Piles of Regrets – 9 [Interruption]

 

18

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

 

Sera menatap kosong lewat kaca mobil Kyuhyun, melamun sambil memandang jalanan yang berlalu di samping mereka. Keduanya sekarang sedang menuju hotel bintang lima untuk melakukan kegiatan terakhir dari kencan mereka hari ini, untuk makan apple pie favorit Sera yang kebetulan berlokasi di dalam sebuah hotel terkenal. Wanita itu tidak bisa berhenti menggigiti bibirnya sendiri, rasanya kelembutan bibir Kyuhyun masih terpatri di atas bibirnya, otaknya tidak bisa memikirkan hal lain selain ciuman menakjubkan mereka barusan dan jantung wanita itu berdebar-debar karena emosi yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Rasanya wajah Sera panas sekali setiap mengingat ciuman mereka barusan.

Kyuhyun sendiri juga sama kacaunya dengan Sera. Pria itu mencoba memfokuskan diri untuk menyetir sambil menatap lurus pada jalanan di depannya, sambil sesekali menarik napas dalam untuk menenangkan debaran jantungnya yang menggila.

Kegugupan mereka sedikit tersamarkan dengan bunyi radio yang dipasang dalam mobil, setidaknya dengan suara radio itu Sera dan Kyuhyun tidak perlu sibuk memutar otak untuk mencari topik pembicaraan selagi mereka menenangkan diri masing-masing.

Sampai lagu sialan itu terputar.

Kyuhyun mendengus sinis saat mendengar lagu kebangsaannya dimainkan, lagu lama yang selama ini menggambarkan dengan baik tentang posisinya dalam hidup Sera, lagu yang dulu sering dinyanyikan keras-keras sambil ia meratapi nasibnya yang tidak pernah dipandang Sera.

“Aish, Tuhan sedang bercanda denganku hari ini.” Umpat Kyuhyun kesal.

Sera menoleh untuk melihat seringai sinis di wajah pria itu. “Lagu ini? Lagu ini kan bagus.”

“Bagitu menurutmu? Liriknya tepat sekali untukku.” Tembak Kyuhyun tanpa basa-basi. “Cocok mendeskripsikan kisah kita, tepatnya.”

Sera membesarkan volume audio di mobil itu sambil memperhatikan liriknya dengan seksama. Pria di sampingnya sekarang justru mulai ikut melantunkan lagu Na Yoonkwon berjudul 나였으면 (If It Was Me) itu dengan penuh penghayatan—sepertinya diam-diam Kyuhyun sudah menantikan kesempatan untuk melakukan ini sejak lama.

I always look at you, Even if a day pass and another day passes by
The sound of you breathing, the sound of you laughing, it still makes me tremble
Tears flow once again, you are smiling

Not knowing the pain inside me, a fool like me, a naive and immature like me
for this once, can you turn and look at me?
I know that my wishes has no meaning to you

If it was me, the person you love
if it was me, i prayed for countless days
like the shining green trees, like the silent sparkling stars
I am only looking at you again, Do you even know this?

Until today, i always practiced those love confessions by myself (shunned by) sad back view
Just until today, you will live without ever knowing how i feel
sadly i know that waiting is easier than erasing you

If it was me, the person you love
if it was me, i prayed for countless days
like the shining green trees, like the silent sparkling stars
I am only looking at you again, Do you even know this?

I want to ask you, are you well?
is the person you are with treating you well?
I know that these stupid worries are all useless
(and won’t change anything)
but i wanted to say this at least once without tears
that i love you…

(check this video: Kyuhyun feat Lee Eunseok–If It Was Me)

Mata wanita itu berkaca-kaca karena kesungguhan yang terlantun lewat suara indah sahabatnya yang tersampaikan dengan manis. Seperti ini kah cara Kyuhyun mencintainya selama ini? Ia bisa membayangkan rasa sakit yang pasti harus dilalui pria itu saat ia sibuk memendam perasaannya. Mengikuti kata hatinya, Han Sera mendekat dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun, lengannya dilingkarkan di sekitar pinggang pria yang masih menyetir di sampingnya dengan erat.

“Maaf, aku terlalu cuek menyadari semua itu selama ini, bukan? Sekarang aku paham serratus persen mengapa kau membenciku sampai ke ubun-ubun saat aku menikah.” Bisik Sera lirih.

Kyuhyun mengecup puncak kepala Sera singkat sambil terus fokus pada jalanan di depan mereka. “Kalau kau benar-benar menyesal, maka kau tidak boleh mengusirku sekarang, arraseo? Biar aku menebus kebodohan itu.”

Sera mengeratkan pelukannya sambil terus tersenyum, tidak mengira hatinya bisa berbunga-bunga karena sikap manis pria yang telah lama disayanginya ini.

Mereka tiba di hotel yang dituju, Kyuhyun memeriksa arlojinya yang masih menunjuk pukul 5, artinya ia dan Sera bisa meluangkan sedikit waktu santai sembari manikmati makanan penutup yang digemari wanita kesayangannya. Mobil Kyuhyun melewati lobi hotel dan ternyata ada banyak sekali mobil lain yang mengantre di sana, sepertinya ada acara penting di dalam sehingga lobi hotel itu dipenuhi banyak orang. Sera melepas pelukannya dari tubuh Kyuhyun sambil memandang heran dari kaca samping kanannya, dalam hati ia hanya khawatir waktu yang diperlukan untuk mencari parkir akan lama sekali padahal waktu kencan mereka sudah nyaris berakhir—dan Kyuhyun pasti menolak untuk menambah waktu keluar mereka karena pria itu si tukang taat peraturan.

“Mudah-mudahan ada tempat parkir kosong.” Bisik Sera cemas.

“Tenang saja, kita gunakan jasa valet.” Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan lobi, keluar dari pintunya sebelum ia membantu Sera untuk melangkah keluar dari mobilnya. Pria itu memberikan kunci langsung pada petugas valet yang bertugas dan tidak menunggu lama untuk menerima kartu pengambilannya.

“Aku tidak kepikiran menggunakan valet, praktis juga idemu.” Wanita itu tersenyum lebar lalu menggenggam tangan Kyuhyun bersamanya. “Ayo, apple pie yang kuidamkan itu biasanya laku keras, aku tidak mau kehabisan.” Ia menuntun langkah mereka menuju elevator.

“Kau sudah hafal seluk beluk hotel ini.” Simpul Kyuhyun.

“Ng, tempat dessert favoritku letaknya di restoran hotel ini. Menurutku yang paling enak adalah apple pie mereka, tapi aku juga pernah mencoba cake coklatnya—dan demi Tuhan, cake itu pun lezat! Kau suka brownie kan? Kau harus mencoba walnut brownie mereka, disajikan dengan es krim pecan yang membuat hidangan itu terasa sempurna.” Jelas Sera dengan mata berbinar-binar—wanita itu terlalu mencintai makanan manis.

Kyuhyun hanya mengangguk sambil terus senyum melihat kelakuan Sera. Senyum di wajah pria itu langsung lenyap saat ia menyadari sesuatu. “Sera-ya, aku meninggalkan tas perlengkapanmu di mobil. Aku akan mengambilnya dulu.”

“Ya! Kita tidak akan membutuhkan waktu lama untuk makan pie itu, lupakan saja tasku.”

Kyuhyun mencubit  hidung Sera gemas. “Shireo. Dokter Song akan mengulitiku hidup-hidup kalau sampai dia tahu aku lalai menjagamu. Pergilah ke café itu duluan, nanti aku menyusul. Atau kau mau menunggu di sini?”

Sera memanyunkan bibirnya kesal. Semenit sebelumnya ia merasa seperti wanita normal yang sehat, lalu Kyuhyun kembali mengingatkan bahwa hidupnya bergantung pada baterai dan mesin sekarang. “Arraseo, aku tunggu di café itu saja. Letaknya di sisi kanan elevator ini.”

“Kuantar dulu kau ke sana.” Tawar Kyuhyun.

“Aish, aku bisa jalan sejauh itu.” Hardik Sera kesal. “Kau bahkan bisa melihat café itu dari lantai bawah.” Sera menunjuk sebuah tempat makan yang nampak di samping tangga megah utama yang ada di lobi hotel.

“Baiklah, tunggu aku di sana.” Ia mengacak rambut Sera. “Pesankan brownie yang tadi kau ceritakan untukku, oke?”

“Ng, sampai berjumpa di atas.” Sera melambai sambil melangkah ke dalam elevator yang terbuka.

Sera langsung berbelok ke arah café yang dituju setibanya di lantai dua, tapi dari ekor matanya ia melihat sesuatu. Di sisi kirinya, banyak sekali rangkaian bunga yang dijajarkan—bunga ucapan selamat untuk sebuah upacara pernikahan. Dengan cuek Sera melirik sekilas sambil terus berjalan menuju café favoritnya, langkahnya terhenti saat mata Sera membaca nama yang sangat dikenalnya. Wanita itu membalik arah jalannya untuk mendekat pada salah satu karangan bunga yang ada sambil membaca nama yang tertulis pada pita karangan bunga itu dengan seksama: Pernikahan Ok Taecyeon dan Im Yoona.

Wanita itu mengedip beberapa kali untuk memastikan fungsi pengelihatannya sambil otaknya mencoba memproses informasi yang harus dicernanya dengan cepat. Sera melayangkan pandangan untuk melihat venue itu, mencari-cari clue lain untuk mengkonfirmasi informasi menyesakkan yang baru dibacanya, jantungnya berdebar karena serangan panik dan sejujurnya wanita itu sedang shock sekarang.

Benarkah yang dilihatnya? Benarkah itu nama Taecyeon yang terpampang? Apakah ini hari pernikahan mantan suaminya? Memang orang yang memiliki nama Taecyeon bukan hanya satu orang, tapi berapa besar presetase kebetulan ini bisa terjadi?

Sera mencoba menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sambil berbisik bahwa ia tidak boleh mengambil kesimpulan yang gegabah sebelum ia mencari bukti yang konkret. Setelah ia merasa sedikit lebih tenang, Sera memikirkan cara untuk mengkonfirmasi temuannya. Ia bisa saja menelpon mantan suaminya dan bertanya langsung, tapi ia sudah janji untuk tidak mengganggunya jadi pilihan itu langsung dicoret. Ia juga bisa bertanya pada tamu yang terlihat mulai berkumpul di dekat ballroom, namun sepertinya kurang pantas untuk dekat-dekat ke arah ballroom karena ia hanya mengenakan celana pendek dan kaos kebesaran. Kemudian ia mendapat ide yang cukup brilian, ia akan mencari ruang tunggu pengantin dan mengintip saja, dengan cara ini Sera tidak perlu berinteraksi dengan siapa pun.

Sera mengendap di balik rombongan wanita yang sepertinya kawan dekat mempelai wanita. Dari hasil mengupingnya, Sera tahu bahwa mereka berniat untuk mengucapkan selamat dan berfoto bersama mempelai wanita sebelum acara dimulai.

Kawan-kawan mempelai wanita masuk ke dalam ruangan yang dituju dan mulai berbincang keras. Sera masih menunggu di luar, mencoba mencari waktu yang tepat agar keberadaannya tidak nampak dari arah dalam. Baru lima menit kemudian ia berani mengendap di samping pintu yang terbuka untuk menghadapi mimpi buruknya.

Wanita yang menggunakan gaun putih megah itu adalah dokter cantik yang ia lihat di rumah sakit tempo hari, dan di samping wanita itu, sang mempelai pria sedang tersenyum lebar menerima sapaan dari kawan-kawannya. Ternyata benar, memang ini pernikahan Ok Taecyeon—Taecyeon-nya.

Napas Sera tercekat seketika ia sadar bahwa ia sedang menghadiri pernikahan mantan suami secara tidak sengaja. Rasa pedih yang ia rasakan belum pernah seburuk ini. Tahu bahwa mantan suaminya berhasil move-on dari Sera dalam waktu singkat sudah cukup menyakitkan, tapi menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa pria itu akan segera berikrar sumpah setia hanya beberapa bulan pasca perceraian mereka ternyata lebih buruk. Apa mungkin pria itu memang sudah melupakan Sera jauh sebelum mereka bercerai? Mungkinkah pria itu hanya menunggu waktu terbaik untuk menyingkirkan Sera dari hidupnya demi bisa menjalin pernikahan dengan dokter cantik itu? Ternyata memang Sera beserta kenangan mereka tidak ada harganya bagi Taecyeon.

Napas Sera tercekat, ia tidak ingin seperti ini. Ia tidak mau melihat apa yang terpampang di hadapannya, dan jelas ia tidak ingin menangis dan menjatuhkan harga dirinya yang sudah hilang di tempatnya berdiri. Tapi isakan Sera justru semakin keras dan pandangannya semakin kabur karena air mata yang tidak mampu dibendungnya. Wanita itu menangkupkan tangan di depan mulutnya untuk menyembunyikan cicitan pilu yang berhasil lolos, suara keras yang ternyata menarik perhatian Taecyeon.

Pria itu mencari sumber suara dan di saat matanya bertemu dengan mata Sera yang sudah basah, jantung pria itu serasa jatuh ke rongga perutnya. Sera yang menyadari tatapan Taecyeon langsung bertindak cepat, ia melangkah mundur dan segera berlari untuk menjauh dari ruang tunggu pengantin, ia harus sembunyi sekarang, ia tidak ingin Taecyeon melihat keadaannya yang kacau-balau seperti ini.

“Han Sera!” Taecyeon sudah melangkah keluar dari ruangannya, ia mempercepat langkah untuk mengejar Sera.

Wanita itu tetap mengabaikan seruan Taecyeon dan terus berlari untuk mencari tempat bersembunyi, menghiraukan kondisi tubuhnya yang belum sembuh.

“Han Sera, kau mau ke mana? Kumohon, biarkan aku menjelaskan ini.” Taecyeon tidak perlu bersusah payah untuk mengejar wanita itu. Ia meraih lengan Sera dan langsung memaksa wanita itu untuk berbalik menatapnya.

Hati Taecyeon bagai diremukkan dengan kasar saat mata mereka bertemu. Lengan Sera dalam genggamannya terasa sangat kecil hanya seperti tulang berbalut kulit, tubuh wanita di hadapannya terlihat jauh lebih kurus dari yang diingatnya. Sera terlihat sangat berantakan, ia juga sangat pucat dan yang paling menyakitkan adalah tatapan sayu di mata coklatnya yang sudah bersimbah air mata. Pria itu terlalu terkejut untuk memulai pembicaraan sehingga kini mereka hanya bisa terdiam sambil memandang satu sama lain.

Sera mempelajari penampilan mantan suaminya itu, ia menyisir rambutnya ke belakang dan mengenakan jas yang jatuh sangat pas pada tubuh tegapnya. Tatapan pria itu masih sama tajam seperti yang diingatnya dan genggamannya pada lengan Sera juga terasa sangat kasar. Meski demikian, masih saja Ok taecyeon memiliki karisma tersendiri di mata Sera.

Pria itu melihat keadaan sekitar, mereka terlalu dekat dengan lokasi ballroom sekarang. Ia tidak ingin tamu-tamu melihat kejadian ini dan lebih buruk lagi, ia tidak ingin orang tuanya tahu bahwa Sera muncul di pernikahannya—ia tidak mau membayangkan sumpah serapah yang akan mereka lontarkan pada Sera nanti.

“Ikut aku.” Ia menarik tangan Sera dengan paksa, langkahnya sangat cepat dan panjang sehingga membuat Sera harus sedikit berlari untuk menyeimbangkan tarikan pada lengannya.

Pria itu mendorong pintu ke arah tangga darurat, menarik tangan Sera sebelum menutup pintu di belakangnya rapat-rapat. Wanita itu sekarang sibuk menarik napas dalam-dalam karena rasa sesak yang familiar mulai menyerangnya.

“Sera-ya, aku tahu seperti apa kejamnya diriku di matamu sekarang. Tapi aku bersumpah, semua ini hanya karena perjo—”

“Selamat oppa.” Ujar Sera lirih sebelum ia menggigit bibirnya keras-keras untuk mencegah tangisnya pecah.

“Aku mencarimu, sayang. Aku ingin memberitahumu tentang hal ini.” Taecyeon mencoba menjelaskan—yang jelas tidak membuat keadaan terlihat lebih baik.

“Tidak apa… apa… oppa.” Napas Sera terasa memendek, dalam hati mengutuk kebodohannya karena berlari barusan.

“Tidak, ini tidak baik-baik saja, Sera. Lihatlah dirimu sekarang, lihatlah keadaan kita sekarang! Sera-ya, pernikahan ini diatur orang tuaku, demi bisnis.” Entah mengapa alasan Taecyeon terdengar lebih baik di dalam kepalanya sendiri saja. “Aku tidak mencintainya, aku belum… hey, kau baik-baik saja?” Taecyeon menyadari Sera yang mulai menepuk dada kirinya.

Wanita itu mengangguk sambil melawan rasa nyeri yang menyerang jantungnya, tapi kebohongan Sera segera disanggah oleh bunyi alarm nyaring yang berasal dari perangkat LVADnya. Mata Sera terbelalak panik, bukankah Kyuhyun baru saja mengganti baterainya dua jam yang lalu? Tidak mungkin baterai cadangannya bocor kan?

“Op—oppa.” Sera melawan rasa nyerinya untuk memaksa bicara. “Lucu sekali takdir kita… aku ke… sini… untuk beli… pie dari café itu…” Ia mulai termegap panik karena dadanya semakin terasa sesak.

“Ya! Han Sera kau kenapa?”

Ia menggeleng pelan, menghiraukan pertanyaan fundamental dari Taecyeon. “Aku… lihat namamu… di kara… ngan bunga… maaf… aku tidak… seharus… nya…”

Taecyeon sadar bahwa bunyi alarm yang terdengar semakin nyaring dan lebih cepat dari sebelumnya. Pria itu juga bisa melihat Sera mulai kehilangan keseimbangannya saat wanita itu melangkah mundur untuk bersadar pada dinding di belakangnya.

“Sera-ya, kau kenapa? Ya! Apa aku harus memanggil paramedis untukmu?” Pria itu semakin panik.

Sera kehilangan keseimbangannya dan jatuh, Taecyeon menangkap tubuhnya pada waktu yang tepat sebelum Sera beradu dengan lantai yang dingin. Pria itu mencoba mencari sumber suara alarm yang semakin mengganggu—yang terdengar datang dari arah Sera. Pertanyaan besar muncul di benaknya saat ia melihat perangkat yang disematkan di bagian pinggang celana pendek Sera. Taecyeon mengikuti kabel yang terulur dari perangkat itu dan bertapa terkejutnya ia saat menyaksikan bahwa kabel tersebut justru masuk ke dalam rongga perut Sera.

“Han Sera, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Bertahanlah, aku akan mencari dokter untukmu.” Ia membopong tubuh Sera dengan sigap, membawanya keluar dari ruang tangga darurat tempat mereka bersembunyi.

Hanya satu dokter yang Taecyeon tahu di acara ini dan pria itu membawa tubuh lunglai Sera padanya sekarang. Dengan langkah besar-besar, Taecyeon kembali ke ruang tunggu pengantin, mengusir kawan-kawan Yoona dengan tegas sebelum ia meletakkan tubuh Sera di atas sofa.

“Yoona-ssi, kumohon tolong dia, hanya kau dokter yang kutahu di tempat ini.” Taecyeon melangkah menjauh dari sofa agar Yoona bisa segera memeriksa keadaan Sera.

Yoona berlutut di samping Sera dan melakukan hal utama yang tertanam pada insting dokternya, memeriksa denyut nadi serta jalan napas Sera. Meskipun spesialisasi Yoona adalah dokter anak, ia pun pernah dilatih untuk menghadapi pasien anak-anak yang memiliki kasus jantung. Gadis itu langsung mengenali perangkat LVAD yang masih menggantung di bagian pinggang celana Sera dan ia segera memerintahkan Taecyeon untuk menelpon 119. “Oppa, baterai di perangkat ini habis, jadi detak jantungnya tidak stabil. Aku harus memompa jantungnya secara manual sebelum ia kena serangan yang lebih parah. Pindahkan tubuhnya ke lantai!”

Taecyeon menurut untuk menurunkan tubuh Sera ke lantai lalu segera menelpon ambulans untuk datang ke tempat mereka.

Sera masih cukup sadar untuk tahu apa yang terjadi di sekitarnya, memang ia sedang memperjuangkan setiap tarikan napas yang ia masukkan ke dalam paru-parunya, tapi ia bisa mendengar semuanya. Nyeri pada dada kirinya semakin menjadi-jadi hingga ia mulai meraung kesakitan. Taecyeon menutup telpon lalu ikut berlutut di sisi tubuh Sera, memeriksa apa yang salah dengan gadis kesayangannya itu.

Lalu Sera teringat akan satu hal yang penting, satu sosok yang sekarang sangat ia harapkan untuk berada di sampingnya—ia sekarat dan hanya pria itu yang ia inginkan sekarang. Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Sera mencoba peruntungannya untuk bicara pada mantan suaminya yang masih terpana panik.

“Op… pa…” Panggilnya lemah.

“Ne, Sera-ya? Bertahan—”

“Panggil… Kyuhyun…” Pintanya terengah. “Cho… Kyuhyun… tolong… telepon Kyu… dia… tahu…” Sera kehilangan kesadarannya.

Meskipun kata-kata Sera tidak masuk akal di telinga Taecyeon, pria itu mengambil ponselnya untuk mencari nomor mantan pengacaranya yang masih ia simpan. Taecyeon harus menunggu beberapa kali dering sebelum teleponnya diangkat.

“Ini bukan waktu yang tetap untuk mengobrol Taecyeon-ssi, aku sedang sibuk.” Jawab Kyuhyun tanpa basa-basi dengan suara terengah seperti sedang berlari.

“Han Sera memintaku untuk menelponmu.” Taecyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Mengapa Han Sera memintaku melakukan itu?” Tanyanya semakin bingung.

“Di mana dia? Aku baru bersamanya beberapa waktu yang lalu, di mana dia? CEPAT BERITAHU AKU!!” Kyuhyun terdengar putus asa.

“Silla Hotel, lantai dua di ruang tunggu mempelai, pintu keempat dari ballroom di sebelah kiri.” Pria itu menjawab pertanyaan Kyuhyun seperti orang yang sedang ditodong. “Kyuhyun-ssi, apa yang sebenarnya…”

Kyuhyun sudah menutup telponnya, membuat Taecyeon semakin bertanya-tanya.

Hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk Kyuhyun tiba di lokasi Sera, pria itu terengah kehabisan napas namun ia menghiraukan kondisinya sendiri. Kyuhyun mengabaikan tatapan heran di wajah Taecyeon dan Yoona, ia langsung ikut berlutut di samping Yoona untuk memeriksa kondisi Sera.

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Kyuhyun pada Yoona yang masih sibuk memompa jantung Sera secara manual.

“Serangan jantung. Baterai di perangkat LVADnya habis dan aku harus memompa jantungnya secara manual, aku menghindari resiko pasien ini terserang stroke jika jantungnya tetap berdetak secepat ini.”

“Tapi aku baru mengganti baterainya dua jam yang lalu.” Kyuhyun menarik rambutnya sendiri dengan frustrasi. Ia menarik napas dalam untuk menenagkan diri sebelum mengingat urutan langkah penyelamatan yang sudah dilatihkan dokter Song dan dokter Kim.

Sementara Yoona dan Kyuhyun berbincang, Taecyeon justru merasa seperti satu-satunya idiot yang masih terduduk bingung di ruangan itu. Beterai apa yang mereka bicarakan? Mengapa Kyuhyun di sini? Mengapa Kyuhyun menggantikan baterai untuk perangkat Sera? Apa mereka saling mengenal? Ribuan pertanyaan muncul di benaknya.

“Maaf aggashi, apa ada stop kontak yang bisa kupakai? Seluruh peralatan yang dibutuhkan ada dalam tas ini, tapi aku butuh tenaga listrik sekarang.” Ujar Kyuhyun sigap.

Yoona langsung menunjuk pada stop kontak di bawah meja rias yang tadi dipakai untuk mencolok hair-dryernya. Kyuhyun tidak membuang waktu untuk mengeluarkan semua perangkat emergency Sera dan mulai melakukan usaha penyelamatan dengan mencolokkan perangkat di pinggang Sera dengan sumber listrik. Pria itu menatap tubuh lunglai sahabatnya yang masih terbaring di lantai, entah perasaan apa yang berkecamuk dalam dirinya sekarang. Kyuhyun bisa membayangkan semurka apa Sera jika tahu apa yang sedang terjadi sekarang, jika Sera tahu bahwa mantan suaminya hanya terduduk pasrah memandang dua orang lain mencoba menyelamatkan hidupnya, jika Sera tahu bahwa kali ini hidupnya benar-benar hanya tertolong karena sumber listrik yang bisa ditemukan Kyuhyun dengan cepat.

Yoona berhenti memompa jantung Sera saat perangkat LVAD sudah terkoneksi dengan listrik, gadis itu masih tetap pada posisi siaga kalau-kalau pertolongan pertama yang Kyuhyun berikan barusan gagal. “Oppa, telepon lagi paramedis untuk ke sini! Yang kami lakukan sekarang tidak cukup untuk menolongnya.”

“Minta mereka untuk menyiapkan charger LVAD di ambulance.” Tambah Kyuhyun sambil menarik kaos Sera turun sehingga perut wanita itu tidak terekspos lagi.

Layaknya sebuah robot, Taecyeon hanya mengikuti perintah yang dilontarkan padanya. Ia boleh bernapas lega karena paramedis sudah berjalan menuju ruangan mereka. Pria itu memandang Sera yang tidak berdaya dan air mata akhirnya jatuh dari pelupuknya. Apa yang terjadi dengan gadis kesayangnya? Benda apa yang terkoneksi pada tubuhnya? Apa Yoona tadi bilang tentang serangan jantung? Apa yang terjadi pada wanita itu?

Beberapa menit kemudian paramedic tiba dan segera mengangkat sera ke atas dipan beroda yang mereka miliki, sementara Yona segera memposisikan diri di atas tubuh Sera, kembali memompa jantung wanita itu secara manual hingga Sera mendapat sumber listrik lain di dalam ambulans. Tamu-tamu undangan mulai bergerumul karena kebingungan, seorang wanita terlihat pingsan di atas dipan dengan mempelai wanita sibuk memompa jantungnya di atas dipan yang sama, di belakangnya sang mempelai pria ikut mengiringi dengan wajah bingung.

Saat mereka tiba di ambulans, seorang paramedic langsung men-charge desiblillator untuk berjaga-jaga dan satu orang lagi segera menyambungkan perangkat LVAD Sea pada sumber listrik yang ada dalam ambulans. Yoona turun dari dipan Sera setelah ia yakin wanita itu bisa tertolong oleh tim paramedic yang datang.

Tanpa menunggu, Kyuhyun langsung ikut masuk ke belakang ambulans, diikuti dengan Taecyeon yang kini bersikap seperti pahlawan kesiangan. Pria itu sudah lupa dengan rangkaian acara yang harus dilaluinya, ia lupa bahwa dalam kurun waktu satu jam seharusnya Taecyeon mengucapkan sumpah setianya pada Yoona—wanita yang baru saja menolong mantan isterinya.

Namun pria itu sudah tidak memperdulikan etika kesopanan maupun kesungkanan, yang ia inginkan sekarang hanya memastikan gadis kesayangannya selamat. Ia ingin menggali tuntas tentang keadaan Sera dan ia memperoleh penjelasan akan seluruh kejanggalan yang terjadi.

“Kita pergi ke Seoul Hospital!” Seru Kyuhyun pada supir di depan. “Wanita ini pasien kardiologi di sana dan aku sudah menghubungi dokter spesialis yang menanganinya. Mereka menunggu di depan pintu E.R!” Perintah pria itu setelah menutup panggilan telponnya pada dokter Kim.

Taecyeon yang masih bingung semakin bertanya-tanya. Mengapa Kyuhyun tahu seluruh prosedur emergency ini? Mengapa pria ini yang dicari Sera sesaat sebelum ia pingsan? Mengapa Kyuhyun dan Sera nampak seperti sepasang kekasih yang memiliki hubungan spesial di matanya sekarang?

Lalu pria itu kembali memandang mantan isterinya yang sekarang sudah terhubung denga beberapa kabel sekaligus di permukaan tubuhnya. Memorinya kembali terbawa pada saat Sera bersimbah darah akibat keguguran yang dialaminya beberapa tahun lalu. Sera terlihat lebih menyedihkan dari saat itu, wanita itu terlihat seperti mayat hidup yang hanya bernapas karena bantuan masker yang kini menutupi mulut dan hidungnya.

Sekali lagi, Taecyeon harus menguatkan dirinya, ia kabur dari tanggung jawabnya dulu karena ia tidak tega melihat penderitaan Sera. tapi apa kali ini ia harus menjadi pria brengsek itu lagi? tanpa sadar, tangannya meraih tangan Sera dan meremasnya protektif, ia tidak bisa melakukan apa pun sekarang, tapi ia ingin wanita itu tahu bahwa ia ada di sampingnya sekarang.

Kyuhyun hanya bisa mendesah pasrah dengan pemandangan di depannya, menyadari bahwa prospek kehancurah hatinya akan semakin besar saat wanita ini tersadar dari kondisi anfalnya nanti–jika ia selamat.

tbc…


Author’s note:

Iya yang ini pendek -___-

mudah-mudahan bisa klaar nerjemahin ini sebelum cuti, karena setelah sidang TA aku akan hiatus 10 hari-an untuk mengunjungi si Kyu di negaranya… hihihihi

Advertisements

76 thoughts on “Piles of Regrets – 9 [Interruption]

  1. myungie says:

    yoona nya ditinggal…
    taec pasti bingung banget tuuh…
    makanya jangan asal seret aja anak orang,,,,
    kyu udah siap2 hatnya tambah hancur tuuh…
    baru juga kiss sama sera, eh taec muncul lagii..

    Liked by 1 person

  2. Melsyana says:

    Yaaaa…., kasihan kyu harus menelan pil kekecewaan lagi.
    Kenapa juga taecyeon harus tahu penyakit sera?
    Pasti setelah ini, sera lebih sering menghabiskan waktunya bersama taecyeon dan kyu terabaikan lagi.

    Liked by 1 person

  3. Goldilovelocks says:

    Jadi si Taec sama Yoona belum ucap janji? Waduh… kirain sih udah wkwk. Well, serapat-rapatnya bangkai ditutupi baunya tetap akan tercium juga. Yaaahh… dan Taec akhirnya tahu kan ttg kondisi Sera sekarang~ sedih deh tadi pas Sera sesenggukan liat kalau pernikahan itu punya mantan suaminya. Hayati sakiiiittt… sedih…. merana…. ikut sesak…. kapan sih ini bahagianya?? Duuuhh

    Liked by 1 person

  4. KartikaApriya says:

    Dan teacyeon tau sera gimna sekarang… geezz gima kyuhyun ntar pas loat sera liat taecyeonn…?? 😢😢😢
    Sera semoga pilihan kau buat tetep disampingmu tepat yaa antara taecyeon sama kyuhyun semoga kau pilih dengan bener yaa…
    Taecyeon udah tau tinggal keluarganya sera

    Liked by 1 person

  5. Alea says:

    Dari awal baca udah gak enak kalau mobil dihotel itu nikahannya Taec. Ternyata benarkan. Iya kan, Taec melarikan diri dari acaranya sendiri. Aduh gak kebayang jadi Sera yang datang keacara mantan suami tanpa disengaja dan anfal.
    Cho, kamu harus berjuang demi Sera

    Liked by 1 person

  6. Dyana says:

    Ah… Taecyeon ketemu Sera dan karena kenyataan mantan suaminya mau nikah Sera jd anfal lagi, gimana ini… Apa Taecyeon bakalan membatalkan pernikahannya, dan mau balik sm Sera lagi karena udah tau kondisi wanita itu?
    Duhh…. Penasaran…

    Liked by 1 person

  7. OngkiAnaknyaHan says:

    ikut deg degan pas sera anfal lagi
    lebih parah ini keknya , harusnya batrenya itu habisnya 8jam lha ini cuma 2 jam udah abis
    terlalu shock mungkin seranya
    ini seranya gak meninggal kan thor

    Liked by 1 person

  8. Ddeulgi says:

    Ga tau harus bilang apa, padahal part sebelumnya manis banget adegan kyuhyun sama sera. Eh disini malah kacau, takut sera nanti milih taecyeon ketimbang kyuhyun

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s