Piles of Regrets – 15 [Warned]

 

 

24

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

Dokter Song cukup terkejut menemui Cho Kyuhyun sudah duduk manis menunggu di depan ruang praktiknya pagi-pagi sekali. Han Sera baru diizinkan pulang sekitar dua minggu yang lalu, tapi pria ini justru sudah menemuinya sebelum jadwal check-up yang direncanakan. Hati dokter Song sedikit mencelos, ia sungguh berharap pasien favoritnya itu tidak mendapat masalah yang mengkhawatirkan.

“Sebelum kau bertanya-tanya, biar kupastikan bahwa kondisi Sera baik-baik saja.” Kyuhyun menyambut dokter Song sopan sambil membungkuk.

Dokter Song mempersilakan Kyuhyun masuk ke dalam ruang praktiknya dengan perasaan lebih lega. “Lalu mengapa aku mendapat kunjungan darimu pagi-pagi sekali, Kyuhyun-ssi?”

“Aku punya beberapa pertanyaan tentang prosedur donor jantung.”

Keduanya sekarang duduk saling berhadapan, dokter Song menyalakan layar komputernya untuk menunjukkan file Sera yang ia simpan di dalamanya. “Hmm, sejauh apa kau ingin tahu?”

“Apakah ada kemungkinan penolakan organ, atau mungkin komplikasi berikutnya seandainya operasi transplan itu sudah berlangsung?” Tanyanya tanpa basa-basi.

Dokter Song membuka seluruh file Sera yang ia miliki, kemudian mengarahkan layar pada Kyuhyun agar pria itu bisa ikut membaca isi dokumen yang ia simpan. “Kau lihat ini, ini adalah serangkaian tes yang harus dilalui setiap aplikan donor. Seperti yang bisa kita baca: ukuran jantung, golongan darah, resus, alergi, kandungan lemak dalam darah, bahkan kebiasan buruk jika mereka perokok aktif—semua dicatat dengan teliti sebelum aplikan dinilai layak untuk menerima donor. Harus kuberitahu, tidak semua aplikan bisa dinilai layak, terutama jika ada kebiasaan buruk atau sejarah obesitas. Mengapa demikian? Karena di dunia medis, kami mengutamakan keselamatan pasien selepas transplansi.”

Kyuhyun membaca chart Sera dengan teliti sambil mendengarkan keterangan dokter Song.

“Contoh nyatanya, seorang resipien yang ‘bersih’ akan mendapat daftar urutan lebih atas dibandingkan resipien dengan sejarah diabetes, obesitas, atau mantan perokok aktif. Bank donor juga menolak memasukkan resipien ke dalam daftar jika dinilai akan ada penolakan organ atau komplikasi medis yang menyertai setelah transplan dilakukan—misalnya alergi, penggumpalan darah atau serangan stroke.”

Perhatian Kyuhyun kembali pada dokter Song. “Aku pernah membaca dan mungkin aku terlalu banyak menonton drama medikal,” sergahnya, ia tidak mau jujur untuk bilang kekhawatirannya datang dari mimpi buruk yang masih menghantuinya. “Bahwa ada kemungkinan penngumpalan darah pasca operasi dan itu beresiko dengan serangan stroke instan. Aku ingin tahu apakah hal itu mungkin terjadi pada Sera?”

Dokter Song mengangguk. “Selalu ada kemungkinan itu, pernah ada kasus demikian sebelumnya sehingga sekarang kami juga menuliskan resep pengencer darah pada setiap pasien pasca transplansi. Selama Han Sera mengikuti prosedur dengan baik, meminum seluruh obatnya, serta tetap melakukan physiotherapy mingguan yang kami jadwalkan, kecil kemungkinan itu akan terjadi.”

Sedikit kelegaan muncul dalam hati Kyuhyun. Setidaknya sudah ada langkah pencegahan dari para dokter, sehingga ia bisa merasa lebih tenang.

“Tapi Han Sera baik-baik saja dua minggu ini, bukan?” Dokter Song bertanya pada Kyuhyun.

Pria itu tersenyum dan mengangguk. “Mood Sera jauh lebih baik ketimbang saat ia terkurung di dalam rumah sakit. Sejujurnya aku merasa lebih tenang kalau dia tetap dirawat di sini, karena jelas pertolongan pertama untuknya akan lebih mudah diberikan. Tapi melihat ekspresinya saat keluar dari tempat ini, kurasa wanita itu memang sudah sangat jenuh dengan bau steril rumah sakit.”

Dokter Song tersenyum lembut. “Kau tidak tahu saja, semurung apa Han Sera saat ia dirawat terus-terusan di sini. Aku menangani kasusnya sejak awal, jadi aku benar-benar melangkah bersamanya melewati berbagai serangan yang muncul. Tidak ada yang datang untuk menyuport Sera dulu, sehingga kami para dokter harus terus memompa semangat hidupnya. Jadi kumohon, teruslah lakukan apa yang sudah kau berikan untuknya, bahkan di masa dia mengalami tantrum karena penyakitnya, teruslah menyemangati Han Sera.”

“Ne, aku pasti akan terus melakukan itu.” Kyuhyun mengangguk mantap. “Aku sudah mengganggu pagi harimu yang tenang, sekarang aku akan pamit untuk ke kantor.” Pria itu bangkit sambil membungkuk sebelum beranjak keluar dari ruang praktik.

Dokter Song bangkit untuk mengantar Kyuhyun, “Kyuhyun-ssi. Jika kondisi emosional ini terlalu berat untuk kau tanggung sendiri, kau bisa berdiskusi denganku atau dokter Kim. Kami selalu siap memberikan support moral untukmu.” Ia menepuk bahu Kyuhyun pelan.

“Terima kasih, dokter Song. Untuk segalanya.” Pria itu menghela napas panjang sebelum benar-benar meninggalkan ruang praktik.

*

Selama tinggal di rumah Kyuhyun, Sera sudah menyesuaikan diri dengan kegiatan rumahan yang selama ini selalu dilakukannya, hitung-hitung ia seperti sedang menjalani peran seorang isteri gadungan yang sudah lama tidak dilakoninya. Wanita itu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan bagi mereka, ia juga akan membantu membereskan perabot, menyapu sedikit—hanya itu kegiatan yang diizinkan Kyuhyun untuk membuat fisik Sera tetap bergerak, lalu di siang hari Sera menonton televisi atau membaca buku selama menunggu kekasihnya pulang. Biasanya pada jam makan siang seorang pekerja sosial akan datang untuk memeriksa keadaan Sera, hal ini adalah prosedur standar bagi pasien dengan alat LVAD yang terpasang pada tubuh mereka. Wanita itu menurut dan pasrah saja dengan kondisi ini, asalkan ia boleh tinggal di luar rumah sakit yang memuakkan itu.

Siang itu Sera sedang membolak-balik buku resep yang dipinjamkan ibu Kyuhyun ketika bel rumah berbunyi. Wanita itu melirik sekilas pada jam dinding untuk segera menyimpulkan bahwa yang datang mengunjunginya pasti pekerja sosial harian yang dijadwalkan untuk memeriksanya. Ia sudah cukup terbiasa menyambut orang asing yang siap memeriksa dirinya, karena  pekerja sosial yang diutus setiap hari selalu berbeda—Sera dan Kyuhyun cukup bingung dengan fakta ini, karena akan jauh lebih praktis jika satu pekerja sosial ditugaskan untuk fokus pada pasien-pasien spesifik saja.

Sera berjalan menuju ruang depan tanpa mengintip pada layar kecil yang biasanya manampilkan wajah tamu yang datang, ia membukakan pintu dan segera saja wanita itu memaksakan senyum janggal saat matanya bertemu dengan pekerja sosialnya untuk hari ini.

“Han Sera-ssi? Selamat siang, hari ini aku spekerja sosial yang dikirimkan ke rumahmu. Kebetulan hari ini shift-ku.” Gadis muda itu membungkuk canggung. “Perkenalkan, namaku Im Yoona.”

Sera balas membungkuk sebelum mempersilakan gadis itu masuk.

Dengan canggung Sera menuntun langkah mereka menuju ruang tengah, mempersilakan Yoona duduk kemudian menawarkan minum—yang ditolak dengan sopan oleh gadis itu.

Tanpa menunggu lama, Yoona segera mengeluarkan peralatan standart untuk memeriksa kondisi Sera sembari mengeluarkan lembar chart yang harus diisinya untuk dilaporkan ke rumah sakit setiap hari.

Dalam hati, Sera tidak bisa menahan tawa sinis dalam kepalanya sendiri. Pasti Tuhan sedang bosan sekali hari ini sampai menciptakan lawakan yang sangat tidak lucu untuk menghibur diriNya sendiri. Sera mengamati gadis rupawan di depannya, dengan segala keanggunan dan kecantikan yang melekat dalam pesonanya yang tenang, pasti isi kepala gadis ini juga brilian, belum lagi dengan hatinya yang mulia karena ia mengabdikan dirinya sebagai dokter untuk menolong orang lain. Sera jamin Ok Taecyeon merasa sebagai pria yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan Im Yoona selepas perceraiannya dengan Sera.

“Aku akan memulai prosedur dengan memeriksa tekanan darahmu, ne?” Yoona melingkarkan ban alat pengukur tekanan darah di lengan atas Sera sebelum mulai mengisi tekanan ban dengan pompa kecil di ujungnya.

Sera diam saja, namun wanita itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kilau yang mencuri perhatiannya pada jemari Yoona. Sebuah cincin berlian dan sebuah cincin kawin melingkar bertumpukan di jemari manis tangan kanan Yoona.

Wanita itu menggigit bibirnya keras-keras untuk menyamarkan rasa pilu samar yang muncul dalam hatinya. Ia kesal dengan dirinya sendiri yang masih terpengaruh dengan fakta bahwa Taecyeon mengikuti sarannya untuk lanjut menikahi Yoona. Ia marah karena meskipun ia tahu telah melakukan hal yang benar, Sera masih belum bisa menghapus rasa sesak dalam hatinya saat ia menatap gadis di depannya ini.

Tapi apa yang diputuskan Sera saat itu keputusan yang paling sempurna untuk banyak pihak: Taecyeon tidak perlu hidup dalam rasa bersalahnya, Yoona tetap mendapatkan pria dan pernikahan yang dijanjikan, Kyuhyun tidak perlu lagi tersakiti karena keegoisan Sera, dan Sera—memang ia merasa pantas menanggung seluruh rasa sakit yang dialaminya sekarang. Setidaknya dengan mengikuti nalarnya, Sera sudah menyelamatkan tiga manusia lain dari rasa sakit hati yang siap menghantui hidup mereka.

“Tekanan darahmu normal.” Simpul Yoona sambil melepaskan ban tadi dari lengan Sera. “Sekarang aku akan memeriksa luka operasi serta perban kabel LVADmu.” Lanjut Yoona meneruskan prosedur berikutnya.

Sera menghela napas panjang. Memang ini hal harian yang dilakukan pekerja sosial yang datang memeriksanya, tapi ceritanya berbeda kalau yang memeriksa luka jelek Sera itu adalah isteri baru dari mantan suaminya. Dengan enggan Sera mengangkat kaos kebesarannya dan membiarkan Yoona memeriksa luka-luka jahitan operasi pada tubuhnya.

Wanita itu tidak bisa menyembunyikan perasaan malu dan minder di hadapan gadis yang mempesona itu. Boleh saja Sera terlihat cantik dari luar, namun seluruh tubuhnya sudah penuh dengan berbagai luka operasi, jahitan, bahkan kabel LVAD yang sekarang sudah menjadi bagian dari tubuhnya. Pada tulang dadanya, terdapat luka operasi besar open heart yang pertama kali dilakukannya, pada rongga perut kiri di bawah diagfragmanya terdapat luka yang harus terus dijaga kesterilannya karena dari situlah kabel LVADnya menggantung keluar dari dalam rongga thorax Sera, pada perut bagian bawah Sera juga terdapa bekas jahitan C-section yang ia jalani untuk mengeluarkan janinnya yang gugur dulu. Sudah lama sekali Sera tidak sudi memandang tubuhnya di depan cermin, dan sekarang justru ia harus memamerkan semua itu di hadapan Yoona. Seumur hidup, belum pernah Sera merasa ditelanjangi seperti ini dan ia harus berjuang keras untuk menahan emosi dan kebencian pada dirinya sendiri sekarang.

“Kau merawat lukamu dengan sempurna, tidak ada indikasi infeksi sama sekali.” Yoona menarik turun kaos Sera untuk menutup tubuhnya yang terekspos. Gadis itu kemudian mencoret-coret chart Sera sambil mencacat laporan hariannya.

Han Sera terduduk diam, matanya masih sibuk mengamati gadis yang nampak sangat sempurna ini di hadapannya. Ia tidak sanggup memandang pesona Yoona terlalu lama, semakin intens ia melihatnya, semakin ia membandingkan dirinya yang hancur dengan gadis itu—semakin pilu pula perasaannya.

“Baiklah, sekarang bagian terakhir dari pemeriksaan.” Yoona memecah keheningan di antara mereka. “Aku akan menanyakan beberapa pertanyaan rutin, harap dijawab sejujurnya Han Sera-ssi.” Yoona menggeser duduknya untuk menatap wajah Sera dengan lebih nyaman.

Sera mengangguk, ia juga sudah hafal dengan urutan prosedurnya. Setidaknya setelah acara tanya-jawab ini, kunjungan pekerja sosial akan segera berakhir.

“Apakah kau merasa mual dan pusing hari ini?” Tanya Yoona.

“Tidak.”

“Bagaimana dengan nafsu makanmu?”

“Baik-baik saja.” Jawab Sera singkat.

“Apakah ada rasa sakit dalam organ internalmu?”

Memandangmu cukup membuat hatiku sakit. “Tidak ada.” Balas Sera mengabaikan kalimat sinis yang melintas di kepalanya.

“Dari skala satu sampai sepuluh, berapa tingkat ketidaknyamanan alat LVADmu?”

“5. Tapi memang tidak pernah lebih tinggi dari itu, tidak nyaman membiarkan sebuah mesin mendikte hidupmu.”

Yoona tersenyum kecil sebagai upaya untuk menyemangati Sera. “Pertanyaanku sudah selasai.” Gadis itu mulai merapikan peralatannya kembali ke dalam tas. “Apa ada yang bisa kulakukan untukmu siang ini, Sera-ssi? Mungkin kau perlu bantuan untuk membasuh tubuh atau menyiapkan sesuatu?”

Biasanya Sera akan meminta tolong pekerja sosialnya untuk urusan berbersih diri, karena ia masih tidak mengzinkan Kyuhyun melakukan itu untuknya. tapi siang ini Sera menggeleng, dalam hati mengutuk ketidakberdayaannya yang terlihat sangat mengenaskan. “Nanti ibuku akan datang untuk membantuku.” Ujarnya berbohong demi menyelamatkan sisa-sisa harga dirinya. “Terima kasih.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan pamit, karena masih ada tiga pasien lain yang harus kukunjungi.” Yoona bangkit dari sofa ruang tengah dan segera melangkah menuju pintu depan.

“Yoona-sii?” Sera memutuskan untuk melakukan apa yang selama ini sudah ia tunda. “Bisakah kita bicara sebentar? Bukan urusan medis.”

Yoona melirik arloji kecil yang melingkar di lengannya, berharap bisa mencari alasan untuk tidak melakukan pembicaraan yang sudah tertebak ke mana arahnya.

“Tidak akan lama, ne?” Sera mengangkat alisnya seolah memohon kesediaan Yoona.

Gadis itu mengangguk singkat. “Apa yang ingin kau bicarakan, Sera-ssi?”

Han Sera langsung membungkuk Sembilan puluh derajat ke arah Yoona. “Pertama-tama, terima kasih karena waktu itu kau sudah menyelamatkan nyawaku saat aku anfal.”

“Sudah kewajibanku sebagai seorang dokter untuk melakukannya, Sera-ssi.” Yoona membungkuk balik pada Sera.

“Lalu aku juga ingin meminta maaf karena sudah mengacaukan upacara pernikahanmu saat itu. Aku tidak bermaksud untuk melakukannya, aku hanya ingin pergi ke café di dalam hotel itu saat tanpa sengaja—”

“Tidak apa-apa, Sera-ssi. Kami sudah mengatur ulang hari pernikahan kami.” Tanpa sadar Yoona mengangkat tangan kanannya dan mengulurkan ke arah Sera. “Seperti yang bisa kau lihat sendiri, kami tetap menikah beberapa minggu setelah kejadian itu, jadi tidak perlu merasa bersalah lagi.”

Yeah, aku sudah melihat gemerlap cincin di jarimu tanpa perlu kau sodorkan ke wajahku seperti itu. Hardik Sera dalam hati. “Ah, kalau memang begitu akhirnya, aku sungguh merasa lega.” Ujar Sera sambil menggigit bibirnya gugup.

“Apa masih ada yang ingin kau bicarakan, Sera-ssi?”

Sera menatap Yoona dengan pandangan kosong sambil menggeleng pelan. “Aniyo, itu saja. Terima kasih atas waktunya.” Ia ikut beranjak untuk mengantar Yoona ke pintu depan rumah Kyuhyun, menunggu gadis itu selesai memakai sepatunya sebelum berpamitan.

Gadis itu tiba-tiba berhenti saat sudah mendekati pintu keluar, ia berbalik dan menatap Sera dengan tatapan tajam yang belum pernah ia tampilkan sebelumnya. “Sera-ssi, kalau tidak keberatan, tolong jangan menampilkan batang hidungmu lagi di hadapannya. Aku sudah menerima fakta bahwa kalian pernah menikah, jadi kumohon menjauhlah dari hidup kami.” Yoona menatap Sera semakin sinis. “Pria itu suamiku sekarang, kuharap kau sadar di mana posisimu.”

Mata Sera terbelalak kaget, karena gadis manis itu tiba-tiba bertransformasi menjadi seorang wanita dengan lidah tajam yang sinis.

“Menjauhlah dari kehidupan kami.” Tegas Yoona sekali lagi. “Selamat siang.”

Sera hanya bisa mengerjap beberapa kali sampai Yoona menutup pintu depan di hadapannya. Apa yang baru ia dengar barusan? Peringatan kah? Atau ancaman? Yang jelas Sera merasa matanya memanas seiring dengan pandangannya yang mulai kabur dengan air mata.

Wanita itu terisak pelan. Ia tidak perlu konfrontasi semacam itu dari Yoona, ia sudah tahu di mana posisinya. Sera dengan sukarela sudah merangkak ke dalam gua kegelapan di mana hidupnya bernaung sekarang, ia sudah menjauh dari dunia Taecyeon lama sebelum hari ini—ia tahu diri. Isakan Sera semakin kencang, ia sudah menahan keinginannya untuk menangis sejak Yoona memeriksa tubuh jeleknya yang penuh luka barusan—dan hanya diperlukan kata-kata pamungkas sinis dari bibir gadis itu untuk benar-benar melumpuhkan pertahanan terakhir Sera.

*

Kyuhyun mengetuk pintu kamar Sera pelan sepulangnya dari kantor, ia membelikan sekotak donat untuk wanita itu sebagai kompromi atas makanan membosankan tanpa rasa yang harus Sera makan setiap hari. Yang membuatnya heran, Sera tidak menyambutnya seperti biasa. Alih-alih menemukan Sera, ia justru melihat gulungan selimut tebal di samping jendela besar kamar Sera yang menghadap ke taman.

“Han Sera, aku sudah pulang.” Ia menaruh kotak donat di meja sebelum menghampiri onggokan selimut yang ia tahu menjadi tempat Sera menyembunyikan diri sekarang. “Mengapa kau selimutan di situ? Kau kedinginan? Atau sakit?” Ia menarik turun selimut di atas kepala Sera lalu menatap wajah datar dengan tatapan kosong Sera.

tumblr_o2kki7usx51r1ed5mo1_500

Gambar milik Park Sora by Stylenanda

Wanita itu bangkit dari tepi jendela dan langsung melingkarkan lengannya di seputar pinggang Kyuhyun, kemudian Sera berjinjit sedikit sebelum menenggelamkan wajah di lekukan leher pria itu untuk menghirup aroma khas pria yang selalu mampu menenangkannya itu.

“Kau merindukanku?” Kyuhyun tersenyum kecil sambil membalas pelukan Sera.

Wanita itu mengangguk dan mempererat pelukannya. “Kau tidak bisa membayangkan serindu apa aku padamu hari ini.”

“Haruskah aku mengambil cuti?” Tawarnya.

“Jangan, aku hanya merasa sangat kesepian siang tadi. Hariku cukup buruk.” Sera melepas pelukannya dan kembali duduk di tepi jendela.

Kyuhyun ikut duduk di samping wanita itu. “Ng, apa yang terjadi?”

Sera menyeringai sinis sambil mempertimbangkan apakah ia akan menceritakan harinya pada Kyuhyun atau tidak, tapi karena Kyuhyun adalah orang terdekatnya, maka ia tidak merasa keberatan berbagi pikiran terkotornya sekali pun. “Tebak siapa pekerja sosial yang diutus datang hari ini.”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, jika menilai dari ekspresi Sera, sepertinya yang datang adalah orang yang dikenal mereka—dan hanya dua orang yang bisa merusak mood wanita itu sekarang. “Mana mungkin mantan suamimu yang datang, dia kan tidak punya sertifikat perawat—ah, kurasa aku tahu—Im Yoona?”

Sera mendengus sinis untuk mengkorfirmasi. “Gadis itu datang dengan anggunnya ke sini. Melakukan semua prosedur pemeriksaan harian untuk memastikan aku baik-baik saja. Bagian terburuk tentu saja saat ia memeriksa luka-luka jelekku.” Suara Sera semakin parau. “Aku belum pernah merasa bagai seekor itik buruk rupa separah yang kualami siang tadi.”

“Ya! tidak ada yang bilang kau itik buruk rupa.”

“Aku tahu, tapi seperti itulah perasaanku.” Sera menggelengkan kepalanya cepat untuk menghapus pikiran negatif tentang dirinya sendiri. “Lalu gadis itu menegaskan tentang pernikahan mereka, aku sudah tidak kaget tentang itu tentu saja. Yang membuatku merasa seperti sampah adalah permintaannya sebelum ia pergi—agar aku tahu diri dan tahu di mana posisiku, agar aku tidak mengganggu hidup mereka.”

Kyuhyun meraih tangan Sera untuk menenagkan emosi yang mulai terdengar kentara dari nada bicaranya.

“Aku… aku kesal, Kyu. Aku tidak pernah berniat mengganggu hubungan mereka, aku sudah menjaga jarak bahkan aku tidak pernah menghubungi pria itu sama sekali. Mengapa aku masih dicap sebagai mantan isteri pengganggu rumah tangga orang lain.” Sera menarik napas dalam, mencoba untuk tidak menangis lagi sore ini.

Sejujurnya Kyuhyun selalu salah tingkah kalau sudah berurusan dengan masa lalu Sera dengan Taecyeon. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri yang jelas merasa cemburu perihal pernikahan mereka, namun di satu sisi juga Kyuhyun paham bahwa Sera sedang melalui tahapan wajar dari orang yang sedang merasa dalam posisi terburuk dalam hidup mereka.

“Syukurlah kau membawa donat.” Sera mengalihkan pembicaraan sembari bangkit untuk mengambil kotak donat dari meja untuk di bawa ke tepi jendela. Dengan gesit ia mengambil satu donat dan menggigitnya. “Alihkan pikiranku, Kyu. Ceritakan tentang harimu.”

Kyuhyun menepuk tempat kosong di sampingnya agar Sera duduk kembali di dekatnya. “Hari ini aku harus berurusan dengan seorang klien yang sangat aneh.”

“Aneh karena?” Sera duduk di samping Kyuhyun dan mulai mengunyah donatnya dengan mood sedikit lebih baik–memang makanan manis adalah kunci kebahagiaan wanita itu.

“Jadi sang isteri menuntut cerai suaminya dengan alasan terkonyol yang pernah kudengar sepanjang aku menjadi pengacara perceraian—suaminya selalu lupa menurunkan dudukan toilet.” Terang Kyuhyun.

Sera menelan donat di mulutnya sebelum memberi tanggapan. “Kau bilang itu aneh? Dalam sebuah pernikahan itu masalah besar.”

“Masalahnya, mereka sudah menikah selama dua belas tahun, mereka punya dua anak, pria itu juga selalu menafkahinya dan tidak pernah meninggalkan—”

“Maksudmu, kau mencurigai klien wanitamu ini berada dalam sisi yang salah?” Potong Sera.

Pria itu menggaruk kepalanya. “Aish, ini kan hal konfidensial klienku, tidak seharusnya aku cerita padamu.”

“Ey, aku tidak akan mengadu pada siapa-siapa. Ayolah, beritahu aku lebih detil. Mendengar pernikahan orang lain hancur gara-gara masalah dudukan toilet jelas membuatku merasa jauh lebih baik tentang pernikahanku yang gagal total.” Sera terkekeh sinis.

Kyuhyun ikut tertawa, pria itu benar-benar menghargai cara Sera yang selalu lihai mengalihkan topik pembicaraan sensitif menjadi sebuah bahasan yang lebih menyenangkan.

“Aku akan menyelidiki dari sisi wanita itu jelas.” Ujar Kyuhyun. “Aku harus memastikan dia tidak berselingkuh, atau menyembunyikan aset illegal, atau mungkin dia diancam. Intinya bukan karena aku menyalahkan klienku, namun jika alasannya lebih dalam dari sekedar aduan konyol itu, aku harus siap melindungi klienku dari tuntutan balik suaminya.”

Sera kembali menggigit donat di tangannya. “Boleh kuberi opini sedikit? Dari sisi pandang seorang wanita yang pernah menikah?”

“Tentu saja.”

“Aku rasa klienmu itu tidak salah sama sekali, ia innocent. Bisa jadi kasus dudukan toilet itu adalah masalah lama yang sudah menjadi kebiasaan. Awalnya dibiarkan namun ketika sebuah masalah kecil dipendam terus-menerus, hanya perlu sedikit pancingan hingga emosinya meledak. Mungkin alasan sebenarnya bukan karena dudukan toilet, tapi aku percaya benda itu yang menjadi pemacunya.”

“Dan kau menyarankan aku mengucap kata ‘dudukan toilet’ saat membelanya nanti di pengadilan?” Tantang Kyuhyun.

“Ha! Sekarang kau bisa berkomentar sinis seperti itu, Kyuhyun-a. Tapi biar kuberitahu, hubungan pernikahan itu adalah kerja keras! Hanya indah pada awalnya saja, namun setelah masa bulan madu berakhir tantangan yang sebenarnya muncul—kau harus mempertahankan hubungan itu dengan segala derita dan kebahagiaan yang turut serta di dalamnya. Percayalah, aku sudah pernah mengalaminya.”

“Jadi aku memang harus membela klienku dengan alasan itu.” Simpul Kyuhyun

Sera tertawa. “Konyol sekali bukan? Tapi aku yakin klienmu itu jujur.” Ia melahap seluruh donat di tangannya sebelum lanjut bicara. “Aku benar-benar tidak bisa membayangkan kembali ke dalam ikatan hubungan itu.” Ujarnya sambil pura-pura merinding.

“Hubungan apa maksudmu?” Tanya pria itu heran.

“Pernikahan.” Sera menutup matanya rapat-rapat. “Sebuah ikatan mengerikan, kau harus berjuang setiap hari untuk…”

“Jadi kau tidak mau menikah lagi?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

Sera mengangkat kedua bahunya. “Setidaknya untuk saat ini, pernikahan tidak dalam prioritas utamaku. Terlalu mengerikan memikirkan aku harus membebani suami baruku dengan seluruh kekuranganku ini, apalagi kalau nanti tiba-tiba aku tidak… well, aku tidak bisa membayangkan meninggalkan seseorang dalam keadaan seperti ini.” Jelas Sera, mencoba memilih kata-kata yang tidak menyinggung Kyuhyun—bukannya pria itu mau melamar Sera atau apa, tapi lebih baik ia berbicara sopan masalah topik sensitif ini.

Kyuhyun hanya bisa menggigit bibirnya sambil menelan kegetiran dalam hatinya.

“Kau adalah seorang pengacara perceraian, Kyu. Pasti kau sudah melihat banyak contoh pernikahan gagal karena alasan-alasan yang kurang rasional, bukan?”

Pria itu mengangguk setuju, Sera memang benar. Kyuhyun terlalu baik dalam pekerjaannya hingga ia mendapat banyak klien dan ia juga sudah mendengarkan segala keluh-kesah tidak masuk akal dari mulut mereka. Bahkan pria itu pernah bersumpah tidak akan pernah ingin menikah untuk menghindari drama konyol dalam hidupnya. Namun jika wanita impiannya kembali ke dalam hidupnya, apakah ia sanggup mengabaikan impian picisannya yang paling dalam?

Kesunyian di kamar Sera dipecahkan oleh suara dering telpon yang berbunyi dari arah nakas samping ranjang. Keduanya berpandangan keheranan karena Kyuhyun tahu itu bukan bunyi ponselnya dan mereka sama-sama tahu Sera sudah mematikan poselnya serta merusak sim cardnya sendiri selepas sidang perceraiannya dulu. Baru beberapa detik kemudian mereka sadar bahwa ponsel yang berbunyi adalah ponsel tua yang dipinjamkan rumah sakit pada Sera, ponsel yang diberikan pada setiap pendaftar donor untuk menerima kabar mengenai organ yang mereka butuhkan.

Sera dan Kyuhyun saling berpandangan ragu, mencoba untuk saling meyakinkan bahwa dering ponsel itu benar adanya—bahwa ponsel emergency itulah yang berdering. Kyuhyun segera bangkit untuk meraih ponsel dari nakas dan memberikannya pada Sera. Wanita itu menarik napas dalam sebelum membuka flip ponsel tua itu untuk menjawab panggilan yang masuk.

“Y—yeoboseyo?” Mata Sera tetap fokus pada manik mata Kyuhyun yang balik memandang sama bingungnya.

“Han Sera-ssi?” Suara dokter Kim terdengar dari ponselnya.

“Ne, dokter Kim?”

“Saat ini aku sedang di propinsi Gangwon. Aku mau kau datang ke rumah sakit sekarang untuk mempersiapkan diri, kita memdapat donor yang cocok. Selamat! Aku akan segera mencangkok organ setelah helicopter ini mendarat di sana, datanglah ke rumah sakit, dokter Song sedang mempersiapkan semua kebutuhanmu.”

Air mata mulai menggenang di pelupuk Sera, benarkah berita yang ia dengar ini? Wanita itu menekan ponsel keras-keras ke telinganya sendiri utuk mendengar perintah dokter Kim dengan lebih jelas lagi, sementara tangan Sera yang satu lagi sekarang sibuk meremas lengan Kyuhyun.

“Aku akan mempersiapkan diri, doketer Kim. Terima kasih banyak.” Sera membungkuk pada bayangan dokter Kim yang ada dalam kepalanya. “Ini benar, kan? Kali ini aku memang mendapatkannya?”

“Iya, Sera-ssi. segeralah persiapkan dirimu untuk operasi besar.” Dokter Kim kembali meyakinkan Sera.

“Iye, dokter Kim. Terima kasih.” Ia kembali membungkuk sebelum menutup penaggilan penting barusan.

Kyuhyun mengangkat kedua alisnya untuk meminta keterangan dari Sera.

“KYU!” Sera menaruh ponsel ke samping dan segera menggenggam kedua tangan pria itu, ia tidak bisa menahan rasa bahagianya dan kini Sera mulai melompat-lompat kecil di tempat.

“Apa? Mengapa dokter Kim menelponmu?” Ia melepas genggaman tangan Sera sebelum meletakkan kedua tangannya dia tas bahu Sera, mencoba menahan loncatan-loncatan kecil wanita itu. “Mengapa kau tiba-tiba mengangis, sayang?”

“AKU DAPAT JANTUNG!” Sera tertawa kecil sambil terus mengucurkan air mata bahagia. “AKU DAPAT JANTUNG, KYU!! AKU…” wanita itu membungkam mulut dengan tangannya. Ia terlalu senang dengan berita ini, karena sudah lama ia menantinya, ia sudah muak dengan segala keterbatasannya dan ia sudah jengkel dengan kabel yang mengikutinya kemana pun ia melangkah—Sera tidak sabar untuk mulai menjalani kehidupan normalnya yang dulu.

Mata Kyuhyun juga ikut berkaca-kaca. Ia bersyukur dan merasa lega karena berita yang dinantikan Sera selama ini datang. Pria itu mulai ikut melompat-lompat bersama Sera dan bersikap seperti sepasang anak kecil yang baru mendapat undian ke taman bermain gratis.

Pria itu menarik Sera ke dalam pelukannya. “Selamat, Sera-ya.”

“Aku dapat jantung, Kyu.” Bisik Sera di tengah tangis bahagianya.

Bayangan akan mimpi buruk Kyuhyun kembali melintas dalam benak pria itu. Walaupun dokter Song sudah meyakinkan perawatan pasca operasi Sera, Kyuhyun tidak bisa mengabaikan kekhawatirannya begitu saja. Namun ia juga tidak berhak menahan Sera untuk membatalkan operasinya, tidak setelah penderitaan panjang yang harus dilalui wanita itu.

“Bilang padaku bahwa semua akan baik-baik saja, Kyu.” Sera mendorong tubuhnya untuk menatap Kyuhyun. “Katakan bahwa semua ini akan segera berakhir dan aku akan sembuh.”

Pria itu menyunggingkan senyum terlebar yang aia miliki, menghapus seluruh keraguan dalam benaknya sambil mengusap kepala Sera lembut. “Kau akan baik-baik saja, sayang. Kau tahu mengapa aku yakin sekali dengan penyataan itu? Karena kau adalah wanita tertangguh yang pernah kukenal. Kau akan baik-baik saja—kau akan segera sembuh.” Air mata mengalir deras di wajahnya, tapi Kyuhyun harus meyakinkan wanita kesayangannya.

“Kita akan segera bungee jumping setelah ini.” Sera kembali memeluk tubuh Kyuhyun erat.

Pria itu mengecup puncak kepala Sera berkali-kali. “Aku tahu, aku akan mempersiapkan diri untuk itu.” Isaknya.

Advertisements

78 thoughts on “Piles of Regrets – 15 [Warned]

  1. MarooKyu88 says:

    Semoga jantung nya nggak direbut orang dan semoga lancar operasinya.

    Yahh…itu wajar kalo sera agak trauma ttg sebuah ikatan pernikahan.

    Mungkin yoona masih kesal ma taec yg masih mikirin sera mantan isterinya, so dia cuma ambil pencegahn dg memberi pringatan ke sera. Hehee. Itu juga wajar bt yoona dia udh menerima kenyataan kLo taec+sera dulunya pasangfan suami isteri.

    Yoona mampu menempatkan posisi. Hehee dokter yg profesional
    Pas leluar abus ngechek sera langsung kekuar taringnya…hahaaa

    Liked by 1 person

    • yoongdictasticgorjes says:

      Wajar ajh yoona ngmong gth tapi bhsanya sopan sedikit bisa kan mbak yoong toh sera juga gk deketin si perut kotak2 slma ini justru sera yg nyuruh buat taec gk ngbtalin prnikahannya..
      dan smoga operasi berjalan lancar gk ada hal bikin baper yak kak ijinin sera bwt mraih kebahagiaannya dgn kyu

      Liked by 1 person

  2. Hana choi says:

    Wah akhirnya sera dapet donor jantung juga tapi tetep aja aku juga cemas kaya kyuhyun takut apa yg dimimpiin kyuhyun beneran, tapi semoga aja engga deh.pas yoona periksa sera beda banget ramah, senyum tapi pas mau keluar haduh ancemannya nakutin, lagi pula sera juga sadar diri kali ya

    Liked by 1 person

  3. Shinn says:

    ckckck yoona jahat banget sih dasar,lagi pula siapa yang mau balikan sama taecyeon 😋 orang sera udah punya kyuhyun 😉

    Yeay akhirnya sera dapet jantung baru dan semoga kali ini berhasil.Semoga yang dicemasin kyuhyun ngakk terjadi dan semoga mereka hidup bahagia

    Liked by 1 person

  4. thessawd says:

    Yoona kalo berurusamn dengan sera langsung galak dan sislnis aja ga tau siapa yg bikin dia akhirnya menikah dengan taecyeon? Itu semua karna ucapan sera… Syukurlah akhirnya berita baik itu datang dan berharap semoga mimpi buruk itu tidak menjadi kenyataan

    Liked by 1 person

  5. Goldilovelocks says:

    Ohmy…. aku gak nyangka Yoona akan sekejam itu. Aku pikir Yoona bakalan baik-baik saja, sampai sebelum pami–well itu katakatanua bikin nyesek >< ya ampuunnn lagian Sera kan emang gak pernah nongol didepan Taec dan kejadian di hotel Silla itu kan cuma kebetulan ish 😤
    Itu…….. Sera trauma sama pernikahannya ya? Trs Kyuhyun gimana? Setelah Sera dpt jantung baru trs sembuh, Kyuhyun sama Sera bakalan nikah enggak? Aaaaahh ayodooong kasij Kyuhyun kesempatan~ hiks

    Liked by 1 person

  6. Alea says:

    Aku kira Yoona anggun luar dalem, ternyata enggak. Bilang baik-baik kek buat jauh dari suaminya gak perlu sinis gitu. Emang Sera pernah ngubungin Taec? Nggakkan? Harusnya berterimakasii ama Sera karna Sera gak mau kembali ke Taec dan minta Taec buat nikah ama dia. Eh, dan ini balasannya? Hebat.
    Yee Sera dapat jantung

    Liked by 1 person

  7. Dyana says:

    Yeeyyy… Ikut seneng Sera dapet donor jantung. Semoga jantung itu cocok hingga Sera bisa sembuh dan mimpi buruk Kyu gak jadi kenyataan.

    Sedikit menelisik bagian Yoona, ah… Biasku yg cantik, knp lidahmu sangat tajam… Sera bahkan menangis karenamu… Ckckck

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s