Piles of Regrets – 4 [Reckoning]

13

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

Sejak sidang perceraian yang terjadi sebulan silam, Cho Kyuhyun masih belum bisa melepaskan perhatiannya dari kasus itu, karena rasa penasaran akan banyaknya pertanyaan yang menggantung masih bersarang dalam benaknya.

Ada yang janggal dari sidang kliennya.

Kyuhyun yakin sekali bahwa mantan sahabatnya itu hanya seorang jalang materialistis yang mengejar harta Ok Taecyeon, pria itu pun sangat bertekad untuk mengungkap misteri tentang penggunaan kartu kredit Taecyeon di New York setahun yang lalu. Wanita itu bertindak di luar batas dengan barang-barang yang dibelinya, ia juga sukses mendapatkan label gold digger di keningnya karena permintaan uang tunjangan yang tidak wajar, lalu tiba-tiba tuntutannya dilepas begitu saja. Mana mungkin Han Sera yang licik itu dalam satu hari bertransformasi menjadi gadis polos yang diingatnya dulu? Pasti wanita itu merencanakan hal lain di belakang punggung mantan suaminya. Jika memang benar itu yang terjadi, maka Kyuhyun akan mengungkap kelicikan itu.

Taecyeon memang secara lantang meminta Kyuhyun untuk menyudahi kasus mereka. Pria itu tidak mau memperpanjang masalah untuk membawa kasus Sera ke ranah pidana, bagi Taecyeon lebih baik ia merelakan sejumlah uang dari kartu kreditnya ketimbang harus menyaksikan hidup Sera merana di dalam penjara—karena ia pun yakin, jika diurus dengan benar, kasus ini memang akan menjebloskan wanita itu ke balik jeruji besi.

Tapi Cho Kyuhyun bukan orang yang bisa menahan ego dan ambisinya, sekali ia bertekad melakukan sesuatu maka ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Dalam sebulan ini, pria itu telah berniat untuk menyelidiki kasus ini secara tertutup tanpa izin dan sepengetahuan Taecyeon—pikirnya, nanti saja kalau semua sudah terungkap baru ia akan berdiskusi tentang tuntutan pidana dengan kliennya itu.

Pengacara itu sudah mendapatkan banyak detil yang dibutuhkannya, ia tahu tanggal Sera keluar dari imigrasi Seoul lalu ketibaannya di New York satu hari setelahnya, di mana wanita itu menginap, tas dan sepatu apa saja yang dibeli wanita itu. Di awal investigasinya dulu, Kyuhyun pernah meminta Taecyeon untuk mencari barang bukti berupa seluruh belanjaan Sera yang luar biasa itu, tapi Taeceyon mengungkapkan bahwa Sera kembali ke apartemen mereka hanya dengan sebuah tas ransel sederhana dan tidak membawa barang apa pun lagi. Berlandaskan fakta itu, Kyuhyun menelpon kawannya yang ada di New York untuk mencari tahu berita tentang Han Sera dengan memulai investigasinya dari hotel Ritz, tempat wanita itu tinggal.

Fakta janggal lainnya yang ditemukan adalah Han Sera memang mem-booking kamar di sana, namun ia hanya tinggal satu malam dan segera check-out setelahnya. Sementara bedasarkan catatan, wanita itu tinggal di New York cukup lama—hal ini membuat kasus wanita itu semakin aneh dan Kyuhyun semakin berapi-api untuk mengungkap fakta di balik hilangnya Han Sera.

Sementara ia menunggu kabar dari kawan detektifnya, Kyuhyun melakukan penyelidikan kecil-kecilan dari bahan yang ia miliki dalam genggamannya. Karena ia yang mengurus alimentasi Taecyeon, maka Kyuhyun tahu persis nomor rekening serta nomor kartu debit yang diberikan kliennya itu pada Sera. Hanya perlu sedikit koneksi dengan temannya yang bankir, Cho Kyuhyun bisa langsung mendapatkan record penggunaan uang Sera untuk tunjangannya di bulan pertama.

Tawa puas Kyuhyun mededak saat ia membaca laporan keuangan dari rekening Sera. Si jalang itu berani menolak uang tunjangan Taecyeon dalam persidangan, namun dari laporan keuangan yang Kyuhyun terima, Han Sera justru baru saja menarik habis seluruh uang yang dikirimkan mantan suaminya. Hebohnya lagi, wanita itu menggunakan uang alimentasi pertamanya untuk belanja tas bermerek! Kyuhyun hanya bisa menggeleng kagum dengan kelakuan Sera yang benar-benar tidak tahu malu, bisa-bisanya si jalang itu langsung menyedot habis uang tunjangannya dalam kurun waktu sehari untuk belanja, luar biasa sekali jiwa materialistis Han Sera.

Untuk mengkonfirmasi temuannya, Kyuhyun memutuskan untuk mencatat nama toko tempat Sera belanja yang tertera di laporan keuangannya. Besok Kyuhyun akan ke sana dan menginterogasi pegawai toko saja, sekedar memastikan bahwa memang wanita itu yang belanja menghabiskan uang sebesar hamper satu juta Won di toko bermerek mahal itu.

*

Han Sera turun dari taxi yang membawanya ke pusat perbelanjaan sambil menenteng kantung belanjaan yang baru ia beli kemarin sore di tempat yang sama. Baginya, ini hanya sebuah prosedur umum yang pernah dilakukannya setahun yang lalu. Sera sebenarnya bangga dengan cara cerdiknya menyembunyikan kecurigaan Taecyeon dengan cara yang justru menjatuhkan imagenya sendiri. Baginya, lebih baik mantan suaminya mengira ia wanita materialistis ketimbang mengetahui fakta yang sebenarnya tentang Sera.

Dengan ekspresi wajah datar, Sera membuka pintu masuk ke toko bermerek di dalam pusat perbelanjaan dan segera meletakkan beberapa kantung belanjaannya di atas counter.

“Aku ingin mengembalikan barang-barang ini.” Ujarnya dengan senyum manis. “Ternyata oeni-ku tidak suka dengan kado yang kuberikan, katanya ia menginginkan tas dari merek lain. Maaf karena merepotkan.”

Penjaga toko mempelajari tampilan Sera baik-baik. Ini bukan pertama kali mereka harus berurusan dengan kostumer sok kaya yang rese seperti Sera, bukan pula pertama kali berurusan dengan kostumer yang mengembalikan barang belanjaan mereka, namun memang jenis kostumer yang seperti ini selalu membuat mereka kesal. Kebanyakan kostumer mengembalikan barang mereka dengan alasan yang rata-rata disebabkan kerusakan atau kecacatan yang bukan menjadi tanggung jawab toko, maka penjaga toko harus super teliti mengecek barang yang dikembalikan.

“Aku bisa mengembalikannya, kan? Aku baca di bon yang kau berikan bahwa aku punya waktu 30 hari untuk berubah pikiran selama aku tidak melepas tag harga atau barang tidak rusak. Semua komponen masih lengkap di dalam sana, tenang saja, kau boleh memeriksanya dengan seksama.” Tambahnya lagi.

“Iye, costumer-nim. Kami akan memeriksa terlebih dahulu jika kau tidak keberatan. Selama menunggu, apa anda mau minum sesuatu?” Jawab sang penjaga toko setengah hati.

Sera menggeleng. “Aku akan duduk menunggu saja, terima kasih.”

Wanita itu menunggu dengan sabar selama penjaga toko memeriksa kondisi dan kelengkapan dari barang-barang yang Sera bawa. Ia tidak perlu khawatir sebenarnya, karena sejak membelinya kemarin, Sera tidak pernah mengeluarkan barang belanjaannya itu dari kantung—toh ia tidak membutuhkan tas-tas itu dan yang dibelinya juga tidak sesuai dengan selera Sera yang sederhana.

Setelah lebih dari setengah jam, akhirnya penjaga toko menyimpulkan bahwa kondisi barang yang dikembalikan Sera berada dalam kondisi sempurna, maka karena itu Sera memperoleh uangnya dalam jumlah satu juta Won kurang sesuai harga pembeliannya kemarin.

“Kami akan mengembalikan uangmu, costumer-nim. Namun karena kau membayar dengan kartu debit dan kami tidak bisa mengembalikan dana ke rekeningmu, kami akan memberikan uang dalam bentuk cash. Apa kau keberatan?” Tanya penjaga toko ramah.

Sera tersenyum. “Tentu saja, cash tidak apa-apa.”

Beberapa menit kemudian Han Sera sudah memegang uang cash yang segera dimasukkan ke dalam dompetnya. Ia meninggalkan toko lalu langsung menuju ke lobi untuk memanggil taxi yang akan mengantarnya ke tempat tinggal Sera yang baru.

“Jika kukumpulkan terus mungkin akan cukup dua tahun lagi.” Ujarnya sambil menghela napas pasrah.

Setelah menanti beberapa saat, akhirnya taxi yang ditunggunya tiba. Dengan langkah lesu ia membawa dirinya masuk ke dalam taxi itu, tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menguntitnya dari belakang.

*

Kyuhyun memekik kegirangan di dalam mobilnya sementara matanya tidak lepas dari taxi yang sekarang membawa Han Sera entah ke mana. Pria itu berasa baru menang lotre! Tadinya niat Kyuhyun hanya sekedar menginvestigasi penjaga toko saja dengan membawa foto Sera sebagai bahan pertanyaan, siapa yang menyangka bahwa Han Sera ternyata kembali ke toko itu untuk mengembalikan barang belanjaannya.

Semua teka-teki yang menghantui pria itu tiba-tiba menjadi jelas. Alasan mengapa Han Sera tidak memiliki barang bukti dari belanjaannya di New York pastilah sama persis dengan kelakuan biadab wanita itu pagi ini. Ia membeli tas-tas mahal dengan kartu lalu mengembalikan di hari berikutnya demi mendapat uang tunai! Dengan cara itu, tidak akan ada yang pernah tahu ke mana jalannya uang di tangan Sera sehingga wanita itu bebas menghamburkan uangnya tanpa tercatat dalam laporan rekeningnya—setidaknya yang tercatat di laporan adalah pembelian tas mahal, bukan apa pun yang sedang disembunyikannya.

“Dasar kau wanita culas, kali ini kau benar-benar melangkahi kecerdasanku Han Sera. Pintar sekali caramu memperoleh uang tunai seperti itu. Jadi untuk apa satu juta Dollar yang kau tarik di New York itu kalau bukan untuk tas dan sepatu mahal? Aish, kau benar-benar licik sekali, tapi kali ini aku benar-benar salut dengan cara otakmu bekerja, luar biasa!” Kyuhyun berbisik pada dirinya sendiri. “Kujamin kau menyembunyikan sesuatu, kemungkinan besar kau berselingkuh dan selingkuhanmu itu butuh uang. Maka kau menipu suamimu dengan cara ini. Ey! Seharusnya tadi aku merekam kelakuannya biar jadi bukti saat Taecyeon-ssi menuntutnya.”

Taxi yang membawa Sera memberi sinyal belok ke kanan dan Kyuhyun mengikuti dengan memberi celah satu atau dua mobil di belakangnya, ia tidak peduli ke mana taxi itu akan menggiringnya karena ia sudah minta cuti pada bosnya hari ini. Ia akan mengupas tuntas permasalahan Sera dan kalau semua bukti sudah diperoleh, ia akan melemparkan nasib masalah pidana mantan isteri Taecyeon padanya. Anehnya, sekarang Kyuhyun merasa seperti tim yang solid dengan pria itu—tim pecundang yang dipermainkan jalang seperti Han Sera—dan Kyuhyun harus membuat laporan akan penyimpangan yang dilakukan wanita itu.

Di luar dugaan, taxi yang membawa Sera justru berbelok di gerbang sebuah rumah sakit, taxi itu membawa Sera ke lobi dan menurunkannya. Wanita itu kemudian melangkah mantap ke dalam melewati pintu berputar yang ada di depan. Kyuhyun tidak bisa memarkirkan mobilnya di sini, ia harus berputar sedikit untuk mencari parkiran. Pria itu panik, ia harus segera mencari tempat parkir kalau tidak mau kehilangan jejak Sera. Sayangnya yang mencari lokasi parkir bukan ia seorang, maka baru dua puluh menit kemudian, Cho Kyuhyun berhasil membawa dirinya masuk ke bagian pusat informasi rumah sakit.

Ini tantangan tersendiri bagi Kyuhyun. Ia tidak tahu mengapa Sera ada di sini, atau siapa yang Sera kunjungi di sini. Apakah keluarganya sakit? Atau meungkin selingkuhannya yang sakit? Pastinya bukan Sera yang sedang bermasalah karena tidak mungkin wanita itu bisa keluar masuk rumah sakit seenaknya untuk pergi ke pusat perbelanjaan jika ia yang dirawat.

Pria itu punya beberapa pilihan, diantaranya adalah mencari satu per satu ruangan yang ada di sana—yang jelas akan membuang waktunya, ia bisa juga langsung menuju ke ruang rawat jalan hanya sekedar memastikan Sera tidak sedang berobat, ia bisa ke bagian rawat inap dan mengintip masing-masing pintunya, atau ia bisa bisa menganggap memang Sera yang dirawat di sini dan mencari bedasarkan namanya.

Pilihan yang terakhir terdengar paling tidak memakan waktu, maka Kyuhyun melakukan opsi itu terlebih dahulu sebelum membuat rencana B.

Kyuhyun bertanya pada pihak informasi tentang seorang pasien bernama Han Sera, namun mereka tidak bisa memberi keterangan karena pos informasi itu masih bersifat general. Jika Kyuhyun ingin mengetahui di mana orang yang dicarinya itu dirawat, maka Kyuhyun harus mencari ke masing-masing departemen dan bertanya pada pusat informasi di sana.

Pria itu mengutuk dua puluh menitnya yang terbuang untuk mencari parkir barusan, ia menarik napas dalam sebelum melakukan misinya, urusan ini akan panjang tapi tekadnya lebih kuat. Pencariannya dimulai dari lantai dasar yang menjadi pusat neurology dan OB/GYN, pusat informasi di dua departemen tersebut tidak memiliki pasien bernama Han Sera, maka Kyuhyun melanjutkan ke lantai berikutnya. Di lantai dua, tempat ortopedi dan fisioterapi juga tidak memiliki pasien bernama Han Sera. Pria itu lanjut naik ke lantai berikutnya, dengan yakin ia menyimpulkan tidak akan ada Sera di sana karena itu adalah lantai rawat inap departemen pediatrik.

Dengan tekad yang semakin bulat, Kyuhyun pindah ke lantai empat—dalam hati sungguh-sungguh berharap Han Sera tidak berada di lantai ini. Memang Kyuhyun membenci Sera, tapi ia juga tidak mau menemukan wanita itu terbarik di bagian departemen oncology. Sebenci apa pun ia dengan wanita itu, Kyuhyun juga tidak tega jika harus melihat Sera menderita karena penyakit kanker.

Pria itu berjalan ke bagian informasi untuk menanyakan pasien bernama Han Sera, jawaban yang diperoleh langsung membuatnya terpatung. Suster memberitahu di kamar mana Han Sera berada dan Kyuhyun langsung mengintip dengan perlahan di balik jendela kecil yang ada di pintu kamar. Ia boleh bernapas lega, karena Han Sera yang terbaring di situ bukanlah Sera yang dikenalnya.

“Syukurlah.” Bisiknya pelan pada diri sendiri tanpa sadar.

Kyuhyun lanjut mencari di lantai lima yang ternyata menjadi pusat rawat inap penyakit umum, Han Sera juga tidak ada di sini. Pria itu sudah mulai kehilangan harapan saat membawa langkahnya ke lantai teratas di gedung rumah sakit itu, departemen kardiologi. Memang ini bukan tempat yang lebih baik untuk menemukan Han Sera, tapi jika ia tidak menemukan wanita itu di sini, artinya ia harus mencari rencana B untuk melacak keberadaan Sera dan besar kemungkinan Sera menyembunyikan seseorang di dalam rumah sakit ini.

Pria itu mendekati pusat informasi di lantai kardiologi, dengan sopan menanyakan apakah mereka tahu jika seorang pasien bernama Han Sera dirawat di kamar mana, dua suster yang sedang berjaga langsung tercekat kaget.

“Maaf tuan, apakah anda suaminya?” Tanya suster ragu-ragu.

“Ne?”

“Han Sera-ssi, ia baru kembali dirawat di sini sekitar sebulan yang lalu. Padahal wanita itu sempat diperbolehkan pulang setelah dirawat nyaris setahun penuh. Nona Han selalu sendirian, kami semua bingung karena di data pasien ia menyatakan bahwa ia sudah menikah. Jadi kami kira—”

“Jadi kalian memiliki pasien bernama Han Sera?” Kyuhyun mulai gelisah. Bukan ini yang diharapkannya saat ia ingin mengungkap kebrengsekan Sera.

“Ya, ada tuan. Ia di kamar sudut yang berada di sebelah kanan.” Suster menunjukkan kamar Sera dengan tangannya. “Syukurlah akhirnya anda datang. Ia selalu sendirian dan kesepian, padahal perawatan yang dilaluinya sangat berat.”

“Tu—tunggu dulu.” Kyuhyun mulai tergagap, mungkin saja ini adalah Han Sera lain–bukan Sera-nya. “Han Sera yang kumaksud adalah wanita yang tingginya sekitar sebahuku,” ujarnya sambil menandai bahunya sendiri, “berambut panjang…”

“Bermata coklat dan memiliki kecantikan bagai bidadari.” Sang suster melengkapi. “Ya tuan, wanita itu ada di dalam kamar itu.”

Kyuhyun nyaris tidak mampu berdiri, ia harus menopang bobot tubuhnya pada meja informasi di depannya. “Ta—tapi mengapa ia di sini?”

“Gagal jantung.” Terang suster. “Ia sudah menanti sebuah donor sejak setahun yang lalu.”

Semua kepingan puzzle yang ada di benak Kyuhyun tiba-tiba terangkai menjadi satu gambaran utuh. Han Sera bukan menipu Taecyeon, ia bukan menuntut uang sebanyak itu untuk difoya-foyakan dalam bentuk tas bermerek. Wanita itu mengajukan permintaan konyol untuk tinggal bersama satu bulan bukan karena ingin memperdaya Taecyeon, tapi karena ia ingin mengucapkan perpisahan yang layak.

Wanita itu sekarat, ia meminta uang sebanyak itu untuk membayar jantung barunya. Misteri terpecahkan, dan Kyuhyun tiba-tiba memilih untuk tidak mengetahui fakta yang baru saja ditemukannya—bukan, ia bukan berharap tidak mengetahui, ia berharap fakta ini bahkan tidak pernah ada.

Pria itu berjalan ragu ke arah kamar Sera yang ditunjukkan suster barusan, masih dengan perasaan kacau balau. Seharusnya ia senang, bukan? Karena si jalang yang mengoyak hatinya itu sekarang sedang sekarat, seharusnya ia melompat kegirangan karena hidup Han Sera ternyata jauh lebih sengsara dari yang ia kira, seharusnya Kyuhyun merencanakan pesta minum-minum untuk merayakan kesuksesannya mengungkap kasus Sera. Tapi yang ia rasakan dalam hati jauh dari kata ‘bahagia’. Justru sekarang rasanya hati Kyuhyun sedang diremas oleh sebuah tangan raksasa yang membuatnya sesak napas.

Kyuhyun mengintip dari celah jendela kecil di pintu kamar Sera dan tubuhnya semakin lemas. Benar wanita di dalam kamar itu adah Han Sera yang ia kenal—itu Sera-nya. Wanita itu sedang membaca buku di ranjangnya, mengenakan jaket kulit bewarna tan kebesaran sambil menggunakan boneka unicorn besar untuk menyangga punggungnya. Fokus wanita itu tertuju pada buku novel di hadapannya namun tatapannya nampak hampa.

Pria itu memberanikan diri untuk menggeser pintu kamar Sera dan membawa langkahnya masuk. Sera mengangkat wajahnya dari buku novel yang sedang dibaca, ia kira dokternya yang masuk untuk pemeriksaan rutin, namun justru pria yang menjadi mimpi buruknyalah yang muncul.

Jantung Sera berdebar cepat saat ia mengenali sosok yang sekarang berdiri dengan tatapan nanar di balik pintunya. Tidak, jangan dia, tidak boleh ada yang tahu tentang hal ini—tidak ada seorang pun yang boleh tahu, apalagi pria yang sekarang berdiri di hadapannya.

Wanita itu panik, kalau pria itu bisa menemukannya maka besar kemungkinan rahasiannya sudah terbongkar. Dengan pikiran yang kalut, napas Sera perlahan memendek sehingga ia harus berusaha memasukan oksigen banyak-banyak ke dalam rongga pernapasanannya.

Dari sisi Kyuhyun, yang terlihat sekarang adalah Han Sera yang sedang termegap panik, warna kulit wanita itu semakit pucat dan Kyuhyun takut kalau sebentar lagi Sera akan hilang kesadaran.

Pria itu keluar dari kamar sebentar untuk teriak ke arah pos suster, meminta bantuan mengenai kondisi Sera yang semakin mengkhawatirkan, lalu ia berlari kembali masuk ke dalam kamar Sera.

“Han Sera! Barusan kau baik-baik saja beberapa menit yang lalu, jangan lakukan ini padaku!” Panik menyerang Kyuhyun, ia tidak mau Sera anfal karena dirinya.

“Kumohon…” Sera masih megap-megap, mencari udara sebanyak-banyaknya sambil melawan rasa nyeri di dada kirinya. “Kau.. tidak boleh… memberitahu…” Ia meremas dadanya yang semakin nyeri.

“Aku tidak akan memberitahunya. Aku janji, Sera. Kumohon jangan seperti ini, bertahanlah aku sudah memanggil suster. Jangan lakukan ini padaku, Han Sera!!” Tanpa sadar air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.

*

Kyuhyun berdiri mematung di sudut kamar perawatan Sera sementara menyaksikan beberapa dokter berlari ke dalam kamar dengan crash cart, dengan sigap mereka langsung men-charge defibrillator untuk mengejutkan jantung Sera. Seorang dokter tanpa ragu langsung menggunting baju pasien Sera untuk mengekspos bagian dadanya dan dokter lain langsung menghentak wanita itu dengan alat di tangannya. Perlu beberapa kali usaha itu dilakukan sampai jantung Sera kembali berdetak dan wanita itu bisa bernapas.

“Kita harus memasang monitor jantung, pengawasan kita terlalu longgar sedangkan kondisinya semakin memburuk.” Seorang dokter wanita menginstruksikan dokter magang untuk mencatat tindakan medis yang diambil.

“Tuan, kau yang tadi menemukannya anfal?” Seorang dokter pria langsung mengalihkan perhatiannya Kyuhyun yang masih membatu di sudut ruangan.

Kyuhyun mengangguk dengan mata masih terbelalak karena shock, otaknya baru saja dipaksa untuk mencerna dan memproses sebuah temuan dalam waktu super singkat dan Kyuhyun sangat tidak siap menyaksikan adegan yang baru saja dilihatnya. Ia ingin menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya, tapi suaranya hilang, terlalu terguncang dengan pengalaman mengerikan barusan.

“Namaku dokter Kim dan ini adalah dokter Song, kami adalah dokter yang bertanggung jawab dengan kondisi Han Sera.” Ia memperkenalkan diri dan rekannya. “Selama setahun ini kami telah memantau perkembangan Han Sera, berjuang bersamanya untuk menunggu berita baik tentang donor jantung yang sesuai secepatnya, karena statusnya sekarang ada pada Status-1, yang artinya setiap ada donor yang cocok, maka Han Sera akan jadi penerima yang pertama. Ia sudah masuk ke dalam list sejak tahun lalu. Untunglah kau ada di sini saat ia anfal, detektor jantungnya tidak terpasang tadi dan jika kau tidak melihatnya, mungkin kami akan terlambat.”

Terlalu banyak informasi yang diterima Kyuhyun dalam kurun waktu singkat, otaknya harus bekerja keras untuk mencerna kata-kata dokter di depannya, tapi Kyuhyun hanya mengangguk bingung dan menanyakan pertanyaan krusial yang mendominasi di kepalanya. “Apa ia akan baik-baik saja, dokter?”

“Definisikan ‘baik-baik saja’.” Sahut sang dokter wanita. “Jika ‘baik-baik saja’ berarti ia tidak akan anfal lagi malam ini, maka Han Sera akan baik-baik saja. Tapi untuk jangka panjang, kami harus mencari cara untuk membuat jantungnya tetap bekerja sehingga darahnya tetap terus mengalir.”

“Apa yang terjadi padanya?”

“Viral-cardiomyopathy.” Jawab dokter Song pendek.

Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung. Beri ia jargon dalam bidang hukum maka ia akan memahami semuanya, tapi jargon medis? Ia lebih senang jika dijelaskan dalam bahasa sehari-hari.

“Artinya, jantung Han Sera tidak mampu memompa darah secara normal. Berefek pada seluruh tubuhnya. seperti yang kau ketahui, darah menghantarkan oksigen dan karbon dioksida serta nutrisi lain pada organ lain di seluruh tubuh agar tubuh manusia berfungsi dengan wajar. Sekarang bayangkan jika alat yang diciptakan untuk memompa darah itu rusak.”

Rahang Kyuhyun menganga. Sera adalah gadis aktif yang menyukai kegiatan menantang, bagaimana mungkin kondisi jantungnya tidak kuat untuk melewati semua tantangan adrenalin gila yang dulu ia lakukan?  Lagipula seingatnya wanita itu terlihat baik-baik saja terakhir kali mereka bertemu di pengadilan. Bahkan pagi ini di pusat perbenlanjaan, Han Sera terlihat sehat. “Tapi ia baik-baik saja sebelum anfal.” Kyuhyun masih keheranan.

“Han Sera pernah berada di dalam perawatan intens kami sebelumnya, dua bulan yang lalu kami mengizinkannya pulang. Ia kembali ke dalam perawatan kami sebulan kemudian karena kembali merasakan sesak napas, sakit kepala yang tidak kunjung sembuh, dan nyeri pada dada kirinya. Apa ini pengalaman pertamamu menyaksikan Han Sera anfal? Kusarankan kau mempersiapkan dirimu ke depannya. Karena pasien gagal jantung sangat rentan mendapat serangan jantung seperti barusan, jadi kau harus terus berjaga-jaga.”

Setelah memastikan Sera kembali stabil, tim dokter keluar dari kamar wanita itu. Tim dokter barusan sangat murah hati memberikan banyak keterangan karena mengira Kyuhyun adalah suami Sera. Seperti yang disampaikan suster sebelumnya, dalam chart data pasien Han Sera dinyatakan menikah, jadi semua orang di lantai kardiologi menyangka bahwa pria pertama yang datang untuknya pastilah suami Sera, terlebih wanita itu selalu bilang bahwa suaminya ‘kerja di luar negeri’ sebagai dalih mengapa suaminya tidak pernah muncul.

Cho kyuhyun masih lemas, tapi ia menarik kursi yang tersedia di kamar itu untuk duduk di sisi ranjang Sera. Matanya mulai mempelajari ruangan tempatnya berada, tumpukan boks di dekat sofa pastilah barang-barang Sera yang dibawa dari apartemennya, tidak ada barang berharga lain di ruangan itu. Kemudian tatapan Kyuhyun beralih pada sosok Sera yang kini terbaring tak berdaya di atas ranjang. Kalau diperhatikan baik-baik, sepertinya Sera semakin kurus dari terakhir kali Kyuhyun melihatnya, wajah cantiknya memang sudah tidak merona lagi dan kini sebagian besar wajahnya tertutup dengan masker oksigen yang membantunya bernapas.

Pria itu masih tidak paham apa yang terjadi, mengapa Sera melakukan ini pada dirinya sendiri? Mengapa wanita itu tidak mengatakan kondisinya pada Taecyeon? Mengapa ia memilih menghadapi seluruh kesakitannya sendiri?

Tentu hal pertama yang ingin dilakukan Kyuhyun sekarang adalah menelpon Taecyeon dan membeberkan seluruh informasi yang ia temukan tentang Sera. Tapi ia ingat, wanita itu memperjuangkan napas-napas terakhirnya sebelum anfal untuk memohon Kyuhyun untuk tidak membuka mulutnya. Apa pun yang terjadi, Kyuhyun adalah seorang pria yang menjaga janjinya, jadi ia akan bungkam untuk sementara sambil menunggu Sera siuman. Memberi wanita itu kesempatan untuk menjelaskan.

*

Sera membuka matanya perlahan, pandangannya kabur dan hal pertama yang dikenalinya adalah masker oksigen yang menyangkut di hidung dan mulutnya. Ia mengedip beberapa kali untuk memperjelas pandangannya lalu menengok lemah ke sisi kanan, mengamati figur yang masih duduk di sisinya. Kalau tidak salah ingat, memang tadi Sera melihat Kyuhyun sebelum anfal, jadi ternyata ia bukan sekedar berhalusinasi.

Sera menarik turun masker oksigennya lalu mencoba memanggil Kyuhyun dengan suara yang lemah, pria itu tidak mendengar karena masih fokus membaca buku yang barusan Sera buka.

“Kyu…” Ujarnya lagi, ia hanya mampu mengucapkan patahan kata karena dadanya masih terlalu sesak untuk bicara.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari buku untuk langsung memandang Sera. “Hey, kau sudah siuman.” Ia meletakkan bukunya lalu berdiri untuk memasangkan masker oksigen kembali pada wajah Sera. “Aku akan memanggil dokter, untuk sementara jangan bergerak terlalu banyak, dan kumohon jangan lepaskan masker oksigenmu.” Kyuhyun lalu memencet tombol panggilan untuk dokter di atas ranjang Sera.

Bagi Sera pengalaman ini sangatlah aneh. Mana mungkin Cho Kyuhyun tiba-tiba berbaik hati menunggui Sera selama ia tidak sadarkan diri barusan. Seingatnya pria itu menghabiskan dua bulan terakhir hidupnya dengan berusaha mati-matian untuk membuat hidupnya lebih merana. Apa Kyuhyun melunak padanya sekarang? Untuk apa juga Kyuhyun peduli kalau masker oksigen sera terpasang? Apa pedulinya pria itu bahwa Sera masih bernapas?

Kedua dokter masuk ke dalam kamar Sera lalu melakukan pemeriksaan rutin, mereka menyuntikkan cairan bening ke dalam infus Sera dan setelah detak jantung wanita itu kembali stabil, akhirnya masker oksigen Sera dilepaskan.

“Apakah kau bisa bernapas sendiri sekarang Sera-ssi?” Dokter Song menempelkan unjung stetoskop yang dingin pada dada kiri Sera.

Wanita itu hanya menganggguk lemah.

“Detak jantungmu masih terlalu cepat tapi jauh lebih baik dari satu jam yang lalu. Kami akan terus memantaumu semalaman ini dan besok pagi, kami juga menjadwalkan tes MRI lagi. Jika kondisimu tidak membaik, terpaksa kami pindahkan ke CICU.” Dokter Song menjelaskan prosedurnya pada Sera.

Wanita itu mengangguk sekali lagi.

Kedua dokter keluar dari kamar, meninggalkan Sera dan Kyuhyun dalam suasana canggung yang sangat tidak nyaman. Pria itu rasanya sudah ingin menginterogasi Sera dari A sampai Z tentang kondisinya, tapi di saat yang bersamaan ia tidak siap jika harus melihat tubuh kurus wanita ini kembali menggelepar karena setruman listrik demi memancing kerja jantungnya. Kyuhyun takut akan serangan berikutnya jika ia mencecar wanita itu sekarang.

Sera memandang Kyuhyun dengan tatapan nanar, ia ingin tahu motif pria itu ada di sini, bagaimana ia bisa sampai di sini, tapi napasnya terlalu sesak sekarang untuk bicara.

Mereka saling memandang, Kyuhyun masih dengan amarahnya yang tersembunyi—ia marah karena kondisi yang disembunyikan Sera, bukan lagi karena dendamnya kali ini—sedangkan Sera hanya bisa menatap pria itu dengan jutaan pertanyaan di benaknya.

“Bagai… mana… kau…?” Sera mencoba bicara.

“Sssh, kumohon jangan bicara dulu sekarang.” Ia duduk lagi di kursi samping ranjang Sera lalu tiba-tiba menggenggam tangan dingin wanita itu dengan protektif. “Aku tidak akan sanggup melihat setrum lain dialirkan pada tubuhmu.”

Mata Sera berkaca-kaca, mengapa Cho Kyuhyun terdengar seperti sahabatnya yang dulu? Mengapa pria yang ingin menghancurkan hidupnya tiba-tiba hilang sekarang?

“Bagai… mana?” Sera tetap ngotot untuk bertanya. Jika Kyuhyun bisa menemukannya, ia takut Taecyeon juga akan menemukannya.

“Aku melacakmu.” Kyuhyun menjelaskan, paham bahwa Sera bukan tipe orang yang bisa berhenti bertanya jika penasaran. “Aku melacak kartu debitmu dan aku berniat untuk menanyakan pegawai toko kalau-kalau mereka pernah bertemu denganmu. Tapi pagi ini, aku justru melihatmu di toko itu, lalu aku mengikuti taxi yang kau gunakan hingga ke sini.”

Sera mencoba untuk bernapas normal walaupun sekarang jantungnya semakin berdebar ketakutan.

“Kemudian aku melacakmu ke pihak informasi di setiap lantai, lalu menemukanmu terbaring di sini.” Kyuhyun menuntaskan ceritanya.

“Taec… apa…. ia…”

“Aku belum memberitahu siapa pun tentang keadaanmu. Apa kau mau aku menghubunginya?”

Mata Sera langsung terbelalak seolah berteriak agar Kyuhyun tidak melakukan hal gila itu.

“Kumo… hon…” Ia menarik napasnya yang pendek-pendek. “Jang… an.”

“Baiklah, aku tidak akan menelponnya sekarang.”

“Sela… manya.”

“Sebaiknya kau menyiapkan alasan yang bagus untuk kelakuanmu sintingmu ini Han Sera.” Ancam Kyuhyun.

Wanita itu mengangguk dan membuka mulutnya kembali untuk bicara, namun Kyuhyun menghentikannya. Ia menempelkan telunjuknya pada bibir Sera, memintanya untuk istirahat.

“Bukan sekarang, kau berhutang banyak sekali penjelasan padaku tapi bukan sekarang. Istirahatlah, nanti kita bicara kalau kau sudah baikan. Aku berjanji kita akan bicara baik-baik, tanpa emosi dan amarah. Tapi sekarang istirahatlah.” Tangan satunya secara otomatis membelai rambut Sera lembut.

Wanita itu meraih tangan Kyuhyun yang menyentuh bibirnya, perlahan mengaitkan jari kelingking mereka bersama, isyaratnya untuk membuat Kyuhyun berjanji untuk tidak membocorkan rahasia besarnya. Pria itu mendengus tapi lalu menempelkan ibu jari mereka.

“Aku janji tidak memberitahunya, Han Sera—setidaknya sampai aku mendengar penjelasanmu nanti. Sekarang istirahat, ne?”

Sera berbisik ‘terima kasih’ pelan sekali pada Kyuhyun lalu menutup kedua matanya yang memang sudah terasa sangat berat karena obat yang dicampurkan pada infusnya barusan.

Setelah wanita itu tertidur, Kyuhyun segera keluar dari kamar Sera, mengeluarkan ponsel di kantungnya lalu mencari nomor yang ingin ditelponnya. Kyuhyun menunggu beberapa dering sebelum telpon diangkat.

“Apa ini waktu yang pantas untuk menelponku, Kyuhyun-ssi?” Sapa suara seorang pria.

“Bos, bolehkah aku menambah hari cutiku? Seminggu jika kau tidak keberatan. Aku juga tidak sedang menangani kasus apa pun sekarang.” Jawab Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Lalu apa yang membuatmu berpikir harus menelponku jam segini?” Suara parau bosnya mengindikasikan pria itu sudah terlelap.

“Maafkan aku.”

“Baiklah, silakan cuti satu minggu, aku mau tidur lagi.” Ia siap menutup telponnya, tapi ia lupa menanyakan alasan Kyuhyun. “Apa kau berencana liburan? Tumben.”

“Bukan, bos. Seseorang membutuhkanku untuk menjaganya.” Suara Kyuhyun tiba-tiba tercekat. “Sahabatku… ia membutuhkanku.”

 

Advertisements

101 thoughts on “Piles of Regrets – 4 [Reckoning]

  1. imgyu says:

    aku kok malah sebel rasanya sama kyuhyun, kaya labil banget. Mungkin emang kalo kita dihadepin spt kyuhyun tiba2 tau sahabatnya sakit parah responnya jadi diem enggak tau mau gimana, tp rasanya kyuhyun itu bikin gregetan banget > < dan ternyata bener sera punya penyakit, gimana kalo mantan suaminya tau, apa ngajak balikan??

    Liked by 1 person

  2. MarooKyu88 says:

    Gagal jantung…. ???
    Kenapa ?? Waeee ??

    Karakter sera yg berusaha nunjukin ke semua orang bahwa dia”Bad Girl” mengingatkan aku akan karakter Kang maroo/SJK di drakor innocent man.

    Padahal mah sera asline baik banged,dia mungjkin nggak mau membuat khawatir/merepotkan org lain. Sahabat suami maupun kluarga.

    Karma nya kyu berupa penyesalan dan rasa bersalah.

    Lantas karma bt tae ada nggak ??

    Liked by 1 person

  3. Hana choi says:

    Ternyata sera bener” sakit, aku bahkan ga nyangka kalau sera sakit secara dia aktif banget, dan syukur deh kyuhyun ga punya niat balas dendam lagi ke sera tapi kalau mantan suaminya sera tau gimana ya. Secara pasti dengan sera sakit dan kyuhyun bakalan terus jagain sera bakalan tumbuh rasa Cinta. Makin seruu dan penasaran

    Liked by 1 person

  4. Annealbarn says:

    Waduhh author..demi apa aku punya penyakit jantung dan harus baca cerita tentang yg sakit jantung 😭 tapi gpp aku jadi lebih menghayati bacanya,aku suka ceritanya karena author tahu istilah2 dlm penyakit jantung,dan juga memberi wawasan mengenai penyakit jantung

    Liked by 1 person

  5. Shinn says:

    Ah tebakan yang tepat,dia sakit tidak lebih tepatnya sekarat.
    Cho gimana perasaanmu sekarang?menyesal?harusnya begitu 😦
    Gimana reaksi keluarga sera nanti kalau dia sebenarnya sakit parah?

    Liked by 1 person

  6. maymacita89 says:

    Astaga akhirnya ada juga part kyuhyun.
    Ga mikir kalo si sera sakit, kirain dia jd melarat/orang tuanya yang sakit makanya dia butuh banyak uang.
    tp ini sera cinta banget ya sama taecyeon trs ntar kyuhyun gmna dong? Masa iya dia ga dapetin sera. Ngenes banget wkwk

    Liked by 1 person

  7. myungie says:

    cieee… ngakuin sera sebagai sahabatnya lagii…
    sera…. kamu the real strong women lah…
    beban seberat itu ditanggung sendiriii…
    kyu.. kalian bikin greget…. jagain sera tuuh..
    greget banget sumpah…
    langsung lanjut niih… marathon bacaa…

    Liked by 1 person

  8. Dewi N says:

    Ada kemungkinan keguguran karena Sera sakit jantung. Bisa ngerasain perasaan Sera siihh… Karena jantung aku juga agak bermasalah, tapi gk separah di FF ini. Perasaan takut, kalut, dan gak pengen orang lain khawatir. Tapi klo Sera sih agak keterlaluan. Tapi kan ini FF yaa.. biar readers baper.. #korban baper 😅😆

    Jadi suami istri itu kan komitmen hidup bersama. Teman sehidup semati seiman. Bener gak? Gue belom married soalnya.. 😅😅

    Liked by 1 person

  9. Lovecho says:

    Nyesek bcanya😢
    Trnyata slama ini sera brjuang sndirian mnghdapi pnyakit jntungnya..
    Tuh kan akhirnya kyu nyesel udh brburuk sngka sma sera.. untung blum trlambat mngetahuinya..

    Liked by 1 person

  10. dayanaelf says:

    Jd cengeng deh baca tiap part ff ini…
    Ff mu sll ngena dihati,, 😂

    Kyuhyun yg awal part entah knpa kejam bgt ,pdhal sera kn gk msuk hitungan menyakiti kyuhyun…..
    Semoga km insyaf ya kyu…..hahhaa

    Liked by 1 person

  11. leinajuu1110 says:

    Kenyataan yg tak pernah di sangka, akhirnya kyu terlibat lagi dengan sera karena rasa ingin tahunya dan akhirnya ia mendapatkan fakta yg mencengangkan sera sakit dan kyu terlihat shock melihat keadaannya, dan sepertinya rasa itu tak pernah hilang dari dirinya akhirnya ia lebih memilih menemani sera dan menyembunyikan penyakit nya dari siapapun walaupun kyu sudah mengetahuinya

    Liked by 1 person

  12. elfishyvil says:

    Sera egoiss….
    Astaga… jadi sera gak pulang karena dirawat di rumah sakit dan gagal jantung?
    Penasaran banget sama alasannya gak kasih tau dan gak gak kasih kabar ttg gagal jantungnya sama taecyeon atau keluarganya? Kan kalo tau penanganannya bisa lebih cepat dan jantung yg cocok bisa cepat dapatnya…
    Aigooo…. kasihan banget sera…

    Liked by 1 person

  13. yoongdictasticgorjes says:

    Ternyata tebakanku diawal bener kalo sera nyembunyiin penyakit yg slama ini dideritanya,,tapi apa alasannya smpe dia harus myembunyiin smua ini dari bnyak org terutama suaminya dulu apa krna dia udh ngerasa ngcewain suaminya karna insiden keguguran itu makanya dia bungkam..

    Liked by 1 person

  14. Rise73 says:

    Ia tahu tanggal Sera keluar dari imigrasi Seoul lalu ketibaannya di New York satu hari setelahnya.

    Maaf ka, mwu ngasih masukan sedikit kayanya kata2 ketibaannya di new york kurang enak. Lebih baik kedatangannya ke new york.

    Kata datang memiliki arti tiba di tempat yang dituju

    Liked by 1 person

  15. Putrikimcho says:

    Kan bener udah pada salah sangka duluan sih coba kalo ampe taec tau pasti dia lebih menyesal lagi 😰

    Aku kembali nangis kak😩😩 heheh 😂😂

    Liked by 1 person

  16. Goldilovelocks says:

    Tuhkaaaaan bener huhuhu gak nyangka. Jantung woy jantung…. astagaa~~~ ini apasih? Tega banget huweeeeehh 😭😭😭 aku pengen tahu cepet-cepet alasan kenapa Sera bisa seperti ini, padahal dia kan suka banget sama hal hal yg ekstrem yanv mancing adrenalin. Huhuuuuu

    Liked by 1 person

  17. KartikaApriya says:

    Kan pasti ada yg disembunyiin sera dan bener dia sakit gagal jantung😢😢
    Kyuhyun kesannya labil tapi ya bgus aja akhirnya dia tau sera gimna aslinya dia gabaik2 aja
    Sera cepet sembuh ya semngat😀
    Klo taecyeon smpe tau gimna coba perasaan dia??

    Liked by 1 person

  18. Dewiastiti says:

    Kyuyun kena batu na sekarang, dy sbk brfikiran negatif tentang sera, sbk memikirkan rs kecewa na ampe benci ga jlas ma sera. Sekarang jd ntesel n syok sndirikan ternyata sera ga seburuk yg dt pikir. Sera bhkan lbh hancur n menderita idup na drpd kyu. Hiks 😢😢

    Liked by 1 person

  19. esakodok says:

    yeah..kalo kyuhyun nokah sama sera gimana ekspresi taecyon y? hahaha..campur2banget ff nha..gemes sedih seneng geli terharus semua jd satu

    Liked by 1 person

  20. Alea says:

    Sera gagal jantung kak? Itu alasan knapa Sera ngilang setahun penuh? Licik juga cara Sera biar gak ada yang tau kalau dia sakit. Trus Cho pasti udah lunak gak punya dendam lagi sama Sera

    Liked by 1 person

  21. Dyana says:

    Jadi Han Sera sakit jantung? Dan dia sengaja berbohong karena takut menyakiti suaminya… Ya ampun dia bahkan rela di cap matrealistis…
    Mungkinkah setelah ini Kyuhyun akan melupakan semua dendamnya (yg gak masuk akal) dan kembali dekat dan menjaga Sera??
    Ff ini selalu membuat penasaran Author, aku suka sekali…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s