Piles of Regrets – 10 [Leniency]

 

 

19

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

Wanita itu tertolong.

Mereka tiba di rumah sakit dalam kurun waktu yang terhitung cepat, dokter yang meunggu di depan pintu E.R segera menyuntikkan enam dosis adenosine untuk menstabilkan detak jantung Sera, kemudian wanita itu langsung didorong ke dalam CICU untuk menerima treatment lanjutan.

Dua pria yang mengikutinya turun dari ambulans masih berada dalam kondisi shock. Kyuhyun masih tercengang karena menganggap anfalnya Sera kali ini memang seratus persen kesalahannya. Seharusnya pria itu tidak meninggalkan Sera sendirian, bahkan seharusnya Kyuhyun tidak melupakan tas perlengkapan Sera di dalam mobil sejak awal. Kyuhyun juga merasa frustrasi karena mengesampingkan fakta yang sudah ia ketahui berminggu-minggu lalu—bahwa Ok Taecyeon memang akan melangsungkan pernikahan di dalam hotel itu. Pria itu terlalu bahagia karena bisa mengajak Sera berkencan sampai ia lupa venue yang tertulis jelas di undangan Taecyeon yang mendekam di dalam mobilnya.

Taecyeon pun dalam posisi yang jauh lebih terguncang dari Kyuhyun, karena setidaknya Kyuhyun tahu apa yang terjadi. Pria itu hanya bisa mengikuti langkah Kyuhyun yang tampak sudah tahu persis seluk beluk di dalam rumah sakit tempat mereka berada sekarang. Saat ini hanya satu hal yang benar-benar mengganggu pikirannya selalin kondisi Sera—mengapa Cho Kyuhyun, mantan pengacara perceraiannya, ada di sini? Apa Kyuhyun mendekati Sera setelah mereka berpisah? Mungkinkah pesona dan kerapuhan Sera membuat Kyuhyun mencari celah untuk menggantikan posisi Taecyeon? Mungkinkah mereka memiliki affair sebelum perceraian itu final? Mengapa Kyuhyun tahu segalanya sementara Taecyeon justru terlihat seperti orang dungu sekarang?

Pria itu siap mengkonfrontasi Kyuhyun untuk menanyakan seluruh pertanyaan yang berkecamuk dalam kepalanya, namun saat ia akan menegur Kyuhyun, justru dua orang dokter yang tadi menangani Sera keluar dari balik pintu ruang emergency. Dengan sigap Taecyeon langsung menghampiri dokter itu untuk mencari jawaban atas seluruh rasa penasarannya.

“Selamat malam, dokter. Namaku Ok Taecyeon, aku tadi datang bersama Han Sera, bisakah kalian beritahu aku tentang kondisinya?”

Dokter Kim memandang keheranan pada pria yang baru pertama kali ditemuinya, sementara dokter Song justru mengalihkan pandangan pada pria yang muncul beberapa langkah setelah pria kekar asing yang bersetelan jas pengantin.

“Dokter Song, Sera bagaimana?”

Wanita paruh baya itu memutuskan untuk meledak pada sosok  yang dikenalnya. “Aku memberikan Sera izin untuk keluar beberapa jam karena kau menjamin keselamatannya, Cho Kyuhyun-ssi! Kami sudah mengajarimu seluruh tahapan yang harusnya kau lakukan, tapi mengapa justru di penghujung hari justru wanita itu didorong masuk di atas dipan, dalam keaadaan tidak sadarkan diri, lengkap dengan baterai LVAD yang kosong?!!” Bentak dokter Song pada Kyuhyun.

Pria yang dibentak hanya membungkuk penuh rasa penyesalan. “Aku menjaganya, dokter. Aku bahkan mengganti baterai LVAD Sera sekitar pukul 3 sore tadi. Ia baik-baik saja sebelumnya. Lalu kami terpisah sejenak dan kondisinya sudah seperti itu saat aku kembali menemukannya, pria ini yang menelponku.” Tunjuknya pada Taecyeon. “Dan aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi saat kami terpisah, aku berani bersumpah, kami terpisah tidak sampai lima belas menit.”

“DEMI TUHAN! ADAKAH YANG BISA MEMBERITAHUKU APA YANG SEBENARNYA TERJADI DENGAN HAN SERA?!” Taecyeon membentak ketiga manusia yang masih sibuk berbincang sendiri. “Kyuhyun-ssi, kau berhutang banyak sekali penjelasan untukku! Penjelasan mengapa justru kau yang paham seluk-beluk kesehatan isteriku sekarang.”

“Kau suaminya?” Dokter Song bertanya spontan. “Ke mana saja kau selama ini, tuan?” Lanjutnya sinis.

Mantan suami.” Kyuhyun mengoreksi status Taecyeon tidak kalah sarkastis, tapi Taecyeon dan dokter-dokter di depannya justru mengabaikan ucapan pria itu.

“Aku tidak kemana-mana, wanita itulah yang menghilang dari hidupku. Jadi aku akan sangat berterima kasih jika kalian bersedia berbagi informasi tentang kondisi Han Sera sekarang.” Tukas Taecyeon kasar, ia sudah tidak peduli dengan kesopanan sekarang.

Doktor Song memandang Kyuhyun untuk meminta persetujuan dari pria yang akhir-akhir ini selalu berada di sisi Sera. Kyuhyun menggeleng pelan, berharap dokter Song bisa mengerti bahwa bukan keinginannya lah untuk tidak menginformasikan Taecyeon tentang kondisi Sera, tapi wanita itu sendiri yang terus memohon tentang kerahasiaan penyakitnya. Namun wanita paruh baya itu justru meminta Taecyeon untuk ikut ke dalam ruang praktiknya, agar ia bisa menjelaskan seluruh data  kesehatan Sera yang terkumpul sejak awal mereka menangani wanita itu.

Kyuhyun hanya bisa mendesah pasrah, kalau boleh jujur ia tidak suka melihat Taecyeon di sini. Ia tahu persis apa yang akan pria itu lakukan dan ia yakin mulai sekarang ia harus kembali bersaing dengan pria yang masih bertahta di hati Sera. Hatinya terpukul, ia ingin Sera selamat dan sembuh total. Ia ingin melihat gadis kesayangannya itu kembali menjadi Seranya yang hiperaktif dan selalu ceria—dan Kyuhyun yakin salah satu kunci kebahagiaan Sera terletak di tangan mantan suaminya. Taecyeon sekarang tahu apa yang terjadi pada Sera, pasti pria itu akan melakukan apa yang Kyuhyun lakukan mulai sekarang dan sepertinya Kyuhyun harus siap mengibarkan bendera putihnya.

Kyuhyun terduduk lemas di kursi tunggu depan CICU, meratapi nasibnya yang selalu menjadi pecundang di hadapan Sera. Ia ingin pulang sekarang, mengakui kekalahannya jauh sebelum perang dimulai, tapi rasanya tidak adil bagi Sera. Setidaknya wanita itu harus tahu bahwa Kyuhyun menyesal telah melakukan kecerobohan itu sore tadi, setidaknya Kyuhyun bisa menunggu sejenak sampai wanita itu tersadar—agar ia bisa meminta maaf atas kelalaiannya barusan. Agar ia bisa mengucapkan selamat tinggal yang layak bagi kisah mereka.

“Wanita yang tadi kutolong…”

Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk menengok pada sumber suara lirih yang menghamburkan lamunannya. Pria itu tercengang karena mendapati Yoona sekarang sudah berdiri di dekatnya, masih lengkap dengan gaun pengantin dan mata sembab. Sepertinya gadis itu mengikuti ambulans yang membawa Sera dengan taxi dari belakang dan nampaknya ia mendengar seluruh pembicaraan yang terjadi sebelumnya.

“Apa wanita itu memang isterinya?” Lanjut Yoona dengan suara tercekat.

Kyuhyun bisa melihat betapa terguncangnya gadis itu, matanya menatap manik gelap Kyuhyun dengan penuh tanya, tubuhnya bergetar dan ia menggigit bibirnya keras-keras untuk menahan emosinya sendiri. Kyuhyun melepaskan jaketnya untuk disampirkan pada bahu Yoona sebelum ia menarik napas dalam untuk menjelaskan kekeliruan yang baru didengar gadis itu.

“Kumohon, beritahu aku. Apa mereka suami-isteri?” Air mata Yoona mengalir bebas di pipi putihnya.

“Ah, kau Im Yoona, bukan?” Kyuhyun berformalitas sebentar sementara otaknya bekerja keras untuk mencari kata-kata yang tepat.

Yoona hanya mengangguk pelan.

“Namaku Cho Kyuhyun.” Ia meletakkan telapak tangan di atas dadanya sendiri sambil membungkuk sopan. “Aku hanya bisa memastikan padamu bahwa Ok Taecyeon dan Han Sera bukan suami-isteri, mereka tidak terikat hubungan pernikahan saat ini.” Kyuhyun memilih untuk berkata jujur tanpa menjabarkan kondisi yang sebenarnya, sudah menjadi kewajiban Taecyeon untuk menjelaskan seluruhnya pada Yoona, bukan tugas Kyuhyun untuk menjadi juru bicara pria itu. “Aku tidak berhak memberitahu lebih dari informasi itu, karena bukan tempatku untuk menjelaskannya.”

Yoona masih  mencoba melawan buncahan amarah yang ia rasakan dalam hatinya. Hatinya hancur. Ia baru saja akan berikrar setia di hadapan ratusan undangan dengan pria yang dikagumi dan dicintainya. Sementara pria itu justru merusak rencana pernikahan sempurna mereka dengan kehadiran seorang wanita yang ia akui sebagai isterinya, wanita yang baru saja Yoona selamatkan dari ambang kematian.

“Yoona-ssi.” Kyuhyun bicara lagi sambil membungkuk sembilan-puluh derajat pada Yoona. “Terima kasih. Kau menyelamatkan sahabatku hari ini, apa yang kau lakukan sukses menyelamatkan nyawa Han Sera untuk sementara. Karena usahamu, wanita yang kucintai masih tetap bernapas. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika kau tidak segera memompa jantungnya. Ucapan terima kasihku tidak akan pernah cukup untuk membayar jasa mulia yang kau lakukan tadi.”

Yoona terbelalak kagum, pria dihadapannya tampak sama terpukul dengan dirinya namun ia masih bisa bersikap tenang seolah status Han Sera dan Ok Taecyeon tidak membuatnya khawatir akan posisi mereka sekarang.

“Aku adalah seorang dokter, Kyuhyun-ssi. Sudah pasti aku akan menolongnya dengan segenap kemampuan yang kumiliki. Bahkan jika kejadian itu terulang lagi, aku akan tetap melakukan hal yang sama.” Balas Yoona sambil membungkuk balik pada Kyuhyun.

 

*

 

Dokter Song mempersilakan Taecyeon untuk duduk di kursi depan meja praktiknya sementara ia mencari-cari file Sera dalam komputernya. Pria itu duduk dengan resah sementara menunggu kejelasan kondisi Sera.

“Apa kau yakin bahwa kau memang suaminya? Aku tidak pernah melihatmu sama sekali selama ia sakit. Kukira Cho Kyuhyun lah suaminya.” Dokter Song yang sudah terikat secara emosional dengan Sera sekarang justru menyerang Taecyeon dengan komentar sinisnya.

Pria itu menarik napas dalam-dalam. Jika dokter yang menangani Sera saja mengira bahwa Kyuhyun adalah suami Sera, maka kedekatan keduanya menjadi semakin mencurigakan. Tapi bukan itu kekhawatiran Taecyeon sekarang, ia lebih penasaran dengan keadaan Sera.

“Aku walinya. Aku menikah dengannya selama lima tahun dan kami baru bercerai sekitar tiga bulan yang lalu.” Taecyeon menjelaskan. “Tapi bukan berarti aku tidak peduli akan kelangsungan hidup Sera sekarang.”

Dokter Song semakin menyeringai sinis. “Jadi waktu sebulan yang dihabiskan Han Sera selama ia keluar dari rumah sakit ini justru digunakan untuk mengurus perceraiannya? Bukan main, aku semakin iba pada wanita itu.”

“Aku memang patut disalahkan, aku paham sekali itu. Tapi jangan menghakimiku, dokter. Seluruh kejadian yang kualami hari ini benar-benar berita baru untukku. Aku bahkan tidak tahu mantan isteriku itu sakit!” Balas Taecyeon dengan nada tersinggung.

Dokter Song mengabaikan nada bicara Taecyeon, ia menggeser layar komputernya untuk mulai menjelaskan apa yang pria itu tidak pahami tentang Han Sera. Ia memulai penjelasan dari chart Sera yang dikirim dari dokter kandungan setelah wanita itu keguguran. Ia menjelaskan efek domino yang terjadi dan mulai mengganggu kerja jantung Sera secara perlahan hingga akhirnya wanita itu dirujuk pada dokter jantung. Kemudian dokter Song membeberkan seluruh rangkaian pengobatan yang telah Sera lakukan, operasinya di New York, serangan susulan yang ia dapat setibanya di Korea, operasi pencangkokkannya yang gagal total, serta rangkaian kasus anfal Sera yang semakin sering terjadi karena kondisi jantungnya yang melemah, hingga operasi penanaman perangkat LVAD yang justru menimbulkan kasus baru karena baterainya habis.

Dokter itu juga menjelaskan lamanya waktu yang dihabiskan Han Sera di rumah sakit ini, bahwa wanita itu telah mendekam menunggu kabar baik selama setahun lebih, bahwa sebelum Cho Kyuhyun datang mendampinginya, Han Sera melalui ratusan pemeriksaan dan prosedur mengerikan seorang diri. Tidak lupa dokter Song kembali menekankan bahwa ia pernah memberikan izin pulang pada Sera selama sebulan, yang kata Sera ingin digunakan untuk berlibur. “Aku baru tahu sekarang, bahwa acara liburan yang dimaksud adalah rangkaian sidang perceraian, Taecyeon-ssi.”

Taecyeon menatap nanar pada layar komputer berisikan sejarah penyakit Sera. Hatinya sakit, rasanya seperti ada puluhan belati yang dihunuskan pada hatinya secara bersamaan. Seperti inikah hidup Han Sera setahun kemarin?

Ia sibuk menuduh Sera berselingkuh dan menghamburkan uang Taecyeon tanpa tanggung jawab, ia sibuk memperlakukan wanita itu dengan dingin sejak ia kembali ke apartemen mereka, ia sibuk mencari cara untuk menyakiti Han Sera dalam kurun satu bulan yang Sera mohonkan padanya, ia juga bersikeras menolak memberi sejumlah uang yang Sera minta. Ia menyiksa batin Sera terus-menerus sementara wanita itu harus berjuang dalam diam untuk kesembuhannya. Wanita itu memang berkontribusi pada kurangnya komunikasi mereka, tapi Taecyeon juga tahu persis bahwa kondisi rumah tangga mereka sudah hancur sejak ia menghindari Sera terus-menerus pasca kegugurannya. Di saat ia seharusnya mendampingi Sera, justru ia sibuk menjauh demi mengobati lukanya sendiri.

“Han Sera…” Suara Taecyeon semakin tercekat. “Ia melalui ini semua seorang diri?”

Dokter Song mengangguk. “Seluruh staff yang ada di rumah sakit ini berusaha semampu kami untuk memompa semangat hidupnya, tapi semakin ke sini, Han Sera semakin sering melempar tantrum dan terakhir ia meminta formulir DNR. Untung saja Kyuhyun-ssi berhasil membuatnya membatalkan niat bodohnya itu.”

“Formulir DNR?” Taecyeon mengerutkan keningnya, tidak paham dengan istilah yang disebut.

“Sebuah formulir yang diisi pasien, disahkan di hadapan pengacara, berisikan perintah untuk kami para dokter agar tidak melakukan tindakan penyelamatan apa pun jika pasien anfal. Sebuah formulir yang menyatakan bahwa pasien sudah menyerah dan memilih untuk mengakhiri penderitaannya.” Terang dokter Song.

Taecyeon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, ia sudah tidak paham lagi dengan keputusan gegabah yang Sera nyaris lakukan.

“Untungnya, Cho Kyuhyun berhasil meyakinkan Han Sera untuk membatalkan niat konyolnya, pria itu juga meyakinkan Sera untuk melakukan operasi penanaman perangkat LVAD dalam jantungnya. Alat ini membantu jantung Han Sera untuk menstabilkan denyut serta memompakan darah ke seluruh tubuhnya. Namun ada kelemahan dari mesin ini, yaitu perangkat ini sepenuhnya bergantung pada listrik. Hari ini kuberi izin bagi Han Sera untuk keluar sebentar, sebagai hadiah karena ia telah melakukan pengobatannya dengan sangat baik. Sepertinya baterai LVADnya habis—aku akan menginterogasi Kyuhyun-ssi setelah ini—dan itu mengakibatkan drama yang terjadi barusan.”

Pria di hadapannya hanya bisa memanggut pasrah sambil terus memperhatikan chart Sera yang masih terpajang di komputer dokter Song. “Dokter, apakah ia akan sembuh? Kumohon, beritahu aku jika ada hal yang bisa kulakukan, hal yang dalam kuasaku. Apa perlu kubawakan spesialis jantung dari luar negeri? Bagaimana dengan donornya? Apa aku bisa mendapatkan donor untuknya jika kubayar lunas di muka?”

Wanita paruh baya itu memutar matanya bosan, semakin kehilangan simpati akan pria di hadapannya. “Taecyeon-ssi, apa kau pikir mendapatkan donor jantung akan semudah itu? Kau tidak perlu bersusah payah, Han Sera sudah dalam status-0 sekarang, artinya jika ada jantung yang cocok untuknya, maka ia adalah orang pertama yang dihubungi. Bank donor tidak peduli seberapa besar uang yang kau miliki, para pasien diurut bedasarkan waktu pendaftaran mereka—sampai pada detiknya. Han Sera sudah membayar uang muka untuk antriannya dan ia mencicil rutin untuk melunasi kekurangannya. Kebetulan asuransi Han Sera meng-cover seluruh biaya pengobatan dan operasi yang dilakukan di rumah sakit ini, jadi kau tidak perlu khawatir masalah biaya. Satu-satu hal yang perlu kau lakukan adalah mensupportnya, agar harapan hidup wanita itu tetap tinggi selama menanti donor yang dibutuhkan.”

Rasanya Taecyeon baru ditampar oleh kata-kata dokter Song. Ia merasa sedang dihakimi sebagai mantan suami yang mengandalkan materi untuk menuntaskan masalah Han Sera, sementara yang sebenarnya dibutuhkan wanita itu bukan berupa uang. Yang membuat pria itu merasa tertampar adalah karena ucapan dokter Song benar adanya, ia mampu mensupport Sera secara materi, namun hatinya goyah saat wanita itu membutuhkan suntikan semangat darinya.

Taecyeon mengucapkan terima kasih atas keterangan serta pertolongan yang sudah diberikan dokter pada Sera sebelum ia pamit. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih melekat pada dirinya, pria itu menghempaskan tubuhnya pada kursi di ruang tunggu praktik yang kosong. Taecyeon membungkukkan badannya, menopang siku di atas lututnya sambil menutup seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air mata pria itu mengalir deras tanpa ampun dan ia tidak peduli seberapa kencang pecah tangisnya terdengar sekarang.

Demi Tuhan, dia tidak pernah membayangkan bahwa gadis kesayangannya harus melewati seluruh kesulitan itu seorang diri. Ia rela menggantikan posisinya, ia rela menjadi orang yang harus menanggung rangkaian prosedur menyakitkan untuk Sera, asalkan wanita itu tidak menderita. Bahkan sekarang ia siap menerima berbagai hukuman yang bisa diberikan Tuhan terhadap dirinya asalakan Sera sembuh.

Sera-nya.

Sera-nya hidup dalam keadaan sekarat dalam kurun waktu yang lama dan pria itu tidak menyadari, memperhatikan, apalagi mengetahui kondisi mantan isterinya. Seharusnya ia meluangkan waktu untuk mendampingi wanita itu dulu, seharusnya ia menanyakan kabar isterinya yang berduka karena kegugurannya, bukan justru sibuk bermabukan untuk menyembuhkan kepedihannya sendiri. Seharusnya Taecyeon lebih gigih saat menggali keberadaan Sera, seharusnya ia tidak bersikap sedingin itu di akhir pernikahan mereka, seharusnya ia menggenggam tangan wanita itu saat melalui seluruh cobaannya.

Hal-hal yang seharusnya ia lakukan dulu, hal yang hanya menjadi sebuah penyesalan mendalam.

Taecyeon memukul-mukul dadanya yang sesak, sulit sekali baginya untuk bernapas sekarang saat ia menyadari seluruh kekejamannya pada Sera dulu. Pikirannya masih melayang pada wanita itu, ia membayangkan bagaimana perasaan Sera saat ia melalaui perawatannya seorang diri.

Pasti wanita itu ketakutan, pasti Sera sering menangis sedih, pasti gadis kesayangannya itu kesepian karena tidak bisa berbagi dengan siapa pun dan pasti ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sera hanya seorang wanita yang ingin bertahan hidup, sementara orang-orang disekitarnya justru menyalahkan dirinya karena telah lalai menjaga janin mereka. Sementara Taecyeon sibuk menuduhnya yang tidak-tidak, wanita itu justru melewati rangkaian operasi menakutkan. Saat ia sibuk menuntut Han Sera tentang hak-haknya dalam sisa pernikahan mereka, wanita itu sebenarnya sedang berusah bertahan hidup dengan segenap harapan yang tersisa. Kala Sera berjuang memperjuangkan detak jantungnya, Taecyeon justru berpaling pada wanita lain yang siap diperisterinya.

Raungan Taecyeon semakin keras saat menyadari seluruh kesalahannya pada Sera. Ia tidak tahu tindakan apa yang harus diambilnya sekarang. Demi dirinya, demi orang tuanya, demi Yoona dan orang tua gadis itu. Yang ia tahu, ia ingin menebus kesalahannya pada Han Sera. Ia ingin membenahi kekacauan yang telah dibuatnya, kali ini ia tidak lagi berniat kabur dari tanggung jawabnya—Ok Taecyeon berniat untuk mendampingi Sera hingga wanita itu sembuh.

 

*

 

Saat tiba di depan ruang tunggu CICU, Taecyeon terkejut oleh kehadiran Yoona yang duduk terdiam menatap lantai dengan pandangan kosong—masih dalam gaun pengantinnya. Pria itu langsung menatap Kyuhyun yang duduk di sisi lain ruang tunggu, seolah bertanya jika wanita yang dilihat benar adanya, namun pria itu justru berbalik menatapnya dengan pandangan siap membunuh. Ya, Taecyeon paham arti tatapan Kyuhyun. Mungkin jika posisi mereka ditukar, Taecyeon lah yang justru siap membunuh Kyuhyun.

Taecyeon memberanikan diri untuk mendekat pada Yoona dan pria itu langsung berlutut di hadapan calon isterinya.

Yoona terkejut akan kehadiran dan tindakan Taecyeon, tapi gadis itu masih diam saja.

“Yoona-ssi, maaf karena aku sudah mengacaukan hari pernikahan kita. Aku akan bertanggung jawab atas semua kekacauan yang kuciptakan dan aku akan menjelaskannya pada kedua orang tuamu.” Tatapan Taecyeon terpaku pada lantai alih-alih pada calon isterinya, ia merasa sangat malu untuk menatap Yoona sekarang.

“Kau berhutang banyak sekali penjelasan, oppa.” Balas Yoona dingin.

Taecyeon mengangguk setuju. “Aku akan membenahi ini, aku janji akan membenahi semua kekacauan ini.”

“Jangan membuat janji apa pun sekarang, oppa. Kau sedang berduka, seharusnya kau tuntaskan dulu kesedihanmu itu sebelum membuat janji apa pun.” Balasnya masih dengan nada dingin yang berhasil menutupi rasa sakit di hatinya. “Sera-ssi sudah siuman beberapa saat yang lalu, meskipun belum boleh ditengok. Aku akan pulang sekarang.” Ia bangkit dan mengabaikan Taecyeon yang masih berlutut di tempatnya.

Pria itu mengalami dilemma besar dalam dirinya sekarang. Ia ingin menunggu sampai bisa bertemu Sera dan memastikan wanita itu sudah lebih baik, namun di waktu yang bersamaan ia juga harus menjadi pria bertanggung jawab yang mengantarkan Yoona pulang—setidaknya itu hal yang masih bisa ia lakukan untuk menebus kesalahannya pada Yoona.

Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan obrolan mereka justru bangkit dan membungkuk sekali lagi pada Yoona. “Hati-hati di jalan, Yoona-ssi. Maaf aku tidak bisa mengantarmu karena aku masih akan terus menunggu perkembangan Sera. Kurasa Taecyeon-ssi sebaiknya mengantarmu pulang.” Ujar Kyuhyun sinis. Kata-kata yang dilontarkannya lebih terdengar seperti titah untuk Taecyeon ketimbang basa-basi pada Yoona.

Ok Taecyeon bangkit dan segera mengikuti langkah Yoona yang tertuju pada pintu keluar. Sesaat ia menatap Kyuhyun, seolah ingin pria itu tahu bahwa ia akan kembali ke sini untuk memeriksa keadaan Sera selepas mengantar Yoona—Yang tidak ditanggapi apa pun oleh Kyuhyun.

Perjalanan di taxi yang dilakukan Taecyeon dan Yoona mungkin menjadi sebuah perjalan paling janggal dalam hidup mereka—apalagi untuk supirnya, karena tidak umum rasanya melihat sepasang mempelai memilih mode transportasi taxi sebagai opsi mobil pengantin mereka.

Kepala Taecyeon rasanya siap meledak karena banyak sekali hal yang dipikirkannya sekaligus dan pria itu bingung mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Baru saat melihat Yoona di ruang tunggu CICU tadi lah, pria itu sadar bahwa ia telah meninggalkan mempelai wanitanya begitu saja setelah gadis itu bersusah payah menolong mantan isterinya—menambahkan daftar dosa yang Taecyeon miliki terhadap Yoona—dan gadis itu justru menyusul dengan taxi untuk menghadapi kenyataan yang sangat pahit tentang masa lalu pria itu.

Pria itu juga menerima berita buruk—sangat buruk bahkan—tentang mantan isterinya. Ia harus menerima fakta bahwa kesehatan Han Sera memburuk pasca-kegugurannya, waktu di mana Taecyeon justru memperlakukannya dengan sangat dingin. Kalau itu belum cukup buruk untuk menambah deritanya, Taecyeon juga harus menghadapi kenyataan bahwa mantan pengacara perceraiannya sekarang justru menjadi orang yang mendampingi Han Sera di saat wanita itu sekarat dan Taecyeon kesal karena ia merasa dikhianati. Oh, tentu saja ia tidak bisa melupakan mempelai wanitanya yang sekarang masih terisak tepat di sampingnya, sebagai pelengkap daftar buruknya hari Taecyeon yang kacau-balau.

Meskipun pikirannya berantakan, Taecyeon tahu bahwa ia harus memberi penjelasan pada Yoona. Karena gadis itu yang paling tidak tahu apa-apa di sini dan pada saat bersamaan gadis itu pula yang sudah menolong Sera hingga paramedis tiba. Gadis normal mungkin sudah akan mencaci-maki Taecyeon dengan sumpah-serapah yang tidak enak didengar, membatalkan pernikahan dan pasti tidak sudi untuk ikut menunggu kabar baik tentang penyebab kegagalan upacara pernikahan mereka. Tapi Yoona sekali lagi membuktikan bahwa dirinya tidak bisa disamakan dengan gadis lain, hatinya mulia dan pria itu justru menghancurkannya.

“Yoona-ssi, aku sejujurnya bingung harus menjelaskan semua ini dari mana…” Taecyeon membuka pembicaraan.

“Apakah wanita itu isterimu?” Gadis itu bertanya lirih.

“Bukan, ia bukan isteriku.” Taecyeon menggeser posisi duduknya agar lebih leluasa memandang Yoona. “Setidaknya sekarang ia bukan lagi isteriku.”

“Kupikir kau… belum pernah…”

“Aku tidak pernah memberitahumu tentang pernikahanku sebelumnya karena aku tidak ingin membahas masa lalu, tapi aku juga tidak pernah membayangkan kau akan mengetahui kenyataannya dengan cara ini.”

“Jadi kau memilih untuk membodohiku selamanya? Berarti kejadian tadi bisa kubilang kebetulan yang baik, karena akhirnya aku tahu apa yang kau sembunyikan.”

Pria itu sudah kehabisan pembelaan jadi ia hanya diam.

Yoona menenangkan dirinya sejenak, hari ini seharusnya menjadi hari paling indah untuknya tapi justru menjadi hari di mana mimpi buruknya mengambil alih. “Lalu apa yang akan terjadi pada kita sekarang, oppa?”

“Aku akan membenahi semua ini…”

“Caranya?” Bentak Yoona yang sudah kehilangan kesabaran. “Bagaimana caramu membenahi seluruh kekacauan ini sendirian? Aku berani bertaruh,sekarang pasti banyak sekali yang kau pikirkan, kau pasti ingin membenahi semua masalah ini. Tapi bagaimana caramu membenahinya, Taecyeon-ssi? Upacara pernikahan kita kacau-balau, orang tua kita pasti menyambut kita dengan amarah yang memuncak, lalu kita juga tidak bisa melupakan kondisi mantan isterimu yang kritis. BAGAIMANA CARAMU MEMBENAHI SEMUA INI?!”

Bentakan Yoona berhasil menyadarkan Taecyeon dari kekalutannya, ia pun sadar bahwa pihak yang terlibat dalam kekacauan ini sangat banyak.

“Aku akan memperbaikinya satu per satu, Yoona-ssi. Aku akan mulai dari dirimu.” Ia memandang Yoona dengan tatapan penuh maaf. “Aku tidak pernah berniat menyakitimu, kau adalah seorang wanita mempesona yang tidak layak berdampingan dengan pria brengsek sepertiku…”

Gadis itu menampar Taecyeon sebelum pria itu menuntaskan kata-katanya—mengejutkan dirinya sendiri karena kerasnya bunyi yang ditimbulkan. “Jangan tuntaskan kalimat yang ada dalam kepalamu. Jika kau ingin membenahi ini, kau akan membenahinya dengan cara yang benar. Kau akan mengatasi ini tanpa menghindariku, tanpa membatalkan apa yang telah kita susun bersama, kau akan menuntaskan semua ini seperti seorang pria dewasa yang siap menanggung konsekuensi dari perbuatannya.”

Diam-diam Taecyeon bersyukur karena Yoona menamparnya, setidaknya pikirannya bisa kembali lurus sekarang. Kebiasaan buruknya yang mendarah daging adalah kecenderungan untuk selalu lari dari masalah, contoh konkretnya adalah saat Sera mengalami keguguran yang pada akhirnya membuat hubungan mereka retak. Gadis di hadapannya baru saja mengingatkannya untuk berhenti menghindar.

“Yoona-ssi, sejujurnya aku tidak bisa berpikir sekarang. Aku terlalu bingung dan kalut, maafkan aku karena melibatkanmu dalam masalah ini.” Taecyeon mulai menarik-narik rambutnya frustrasi. “Masalahnya adalah.. masalahnya…” Ia tidak sanggup menuntaskan kata-katanya karena mulai meraung pilu. Meskipun Taecyeon berusaha untuk menuntaskan masalahnya dengan Yoona, pikirannya tetap tertuju pada Sera yang masih sekarat.

Hati Yoona mencelos saat melihat air mata Taecyeon yang membanjiri pipinya. Ia paham bahwa pria ini bukan menangisi upacara pernikahan mereka yang batal, bukan juga karena tamparan Yoona barusan, pasti Taecyeon menangis karena memikirkan mantan isterinya.

“Mianhae… tidak seharusnya aku menangis…” Ia mulai menghapus air matanya sendiri, tapi semakin dihapus justru semakin deras tangisnya. “Aku… tadi aku bicara sampai mana? Ah, tentang pernikahan kita. Aku akan bicara dengan orang tua kita lalu…”

“Oppa, tenanglah.” Yoona menepuk bahu Taecyeon pelan. “YA! TAEC OPPA! TATAP AKU SEKARANG!” Bentak Yoona sambil menangkupkan wajah Taecyeon dengan kedua tangannya.

Pria itu siap ditampar lagi dengan Yoona, tapi hal justru mendapat kejutan lain dari wanita itu. “Oppa, kalau kau mau mendiskusikan tentang wanita itu, aku tidak apa-apa. Tentu saja kau terkejut sekarang dan aku paham kekalutanmu. Jadi biar aku membantu berpikir untuk mencari solusi masalah ini, ne?”

Taecyeon mengangguk.

“Kira tunda pernikahan kita untuk sementara. Hari ini sesuatu yang lebih darurat terjadi dan kita gunakan masalah itu untuk menjelaskan pada orang tua kita—tenanglah, aku tidak akan mengangkat masalah mantan isterimu sama sekali. Aku juga akan memberikan ‘time-out’ untukmu sampai kau berhasil meluruskan masalah dengan wanita itu.” Suara Yoona mulai tercekat. “Tapi kau harus janji, bahwa kau akan kembali padaku setelah urusanmu dengannya selesai.”

Pria itu mengerutkan kening kebingungan. “Aku tidak paham, Yoona-ssi.”

“Aku akan membantu untuk berbohong pada orang tua kita, kita simpan rahasia besar ini di antara kita saja.” Air mata mulai menetes di wajah cantiknya. “Aku tahu kau pasti khawatir sekali akan kondisinya sekarang, jadi aku akan memberimu kelonggaran untuk mendampingi wanita itu sementara—hanya sampai masa kritisnya berlalu. Ini tindakan yang sangat beresiko dariku, karena aku bisa kehilanganmu sepenuhnya, oppa. Tapi aku percaya padamu, jadi berjanjilah kau akan kembali. Aku memang bukan Han Sera, tapi aku juga mencintaimu. Aku pun patut mendapat kesempatan untuk berada di sisimu, bukan?”

Taecyeon menutup kelopak matanya, menarik napas dalam karena tidak bisa mempercayai keberuntungannya sendiri. Bagaimana mungkin gadis berhati mulia ini mencintainya? Tidak ada tindakan Taecyeon yang patut dikasihi oleh gadis setulus Yoona, tapi ia justru mempertaruhkan hubungan mereka untuk memberi Taecyeon kesempatan memperoleh jawaban dari Sera.

Pria itu mengangkat tangannya untuk menghapus air mata di wajah Yoona. “Apa yang sudah kulakukan sampai aku pantas mendapatkanmu di sisiku? Apa kau begitu dibutakan hingga kau tidak melihat sebrengsek apa diriku?”

Yoonas menggeleng pelan. “I have a thing for bad boys.” Ujarnya mencoba menghibur diri. “Janjilah kau akan kembali padaku, oppa.”

“Aku akan mencoba melakukan yang terbaik, Yoona-ssi. Aku akan berusaha lebih keras untuk hubungan kita setelah…”

“Ne, setelah kau menuntaskan masalahmu dengannya. Aku mengerti.”

Taecyeon menarik tubuh Yoona dan untuk pertama kalinya memeluk gadis itu dengan penuh ketulusan. Ia membelai rambut gadis itu perlahan sebelum mengecup keningnya lembut. “Terima kasih.”

 

*

 

Sebelum Kyuhyun boleh memeriksa keadaan Sera, ia harus melakukan laporan pertanggung-jawaban pada kedua dokter yang menangani wanita itu—dalam kronologis berurut agar mereka bisa mencari titik kesalahan dari kejadian ini.

“Kau sudah memastikan baterai cadangannya terisi penuh?” Dokter Kim bertanya seolah Kyuhyun seorang kriminal.

Pria itu mengangguk. “Indikatornya menyala hijau saat kupasangkan dan garis baterainya penuh saat baru kuganti.”

“Apa saja kegiatan yang kalian lakukan seharian? Apa dia melakukan pekerjaan berat yang membuat kerja jantungnya bertambah?” Dokter Song menambar daftar pertanyaan sambil mencoret-coret dalam notesnya.

Kyuhyun menarik napas dalam sebelum menceritakan ulang kronologis kencannya dengan Sera. “Aku membawanya ke restoran untuk makan burger—yang sudah kau beri izin sebelumnya. Setelah itu kami hanya menghabiskan waktu di pinggiran sungai Han tanpa melakukan aktifitas fisik apa pun yang berpotensi membuatnya lelah. Sekitar pukul 5 kami pergi ke Silla hotel untuk membeli apple pie yang ia idamkan. Di tempat ini aku kelupaan membawa tas perlengkapannya, karena jarak café itu dekat, aku membiarkannya pergi sendirian. Kurasa di sini letak kesalahnku, karena setelah aku kembali dengan tas itu untuk mencarinya di restoran, Han Sera tidak ada. Aku mencarinya di sekitar lobi hotel dan mendapat telpon dari pria yang barusan itu bahwa Han Sera anfal.”

“Apa ada aktifitas yang di luar batas kewajaran selama kalian pergi?”

Kyuhyun kemudian ingat tentang ciuman mereka, jelas jantungnya berdebar keras saat itu, mungkin kah jantung Sera juga demikian?

“Kami berciuman.” Jawab Kyuhyun jujur dengan nada polos lalu ia langsung memandang lantai dengan wajah memerah.

Dokter Song tersenyum geli melihat kelakuan Kyuhyun. “Kau bisa melakukan lebih dari itu dan kujamin aktifitas itu tidak akan mengacaukan kerja alat LVAD.”

“Berarti kemungkinan besar kejadian itu berlangsung saat kalian berpisah.” Simpul dokter Kim curiga.

“Sera baru bertemu lagi dengan mantan suaminya, yang kebetulan akan melangsungkan pernikahan di tempat itu—kujamin ia terkejut dengan apa yang ditemukannya. Bisakah alat itu berulah karena shock yang dialaminya?” Kyuhyun mengungkapkan kecurigaan yang sejak tadi mengganggu benaknya.

“Sejujurnya, ini kasus pertama. Biasanya baterai LVAD yang terisi penuh tidak akan memberi pengaruh besar bahkan terhadap perubahan suasana hati. Aku lebih curiga pada kebocoran baterai atau adanya aktifitas fisik berlebihan yang membuat kerja jantung Han Sera terpacu cepat. Kami akan menginterogasi Sera-ssi saat kondisinya sudah lebih baik. Ia sudah siuman dan kau boleh memeriksa keadaannya Kyuhyun-ssi. Kami yakin kau pasti tidak sabar menjenguknya sejak tadi.”

Kyuhyun mengangguk cepat dan segera bangkit. “Terima kasih dokter. Maafkan aku karena sudah lalai menjaganya.”

Pria itu membungkuk pamit sebelum membawa dirinya langsung ke kamar inkubasi di mana Han Sera sedang berbaring. Banyak sekali yang ingin dilakukannya pada Sera: ia ingin memarahi Sera karena kecerobohannya, ia siap mengomel dan melontarkan tantrumnya pada wanita itu, ia juga sangat merindukan wanita itu dan hanya ingin mendekap tubuhnya seolah Kyuhyun tidak rela melepaskannya. Karena lagi-lagi Han Sera melangkah sangat dekat dengan maut yang siap menjemputya dan Kyuhyun kewalahan menanggung semua terpaan emosi naik-turun yang menyerangnya setiap saat.

Cho Kyuhyun masuk ke dalam ruang CICU untuk mengenakan kostum steril yang diwajibkan di ruang inkubasi itu, mengenakan topi hijau yang terlihat konyol di kepalanya sebelum ia melangkah menuju ruang inkubasi Sera… namun Kyuhyun justru harus menyaksikan mimpi terburuknya.

 

tbc…

 

 

 

Advertisements

75 thoughts on “Piles of Regrets – 10 [Leniency]

  1. omiwirjh says:

    Sera sempat lari buat menghindar daei Taec. Aku pikir itu penyebab utamanya belum lagu dia harus berlalri kecil waktu menyeimvangi langkah Taec saat dia di tarik. Jangan sampai Sera balik sama Taec.

    Liked by 1 person

  2. elfishyvil says:

    Apa taecyeon benar2 pecundang??? Apa dia gak pernah cerita pada yoona kalo dia sudah pernah menikah ??? ckckckk…. paboo…
    Ya ampun…. yoona benar2 baik dan juga cantik lagi.. daebak…
    Suka banget sama sikapnya yoona yang lebih dewasa dan paham situasi… daebak..
    Semoga sera baik2 saj..

    Liked by 1 person

  3. Putrikimcho says:

    Sepertinya kyu harus kembali merasakan sakitnya karna ada taec yang datang untuk menemani sera walaupun hanya sesaat dan jujur ga suka sama taec nya😠😠

    Liked by 1 person

  4. Goldilovelocks says:

    Scene terakhir! Scene terakhir aku curiga ada Taec disana! Iyakan? Iyakan? Aaaaaahhh jangan bilang kalau iya Kyuhyun kembali patah hati huhuhu ndak mau Kyu baper lagi ndak mauuuuu….
    Eh omong” kecurigaanku thd kondisi Sera juga sama kayak alasan Kyu, tapi pas dokter nyangkal aku malah berpikir–apa karena Sera diajak lari sama Taec waktu nyari tempat kosong???? Entahlah aku mau next aja gimana itu Sera sadar gak ada Kyu disana hihihi

    Liked by 1 person

  5. KartikaApriya says:

    Taecyeon bukan cowo gentle … gabisa ngasih tau yg sebenrnya ke yoona, egois nyalahin sera pas keguguran gila jadi cowo gitu bnget pas tau yg sebenrnya nyesel kan?? 😠😠
    Semoga ga terjadi apa2 sama sera semoga kyuhyun ga liat apa2 pas liat sera…
    Sera semngatt please lupain taecyeon move on kyuhyun didepan mata punya hati tulus buat kau seorang…

    Liked by 1 person

  6. Dewiastiti says:

    Ehm perjuangan kyuyun baru bner2 d mulai ni skarang. Cz taecyon hadir lg d antara sera n kyuyun. Ad taecyon kah d dlm kmr sera??? Makin penasaran ne.,,

    Liked by 1 person

  7. Alea says:

    Itu pasti karna shock dan ditari Taec untuk sembunyi. Jadi Sera anfal. Untung Yoona dokter jadi bisa nolong Sera. Kasian juga Yoona tau kalau Taec pernah nikah dengan cara seperti itu.
    Semua kalang kabut karna Sera anfal. Dokter Song sampai murka ke Cho.
    Apa yang Cho lihat diruang itu kak?

    Liked by 1 person

  8. Dyana says:

    Taecyeon bnr2 beruntung dpt calon istri sebaik Yoona, harusnya dia sadar itu, dan lanjutkan saja pernikahan mereka tnp berpura2 perduli pada mantan istrinya, duh keselnya aku.
    Kyuhyun yg sudah mulai menemukan kebahagiaan sm Sera harus melihat mantan Sera yg berada di sekitarnya, dan ini apa yang dia lihat? Taecyeon kah? Atau Sera koma? Tp Dokter bilang Sera sudah sadar… Apa itu Taecyeon?? Dr pada nanya2 mulu lanjut aja bacanya… Haha

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s