Piles of Regrets – 12 [Reunion]

 

21

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

 

Dua hari sudah berlalu dan orang yang dinantinya masih juga belum datang. Wanita itu menghabiskan waktu sehari-harinya hanya untuk baca dan mengganti-ganti channel TV di kamarnya. Ia selalu menengok sigap ke arah pintu kamar setiap kali seseorang menggesernya dan selalu mendesah kecewa karena bukan pria yang diharapkannya yang muncul.

Sera berniat menelpon Kyuhyun dengan meminjam telepon di pos suster, tapi ia takut. Ia takut Kyuhyun masih benar-benar marah padanya, lagipula memang bukan kewajiban pria itu untuk menemaninya setiap saat.

Ia juga mendapat sedikit informasi dari dokter Song tentang sahabatnya. Dokternya bilang Kyuhyun diizinkan masuk ke dalam CICU saat Sera baru siuman, bahkan dalam daftar kehadiran pengunjung, tanda tangan Kyuhyun tertorehkan dan Sera juga melihat bukti yang difotokan oleh dokternya itu. Sejak melihat bukti itu, Sera mulai semakin resah. Hati kecilnya yakin kalau sahabatnya pasti melihat Sera dan Taecyeon di ruangan itu, pasti pria itu langsung mengambil kesimpulannya sendiri, lalu pergi meninggalkan Sera agar tidak menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka–klasik Cho Kyuhyun.

Praduga sementara ini membuat mood Sera naik-turun. Ia ingin menjitak dahi lebar sahabatnya itu karena sudah mengambil keputusan sepihak tapi Sera juga ingin memukul kepalanya sendri karena sampai sekarang masih tidak berani menelpon Kyuhyun untuk menjelaskan. Wanita itu gelisah karena Kyuhyun tidak di sampingnya, ia ingin menceritakan semua pengalaman anfal kemarin pada Kyuhyun, ia juga merasa masih berhutang permintaan maaf karena sudah membuat pria itu khawatir, ia pun merasa harus menjelaskan kesalah pahaman yang Kyuhyun simpulkan atas dirinya dan Taecyeon. Singkat kata, Sera sebenarnya sangat merindukan Kyuhyun dan ia bisa mencari seribu alasan untuk bertemu dan mengobrol dengan pria itu.

Di sisi lain, Sera pun berpikir apa kewajibannya untuk menjelaskan hubungannya dengan Taecyeon pada Kyuhyun? Pria itu bukan kekasihnya, jadi ia tidak perlu menjelaskan apa pun, bukan? Tapi mereka berciuman. Wanita itu juga tidak bodoh, ia paham maksud ciuman spektakuler yang Kyuhyun berikan padanya tiga hari yang lalu.

Tidak ada orang waras yang bisa mengabaikan ciuman sedalam dan penuh arti seperti yang mereka lakukan. Bahkan Sera masih menyentuh bibirnya setiap kali ingatannya melayang pada ciuman itu. Selama ini ia tidak pernah membayangkan posisi Kyuhyun sebagai kekasihnya, tapi kalau dipertimbangkan ulang, Sera juga tidak pernah keberatan jika pria itu merubah status mereka.

Sejak operasi LVADnya, Sera selalu dijadwalkan untuk mengikuti sesi physiotherapy di sore hari—yang biasanya memakan waktu dua jam. Karena kondisinya pasca-anfalnya masih cukup lemah, dokter-dokter Sera memberinya keringanan dan mengizinkan wanita itu untuk kembali ke kamarnya setelah menuntaskan satu jam sesinya saja.

Seorang suster memapah Sera dengan telaten di sampingnya, mengantarkan wanita itu kembali ke lantai enam untuk kembali ke kamarnya. Sebenarnya Sera bisa jalan sendiri, tapi karena kasus yang terjadi kemarin, dokter-dokternya memilih untuk tidak mengambil resiko dan sekarang wanita bandel itu dalam pengawasan super ketat. Sera meyakinkan susternya kalau ia bisa jalan sendiri ke kamar saat mereka tiba di lantai enam, lagipula jaraknya tidak jauh dari pos suster sehingga ia pun masih dalam pengawasan. Ia berbelok menuju kamarnya dan perasaan campur-aduk langsung menyerang saat ia mengenali sosok yang kini berdiri di depan pintunya.

Wanita itu mengambil beberapa langkah untuk mendekat, mengamati kelakuan aneh sahabatnya yang kini terlihat seperti maling yang sedang memantau keadaan. Cho Kyuhyun menekan wajahnya dekat sekali dengan jendela kecil di pintu kamar Sera, seolah sedang memeriksa situasi. Dari gesturnya bisa disimpulkan ia sedang mencoba untuk mengamati kondisi kamar untuk memastikan keadaannya kosong dan aman. Setelah yakin, Kyuhyun menggeser pintu kamar Sera lalu masuk ke dalam.

Sekarang Sera justru mengamati kelakuan Kyuhyun yang semakin janggal dari jendela kecil barusan. Hatinya mencelos saat ia sadar bahwa sahabatnya itu sedang merapikan seluruh barangnya yang tertinggal di kamar Sera. Pria itu tergesa melempar seluruh peralatan menginapnya ke dalam tas besar, Kyuhyun melayangkan pandangannya pada seluruh permukaan benda di kamar Sera, mencari-cari apakah masih ada barangnya yang terlupakan.

Setelah yakin seluruh peralatannya masuk, pria itu menyampirkan tali tasnya lalu menggeser pintu kamar Sera untuk keluar.

“Kamchagia!” Tas yang tersampir di bahunya terjauh karena keterkejutan Kyuhyun melihat Sera yang sekarang berdiri tepat di hadapannya.

Bola mata Sera mengamati perlahan dari wajah tercengang Kyuhyun, turun ke tas besar yang sekarang terjatuh di atas lantai. Ia bisa menerka apa yang sedang dilakukan Kyuhyun dan ia juga bisa menebak alasan pria itu melakukannya.

“Kau… mau pergi ke mana?” Tanya Sera polos sambil menunjuk tas Kyuhyun.

“Pulang.” Balasnya dingin.

Sera menengadahkan kepalanya untuk menatap manik mata Kyuhyun, hatinya bagai diremas saat mata mereka bertemu. Pria itu kembali menatapnya dengan tajam—seperti tatapan yang diberikan saat sidang perceraian Sera. Kelembutan di dalam tatapannya sirna dan cara pria itu bersikap sekarang jauh sekali dari kata ‘hangat’.

“Aaaa.. I see… kapan kau akan datang lagi?” Tanya Sera, masih mencoba bernegosiasi.

Kyuhyun mangambil tasnya, menyampirkan bewaannya kembali di bahunya. “Entahlah. Aku sibuk, Sera-ssi. Cepat sembuh.”

Pria itu melangkah dari Sera, sementara wanita itu masih terpaku kebingungan di tempatnya. Sera memandang punggung Kyuhyun yang menjauh sambil berpikir keras bagaimana cara memperbaiki situasi mereka.

“Kyu, bagaimana kalau kita makan siang bersama?” Sera menyusul langkah Kyuhyun.

“Ini pukul empat sore.” Balasnya tanpa berbalik.

“Kita bisa mencari cemilan, kan?” Sera mempercepat langkahnya agar sejajar di samping Kyuhyun. Wanita itu yakin jika ia membiarkan pria ini pergi sekarang, pria itu tidak akan pernah kembali lagi padanya.

Kyuhyun masih tidak mengacuhkan Sera, tapi ia memperlambat langkahnya. Khawatir kalau wanita itu bersikeras mengejarnya dan akan kelelahan lagi.

“Dua hari ini aku makan sendirian menu makanan sampah membosankan itu, aku sudah menunggu kapan kau akan datang agar kita bisa makan bersama di bawah.” Sera meraih lengan Kyuhyun.

Pria itu mencoba berjalan lebih cepat namun segera membatalkan niatnya karena Han Sera ikut mempercepat langkahnya. Akhirnya Kyuhyun berhenti, ia berbalik untuk menatap wanita yang dicintainya. Sejujurnya, sangat menyakitkan bagi Kyuhyun untuk menatapnya sekarang, ia tidak bisa menghapus gambaran akan Sera dan Taecyeon yang kembali bersama. Ok Taecyeon sendiri yang bilang bahwa ia akan berada di sisi Sera, jadi jelas wanita itu sudah tidak membutuhkan Kyuhyun sekarang, kan? Sera mendapatkan apa yang diinginkannya dan sudah sepatutnya Kyuhyun tahu diri untuk mundur.

“Aku tidak punya waktu menemanimu makan. Lepaskan tanganku, Sera-ssi.” Perintahnya sambil menarik tangannya dari genggaman Sera.

“Apa kau marah padaku?”

“Tidak.” Ia mengalihkan pandangan pada elevator yang kini berhenti di lantai mereka. “Liftnya sudah datang, aku pergi dulu.” Kyuhyun mempercepat langkahnya untuk mengejar pintu elevator yang terbuka.

Bukannya diam, Han Sera justru ikut mengejar langkah lebar Kyuhyun dengan sedikit berlari.

“YA! KAU INI BODOH!? KAU TAHU SENDIRI APA YANG TERJADI PADA JANTUNGMU JIKA KAU KELELAHAN! APA KAU MEMANG BERHARAP MATI CEPAT, HAN SERA?!” Bentak Kyuhyun saat melihat kecerobohan Sera yang selalu mengabaikan kondisinya.

Han Sera membeku di tempatnya. Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun membentak Sera, tapi amarahnya berbeda sekarang. Kyuhyun menyampaikan seluruh emosinya dalam satu kalimat padat yang terdengar sangat kasar bagi Sera sekarang. Sera pun tahu, ini adalah waktunya untuk berhenti merengek pada Kyuhyun yang sudah naik pitam.

“Maaf. Aku ceroboh dan tidak pernah mengira bahwa kondisiku akan mempengaruhimu.” Dengan ragu Sera meraih lengan Kyuhyun sekali lagi. “Kumohon, dengarkan dulu penjelasanku. Kalau kau mau dengar, aku janji tidak akan mengganggumu lagi.”

Kyuhyun menarik napas dalam lalu membalikkan tubuh untuk berhadapan dengan Sera. Ia mengangkat alisnya sinis, menantang Sera untuk mulai bicara.

“Tetang kejadian tempo hari, maafkan aku. Aku tahu kecerobohanku sudah membuatmu khawatir dan aku janji untuk memperhatikan kondisiku mulai sekarang.” Ia menatap Kyuhyun penuh harapan. Dalam hati Han Sera berharap Kyuhyun akan melunak dan berhenti marah padanya.

Tapi pria itu henya mengangkat bahunya cuek sebelum kembali melangkah ke arah elevator.

“Apa kau benar-benar tidak mau bicara padaku?” Nada bicara Sera mulai meninggi.

Pria itu tiba di depan elevator, ia menekan tombol turun sambil menunggu kapsul lain untuk menjemputnya. “Aku tidak punya waktu untuk bicara denganmu.” Jawab Kyuhyun menghidari mata Sera dan memilih untuk melihat angka pada display elevator saja.

“Kyu… kau—”

“Aku tidak punya waktu untuk terus-terusan merawat orang yang sekarat.” Tambah pria itu dingin—seketika ia langsung menyesali ucapan bodohnya.

Genggaman Sera pada lengan Kyuhyun melonggar, wanita itu mengambil langkah mudur dengan mata yang berkaca-kaca. Dari seluruh kalimat yang bisa Kyuhyun ucapkan padanya, pria itu memilih untuk menghujam Sera dengan fakta yang paling menyakitkan baginya. Tentu saja Kyuhyun benar, siapa juga yang mau menghabiskan waktu untuk merawat wanita tidak tahu diuntung yang sedang sekarat. Sera selalu takut orang-orang mendampinginya hanya karena rasa bersalah semata, kini bahkan sahabatnya sudah muak berada di dekatnya.

Han Sera melepas genggamannya pada lengan Kyuhyun, ia menunduk untuk menyembunyikan matanya yang sudah basah. “Arraseo. Maaf karena aku sudah membuang waktumu selama ini. Hati-hati di jalan, Kyu. See you when I see you.” Ujarnya parau.

Kyuhyun tidak mau memandang Sera. Pria itu tetap memandang kaku pada pintu elevator yang tidak kunjung terbuka.

“Bye, Kyuhyun-a.” Sera berbalik dengan langkah gontai ke arah kamarnya. Hatinya sakit, entah mengapa kata-kata yang diucapkan Kyuhyun tadi terasa sangat menusuk di hatinya. Apa selama ini memang Sera hanya beban yang mengganggu hidup Kyuhyuh?

Wanita itu tak kuasa menahan tangisnya, ia terisak pelan, mencoba tidak mengeluarkan suara karena takut Kyuhyun akan mendengarnya. Ia terus meyakinkan diri, bahwa ia bisa melalui semua ini sendiri. Seperti setahun lalu saat ia melewati rangkaian pengobatannya sendirian. Tidak masalah, bukankah justru Sera yang menjauhkan diri dari semua orang yang dikenalnya?

 

*

Kyuhyun memukul-mukul kepalanya sendiri di dalam mobil. Pria itu sudah mendekam di parkiran rumah sakit beberapa menit tanpa melakukan apapun selain mengutuk dirinya sendiri.

Setelah Sera berbalik, Kyuhyun bisa melihat pantulan wanita itu dari pintu alumunium elevator. Ia bisa melihat wajah terpukul Sera, mengamati langkah gontainya, serta kedua bahu mungil yang bergetar karena tangis.

“Arrgh!! Cho Kyuhyun bodoh!” Ia memukul kepalanya sekali lagi. “Kau bisa pergi dengan tenang, tanpa harus menyakitinya dan mulutmu justru melontarkan kata-kata kejam itu!!!”

Kyuhyun menggenggam setir erat-erat sambil memikirkan beberapa fakta yang diam-diam diamatinya selama membereskan barang. Tidak ada satu pun perangkat milik Taecyeon di situ. Sera pergi melakukan physiotheraphy sendirian. Apa Ok Taecyeon tidak di sampingnya karena pria itu masih di kantor? Tapi kenapa Sera terlihat begitu kesepian? Mengapa Sera bilang ia makan sendirian? Ke mana mantan suaminya yang berucap akan berada di sisinya itu?

Apa Kyuhyun sebaiknya memeriksa keadaan Sera sekarang? Perlukah ia menelan gengsinya dan menenangkan kekalutan wanita itu? Tidak. Han Sera pasti akan baik-baik saja tanpa Kyuhyun.

Menghiraukan nuraninya sendiri, Cho Kyuhyun memasukkan gigi persneling dan mulai menyetir keluar dari parkiran rumah sakit. Pria itu sudah dekat dengan pintu keluar saat ia membanting setirnya dengan spontan, membalik arah mobilnya untuk kembali ke parkiran. Ia tidak boleh melakukan ini lagi, tidak boleh ada kebodohan dan salah paham lagi antara mereka. Kalau memang Taecyeon ingin mendampingi Sera, maka Kyuhyun akan mundur dengan pasrah. Tapi ia akan membiarkan Sera memutuskan, ia akan memastikan keadaan yang sebenarnya dan menghapus semua asumsi yang ada dalam kepalanya sekarang.

Tidak perlu waktu lama hingga Kyuhyun tiba di depan pintu kamar Sera lagi, pria itu mengintip ke dalam dan langsung mengenali sosok Sera yang sedang bersembunyi di balik selimutnya. Pria itu tahu Han Sera sedang menangis sambil menutupi seluruh tubuhnya di dalam selimut—hal klasik yang Sera selalu lakukan sejak dulu saat ia sedih.

Kyuhyun menggeser pintu, melangkah perlahan ke samping ranjang wanita itu dan dengan ragu ia menyingkap selimut yang menutupi kepala Sera. Pemandangan yang dilihatnya sangat menyakitkan. Han Sera yang terisak keras dengan wajah bersimbah air mata, wanita itu menggigiti bibirnya sendiri dan tangisnya pun semakin pecah saat ia menyadari Kyuhyun sudah berada di dalam kamarnya lagi.

Hati Kyuhyun mencelos. Kali ini Sera menangis benar-benar karena ulahnya, ia tidak suka menjadi pria kejam yang membuat Sera menangis, tapi ia harus menerima kenyataan itu.

“Kyu?” Panggil Sera parau. Ia menopangkan bobot tubuh pada sikunya untuk bangkit dari posisi meringkuk.

Kyuhyun membantu Sera untuk duduk di ranjangnya sementara wanita itu sibuk menghapus air matanya sendiri.

“Aku sadis sekali padamu barusan, bukan?” Kyuhyun duduk di tepi ranjang Sera, mencari tangan wanita itu untuk digenggam.

Sera menggeleng. “Kau tidak sadis, aku yang jahat. Bagaimana mungkin aku mengharapkan kau untuk tinggal sejenak. Kau… maaf karena aku membuang… waktumu. Pasti kau…” Tangisnya pecah kembali.

“Sera-ya, kumohon berhenti menangis.” Kyuhyun menyapukan ibu jarinya di atas permukaan wajah Sera.

Wanita itu berusaha mengatur napasnya, tapi kata-kata Kyuhyun kembali terngiang, membuat air matanya kembali mengalir deras.

“Maaf… Kyu…” Entah sudah kali keberapa wanita itu mengucap maaf.

“Berhenti minta maaf, Han Sera. Aku lah yang bersalah.” Kyuhyun terus mencoba menghapus air mata Sera. “Maafkan aku, karena melampiaskan amarahku seperti itu.”

“Kurasa aku paham… alasanmu.” Ujar Sera sambil sesenggukan. “Aku…”

Kyuhyun menaruh tangannya di atas kedua bahu Sera. “Hey, atur dulu napasmu, oke? Kita bicara kalau kau sudah lebih tenang, ne?”

Wanita itu mengangguk setuju. Ia menghabiskan sisa-sisa emosi yang tersisa sebelum mulai menangkan dirinya, hingga tangisnya berhenti.

“Maaf, Kyu.” Ujarnya.

“Sekarang apa kau siap menjelaskan dirimu?” Kyuhyun mulai menodong Sera dengan pertanyaan layaknya seorang pengacara pada terdakwa. “Jelaskan mengapa kau bisa terbaring di ruang tunggu mereka?”

Sera mengangguk. “Aku mau berbelok ke arah café tapi banyak sekali karangan bunga di sana. Aku membaca namanya dan rasa penasaranku menuntun langkah menuju ruangan itu. Lalu oppa melihatku, aku mencoba kabur secepatnya tapi dia menangkap lenganku dan memaksa untuk menjelaskan keadaan. Kemudian alarm LVAD berbunyi nyaring dan aku tidak terlalu sadar yang terjadi setelahnya.” Jelas Sera mencoba menceritakan pada Kyuhyun apa adanya.

Pria itu menarik napas dalam, menahan keinginannya untuk mengomel pada Sera. Ada satu pertanyaan lagi yang ingin ia lontarkan, tapi Kyuhyun pun belum tahu bagaimana cara menanyakan hal yang lebih personal sekarang.

“Kyu, aku sudah menjelaskan. Sekarang boleh aku bertanya?” Sera menggigit bibirnya ragu. “Apa kau semurka itu padaku, sampai kau enggan melihat keadaanku setelah aku siuman?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku harus menemui dokter Song dan dokter Kim, menjelaskan kronologis mengapa kau kembali ke rumah sakit di dalam ambulans. Aku adalah orang yang menjamin keselamatanmu, jadi aku pun harus melakukan laporan pertanggungjawaban pada mereka.”

Sera belum puas dengan jawaban Kyuhyun. “Dokter Song bilang padaku bahwa kau masuk ke dalam CICU setelah aku siuman, tapi aku tidak pernah bertemu denganmu.”

Kyuhyun tersenyum pahit dan membenarkan. “Kau sudah punya pengunjung saat itu.”

Sera menghela napas panjang, kecurigaannya sudah terkonfirmasi. “Jadi kau memutuskan untuk pergi begitu saja?”

“Aku tidak sudi jadi orang ketiga perusak hubungan kalian.” Jawab Kyuhyun cepat—dan sinis.

“Itukah alasan kau sangat marah padaku?”

Kyuhyun menatap mata Sera dalam, terlalu gengsi untuk menjawab jujur tapi ia pun tahu masalah ini akan terus berlarut kalau dirinya tidak pernah tegas.

“Han Sera, tempo hari kau khawatir bahwa kau sudah tidak menarik lagi, kau sangat murung karena mengira dirimu sudah tidak bisa membuat pria terkesan. Biar kuberitahu, kau masih tetap memiliki pesona itu. Buktinya? Kau membiarkanku menggandeng tanganmu dan berkencan seharian bersamaku, lalu kau biarkan pria lain mendekapmu di malam yang sama. Pesona Han Sera benar-benar luar biasa!” Kyuhyun menanggalkan sisa-sisa harga diri yang melekat padanya dan sekarang justru bersikap seperti remaja cemburuan.

Sera menganga bingung, sedikit tersinggung dengan cara Kyuhyun menjabarkan dirinya. “Aku tidak bisa membela kelakuanku. Apa yang kau katakan benar, aku memang pasrah saja membiarkannya mendekapku malam itu. Mungkin karena aku benar-benar tidak berdaya—aku tidak bisa bicara atau bergerak, Kyu.”

“Jangn berikan alasan itu, Han Sera.” Tukas Kyuhyun. “Lagipula, itu hakmu. Kau tidak harus menjelaskan apa pun padaku, aku juga bukan kekasihmu ata pac—”

“Kau lebih jahat dari yang kiukira!” Sera tidak kalah emosi. “Kau mengajakku berkencan, memompa rasa percaya diriku, bilang kalau kau akan tetap di sisiku, menciumku.” Sera menggigit bibirnya lagi secara otomatis setiap teringat akan ciuman itu. “Lalu hari berikutnya kau menghilang! Puncaknya adalah kau merapikan seluruh barangmu dan angkat kaki dari kamarku tanpa mengucapkan selamat tinggal! Neo daebak, Kyuhyun-a!”

Wajah Kyuhyun memanas saat Sera mengingatkan tentang ciuman mereka, karena pria itu sudah mengutuk dirinya sendiri tiga hari belakangan akibat tindakannya itu.

“Berhentilah bicara seolah ciuman itu bermakna untukmu, Sera-ya.” Kyuhyun menyeringai sinis untuk menyembunyikan kegugupannya.

Tiba-tiba saja Sera merasa dipermainkan. Apa memang bagi Kyuhyun itu hanya sebuah ciuman basa-basi saja? Apa pria itu menciumnya untuk bersenang-senang semata? Atau mungkin Kyuhyun menciumnya untuk menghapus rasa penasaran akan Sera? Wanita itu tidak pernah semarah ini pada dirinya sendiri, ia kesal karena membiarkan kepalanya berpikir yang tidak-tidak tentang ciuman mereka sementara tindakan itu tidak ada artinya bagi Kyuhyun.

Sera mengeratkan genggaman tangannya lalu secara otomatis ia mulai meninju lengan Kyuhyun karena kesal. “Ya! Kau tega sekali! Kau tega sekali memainkan perasaanku seperti itu, Kyuhyun-a! Kalau kau memang hanya berniat iseng, kau kan tidak perlu bertindak sejauh itu! Aku tahu dulu aku mematahkan hatimu, tapi kau tidak perlu balas dendam seperti ini kan!” Air mata Sera kembali menggenang.

Kata-kata wanita itu menimbulkan satu set pertanyaan baru di benak Kyuhyun. Ia bukan pria yang terbiasa mendengar pengakuan dari gadis mana pun, tidak ada yang pernah menyatakan perasaan pada Kyuhyun sebelumnya. Pria itu tidak mau salah paham, ia masih mengira Sera hanya sedang kesal karena mengira Kyuhyun meremehkan makna ciuman mereka.

Pria itu menangkap tinju Sera yang masih melayang ke tubuhnya lalu menarik tangan wanita itu mendekat ke atas dadanya, membuka kepalan tangan Sera untuk diletakkan di atas jantungnya sendiri. “Berhenti memukulku, Han Sera. Percuma saja, tenagamu itu lemah, aku tidak kesakitan.

“Kau kejam.” Rengek Sera mulai menangis lagi. “Tidak seharusnya kau mencium seorang wanita seenakmu jika itu tidak berarti apa-apa.”

Kyuhyun menekan tangan Sera yang masih terbuka di atas jantungnya. “Kau bisa merasakan itu, Sera-ya? Atau aku harus meminjam salah satu alat dokter Song agar kau tahu seberapa cepat detak jantungku setiap aku berada di dekatmu?”

Wanita itu berhenti menangis seketika, ia menatap sahabatnya yang sekarang balik menatap Sera dengan penuh kesungguhan.

“Jantungku sudah menggila seperti ini sejak pertama kita bertemu, Sera. Tapi aku tahu debaran ini hanya milikku seorang, jadi aku merelakan kau pergi dari hidupku.” Kyuhyun memejamkan mata, berharap bumi terbelah di bawahnya agar ia bisa sembunyi tanpa melanjutkan kata-katanya. “Aku tidak mau menjadi alasan ketidakbahagiaanmu, dan meskipun aku terdengar seperti pecundang, aku memilih untuk mundur dari hidupmu jika kau memilihnya.”

“Tapi aku kan…”

“Biar aku menuntaskan kalimatku, tidak mudah mengatakan ini. Kumohon, ng?” Kyuhyun menarik napasnya lagi sembari mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Sera diam, ia menahan diri untuk tidak memotong kata-kata yang nampakanya sulit sekali keluar dari mulut sahabatnya ini.

“Han Sera, kau hanya perlu meminta. Jika kau ingin aku untuk mendampingimu, maka kau hanya perlu memintanya. Hanya itu yang perlu kau lakukan dan aku berjanji, aku akan selalu menjagamu, aku akan setia berjalan di sampingmu. Katakan saja bahwa kau membutuhkanku, maka seluruh hidupku adalah milikmu. Say the words and I’m yours!”

Mata Sera terbelalak kaget saat ia menyadari bahwa Kyuhyun sedang mengungkapkan perasaannya—bagus, sekarang justru Sera yang gugup.

Wanita itu tidak tahu sejak kapan rasa itu tumbuh, meski ia sudah menyayangi Kyuhyun sejak dulu, hatinya tidak pernah berbunga-bunga jika pria itu di dekatnya. Tapi kenyataan itu perlahan berubah sejak Kyuhyun kembali dalam hidupnya. Sera sadar jantungnya berdebar lebih cepat setiap ia melihat Kyuhyun, ia kecewa kalau pria itu terlalu sibuk untuk menemaninya, ia menanti kehadiran Kyuhyun selama tiga hari dan ia sungguh merasa kehilangan beberapa saat lalu saat Kyuhyun meninggalkannya di depan elevator. Tentu saja Sera juga bisa merasakan wajahnya memanas detik ini saat pria itu menyatakan perasaannya.

“Kyu…”

“Andwe! Andwe! Jangan jawab sekarang, beri aku lima detik untuk bernapas.” Kyuhyun menutup matanya sambil juga menutup kedua telinga dengan telapak tangannya. Pria itu terlalu gugup mendengar jawaban Sera. Memang ia menduga yang terburuk, tapi ia pun tidak siap patah hati lagi setelah mengungkapkan perasaannya seperti tadi.

Sera tersenyum tipis. Ia menghitung sampai lima dalam hati, membiarkan sahabatnya itu tenang sedikit. Lalu saat hitungannya selesai, Sera mencondongkan tubuhnya ke arah Kyuhyun untuk menyapukan bibirnya pada pipi Kyuhyun yang masih memerah.

Pria itu membuka matanya kaget, apa yang baru saja terjadi? Apa Sera baru mengecup pipinya? Kenapa Kyuhyun kegirangan seperti ini? Dia kan bukan anak ingusan yang baru mendapat ciuman pertamanya—meskipun sensasinya memang seperti itu.

“Kumohon, tinggal lah di sisiku, Kyuhyun-a. Aku tahu pasti akan merepotkanmu, tapi kumohon jangan pergi lagi dari hidupku.” Ujar Sera malu-malu. “Jangan biarkan gengsi, kebodohan dan salah paham merusak apa yang kita miliki sekarang untuk kedua kalinya.”

Kyuhyun harus mengingatkan dirinya sendiri untuk menarik napas sekarang.

“Memang awalnya kukira ia lah yang kubutuhkan. Tapi aku sudah melalu 3 bulan tanpa dirinya dan aku merasa baik-baik saja. Sementara kau hanya absen tiga hari dari hidupku dan aku merasa sangat merana dan kesepian.” Lanjut Sera. “Aku—aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu, Kyuhyun-a.

“Sera… kau…”

“Aku tidak bisa menjanjikanmu banyak, karena kita tidak tahu sampai kapan aku akan terikat di ranjang ini, sampai kapan aku akan terus merepotkanmu karena penyakit ini. Tapi kalau aku boleh egois, kumohon tinggal lah di sisiku. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik, Kyu. Apakah janjiku ini cukup untuk membujukmu agar tetap di sisiku?”

Kyuhyun tidak bisa menahan gejolak kebahagiannya lagi. Ia meletakkan sebelah tangannya pada tengkuk Sera, mendorong wajahnya mendekat sebelum ia mendaratkan ciuman manis yang pantas didapat wanita itu.

Sera melingkarkan lengannya di seputar pinggang Kyuhyun, menikmati sapuan lembut bibir pria itu di atas bibirnya. Meresapi emosi yang tidak tersampaikan lewat kata-kata dalam ciuman indah mereka. Sera bisa merasakan kebahagiannya dan Kyuhyun bersatu dalam lumatan demi lumatan kedua bibir mereka. Sera bisa merasakan kegugupan Kyuhyun dalam ciumannya yang bergetar dan Sera bisa merasakan kenyaman familiar yang selalu menyelimutinya setiap pria ini mendekapnya.

Kyuhyun melepas tautan bibir mereka, menempelkan dahi mereka sementara mengatur napasnya yang menderu. “Aish, seharusnya aku menciummu sejak dulu.” Goda Kyuhyun.

Wanita itu hanya terkekeh geli.

“Sera, untuk menghapus rasa penasaranku,” bisiknya di bibir Sera sembari ia memberikan kecupan-kecupan kecil di atas bibir tipisnya, “bagaimana dengan pria itu?”

Sera menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun, menangkupkan kedua telapak tangannya di samping wajah pria itu. “Kau lupa, dia sudah punya calon isteri baru.”

“Jadi kau tidak—”

“Kau sudah dengar kisah tololku yang terbaru, kan?” Tanya Sera sambil menyeringai sinis. “Aku sukses menggagalkan upacara pernikahan mantan suamiku. Kujamin calon isterinya murka sekali padaku.”

Kyuhyun terkikik geli. “Tapi gadis itu menyelamatkanmu, Sera!”

“Aku tahu, apa aku harus menemuinya sekarang untuk berterima kasih?” Usulnya.

Kyuhyun menggeleng. “Jangan siramkan minyak pada api yang masih membara. Nanti kalau keadaan sudah tenang, baru kau berterima kasih padanya.”

Sera hanya memanggut nurut pada keputusan Kyuhyun. “Ngomong-ngomong, kau tidak jadi pulang?” Tantangnya iseng.

“Kau mau cari ribut denganku?” Pria itu mencubit hidung Sera gemas. “Tapi aku memang harus pulang untuk mengambil set baju bersih.”

“Pulanglah, aku akan menunggumu untuk makan malam.” Ia membelai rambut Kyuhyun lembut. “Jangan lupa bawakan aku makanan manis.”

“Kau mau apple pie yang gagal kau makan kemarin?” Goda Kyuhyun, ia kembali mencondongkan tubuh untuk mengecup singkat bibir Sera yang membuatnya ketagihan

Sera mencubit lengan Kyuhyun kesal. “Aku tidak akan makan apple pie itu lagi! Carikan aku dessert favorit baru sekarang, Kyu.”

“Ng, aku baru menemukan dessert favoritku.” Bisiknya sebelum kembali melumat bibir Sera.

 

 

 

tbc…

 

Advertisements

86 thoughts on “Piles of Regrets – 12 [Reunion]

  1. MarooKyu88 says:

    Suka sama masa penantian sera. Sera yg antusias bnged setiap pintu ke buka.

    Hahaa….unik yaa kyu ma sera.
    Mereka saling intip lewat pintu
    Aneh aneh aja mereka.
    Awas loh ntar mata kalian bintitan..kkk

    Lama lama bibir tipis sera makin tipis xlo gitu ketagihannya.

    Cie cie yg udah naik leVel statusnya.
    Makan makanya di tunggu.

    Liked by 1 person

  2. Hana choi says:

    Uu so sweet akhirnya kyuhyun berubah pikiran juga, sedih dikirain kyuhyun bakalan bener” ninggalin sera bahkan dia ngucapin kata” yg bikin sera sakit hati, tapi yg terpenting mereka akhirnya bersamaaaaa seneng deh

    Liked by 1 person

  3. utusiiyoonaddict says:

    yeey mereka baikan dan udah mulai sweet“an ahay,
    tp kurang sdkit greget penyesalan seranya, huh tp gak ppa ini udah sneng bgt aku, dan brharap yoonaku jauh“ dri okcat

    Liked by 1 person

  4. dayanaelf says:

    Sumpah mereka nggemesinn bgt !!
    Smpe nangis pas cerita di elevator itu sera akhirnya perrgi ambil nnangis , dan diujung part malah senyum2 gei sendiiri baca guyonan mereka,
    Hhhh….. Akhirnya sera menerima kyuhyun, dann berusaha ngelakuin yg terbaik bwt kyuhyun,,
    Terharu……

    Liked by 1 person

  5. Goldilovelocks says:

    Nah setelah dibuat ngeluarin air mata lagi-lagi pas mereka didepan elevator malah dibuat ketawa. Ya ampuuuuuunn Kyuuuu kamu tuh yaaa ngegemesin banget >< hihi kalo cemburu serem ih ampe segitunya ngendap" menghindar dari Sera. Dan apa itu tadi?? Anjlokk ah Kyuhyun 😂 giliran dikasih pernyataan semacam 'aku membutuhkanmu' langsung nyosor begitu aja hahaha ini sebenernya umur berapa sih kamu? Mau aku karungin trs aku bawa pulang kerumah? Aku jadiin guling biar bisa aku pukul" kalo lagi baca ff yg greget gitu Kyu… ya ampuuuun hahaha aduh masih berasa banget lucunya tadi wkwk

    Liked by 1 person

  6. KartikaApriya says:

    Jadi mereka sekarang pacaran??? 😍😉 akhirnyaaa perjuangan kyuhyun terbalas hahahaha
    Semngat cari dessert baru kyu….
    Sera juga jngan gagal semngat hidup mulu yaa kan sekarang udah ada yg dampingin ga kaya yg itu tuh… hahaha😂😂😂

    Liked by 1 person

  7. Dewiastiti says:

    Part ini manis asem asin, rame rasa na😝😝😘😘 aq geregetan ma si kyu untung dy balik lg bwt ketemu sera. Akhir na prjuangan na brbuah manis. Hehehe

    Liked by 1 person

  8. Dyana says:

    Manisnya… Pernyataan cinta dan awal yang baru, meskipun sebelumnya harus terjadi kesalah pahaman karena keduanya sama2 tak memiliki kepercayaan diri…
    Semoga Sera cepat dapat doroh jantung, agar keduanya bisa hidup bahagia selamanya…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s