:

      Kamu penggemar banyak tokoh yang musingin ya?? Hahaha ntar di sequel si tante banyak nongol kok… 😝
      Asli sumpah, maaf banget, aku tuh paling gabisa bikin cerita tokohnya kebanyakan, ilang fokus 😂😂😂😂

      Like

  3. Hana choi says:

    Kyuhyun cemburu ga ya? Gimana kalau kyuhyun ngeliat taecyeon nyium sera atau yg lebih parah yoona yg liat. Semoga ga ada hal” yg membuat mereka bertengkar deh. semoga kyuhyun sama sena bisa cepet menikah deh

    Liked by 1 person

  4. utusiiyoonaddict says:

    part 15 kelewat komen na ka mian, hehe
    duh si okcat tambh nyebelin ajin si bang pake nyium“ sgala gak bisa jga perasaannye kyu bgt si bang, perpisahan gk usah pake gtu“ jg kali bang, (kalo tau unni kesayangan aku yg dmen bgt ama okcat bisa jd aku d cincang gegara komentar tntang okcatnya begitu haha) duh yoonaku nya ternistakan, haeppaaaa (eh)

    Liked by 1 person

  5. Shinn says:

    Anni eonni menurutku ffnya udah keren,keren banget malahan 💖

    Akhirnya sera nyatain cintanya ke kyuhyun😍,akhirnya kyuhyun dengerin langsung dari sera setelah lama nunggu lama sera bertahun-tahun nggak sia-sia hihi.

    Yakk taecyeon main nyium sera sembarangan aja,gimana nanti kyuhyun tahu?dasar padahal kyuhyun udah baik hati ngizinin buat jenguk sera,ngomong berdua aja pula sama sera😒

    Liked by 1 person

  6. omiwirjh says:

    Perpisahannya pakai ciuaman waaduhh kyuhyun lihat ga yaaaa. Perjuangan sera luar biasa yg lebih luar biasa lagi kyuhyun. Semua udah beres di part ini tinggal end nya ajaaa. Part selanjutnya mungkin bisa lihat hala hal yg jauh lebih manis

    Like

  7. Dewi N says:

    Aku sempet mikir horor loh Ka, soal donor Jantung yang tiba-tiba muncul.
    Jangan -jangan karena Taec masih lope lope sama Sera, dia sampe rela bunuh orang dan jantungnya buat Sera? Pikiran aku horor banget. hahaha..

    Kyuhyun menjelma jadi malaikat yang sebenarnya!! Yey!! Tapi liat aja klo sampe dia ngeliat adegan terakhir. Huurr nyesek gak tuh? XD jahat

    Penantian yang manis, Kyuhyun akhirnya sama Sera!!

    Liked by 1 person

  8. elfishyvil says:

    Lega banget karena sera dan taecyeon benar2 udah saling terbuka tentang perpisahan merea dan siap menerima org baru sebagai pasangan masing2 untuk melanjutkan hidup… terharu banget nih thor… daebak..

    Liked by 1 person

  9. Melsyana says:

    Aku sependapat dg kk, kalau misalnya keluarga masing” dari cast ikutan juga diceritakan, pasti itu membingungkan dan terlalu dramatis. Kalau gak ayahnya yg gak ngasih restu pasti ibunya, atau kebalikannya. Atau ceritanya gak ada habis”nya tentang keluarga dan itu banyak melibatkan cast dari berbagai pihak.

    Aku aja baru tahu kalau gak ada lagi cerita mengenai keluarga di part ini setelah membaca curhatan kk di akhir cerita.
    Dan juga, dari awal aku membayangkan kalau taecyeon itu siwon biar feelnya dapat gitu. Soalnya kalau siwon yg jadi rival kyu, cocok aja gitu. Kan siwon dg taecyeon gak beda jauh dari segi fisik, kecuali lesungnya(maybe).

    Dari kemarin aku mau baca ff kk yg one last shot, tapi gak jadi” karna keseruan baca ff ini. Dan akhirnya aku tuntas kan dulu ff ini baru balik lagi ke ff one last shot :D. Kalau aku gak tergoda dg ff kk yg lain :D.

    Oh ya, sampai lupa komentarnya mengenai ff ini.
    Back to story.
    Untung operasi sera berjalan dg lancar, kalau gak- aku gak bisa bayangi perasaan kyu yg kehilangan dan patah hati untuk yang ke sekian kalinya.

    Wah,…, adegan terakhir kayaknya bikin jantungan. Kenapa juga taecyeon meng-kiss- sera?
    Apa kyu melihatnya?
    Gak bisa dibayangkan kemurkaan si evill melihat pacarnya diberi ‘hadiah’ yg tak diduga oleh mantan suami sera.

    Mudah”an aja taecyeon selamat pulangnya. Dan sera juga selamat dari kemurkaan kyu, walau dia menjadi korban dari aksi taecyeon yg tak terduga.

    Liked by 1 person

  10. Goldilovelocks says:

    PETJAAAAAAAHHHHGG HUHUHU HAAAAAHHH HIKSHIKSHIKS antara bahagia karena Sera akhirnya hidup normal kembali dan sedih atas ucapan terakhirnya Taeeeeeeccc oppa ganteng sini dateng ke rumah aku kasih vivicu sini biar gak syediih huwaaaahh nyesek bgt jadi dia…. harus hidup sama perempuan yg dijadiin istrinya dan hrs terima kenyataan kalo mantan istrinya sudah hak milik orang lain. Hiks… bangganya aku dia ngebujuk Sera utk gak menyabotase dirinya. Dia pengen Sera bahagia sama Kyuhyun. Kurang sempurna apalagi kamu baaang selain fakta selalu lari dari masalah??? Huwaaaa aku lope lope sama kamu yg udah mau ngerelain Sera utk Kyuhyun. Jangan sampe kamu abis ini kena kanker hati karena trus”an mendem rasa sakitnya ditolak *eh?* kamu berbahagialah sama Yoona, aku doain cepet dpt momongan biar KyuRa bisa cepet nyusul married. HA! 😂😂😂

    Liked by 1 person

  11. KartikaApriya says:

    Ye akhirnya sera sembuh tinggak perawatan dan pengawasan dri dokter akhirnya diabebas dri rumah sakit😉😉
    Kyuhyun jngan cemburu liat sera klo liat mereka yaa jngan lari lagi ….

    Liked by 1 person

  12. Alea says:

    Sera benar-benar udah sembuh. Dan Taec beneran brusaha yang terbaik buat Sera secara diam-diam. Cho, jaga emosi ya. Itu terakhir Sera ama Taec kok. Taec juga udah ngucapin perpisahan ke Sera

    Liked by 1 person

  13. Dyana says:

    Finally, jantung itu memberi nafas baru untuk Sera… Senangnya…
    Sblum2nya aku rada kesel kalau bangTaec muncul mau ngapain lagi coba dia, merusak suasana aja, tp di part ini menurutku dia emang harus muncul untuk mengakhiri cerita masalalu mereka dan memulai hidup baru, Sera pantas mendapatkan namja sehebat Kyuhyun, dan Taecyeon, ayolah bang… di sampingmu ada bidadari secantik Im Yoona, maka jalani saja keberuntunganmu itu dengan sepenuh hati…
    Ff nya keren, aku gak punya keluhan apapun dari part awal sampai part ini, karena menurutku ceritanya udah bagus gini, emang bakalan ribet kalau munculin keluarga2an, dan akan terasa membosankan. Kalau ini mah fokus sama tokoh utama, passs…
    Daebakk Authornim…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s