Piles of Regrets – 14 [Vision]

 

 

23

*Gambar milik Park Sora

 

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

 

Sera dan Kyuhyun bergegas ke rumah sakit setelah menerima panggilan yang ditunggu-tunggu. Wanita itu mendapat donor jantung yang dibutuhkan dan ia diminta untuk segera ke rumah sakit dalam waktu kurang dari empat jam, agar para dokter masih sempat mempersiapkan kondisi Sera untuk operasi besar. Dokter Song akan menjemput jantung itu dari bandara sementara dokter Kim memastikan seluruh keperluan mereka tersedia saat operasi berlangsung nanti.

Kyuhyun merelakan Sera yang dibawa masuk ke dalam ruang operasi sambil mendorong ranjangnya bersama dua suster lain. Wanita itu tersenyum lebar, tidak tampak ketakutan di wajahnya sama sekali, bahkan ia tidak mengucapkan kata-kata perpisahan pada Kyuhyun. Ia yakin operasi yang ditunggunya ini akan berhasil, lagipula ia tidak ingin membuat pria itu semakin khawatir dengan keadaannya.

Operasi besar Sera berlangsung selama kurang lebih enam jam, lalu setelah waktu yang rasanya tidak berujung bagi Kyuhyun, akhirnya Sera siuman. Wanita itu memang masih terlihat lemah seperti biasa, namun ada yang berbeda dari Han Sera setelah operasinya selesai–wajah wanita itu kembali merona, ia tidak lagi terlihat seperti zombie dan tentu saja senyum lebar di wajahnya meredam sisa-sisa kekhawatiran Kyuhyun.

Dokter-dokter Sera bergantian menyelamati mereka setelah seluruh hasil tes vital wanita itu menunjukkan reaksi yang sangat baik. Mereka bersorak karena operasi berjalan sukses dan seharusnya dengan mental Sera yang positif, wanita itu akan kembali pulih dengan cepat.

Sebelum diizinkan untuk pindah ke kamar rawatnya, Sera ditahan dalam CICU selama 24 jam penuh di bawah pengawasan ketat. Setelah dipastikan jantung baru yang tertanam dalam rongga dadanya berfungsi baik dan tidak ada reaksi penolakan organ, dokter Kim dan dokter Song akhirnya mengizinkan Sera untuk dirawat kembali dalam kamarnya.

Jelas Sera tidak bisa berhenti menyentuh dada kirinya, menikmati detakan jantung yang kini berdetak sesuai dengan kemauannya sendiri. Alat menyebalkan itu sudah tidak diperlukan untuk menyokong hidupnya dan Sera sudah bukan lagi cyborg yang bergantung pada baterai. Kyuhyun tidak meninggalkan sisi Sera sejak wanita itu dibawa ke dalam kamar rawatnya, ia berniat menunjukkan dukungan seratus persen pada wanita yang sangat dicintainya itu sampai-sampai Kyuhyun tidak memperhatikan dirinya sendiri.

Sera jelas sadar akan konsistensi Kyuhyun yang terus mendampinginya. Ia khawatir pria itu akan sakit jika ia tidak sempat istirahat sama sekali, karena sepengamatan Sera, Kyuhyun belum memasukkan apa pun ke dalam perutnya sejak mereka menerima panggilan dari dokter Kim, maka Sera pun bersikeras memaksa Kyuhyun untuk makan di kafetaria terlebih dahulu sebelum kembali menjaga Sera.

Setelah sedikit berdebat, Kyuhyun akhirnya menuruti perintah Sera, ia turun untuk mengisi perutnya yang sudah kosong selama nyaris dua hari. Kyuhyun pun mencari sesuatu yang praktis, pria itu memilih makanan yang paling cepat dihabiskan, agar ia bisa segera kembali ke kamar Sera di atas dan mengawasi perkembangan kekasihnya dari dekat.

Setelah acara makan yang sangat singkat, pria itu segera meletakkan baki makan siangnya kembali pada meja piring kotor saat ponselnya bordering. Ia melirik sekilas sambil mengerutkan dahi kebingungan–dokter Song menelponnya. Dengan santai Kyuhyun mengangkat telepon itu, tidak pernah sedetik pun ia mengira kalau telpon yang diterimanya justru menjadi panggilan sakral yang merubah dunianya.

“Kyuhyun-ssi, segeralah datang ke kamar Han Sera.” Pinta dokter Song tegas dengan suara parau.

“Ada apa, dokter?” Kyuhyun melangkah menjauh dari meja baki kotor.

“Han Sera baru saja menghembuskan napas terakhirnya.”

“Ne?”

“Han Sera… Han Sera meninggal.”

Kyuhyun membatu pada posisinya, pupil matanya membesar, jantungnya sesaat berhenti berdetak dan ia lupa cara bernapas. Ini telepon iseng, kan? Kyuhyun baru dari kamar Sera sekitar lima belas menit yang lalu dan wanita itu baik-baik saja.

“Jangan bercanda, dokter. Leluconmu tidak lucu.” Sergah Kyuhyun.

“Ia terserang stroke. Ada resiko darah yang menggumpal karena peredaran yang selama ini tidak lancar. Gumpalan itu terbentuk dari bekas jahitannya dan mengalir hingga ke otaknya, hanya butuh hitungan detik hingga serangan itu datang. Saat kami tiba di kamarnya, semua sudah terlambat.” Jelas dokter Song tentang penyebab kematian Sera.

Kyuhyun ingin lantai lenolium rumah sakit itu terbelah dan menelannya hidup-hidup sekarang, apa yang baru didengarnya terdengar jauh dari istilah ‘masuk akal’. Pria itu berlari secepat mungkin untuk mencapai kamar Sera. Ia harus bertemu Sera, ia harus memastikan bahwa berita yang didengarnya barusan itu salah. Ia ingin percaya bahwa dokter Song hanya sedang  mengerjai Kyuhyun lengkap dengan Sera yang cekikikan di sampingnya. Karena tidak mungkin ini terjadi. Han Sera baik-baik saja barusan, mereka masih sempat tertawa dan berdebat tidak sampai lima belas menit yang lalu. Konyol sekali kalau kata-kata terakhir yang terucap dari mulut wanita itu adalah ‘cari makanan untuk mengisi perutmu.’ sementara balasan Kyuhyun adalah ‘aku akan mencari makanan layak setelah kita diizinkan pulang nanti’.

Akhirnya pria itu tiba di depan pintu kamar Sera, dokter Song dan dokter Kim masih berada di samping ranjang Sera dengan wajah penuh penyesalan, namun bukan itu yang menyiksa Kyuhyun sekarang, melainkan suara nyaring dari alat pemantau jantung di samping wanita itu terdengar sangat memekakkan telinga Kyuhyun.Tangis pria itu pecah saat ia menyaksikan wujud Sera yang sungguh-sungguh terbaring tak bernyawa di hadapannya. Sisa senyum di wajah cantiknya telah lenyap, rona di pipinya hilang dan kulit porselen wanita itu kini mulai membiru sementara wajahnya tidak lagi berseri.

Berita buruk itu bukanlah ulah iseng Sera dan dokter-dokternya, namun kenyataan pahit yang harus Kyuhyun cerna dengan cepat. Han Sera telah meninggal, tubuh mungilnya kini terbaring tidak bernyawa.

Kyuhyun melangkah mendekat ranjang Sera sambil membungkam mulutnya sendiri yang sibuk meneriakkan namanya histeris. Pria itu duduk di tepi ranjang runtuk menarik tubuh tak berdaya itu ke dalam dekapannya untuk memeluknya erat. Tidak, tidak mungkin akhir kisah mereka seperti ini, saat ini adalah momen di mana harapan Sera dan Kyuhyun dilambungkan setinggi mungkin, wanita itu baru saja mendapat jantung yang dinantinya, tidak mungkin Sera pergi di saat semesta justru berjalan sesuai dengan harapannya.

Pria itu meraung keras menanggil-manggil nama Sera, ia tidak peduli seerat apa pelukannya sekarang, tidak ada lagi kabel yang LVAD yang harus dikhawatirkan, ia tidak lagi perlu mempertimbangkan bekas jahitan operasi Sera yang menyakitkan jika ia mendekapnya terlalu erat. Karena wanita itu sudah tenang sekarang, ia tidak lagi merasa kesakitan–Han Sera sudah pergi.

Wajah Kyuhyun dibanjiri air mata saat pria itu menikmati detik-detik terakhir kala ia masih bisa memeluk Sera dalam lengannya. Seharusnya ia tidak menuruti perintah Sera untuk makan, seharusnya Kyuhyun tetap ada di sisinya saja tadi dan menghiraukan bunyi nyaring dari perutnya. Mungkin jika Kyuhyun di sana, pria itu bisa mendeteksi gejala stroke Sera lebih cepat hingga dokter bisa segera datang menolongnya.

Apa yang selalu ditakutkan wanita itu terjadi—Han Sera seorang diri saat maut menjemputnya.

Menyadari hal itu membuat raungan Kyuhyun semakin pilu. Ia melontarkan puluhan permintaan maaf pada Sera, ia gagal menjaganya, ia telah melanggar janjinya untuk menemani Sera, wanita itu pergi dalam keadaan sendirian dan ketakutan.

Tidak peduli seberapa keras tangisannya, hati Kyuhyun tetap terasa sesak. Hatinya hancur dan kesakitan, ia hanya pernah mencintai satu wanita dalam hidupnya dan kini wanita itu telah tiada. Kyuhyun memilih untuk merobek hatinya sendiri sekarang daripada menanggung rasa kehilangan yang tidak berujung.

Lalu ia merasakan nyeri yang lebih nyata pada wajahnya. Hentakan demi hentakan nyeri yang ia rasakan pada wajahnya membuat tangis Kyuhyun terhenti sesaat untuk menyadarkannya.

*

Pria itu membuka mata, tubuhnya penuh peluh dan wajahnya sembab oleh air mata—ada yang berbeda dari pemandangannya sesaat yang lalu—Han Sera duduk di tepi ranjangnya, wanita itu mengerjap bebera kali, mulut munginya terus menganggil nama Kyuhyun lengkap dengan ekspresi khawatir di wajah cantiknya. Kyuhyun mengedip beberapa kali untuk menghilangkan air mata yang mengaburkan pandangannya sambil berpikir keras.

“Kyu, kau meraung dan menangis dalam tidurmu. Aku mencoba membangunkanmu dengan sopan tapi tidak ada pengaruhnya. Kau mimpi buruk? Hey, mengapa kau menangis?” Sera membantu Kyuhyun untuk bangkit dari posisi tidurnya.

Pria itu memandang Sera dengan tatapan tidak percaya. Apa ia baru bermimpi barusan?

“Karena kau tidak bangun-bangun akhirnya aku harus menamparmu keras sekali. Jadi aku minta maaf kalau besok wajahmu memar—”

Kyuhyun tidak menunggu Sera menuntaskan kalimatnya. Pria itu menarik tubuh Sera ke dalam pelukannya sambil mengecupi setiap inci wajah Sera yang bisa digapainya. Ia tidak peduli kalau Sera protes nanti, ia hanya merasa sangat lega karena ternyata kejadian horor yang dilihat barusan hanya mimpi buruknya saja.

“Kyu, kau tidak apa-apa kan?” Sera mencoba menarik tubuhnya dari Kyuhyun tapi pria itu masih terus memeluknya erat.

Skenario terburuk tentang hidup Sera baru saja muncul dalam mimpi Kyuhyun, pria itu masih gemetar ketakutan. Kalau boleh, Kyuhyun ingin memeluk Sera terus selamanya dan tidak perlu mengucapkan selamat tinggal seperti visi dalam mimpinya tadi. Pria itu masih kalut, dadanya masih terasa sesak dan tidak perlu waktu lama bagi Kyuhyun untuk kembali menangis histeris.

“Han… Sera…” Ujarnya di antara isakan yang tidak beraturan. “Aku baru saja… mengalami… mimpi terburuk…” Ia mencoba menarik napas untuk mengisi paru-parunya.

Sera menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya. Sekarang ia paham mengapa pria itu meraung dan menangis histeris dalam tidurnya. Wanita itu memeluk Kyuhyun erat, memberi pria itu waktu untuk menenagkan diri terlebih dahulu. Setelah Kyuhyun agak tenang, Sera menarik tubuhnya dari Kyuhyun, ia mengusap rambut pria itu, menghapus peluh yang mengalir dari jambang dan dahinya, menyapukan jemarinya di wajah Kyuhyun untuk menghapus air matanya, baru kemudian mengajak Kyuhyun bicara.

“Hey, kau sudah lebih tenang? Bisa kita bicara sekarang, Kyu?” Sera mengusap lengan Kyuhyun lembut dengan wajah bingung.

Pria itu kembali menarik Sera ke dalam pelukannya untuk mengecupi permukaan wajah Sera sekali lagi. “Terima kasih.”

“Ne?”

“Terima kasih karena kau telah hadir dalam hidupku.” Ia menundukkan kepala untuk berbisik di telinga Sera. “Kau tidak akan percaya seburuk apa mimpiku barusan.”

“Kau mau menceritakannya?”

Kyuhyun menggeleng cepat. “Aku tidak bisa. Aku tidak mau.”

Sera sudah bisa menebak mimpi macam apa yang dialami Kyuhyun, jika menilai dari reaksi pria itu saat terbangun, tangisan histeris yang menyertainya, serta pelukan protektif yang belum dilepaskan pria itu—pasti Kyuhyun baru menyaksikan akhir hidup Sera.

Wanita itu mendorong tubuhnya dari dalam pelukan Kyuhyun lalu menangkupkan kedua tangannya pada wajah Kyuhyun yang masih sembab. “Kyuhyun-a, seburuk apa pun mimpimu barusan, aku ingin kau yakin padaku. Percayalah bahwa aku akan berjuang semampuku untuk sembuh, aku akan bertahan sampai jantung itu datang untukku, bahkan setelah keajaiban itu terjadi, aku akan tetap berjuang untuk tetap sehat.”

“Aku percaya padamu, sayang. Tapi…” Visi tubuh Sera yang tidak bernyawa kembali melayang dalam ingatan Kyuhyun dan pria itu kembali terisak.

Sera menarik Kyuhyun mendekat padanya, perlahan ia menyapukan bibirnya pada permukaan bibir Kyuhyun yang masih bergetar. “Bahkan jika aku kalah dengan penyakit ini, aku akan memastikan untuk melakukan perjuangan terkerasku untuk tetap hidup. Aku juga janji, aku akan mengucapkan kata perpisahan sebelum pergi.”

Kyuhyun menghapus air matanya dengan kasar. “Kau membuatku merasa lebih buruk, Han Sera. Pasti kau tidak pernah menghibur orang yang sedang sedih sebelumnya.” Kyuhyun mencubit pipi pucat Sera gemas.

Wanita itu menggeleng. “Tidak, aku selalu lari dari masalah dan tidak pernah mencoba memperbaiki keadaan dengan cara menenangkan orang yang bersedih karenaku. Maaf.”

Kyuhyun menghela napas panjang. “Sera-ya, kumohon tidurlah di sampingku malam ini.” Pinta Kyuhyun sambil menatap Sera dengan mata berkaca-kaca.

“Ya! Induk semang macam apa kau, kan perjanjian kita jel—”

Kata-kata Sera tidak tuntas, Kyuhyun mengunci bibir mereka.

Sera merespon ciuman Kyuhyun lembut, dari cara pria itu bergerak, Sera bisa merasakan semua ketakutannya, segala kekhwatiran yang Kyuhyun miliki untuknya, serta gugpnya pria itu dengan apa yang baru dialaminya barusan. Sera membelai wajah Kyuhyun lembut diantara ciuman mereka, ia ingin menenangkan kekasihnya. Ia ingin Kyuhyun berhenti menangis, ia ingin mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja sekarang—tapi ia tidak bisa melakukannya, karena Sera lebih paham akan kondisi dirinya sendiri.

Kyuhyun memisahkan bibir mereka, dalam diam pria itu bergeser ke samping untuk memberi ruang kosong agar Sera berbaring di sampingnya. Sera tidak protes, ini hal yang masih bisa ia lakukan untuk menenangkan Kyuhyun, ia berbaring di samping Kyuhyun sementara pria itu langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut.

“Aku mau memelukmu, Sera.” Kyuhyun menaruh lengannya di bawah kepala Sera dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menarik tubuh Sera agar lebih rapat.

Sera membaringkan kepalanya tepat di atas jantung Kyuhyun, wanita itu tersenyum geli saat mendengar debaran tak beraturan dari dalam rongga dada pria itu. “Kyu, kalau detak jantungmu seheboh ini, bagaimana caranya aku bisa tidur?” Ledek Sera. “Jangan-jangan jantungmu juga perlu ditanamkan alat LVAD agar detaknya lebih teratur kalau di dekatku.”

Pria itu mengecup puncak kepa Sera. “Aku tidak bisa mengontrol debaran jantungku kalau di dekatmu. Anggap saja itu bukti pemujaanku padamu.”

Sera tersenyum lebar. Ia tidak ingat kapan hatinya merasa berbunga-bunga seperti ini saat seorang pria mengumbar kata-kata gombal padanya.

“Bantu aku, Sera-ya. Alihkan pikiranku dari mimpi barusan.” Mohon Kyuhyun.

“Caranya?”

“Aku tidak tahu, kau bisa bicara dan aku akan mendengarkan celotehanmu.” Usul Kyuhyun.

“Kau mau membicarakan apa?” Sera mengeratkan lengannya di seputar pinggang Kyuhyun.

“Hmmm… entahlah, kita bicarakan masa depan yang cerah dan penuh harapan?”

“Masa depan, menarik juga.” Wanita itu mengangguk setuju. “Apa yang kau pikirkan tentang masa depanmu?”

“Hmm… biar kupikirkan.” Kyuhyun membiarkan pikirannya melayang jauh dari mimpi buruknya barusan. “Kurasa di masa depan nanti aku ingin keluar dari pekerjaanku yang sekarang agar bisa membuka agensi sendiri. Jika aku menjadi bos, mungkin aku punya lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersamamu. Aku juga ingin menjelajah dunia, mencoba hal-hal baru yang selama ini belum sempat kurasakan karena aku terlalu sibuk bekerja. Kadang aku menyesal karena langsung bekerja selulus kuliah dulu, harusnya aku ikut keliling Irlandia denganmu saja waktu itu.”

Sera terkekeh. “Ng, mungkin takdir kita akan berbeda kalau dulu kau ikut ke Irlandia bersamaku.”

Pria itu mengecup puncak kepala Sera kembali, baginya penyesalan dan pengandaian tidak ada gunanya sekarang. “Bagaimana denganmu? Apa yang harapkan tentang masa depanmu yang cerah?”

“Simpel saja, aku dapat donor jantung.”

Hati Kyuhyun mencelos, ia kembali teringat apa yang terjadi pada Sera dalam mimpinya setelah wanita itu memperoleh donor. Namun Kyuhyun juga tidak mau menjadikan visi itu sebagai tabir bagi Sera, ia harus tetap bersikap positif untuk memompa semangat hidup wanita yang sangat dicintainya. “Lalu setelah kau dapat donor dan sembuh? Apa yang kau rencanakan?”

“Ng… jangan marah pada impianku, oke?” Sera mengancam Kyuhyun dengan telunjuknya. “Kalua aku sembuh, kurasa hal pertama yang akan kulakukan adalah bungee jumping.”

Bukannya kesal, Kyuhyun justru tertawa dengan impian sederhana Sera.

“Aku menonton banyak sekali tempat menarik untuk melakukan tantangan adrenalin. Ada zip wire di Welsh, aku juga ingin lompat dari tengah jembatan tinggi di New Zealand, lalu kau tahu skywalk di tepi tebing Hunan? Aku pun ingin melompat dari hotel tertinggi di Dubai.” Sera mulai berceloteh dengan mata berbinar-binar. “Ah! Satu lagi, aku ingin naik balon udara di Cappadocia. Itu pasti keren sekali Kyu.”

“Intinya kau mau memacu kerja jantung barumu nanti ke tahap maksimal, ng?”

Sera mengangguk. “Bukan memacu kerja jantung baruku, hanya saja aku sudah terikat tidak berdaya dalam waktu yang sangat lama. Aku ingin melakukan sesuatu yang membuatku merasa hidup.” Jelasnya sambil terkikik.

Kyuhyun menarik napas dalam. “Sera-ya, aku harus minta maaf sebelumnya.”

Wanita itu mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Kyuhyun yang masih terlihat muram. “Mengapa kau minta maaf?”

“Jika aku terus mendampingimu, mungkin aku tidak akan pernah bisa memberikan kehidupan menarik penuh tantangan adrenalin seperti yang dia berikan untukmu, lalu…”

“Aku tidak mengharapkan kehidupan yang dia berikan untukku, Kyu.” Sera bangkit dari dada Kyuhyun, menopang tubuhnya dengan siku agar bisa memandang pria itu lebih leluasa. “Kumohon, jangan bandingkan dirimu dengan dirinya atau orang lain. Dia masa laluku dan kuakui, memang aku masih berusaha keras melepaskan memoriku tentangnya, tapi aku berusaha. Jika kita terus menengok ke belakang, aku takut kita tidak akan pernah bisa melihat masa depan kita.” Sera membelai rambut Kyuhyun lembut.

Pria itu terdiam, entah gejolak macam apa yang mengganggu hatinya sekarang.

“Kau… kau tidak pernah tahu apa yang telah kau berikan untukku sejak dulu, Kyu. Rasa nyaman dan aman yang selalu kau pancarkan untukku adalah sesuatu yang selalu kucari bahkan setelah kau memusuhiku. Seumur hidupku, hanya kau yang bisa memberikan proteksi semacam itu. Bahkan sekarang, setelah hidup sempurnaku runtuh, kau menanggalkan seluruh amarahmu untuk kembali menaungiku dalam kenyamanan yang kurindukan. Seharusnya aku yang minta maaf karena tanpa sengaja sudah mengabaikan ketulusanmu.”

Kyuhyun tersenyum tipis, memang Sera masih berusaha melepaskan sosok mantan suaminya dari hidupnya. Tapi ia pun harus menghargai usaha wanita itu yang sudah memberikannya kesempatan untuk memperbaiki situasi mereka. Setidaknya Han Sera mengizinkan Kyuhyun untuk menjadi satu-satunya orang yang mendampingi dalam masa tersulitnya sekarang. Bahkan wanita itu juga membalas perlakuan Kyuhyun layaknya seorang kekasih yang selama ini selalu diharapkannya.

Pria itu membelai rambut Sera lembut. “Boleh aku ikut denganmu?”

“Ne?”

“Petualangan memompa adrenalin yang kau impikan itu, bolehkah aku ikut melakukannya denganmu?” Kyuhyun tidak percaya ia baru saja setuju ikut serta dalam kegilaan Han Sera.

“Tapi kau kan takut ketinggian, Kyu. Dulu saja kau sudah pucat pasi saat kita naik London Eye.” Uajr Sera dengan alis berkerut bingung.

Pria itu terkekeh. “Itu kan dulu. Aku juga dulu tidak pernah berani mengajakmu berkencan, tapi lihatlah kita sekarang. Kau terbaring di ranjangku, dalam dekapanku. Jadi aku percaya tidak ada yang tidak mungkin sekarang.”

Sera tertawa geli dengan pernyataan polos Kyuhyun. Pria itu memang cuek, tapi kepolosan dan ketulusannya selalu membuat Sera nyaman menghabiskan waktu bersamanya.

“Aku sudah cukup tua untuk menghadapi ketakutanku, Sera.”

“Baiklah. Saat aku mendapat jantung baru, kita akan melakukan hal-hal seru itu segera!” Ia mengulurkan jari kelingkingnya untuk Kyuhyun tautkan.

Pria itu menurut dan menyatukan ibu jari mereka sebagai tanda persetujuan. “Nah, sekarang sebelum aku harus menghadapi ketakutanku yang besar, biar aku urus dulu ketakukan kecilku.”

“Apa itu?”

Kyuhyun bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke luar kamarnya, membiarkan Sera terduduk bingung di tengah ranjang. Tidak lama kemudia pria itu kembali dengan satu set kabel panjang yang langsung dicolokkan ke dalam stop kontak samping ranjangnya.

“Kau benar-benar merusak mood-ku sekarang Kyu.” Sera manyun melihat apa yang dilakukan pria itu.

“Aku tidak mau mengambil resiko kehilanganmu karena kelalaianku.” Ia mengedip nakal pada Sera sambil mencolokkan ujung kabel satunya lagi ke alat LVAD yang terpasang pada pinggang celana tidur Sera. “Jika ini adalah tahapan yang harus kita lalui agar kita bisa bungee jumping bersama nanti, maka aku akan memastikan jantung itu terus berdetak sampai kau mendapatkan donor.” Ia mengacak rambut Sera, mengabaikan wajah kesal wanita itu.

“Aku benar-benar merasa seperti gadget sekarang.” Sera mulai merengek kesal, sepertinya sudah mustahil mencoba terlihat mempesona di hadapan Kyuhyun sekarang dengan seluruh kebutuhannya akan alat-alat penyokong hidup sekarang.

Pria itu kembali berbaring dan menarik Sera kembali ke dalam pelukannya. “Lebih baik kau seperti gadget, daripada aku harus hidup tanpamu, sayang.” Pria itu kembali mengecup kening Sera.

“Kau tidak keberatan kalau harus melakukan ini bertahun-tahun sampai aku menerima kabar baik?” Tanyanya lirih.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun mantap. “Kau adalah hidupku Sera, maka aku akan memperjuangkannya sama kerasnya seperti kau memperjuangkan napasmu.”

Wanita itu merapatkan pelukannya di seputar pinggang Kyuhyun, mengecup wajah pria itu lembut sebelum kembali berbaring di atas dadanya. “Terima kasih, Kyu. Terima kasih karena kau sudah menemaniku melalui ujian hidup keparat ini. Kau tidak akan tahu seberapa bersyukurnya aku sekarang, kau membuat perpisahan terasa sangat berat untukku, maka aku akan terus melawan takdirku untukmu. Terima kasih.”

“Aku akan selalu di sini, Sera-ya.” Kyuhyun mendekap Sera lebih erat lagi sambil menciumi puncak kepalanya. Jika memang ini adalah kehidupan yang harus dilalui bersama Sera, maka ia rela. Jika menggati baterai LVAD wanita itu menjadi rutinitasnya, membantunya berkeramas menjadi jadwal hariannya, mengantarkan Sera check-up menjadi kegiatan mingguan mereka—maka Kyuhyun rela menjalani itu semua.

Selama Han Sera ada dalam hidupnya.

*

Mustahil rasanya bagi Kyuhyun untuk bisa tidur lelap dengan wanita yang paling dikaguminya terbaring dalam dekapannya sendiri. Ia tahu pasti detak jantungnya sudah kacau balau sejak tadi, namun ia tidak bisa melakukan apa pun untuk menenangkan diri. Sebagian dari dirinya masih terngiang akan mimpi buruknya, kondisi Sera dalam mimpinya mungkin hal terakhir yang ingin ia saksikan. Sebagian lagi masih berdebar karena wanita kesayangannya sedang berbalik mendekapnya erat.

Sejak Kyuhyun menemani Sera tidur di rumah sakit, memang mereka selalu tidur bersama dalam satu ruangan. Tapi jelas berbeda saat ruangan itu terletak dalam rumah sakit, di mana suster dan para dokter bisa masuk kapan pun, dengan jelndela kecil pada pintu yang bisa mengawasi kegiatan mereka, lengkap dengan privasi yang minim. Di dalam rumah Kyuhyun, acara tidur bersama menjadi sesuatu yang lebih sakral dan intens.

“Kyu, kau sudah tidur?” Bisik Sera perlahan, takut kalau pria itu memang sudah terlelap.

“Bagaimana mungkin aku bisa tidur dengan kau di sisiku seperti ini.” Balasnya cepat.

“Aish, jaga pikiranmu!” Sera mencubit lengan Kyuhyun pelan. “Kau sudah melanggar peraturanku.”

“Kau juga tidak keberatan kan tidur di sini?” Goda Kyuhyun. “Aku benar-benar membutuhkanmu, Sera-ya. Jangan salah paham, aku tidak sedang mencari kesempatan yang aneh-aneh.”

Sera tertawa lepas. “Aku tahu. Kau itu orang paling lurus dan konsisten yang pernah kutemui, jadi aku tidak khawatir kau akan mencari kesempatan.”

Pria itu justru manyun dengan pernyataan Sera. “Ng, jadi kau tidak khawatir aku akan mengikuti naluri priaku padamu?”

Tawa Sera semakin keras. Wanita itu melonggarkan pelukannya dari Kyuhyun untuk membaringkan kepala di atas bantal, agar ia bisa menatap wajah Kyuhyun dengan sejajar.

“Ya! Apa yang lucu? Aku tersinggung sekarang.” Pria itu mencubit hidung Sera gemas.

“Kyu, aku yakin kau tidak akan macam-macam padaku. Kenapa aku bisa yakin? Karena aku jamin kau takut sesuatu akan terjadi pada jantungku kalau kau salah bergerak sedikit saja.” Wanita itu masih terkikik geli. “Lagipula, kau selalu menjagaku selama ini. Jika kau berniat macam-macam denganku, kau sudah bisa melakuaknnya entah sejak kapan.”

Kyuhyun memutar matanya kesal. “Bahkan orang tuaku tidak khawatir sama sekali aku tinggal bersama seorang wanita. Apa aku benar-benar selurus itu?”

Sera mengangguk. “Kau tahu apa yang eommoni bilang padaku? Beliau sangat lega karena kita tinggal bersama. Justru eomoni sangat bersyukur karena kekhawatirannya selama ini ternyata salah.”

Pria itu melotot dengan tatapan tidak percaya. “Omo, apa yang eomma bilang padamu?”

“Jangan marah, beliau kira kau punya masalah orientasi seksual.” Sera mencari bahasa yang sopan.

“Ya!” Kyuhyun menyahut kencang. “Aku tidak gay!”

Sera terkikik geli melihat wajah kesal Kyuhyun. “Aku tahu, aku tahu, Kyu. Hanya saja kata eommoni kau tidak pernah berkencan dan tidak pernah mengenalkan satu pun wanita padanya. Tentu saja apa pun pilihan hidupmu, ibumu yang manis itu akan selalu mendukungmu. Hanya saja wajah penuh kelegaan eommoni saat tahu aku akan tinggal di sini bersamamu sangat ajaib.”

Pria itu menggaruk kepalanya kesal. “Aish, kata siapa aku tidak pernah berkencan. Apa saja yang sebenarnya kau bicarakan dengan eomma?”

“Tentang banyak hal, sebenarnya beliau justru menjadi tempatku berkeluh-kesah akhir-akhir ini.” Aku Sera. “Kau tahu kan tidak banyak yang bisa kulakukan selama menunggumu pulang kerja, jadi harus kuakui, aku menikmati kehadiran ibumu.” Sera tersenyum tipis, meskipun sorot matanya lebih terlihat sedih. “Aku rindu pada sosok seorang ibu, Kyu. Terima kasih karena kau lagi-lagi telah berbagi apa yang kau miliki denganku.”

Pria itu membelai rambut Sera lembut sebelum melabuhkan kecupan ringan di atas keningnya. “Kalau begitu nikmatilah waktu berbagi dengan eomma, asal jangan menggosipkan tentang aku.”

Wanita itu mendengus jahil. “Tapi benarkah itu? Kau tidak pernah berkencan sama sekali?”

“Bohong.” Jawab Kyuhyun cepat. “Aku sempat berkencan dengan beberapa gadis, hanya saja tidak ada yang cukup menarik untuk kulanjutkan.”

Senyum di wajah Sera kembali melebar. “Ceritakanlah, aku penasaran. Bagaimana dengan pacar pertamamu?”

“Mungkin kata ‘pacar’ tidak cocok sebenarnya, tapi dia gadis pertama yang kuajak kencan.” Kyuhyun mengangkat bahunya acuh. “Aku bertemu dengannya karena dikenalkan bosku. Secara fisik gadis itu memang menarik dan kupikir ‘apa salahnya kucoba’. Lalu aku mengajaknya keluar, kau tahu kan hal-hal umum yang dulakukan pada kencan pertama?”

“Ng, makan malam, menonton, minum-minum sedikit, lalu mengantarnya pulang.” Sera mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Seharusya seperti itulah urutannya.” Kyuhyun membenarkan. “Tapi aku baru makan malam bersamanya dan sudah tidak sabar untuk mengakhiri kencan kami.”

“Karena?”

“Kau tahu aku tipe orang yang suka berdiskusi, aku suka pembicaraan yang sedikit menggunakan otak. Gadis itu cantik, tapi kepalanya kosong. Kucoba mengangkat topik dari yang paling ringan, namun bukannya menanggapi, yang bisa dilakukannya hanya mengomentari penampilan gadis-gadis lain yang makan di meja dekat kami.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat. “Mungkin gadis itu akan cocok untuk pria-pria yang mengutamakan kecantikan, tapi jelas bukan untukku.”

Sera terkekeh geli membayangkan wajah bosan Kyuhyun selama makan bersama gadis misterius nomor satu itu. “Lalu setelah gadis pertama gagal, kau mencoba lagi?”

“Lalu aku bertemu dengan gadis nomor dua sekitar setahun yang lalu.” Terang Kyuhyun. “Sebenarnya dia adik kelasku saat SMA dulu, kami kebetulan bertemu di dalam bus lalu bertukar kontak dan mulai berkencan. Dengan gadis ini bisa dikatakan hubungan kami bertahan lebih lama…”

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk. “Kurasa aku mengencaninya sekitar dua minggu.”

Sera semakin terbahak. “Dua minggu kau bilang lama?! Kau ini playboy atau apa sebenarnya, Kyu? Lalu mengapa hanya dua minggu?”

“Karena dia gadis yang sangat agresif dan mengerikan.” Kyuhyun melotot sambil terkekeh geli.

“Whoa, bukankah itu tipe ideal untuk para pria.”

“Masalahnya aku selalu menjadikanmu sebagai patokan dari semua gadis yang kutemui dalam hidupku, Han Sera. Kau gadis cerdas, menarik, cantik, kau tahu cara menjaga sikap dan juga pandai membuat pria merasa penasaran.” Kyuhyun mengungkapkan yang sejujurnya. “Jadi tidak ada gadis lain yang masuk dalam kriteria yang kucari karena yang sempurna di mataku hanya seorang Han Sera. Lalu asal kau tahu saja, aku bukan tipe pria yang nyaman dengan keagresifan seorang wanita.”

“Akan kucamkan itu dalam kepalaku baik-baik.” Sahut Sera cepat.

Kyuhyun mencubit pipi Sera gemas. “Kalau kau yang malakukannya mungkin aku sudah memaklumi, karena kita sudah saling mengenal lama, aku nyaman berada di dekatmu, aku bisa memprediksi tindakanmu. Tapi kalau aku baru bertemu seseorang dan dia justru mencuri ciuman pertamaku—”

“Ciuman pertamamu?”

Pria itu langsung bungkam, mengutuk dirinya sendiri karena sudah kelepasan bicara hal yang memalukan di depan wanita yang dikaguminya. Mana ada pria yang mau mengakui ciuman pertamanya dicuri seorang gadis agresif di usia yang sudah tidak bisa dibilang ‘muda’.

Han Sera menggigit bibirnya gugup, sekarang gantian ia yang berpikir. “Ciuman pertamamu adalah dengan gadis itu?”

Kyuhyun tidak menjawab, hanya menatap Sera dengan tatapan penuh tanya. Mengapa wanita itu terlihat bingung dan sedikit kesal sekarang?

Sera menghela napas panjang. “Sekarang aku benar-benar cemburu.”

“Ey, aku yang punya hak untuk lebih cemburu. Kau menikah! Aku hanya menerima ciuman singkat dari seorang—”

“Bukan karena itu, karena kau lupa bahwa akulah yang mencuri ciuman pertamamu!” Sera kembali menggigit bibirnya sambil perlahan menyembunyikan wajahnya ke dalam bantal.

Kyuhyun tertegun dengan pernyataan Sera. Bagaimana mungkin itu terjadi? Seingatnya ia tidak pernah melewati batas-batas pertemanan yang wajar dengan Sera, jangankan menciumnya, memeluk tubuh indah gadis itu dulu saja Kyuhyun harus berpikir ribuan kali.

Sera menggeser sedikit wajahnya dari balik bantal, mengintip reaksi Kyuhyun dengan sebelah matanya. Kalau dinilai dari pupil matanya yang membesar, alisnya yang berkerut serta mulutnya yang ternganga, Sera yakin Kyuhyun benar-benar lupa.

“Ka—kapan? Aku tidak…”

Sera menggerung kesal dan kembali menenggelamkan kepanya ke dalam bantal.

“Ya, Han Sera. Jangan merajuk, aku benar-benar tidak ingat. Kau tidak sedang iseng membohongiku kan? Bagaimana mungkin aku bisa melupakan itu kalau memang kau menciumku.” Sekarang Kyuhyun menopang kepala dengan tangannya sambil menggoyang-goyangkan bahu Sera.

“Kau ingat pertandingan bola di Manchaster yang kita tonton?” Tanya Sera masih dengan kepala menghadap bantal.

Pria itu mengangguk. “Kita mabuk parah malam itu, sampai harus mencari Bed and Breakfast terdekat karena kita tidak sanggup pulang ke London.”

“Kita tidur sekamar.” Sera mencoba memancing memori Kyuhyun. “Bahkan waktu itu ranjangnya hanya ada satu, Kyu. Kau memang volentir untuk tidur di lantai, tapi kita terbangun di atas ranjang yang sama keesokan harinya.”

“Aku ingat sampai di situ, tapi aku juga ingat kita berpakaian lengkap keesokan paginya.” Pria itu semakin meragukan ingatannya sendiri.

Sekarang Sera benar-benar ingin mencubiti wajah Kyuhyun, bagaimana mungkin pria itu bisa melupakan ciuman pertama mereka—ciuman pertama Sera.

“Sera-ya, coba tolong jelaskan yang lebih detail. Mungkin kau yang mabuk sehingga kau mengingatnya dengan versi berbeda.”

“Malam itu kau lebih mabuk, Kyu. Karena kau kalah taruhan skor akhir denganku.” Tukas Sera. “Kita menginap di Bed and Breakfast itu, lalu sebelum tidur kita mengobrol panjang tentang… entahlah, aku pun tidak terlalu ingat apa yang kita bicarakan.”

Pria itu menggeser tubuh Sera agar wanita itu berhenti menyembunyikan wajahnya dalam bantal. Kyuhyun terkekeh geli melihat kelakuan seorang Han Sera yang sekarang sedang salah tingkah.

“Yang kuingat kita membicarakan tentang masa depan, tentang bagaimana jika kita masing-masing akan bertemu orang lain dalam hidup kita. Bagaimana jika kenangan yang kita miliki tentang satu sama lain hanyalah sebagai sahabat saja. Lalu aku yang tolol saat itu mencetuskan ide agar kita punya memori lain yang lebih bermakna.” Jelas Sera.

“Jangan bilang ide tololmu itu adalah kita berciuman?”

“Aku bilang saat itu bahwa aku khawatir ciuman pertamaku akan dicuri seorang pria jahat yang tidak kukenal, lalu kau mengangguk setuju karena mengkhawatirkan bahwa ciuman pertamamu akan kau berikan pada gadis yang tidak kau sukai sepunuh hati.” Sera meringis malu sembari menjelaskan kebodohan masa muda mereka. “Lalu aku menyarankan agar kau yang memberiku ciuman pertamaku.”

“Lalu aku menyetujui itu?” Tanya Kyuhyun keheranan. “Apa aku semabuk itu?”

“Kau tidak menyetujuinya.” Balas Sera manyun.  “Tapi kau tahu sendiri bahwa aku bukan gadis yang senang menuruti kata-katamu, jadi aku… aku menciummu.” Wanita itu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.

Senyum bodoh tersungging di wajah Kyuhyun sekarang. Pria itu bisa membayangkan kejadian yang mereka alami, namun ingatannya benar-benar menolak untuk bekerja sama—bagaimana mungkin ia bisa melupakan sesuatu seindah itu.

“Kau langsung mendengkur setelah kita berciuman dan aku khawatir sekali kau akan mengungkit itu keesokan harinya. Saat terbangun, kau tidak pernah membahasnya lagi namun kukira kau tidak membahasnya untuk menjaga harga diriku—bukan karena kau benar-benar melupakannya!” Sera memukul lengan Kyuhyun pelan untuk mengekspresikan kekesalannya.

Senyum Kyuhyun semakin melebar. “Han Sera, kau tidak sedang berbohong kan sekarang?”

Sera menggeleng cepat, masih menutupi wajahnya dengan malu.

“Ingatkan aku.” Pinta Kyuhyun. “Ingatkan aku bagaimana caramu menciumku saat itu.”

Sera memukul Kyuhyun lebih kencang. “Kau benar-benar puas meledekku sekarang, hah?”

Pria itu justru terkekeh. “Bukan, aku sedang kesal pada diriku sendiri karena tidak bisa mengingatnya sama sekali. Kau gadis impianku, Sera-ya. Kalau aku bisa naik mesin waktu, aku pasti akan menghajar Kyuhyun tolol yang dulu sangat takut untuk mengukuhkan hubungan kita—dan jelas aku akan menghajar si Kyuhyun tolol itu juga karena melupakan ciuman pertama kita. Jadi tolonglah, ingatkan aku.”

Sera mengintip wajah Kyuhyun melalui sela-sela jemarinya, mencoba mencari cengiran jahil di wajah kekasihnya. Tapi yang bisa ia lihat hanya raut bingung serta sedikit penyesalan dalam nada bicaranya.

“Kau benar-benar menciumku?” Pria itu mencoba menyakinkan sekali lagi.

Sera mengangguk. Dengan gelagat malu-malu wanita itu beranjak mendekat pada Kyuhyun, meletakkan sebelah tangannya pada sisi wajah pria itu sambil mengusap lembut pipi Kyuhyun dengan ibu jarinya. Dengan gugup Han Sera mendekatkan wajah mereka. “Kurang lebih aku melakukannya seperti ini.”

Wanita itu menyapukan bibir mereka lembut, ia menekan bibirnya pada bibir Kyuhyun seperti dulu ia melakukannya pertama kali.

Jantung Kyuhyun bergedup semakin kencang, namun refleksnya mengambil alih. Kyuhyun menahan tengkuk Sera dengan tangan kokohnya sementara bibirnya mulai melumat bibir tipis Sera dengan lembut.

Sera melepas ciuman singkat mereka, menempelkan dahinya pada dahi lebar Kyuhyun sambil terkekeh geli. “Kau tahu? Yang kau lakukan barusan itu persis seperti yang kau lakukan dulu. Aku hanya menciummu singkat, lalu kau langsung menyambut ciumanku seperti itu.”

Kyuhyun ikut terkekeh bersama Sera. “Benarkah? Kurasa memang reflex tubuhku seperti itu jika berurusan denganmu.” Balasnya kembali mengecupi bibir Sera dengan ciuman-ciuman kecil.

“Terima kasih, Kyu. Meskipun kau melupakannya, aku bersyukur karena ciuman pertamaku terjadi denganmu. Mungkin itu salah satu kelakuan bodohku yang tidak pernah kusesali.” Ujar Sera dengan senyum salah tingkah.

“Maafkan aku karena melupakannya.”

Sera menggeleng. “Mungkin memang kurang spektakuler. Mungkin aku memang harus menjadi gadis super agresif agar kau mengingat ciuman kita.”

“Kau mau kujitak?!” Ledek Kyuhyun. “Jangan pernah merubah pribadimu, Han Sera. Kau sudah sempurna menjadi dirimu sendiri.”

“Meskipun dengan kabel jelek yang keluar dari rongga perutku?” Balasnya lirih.

Kyuhyun mengangguk mantap dan kembali mengecup bibir Sera singkat. “Kau selalu sempurna di mataku. Mungkin karena itu tidak pernah ada gadis yang bisa kukencani lebih lama dari beberapa minggu saja, mungkin karena itu aku memilih untuk tetap sendirian hingga membuat oemma mengira aku gay. Tidak ada yang bisa menggantikan tahtamu dalam hatiku—aish! Kata-kataku terdengar gombal sekali—tapi aku serius.”

Sera terkikik geli dengan kata-kata Kyuhyun yang memang terdengar terlalu gombal. “Kau memang payah sekali dalam hal merayu wanita. Aku harus mengajarkanmu cara berbicara yang baik pada wanita lain, agar mereka juga bisa melihat pesonamu, agar mereka tidak ketakutan dengan perilaku dinginmu, apalagi kata-kata pedasmu itu! Aish! Kau benar-benar berbakat menjadi pria kesepian, Kyu.”

“Tidak perlu kau ajari, aku tidak akan mencari wanita lain.” Kyuhyun memutar matanya kesal.

Kau harus mencari wanita lain, untuk merawatmu saat aku pergi nanti. Ujar Sera dalam hati. Ia hanya tersenyum lirih, mencoba menyembunyikan kekhawatirannya sendiri jauh-jauh dari pandangan Kyuhyun.

“Sudah larut sekali sekarang, sayang. Kau harus istirahat.” Kyuhyun menarik tubuh Sera mendekat.

“Beri aku ciuman selamat malam.” Sera memanyunkan bibirnya manja. “Dan cobalah atur debaran jantungmu itu agar aku bisa tidur.”

Kyuhyun mengecup bibir Sera mesra sambil membisikkan selamat malam padanya, menarik selimut menutupi tubuh mereka dan mendekap wanita impiannya erat.


Author’s note:

Iya, kalau adegan mimpi memang seharusnya di-italic. Tapi nggak jadi deg-deg-an dong kalo ketauan itu mimpi dari awal ;p

just in case ada yang masih nggak paham: iya adega sebelum tanda bintang itu mimpinya Kyuhyun, adegan setelah tanda bintang itu kenyataan. Kesimpulannya, SERA BELUM MENINGGAL, KYUHYUN HANYA MIMPI BURUK 🙂

Advertisements

89 thoughts on “Piles of Regrets – 14 [Vision]

  1. Eunkyu says:

    Pisss jangn pisahin merka, mskipun kyuhyun mendaptkan sera saat sera sudah janda pi biarkan merka bahgia, masih gak rela lait kyuhyun nangumis kek dimimpinya

    Liked by 1 person

  2. Park Ga Eun says:

    Yaelah thoooooorrrrr gua udah ikutan nangis berderai derai karena tau tau Hera meninggal karena terserang strok pasca oprasi transplatasi jantungnya. Eh ternyata setelah lanjut gue baca cuma mimpi. Nggak tau kenapa gue malah langsung ketawa dan agak sedikit dongkol jigak karena idah nangis tapi tau taunya cuma mimpi doang 😄😄😄

    Liked by 1 person

  3. rei says:

    authoor aku ikutan shock berat baca sera di bilang meninggal awalnya sudah seneng sera dapat donnor berarti sera bisa sembuh terus sra di bilang meninggal aku pikir itu beneraannnn

    Liked by 1 person

  4. imgyu says:

    aku udah yakin dr awal kalo adegan sera dapet jantung itu rada aneh bahkan ekspresinya dokter song juga ga histeris (dokter emang ga suka histeris tp ekspresinya dokter song itu kaya biasa aja) jadi aku yakin itu mimpi dan ternyata beneran :3

    Liked by 1 person

  5. angelkim393 says:

    Waktu awal baca g nyangka sera udh dpt donor…terus waktu sera meninggal q ngerasa p iy…q harap itu cuman mimpi kyuhyun j….terus waktu kyuhyun bgt dr mimpi buruk….baru bisa bernafas lega 😅😅😅😅

    Liked by 1 person

  6. MarooKyu88 says:

    Ikutan gagfal jantung kek sera dan megap megap ala cho kuyun di awal part.
    Ehhh…taunya !!!!
    Tadaaaaa . .cuma mimpi !!!

    Kenapa karakter cho kuyun demen banged ngebandingin diri dg org lain. Itu nggak baik kyu !!! Xlo kmu suka ngebandingin , kmu g akn prnah puas dan bersyukur krn sll mrasa kyurang !! Ols ngebandingin dg kuda tampan choi siwon, skrang dg cenayang hantu manis taec.

    Seumpama di kehidupan nyata, pasien kek sera boleh nggak berhubungan lebih dg suami & melahirkan secara normal ? Secara hidupnya aja tergantung pd colokan listrik(?) nggak boleh cpek dkit.
    Kalo nggak bisa, kyu nyata hrus jd suami yg sbar lahir batin.

    Liked by 1 person

  7. myungie says:

    aku jadi sport jantung di awal… ternyata mimpii…

    mereka bikin gemeess….
    kyuhyun yang terlalu lurus sampai dilepas aja sama eommanya buat tinggal bareng cewek.
    sera yang blak2an aja….
    cocoklah… diabetes niih..

    Liked by 1 person

  8. Melsyana says:

    Huaaaa…, dikirain sera benar” sudah meninggal, soalnya aku gak ada lihat tanda bintang karna keasyikan baca.

    Kyura couple sedang mengenang masa” ketika mereka kuliah dan itu terlihat sangat lucu dg tingkah kyu yg masih polos.

    Liked by 1 person

  9. Putrikimcho says:

    Awalnya seneng sih waktu si sera dapet jantung trs waktu meninggal mikirnya kayanya mimpi 😅😅 yaa ampun sera first kiss nya dia yang ambil sendiri 😂😂

    Liked by 1 person

  10. Goldilovelocks says:

    Well… karena aku bacanya setelah ff ini completed jadi pas diawal aku gak kaget. Praduga pertama, Sera cuma mau ngerjain Kyuhyun. Sementara yang kedua, ini gak mungkin tokoh utama mati karena kalau mati cerita bakalan ending! Sedangkan aku aja baca baru sampai part 14, masih ada 3 menuju tamat wkwkwk
    Du part inj (13 &14) gak ada sedih”an yaaa… malah dibuat senyum” mulu sama keromantisan mereka dududu hehehe tapi omong” itu yang waktu bahas masalah ciuman pertama kok lucu yaaa hahahah ya ampun Sera…. ternyataaaaaaaa 😂😂😂

    Liked by 1 person

  11. KartikaApriya says:

    Kaget pas awal sera meninggal tapi aga jnggal aja masa alurnya cepet bnget dri operasi smpee sadar jadi ga terlalu kaget pas dia mimpi😂😂😂😂
    Semoga sera ga beneran ninggal tapii jngan smpe kyuhyun baru bahagia 😢😢😢

    Liked by 1 person

  12. Dewiastiti says:

    Aq sempet shock bca bagian awal part ini, uda baper aj bawaan na. N syukur na tu cm mimpi fiiuuhh lega na aq. Author berhasil kasi sport jantung k aq.😄😄 ga sabar pengen baca part selanjut na

    Liked by 1 person

  13. Dyana says:

    Bener Author karena gak di italic jd aku pikir itu kenyataan, dan seperti Kyuhyun aku juga merasa shock bacanya, masa iya baru nerima jantung meninggal, kebayang tadi sedihnya Kyu sampai meraung-raung gitu. Bukannya mikir mimpi aku malah mikir, kok Sera meninggal inikan bukan part akhir… Tp kebingunganku terjawab, ternyata itu mimpi, mimpi buruk Kyu yg aku juga gak sanggup melihatnya…

    Mereka bahagia dan Sera masih hidup, menjalani hidup berdua dalam satu atap, dan dalam satu kamar (di part ini) itu terasa menyenangkan, meski gak tau kpn donor jantung itu datang.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s