Piles of Regrets – 3 [Reminiscing]

12

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

Taecyeon memeriksa kembali pantulan bayangannya di cermin, mengacak rambutnya sedikit agar terlihat seperti ia baru selelsai mandi lalu menyisir rambutnya acak dengan jemari tangannya—penataan rambut yang Sera paling suka dari dirinya. Ia mengenakan kaos putih V-neck yang dibungkus dengan jaket kulit bewarna tan, dipadukan dengan jins gelap. Untuk menyempurnakan penampilannya, pria itu memilih mengenakan sepatu boots semata kakinya.

Ia keluar dari kamar dan menemukan Sera sudah menunggunya di ruang tengah. Wanita itu terlihat menakjubkan di mata Taecyeon, meskipun ia hanya menggunakan skinny jeans hitam dengan sweater hitam kebesaran, lengkap dengan sepasang Dr. Marteen putih kebanggaannya. Wanita itu tidak banyak memakai make-up, namun ia juga tidak memerlukan hal itu karena ia terlahir dengan kulit sempurna dan wajah bagai malaikat.

“Kau siap?” Taecyeon mengulurkan tangannya untuk digenggam Sera.

Wanita itu terlihat kaget sesaat karena tindakan suaminya yang jaih berbeda dari dua-puluh-sembilan hari sebelumnya. Tapi wanita itu menyingkirkan pikirannya dan menyambut uluran tangan Taecyeon dengan senang hati.

“Kau terlihat bingung.” Taecyeon menggodanya. Ia pun sejujurnya heran karena bisa bersikap sangat santai terhadap calon mantan isterinya sekarang.

“Kau bersikap lebih ramah dari ekspektasiku.” Sera menjawab jujur sambil mengalihkan pandangan untuk menyembunyikan senyum senang di wajahnya. “Sudah lama sekali kau tidak menggenggam tanganku.”

“Lebih baik kita tidak mengenang hal-hal yang buruk, ng? Ini hadiah terakhirku untukmu, jadi lebih baik kita rileks dan bersenang-senang dalam kencan terakhir kita. Kita bisa kembali bertengkar besok di pengadilan.” Taecyeon mengangkat alisnya meminta persetujuan Sera.

Wanita itu mengangguk dan mengikuti langkah suaminya ke mobil SUV andalannya. “Apa yang akan kita lakukan hari ini, oppa?” Semangat dalam nada bicaranya terdengar jelas.

“Kau punya rencana tertentu di benakmu?” Pria itu membukakan pintu penumpang untuk Sera sebelum ia memposisikan diri di balik setir.

Sera menggeleng, baginya bisa menghabiskan sehari dengan normal saperti ini saja sudah merupakan anugerah. “Surprise me. Kau selalu ahli dalam melakukan hal itu.” Ujarnya sambil menurunkan visor di langit-langit mobil Taecyeon.

tumblr_o2apnbmcg71u5taugo6_1280

gambar milik Park Sora from Stylenanda

“Oke, kalau begitu seberapa gila kau mau menjalani hari ini?” Pria itu mencoba mencari ide dadakan.

“Cukup gila untuk melepas tensi antara kita, tapi jangan sampai aku harus melompat dari tempat tinggi, atau berenang, atau ke taman bermain. Aku tidak terlalu merasa fit untuk melakukan itu semua.”

“Apa kau sakit?” Ekspresinya berubah khawatir. Han Sera yang dikenalnya selalu mencari alasan untuk melakukan tantangan adrenalin dan sangat mencintai pantai, mengapa sekarang justru menghindarinya.

“Tidak, hanya saja semakin usiaku bertambah, nyaliku juga semakin ciut. Kalau berenang kurasa udara musim semi justru akan membuat kita menggigil bukan?” Tukasnya dengan lihai.

“Masuk akal. Baiklah, aku akan memikirkan acara untuk kencan kita sambil menyetir.” Pria itu memasukkan gigi persneling dan mulai menyetir.

Sebelum menuju lokasi yang Taecyeon rencanakan, ia menghentikan mobilnya di warung pinggir jalan lalu meminta Sera menunggu di mobil sebentar. Pria itu membeli makanan dan beberapa pilihan minuman sebagai bekal mereka hari itu.

“Apa kita akan piknik?” Sera membantu Taecyeon membereskan plastik-plastik makanan di dalam mobil. “Kalau kau beritahu aku, pasti aku akan memasakkan sesuatu, sebelum kau nanti rindu dengan sup kimchi buatanku itu.”

Pria itu mengacak rambut Sera. “Ini kencan, seharusnya menjadi agenda yang membuat kita rileks dan senang. Kalau aku menyuruhmu masak justru esensi santainya hilang.”

Wanita itu berusaha keras menyembunyikan senyum senangnya. Perlakuan Taecyeon yang mengacak rambutnya barusan sukses membuat jantungnya berdebar kencang. “Baiklah kalau itu maumu.”

Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di wilayah Seoul Forest, hari itu bukan akhir pekan sehingga taman tidak terlalu ramai. Sera membantu membawakan makanan sementara suaminya menyiapkan tikar piknik dan botol-botol minuman. Ternyata mereka akan piknik di bawah pohon cherry yang sedang berbunga cantik di musim semi.

“Spot ini sempurna bukan?” Taecyeon minta persetujuan Sera sebelum ia menggelar tikar.

Wanita itu mengangguk sambil tersenyum lebar. Setelah tikar terpasang, mereka segera duduk dan Sera langsung mengeluarkan ponselnya untuk mulai berfoto. “Oppa, maaf kalau hari ini aku akan banyak sekali mengambil foto kita.” Ia mulai berpose.

Pria itu hanya mengangguk pelan, paham bahwa memang ini momen terakhir yang mungkin bisa mereka abadikan dengan cukup layak.

Obrolan awal mereka masih sangat berhati-hati, layaknya dua kawan lama yang jarang bertemu, Taecyeon dan Sera bertukar cerita sedikit tentang karyawan-karyawan di kantor suaminya yang kadang bertingkah aneh, mereka membicarakan tetang cuaca cerah yang menyenangkan, tenang film baru yang akan rilis. Keduanya bisa dengan santai bicara tentang beberapa topik tanpa mengungkit topik yang sesungguhnya paling krusial—masalah mereka.

Tapi sepertinya wanita itu akan terus menghindar jika Taecyeon tidak pernah membukan pembicaraan.

“Han Sera, mari kita berhenti menghindari ‘topik itu’ sekarang.” Pria itu meneguk air di botolnya sebelum lanjut. “Terimalah alimentasiku. Meskipun aku memang setuju pergi kencan denganmu hari ini, aku tidak akan menghapus apa yang menjadi hakmu dari perjanjian cerai kita. Aku tidak akan hidup tenang jika ada pikiran bahwa kau tidak makan cukup, kau tidak terlindung dari udara dingin, dan kau tidak memiliki tempat untuk bernaung. Meskipun kita bercerai, aku pernah berjanji untuk melindungimu seumur hidupku, ini cara terakhirku untuk menjagamu.”

Wanita itu memaksakan senyumnya. “Oppa, aku meninggalkanmu tanpa jejak, pasti aku sudah membuatmu sangat marah dan sengsara. Dulu aku pun membuat janji untuk terus di sisimu selamanya—dan aku melanggar janji itu. Jadi tenang saja, aku rasa kau juga boleh melanggar janjimu. Aku tidak bisa menerima kemurahan hatimu, terlalu keji rasanya jika aku melakukannya.” Sorot penyesalan terpancar jelas dari matanya yang sendu. Han Sera menghindari topik ini karena ia ingin Taecyeon mengingatnya sebagai gadis ceria yang dulu membuatnya jatuh cinta, bukan sebagai isteri sialan yang cengeng.

“Aku penasaran, kalau aku setuju dengan tuntutanmu, jika aku setuju memberimu satu juta US Dollar di muka. Apa kau akan mengambilnya?” Tantang Taecyeon menguji Sera.

Wanita itu menarik napas dalam sambil memikirkan jawaban yang bijaksana. “Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, aku memang membutuhkan uang itu. Namun seperti yang kukatakan kemarin, jika kau setuju dengan kencan ini maka aku akan menghapus tuntutan itu. Aku akan mencari uang itu sendiri, oppa, aku akan kerja keras untuk—”

“Untuk apa sebenarnya uang itu? Help me to understand, Sera-ya.” Cecarnya.

Sepertinya pembicaraan ini memang mustahil untuk dihindari, namun di sisi lain Han Sera benar-benar menolak untuk jujur. Tidak akan adil bagi pria itu jika Sera mengungkapkan masalahnya. “Kau tahu, mungkin aku bisa memulai bisnisku sendiri, bisa juga membeli tas bagus.” Kilahnya mencoba untuk bercanda. “Maksudku, aku hidup nyaman dari naungan ayahku, lalu setelah itu aku hidup serba berkecukupan bersamamu. Aku tidak pernah mencoba bekerja sedikit pun setelah aku lulus—kau melarangku karena ngotot kau yang harus menafkahiku—jadi aku harus memulai dari nol sekarang, bukan? Kurasa aku hanya perlu modal untuk melakukan sesuatu.” Ujarnya. Sera harus bangga kepada dirinya sendiri karena berhasil mengutarakan kebohongan yang terdengar sangat masuk akal.

Pria itu terkekeh dengan alasan Sera. “Kau mau kubelikan tas? Ayo kita ke mall sehabis ini, pilih tas yang kau mau, kita belanja sepuasnya.” Ia balik menggoda Sera sambil mencubit pipi pucat isterinya dengan gemas. “Untuk dana usahamu, bagaimana jika aku manaikkan jumlah alimentasi utnukmu? Aku masih tidak bisa memberimu satu juta US Dollar di muka.”

“Dweso oppa. Aku kan sudah bilang, lupakan permintaan konyolku itu. Kita akhiri kisah kita baik-baik, banyak orang yang sudah menaruh label buruk tentangku. Aku tidak perlu mengkonfirmasi label itu dengan cara menerima kemurahan hatimu.” Sera masih bersikeras menolak.

“Label apa?”

Gold digger.”

Pria itu tertawa lepas. Memang, ia pun berpikir demikian tentang kelakuan Sera sejak ia meninggalkannya setahun kemarin. Tapi setelah ia mendengar alasan Sera hari ini, ia mendapat kesimpulan baru. Han Sera bukan wanita meterialistis, ia hanya ketakutan karena harus menghadapi real life yang mendadak menuntutnya untuk menafkahi dirinya sendiri.

“Tapi serius Han Sera, dengarkan aku. Aku bukannya pelit, aku tidak mengabulkan tuntutan sebanyak itu karena aku takut kau akan salah perhitungan, lalu kau menghabiskannya dalam waktu cepat—yang pada akhirnya membuatmu sengsara. Kalau kau salah perhitungan, bagaimana kau akan bertahan di bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya? Jadi lebih baik aku menafkahimu dalam periode bulanan.” Taecyeon pun akhirnya menjelaskan kekhawatirannya.

Sera tersentuh dengan pertimbangan pria itu. Ia senang karena suaminya masih cukup peduli untuk memikirkan kenyamanan hidupnya setelah mereka bercerai nanti. Namun jika saja Taecyeon tahu, bahwa wanita itu tidak dalam kondisi bisa menunggu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu.

*

Kyuhyun menghabiskan malamnya dengan mengeluarkan seluruh pakaian bisnis terbaiknya, mencoba mencari setelan yang membuatnya terlihat berwibawa—dan tampan—untuk sidang perceraian besok. Ia sungguh berniat menjadikan hari esok sebagai hari yang tidak akan dilupakan Han Sera, karena suaminya akan mencampakkan wanita itu untuk selamanya. Kalau boleh jahat, pria itu justru ingin sekali merekam sidang besok di dalam camcordernya, agar ia bisa menonton ulang persidangan besok, agar ia bisa dengan puas menertawakan ekspresi Han Sera yang pasti akan sangat kecewa karena tuntutan gilanya tidak dikabulkan. Bagai seorang psikopat, Kyuhyun hanya ingin melihat derita Sera dimainkan berulang-ulang sebagai bahan hiburannya.

Pria itu masih tidak bisa melupakan rasa sakit hatinya pada wanita itu, ia hidup bertahun-tahun sambil bermimpi bahwa suatu hari Han Sera akan merasakan kesakitan yang ia rasakan. Ia ingin Sera merasakan ketidakberdayaannya saat itu saat Sera mematahkan hatinya. Seperti malam-malam sebelumnya, pikirannya kembali melayang pada kenangannya akan wanita itu:

Empat tahun yang lalu, Cho Kyuhyun masih seorang mahasiswa culun yang selalu menggunakan baju kaos seadanya lengkap dengan kaca mata tebal yang menghiasi wajah tembamnya. Lelaki itu tidak pernah mau bersusah-susah mencari pakaian yang membuatnya terlihat rapi, ia hanya mengenakan apa pun yang nyaman dan hangat. Di awal masa kuliahnya, Kyuhyun bertemu Sera dan bertapa beruntungnya ia karena gadis itu mau berkenalan dan menjadi temannya.

Kyuhyun masih ingat seluruh rangkaian pertemuannya dengan Sera yang pertama. Gadis itu mengenakan rok selutut bermotif bunga-bunga, dipadukan dengan kaos putih yang jatuh pas di tubuhnya yang mungil. Rambut panjang gadis itu tergerai indah di balik bahunya, wajahnya berseri-seri dengan rona merah di pipinya membuat senyum wanita itu semakin bersinar, lalu bola mata coklat indahnya menyempurnakan fitur wajah Sera yang sempurna. Kyuhyun ingat bahwa ia lupa bernapas saat pertama kali menjabat tangan Sera dengan gugup, tanpa disangka gadis itu justru merasa sangat nyaman mengobrol bersama Kyuhyun dan mereka langsung dikenal sebagai Korean Duo di kampus—karena mereka tidak terpisahkan sejak hari itu.

Mereka semakin dekat karena keduanya berbagi derita yang sama, tinggal di negara asing tanpa orang tua mereka di dekatnya. Karena dulu Kyuhyun sering sakit-sakitan, Sera akhirnya mencetuskan ide bahwa mereka sebaiknya tinggal berdekatan agar ia bisa menjaga Kyuhyun kapan pun lelaki itu membutuhkannya. Pada saat yang bersamaan, sekelompok mahasiswa dari Eropa juga sedang mencari housemate untuk mengisi dua kamar mereka yang masih kosong, maka Sera dan Kyuhyun pun mulai mengontrak rumah bersama empat mahasiswa asing lainnya.

Ketertarikan Kyuhyun akan Sera memang selalu disembunyikan pria itu baik-baik. Ia selalu menyaksikan bagaimana Sera tidak pernah serius dengan satu lelaki, ia melihat bahwa sahabatnya itu lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-teman wanitanya daripada berkencan, ia mendengar isi hati Sera yang mengungkapkan bahwa ia hanya ingin serius dengan pria yang dewasa namun cukup gila untuk mengikuti ide-ide spontannya—yang dalam kata lain, pria itu bukan Kyuhyun. Han Sera adalah mahasiswi aktif yang sering mengikuti even kampus, ia tergabung dengan club pecinta alam dan meskipun Kyuhyun ingin ikut bergabung besamanya, mental Kyuhyun yang mudah khawatir dan selalu berhati-hati membuatnya tersingkir di masa karantina awal.

Memang Kyuhyun tidak pernah mengungkapkan perasaannya, tapi ia selalu mencurahkan kasih sayangnya pada Sera dengan cara yang tidak terduga. Pria itu pernah babak belur saat menyeret Sera pulang dari sebuah club di London saat gadis itu dengan ceroboh membiarkan dua pria menggodanya, Kyuhyun pernah nyaris mati kedinginan menunggu gadis itu di halte bus dekat rumah mereka karena ia tahu Sera yang ceroboh pasti lupa membawa payung, ia rela melawan prinsipnya untuk tidak membantu tugas orang lain saat Sera merengek frustrasi dengan tugas-tugasnya yang menumpuk, bahkan ia pernah belajar naik motor Vespa demi bisa mengajak Sera keliling perkampungan di Wales dengan cara yang Sera impikan—apa pun akan dilakukan Kyuhyun asalkan ia bisa melihat senyum cerah di wajah gadis kesayangannya.

 Apa pun, selain menyatakan perasaannya.

Satu hal yang selalu Kyuhyun rasakan adalah penolakan halus dari pihak Sera. Gadis itu tidak pernah benar-benar bilang bahwa ia tidak mau bersama Kyuhyun, tapi caranya yang tersirat cukup membuat pria itu tahu diri. Suatu hari Kyuhyun pernah mendengar Sera sedang ngomel-ngomel pada seorang gadis kaukasia yang ternyata meledek penampilan Kyuhyun yang jauh dari kata trendy.

Sera membela Kyuhyun habis-habisan hingga gadis lawan bicaranya itu melontarkan pertanyaan yang sudah bersarang lama di kepala Kyuhyun. “Jika kau selalu membela sahabatmu itu, jika memang lelaki itu terlihat begitu baik di matamu, mengapa kalian tidak berkencan saja? Kurasa kau bisa memberinya saran fashion lebih baik!”

Saat itu Sera terdiam sejenak, sepertinya mempertimbangkan jawabannya.

“Lihatlah, kau saja tidak sudi menjadi kekasih si Korea culun itu.” Ledek Gadis itu lagi.

“Bukan karena penampilannya.” Tukas Sera. “Ia sempurna di mataku, kalau ia bisa menyeimbangi hidupku yang gila ini, mungkin aku akan menjadikannya pendamping hidupku. Tapi sahabatku itu lebih tahu yang terbaik bagi dirinya, ia orang baik yang selalu mengikuti peraturan dan aku selalu berusaha melanggarnya. Hubungan kami akan berakhir singkat jika kami bersama, dan aku akan kehilangan sahabat terbaikku. Sebagai sahabatnya aku akan mengulang lagi kata-kataku, kau tidak berhak menghina pria itu atas apa yang dikenakannya!”

Kyuhyun tidak perlu mendengar pembelaan lanjutan dari Sera tentang dirinya di mata gadis kaukasia yang menghinanya. Jawaban Sera sudah cukup membuat hatinya resah. Benarkah ia tipe pria yang selalu mengikuti peraturan? Benarkan ia sekaku itu? Benarkah ia dan Sera tidak akan pernah cocok bersama?

Sejak saat itu Kyuhyun perlahan mencoba merubah sikap dan penampilannya. Ia memilih pakaian yang lebih pantas, ia belajar menggunakan lensa kontak meskipun masih lebih sering menggunakan kaca mata pantat botolnya, ia mencoba untuk melanggar sedikit peraturan, tapi tetap saja, ia memang tidak bisa menyeimbangkan nyali Han Sera yang kelewat batas.

Saat mereka lulus, Kyuhyun memberanikan diri untuk menyiapkan satu hadiah besar untuk Sera. Dalam benaknya, ia harus melakukan gestur heboh agar Sera menyadari rasa cinta Kyuhyun padanya.

Gadis itu sibuk keliling Irlandia selama seminggu untuk merayakan kelulusannya sambil menuntaskan rasa penasarannya untuk cliff jumping—yang jelas ditolak Kyuhyun mentah-mentah ide sintingnya itu. Sementara Sera liburan, Kyuhyun mempersiapkan sebuah skenario lamaran yang hebat. Ia meminta bantuan kawan-kawan sefakultasnya untuk membuat dekorasi yang cukup agar bisa menghiasi besarnya lapangan basket indoor mereka di kampus itu. Ia belajar dansa, ia belajar untuk menyanyikan lagu picisan, ia berlatih pidato sakral yang akan dilontarkan pada gadis kesayangannya itu—ia mempersiapkan diri untuk meminta Sera menikahinya.

Cho Kyuhyun tidak akan pernah melupakan hari di mana hatinya hancur berkeping-keping.

Menurut skenario, Kyuhyun seharusnya menunggu Sera di venue yang sudah dihiasnya sementara seorang kawannya akan berpura-pura panik memanggil Sera untuk mencari Kyuhyun. Nyatanya, kawan Kyuhyun itu justru berlari panik ke lapangan basket sambil menarik tangan Kyuhyun dan bilang bahwa sebaiknya rencana ini dibatalkan. Kyuhyun yang bingung ikut keluar dan segera mencari Sera di rumah kontrakan mereka.

Wajah wanita itu berseri-seri saat melihat sahabatnya tiba di ruang tengah, dengan cengiran lebar Sera mengangkat tangannya, memamerkan cincin Claddagh yang tersemat di jemarinya. “Kyuhyun-a! Aku bertunangan!!” Ia melompat girang sambil memeluk sahabatnya yang masih mematung.

Kyuhyun benar-benar bingung dengan situasinya saat itu, bagaimana mungkin Sera bertunangan kalau Sera bahkan tidak pernah memiliki kekasih. Di tengah kebingungannya, Kyuhyun masih sanggup mengutarakan rasa penasarannya. “Dengan siapa? Kau bahkan tidak pernah punya pacar.”

“Aku baru bertemu dengan pria itu. Kau ingat impianku tentang pria dewasa yang bisa menyeimbangi ide gila dan spontanku? Aku menemukannya. Kami ada dalam satu tur yang sama kemarin, namanya Ok Taecyeon. Pria itu keren sekali, aku akan mengenalkannya padamu segera. Secara spontan ia melamarku dan aku merasa bahwa aku membuat keputusan paling brilian seumur hidupku.” Jelas Sera masih kegirangan.

“Ne? Kau menerima lamaran seseorang yang baru kau kenal seminggu?”

Sera mengangguk. “Aish, tidak semua orang harus hidup sekaku dirimu, Kyu.” Ledek Sera, menggarami luka Kyuhyun. “Kumohon, kau harus menjadi best man-ku di pernikahanku nanti ya?”

Jelas Kyuhyun tidak pernah datang ke pernikahan mereka.

Seumur hidupnya belum pernah Kyuhyun merasa sangat kecewa, belum pernah ia merasa seperti pecundang besar di hadapan seorang gadis yang dikaguminya. Pria itu merasa dicurangi takdir yang tidak adil padanya. Ia lah yang selama ini ada di sisi Sera, ia lah yang selama ini mendampingin gadis itu, ia yang mencintainya dalam diam—dan seorang pria dewasa bernyali besar justru merebut gadis itu darinya.

Jika ada kenangan yang bisa diingat tentang Han Sera, maka cerita pahit itulah yang selalu terulang dalam benak Kyuhyun. Sulit rasanya mengingat keindahan persahabatan mereka jika kepedihan yang ditorehkan wanita itu lewat keluguan sikapnya sangat menyakitkan bagi Kyuhyun. Pria itu membenci Sera. ia membenci wanita itu karena ia telah mempermainkan hatinya, karena wanita itu terus membuat debaran di jantungnya tidak teratur setiap Kyuhyun mengingatnya—tapi sampai hari ini, hanya wanita itu yang masih bertahta di hati seorang Cho Kyuhyun.

*

Di sisi lain kota Seoul, Han Sera dan Ok Taecyeon sedang melanjutkan acara kencan mereka. Jelas pria itu memiliki trik tersendiri untuk mencuri hati Sera. Pagi tadi ia mengajak wanita itu untuk piknik di bawah pohon cherry, sore hari mereka habiskan keliling mall dan pria itu sungguh-sungguh memaksa Sera untuk membeli tas apa pun yang ia inginkan, namun alih-alih tas, Sera justru minta dibelikan sebuah boneka unicorn besar yang terasa nyaman di pelukannya. Di malam harinya, mereka naik ke atas kapal pribadi yang disewa Taecyeon untuk mengarungi Sungan Han di dekat jembatan Banpo.

Pria itu sudah menyiapkan berbagai macam makanan yang ia tahu Sera suka, yang sebenarnya tidak sulit karena wanita itu penggemar berat makanan manis. Wanita itu mengira akan ada sebotol wine lagi di atas meja, tapi ternyata Taecyeon mengejutkannya kembali dengan menyiapkan berbotol-botol bir Guinness di sana. Wanita itu tertawa puas saat mengenali botol bir hitam Irlandia itu, menghargai usaha Taecyeon untuk mengulang kenangan yang membuat keduanya jatuh cinta dulu.

“Kukira bir itu akan mengingatkanmu tentang bergelas-gelas bir hitam yang kita teguk di Dublin.” Taecyeon bereaksi pada tawa Sera.

“Ne, tentu saja aku ingat. Kukira malam ini kita akan meminum wine.” Ia terus terkikik.

“Aish, wine terlalu payah untuk wanita sekeren dirimu, lagipula kita sudah menikmati wine tadi siang, this is the element of surprise!” Terang Taecyeon dengan wajah bangga. “Mari makan, aku sudah memesan banyak sajian penutup untukmu.” Ia menunjuk ke meja.

Sera baru benar-benar mengamati jenis makanan yang tertata di atas meja yang memang kebanyakan adalah makanan penutup. Macaroon, cheese cake, moose, lava cake, caramel, flan, brownies, dan banyak lagi. “Oppa, kau menyiapkannya dengan baik sekali.”

“Kita lewati saja makanan utama dan pilih kue yang kau mau, habiskan semuanya juga boleh. Oh, dan aku tidak lupa menyiapkan French fries untukmu.” Ia menunjuk pada semangkuk kentang goreng di sudut meja.

“Baiklah, mari kita nikmati malam ini.” Sera duduk di tempatnya, meraup segenggam French fries dan mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya sementara menunggu suaminya membukan botol bir.

“Kau mau kutuangkan ini ke gelas?” Tawar Taecyeon.

“Tidak, gadis sepertiku memilih langsung dari botol.” Ia meraih botolnya lalu mengangkat untuk bersulang dengan Taecyeon.

“Persis seperti kencan pertama kita.” Pria itu mengangkat botolnya dan mengadukan botolnya dengan botol Sera. “Bottoms up!

Mereka menghabiskan botol pertama kurang dari satu menit.

Antara Sera dan Taecyeon diam-diam memang sangat merindukan satu sama lain, atau karena mereka mencoba menikmati sisa waktu mereka sebagai sepasang suami isteri, atau mungkin karena mereka mencoba mengalihkan pikiran dari masalah masing-masing, rasanya aneh sekali karena atmosfir kaku dan tegang yang menaungi kehidupan mereka dua-puluh-sembilan hari kemarin rasanya lenyap begitu saja. Keduanya juga nampak sudah tidak menghitung berapa banyak botol bir yang mereka minum. Apalagi karena Taecyeon sudah menginstruksikan pegawai kapal untuk memainkan musik-musik riang Irlandia agar Sera dan Taecyeon bisa berdansa konyol di situ.

Wanita itu menghiraukan apa yang tubuhnya rasakan malam itu, yang ia tahu ini kesempatan terakhirnya untuk dihabiskan bersama Taecyeon. Jika ia harus mati setelah ini, ia siap. Sedangkan bagi Taecyeon, ini adalah cara yang sempurna untuk menyembunyikan kepiluan yang terasa semakin menjadi dalam hatinya, ia tidak percaya bahwa besok ia akan melepaskan wanita yang sekarang sedang berdansa riang di hadapannya.

“Whoah oppa, lihat! Pertunjukan air mancurnya sudah dimulai.” Sera menunjuk pada jembatan Banpo yang memulai pertunjukan air dan cahaya di malam itu.

Selalu ada musik yang mengiringi pertunjukan air mancur yang disinkronisasikan dengan semburan air mancur yang ditunjukkan. Biasanya lagu milik Josh Groban yang menjadi latar, kadang lagu yang terdengar riang atau musik instrument yang menggelegar mewah di telinga. Hari ini, sepertinya Tuhan ingin mempermainkan perasaan Sera dan Taecyeon lebih jauh lagi, karena lagu yang dipasang untuk mengiringi pertunjukan air mancur itu adalah sebuah medley dari lagu Adele yang setiap kata di dalam liriknya memang menyentil mereka.

Can I have this dance, Han Sera?” Taecyeon melangkah mendekati isterinya, mengulurkan lengannya sambil berharap Sera tidak keberatan untuk berdansa terakhir kalinya.

Wanita itu tersenyum sendu dan menyambut lengan Taecyeon tanpa ragu. “Kukira kau tidak akan pernah memintanya.” Ia mendekat pada Taecyeon untuk menghilangkan jarak di antara mereka. “Kau keberatan kalau aku berdiri sedekat ini, oppa?”

Pria itu melingkarkan lengan kanannya di punggung Sera untuk menarik isterinya lebih dekat, kemudia ia menunduk untuk berbisik. “Aku milikmu hari ini, sayangku.”

Sera menelan gumpalan yang ia rasakan pada kerongkongannya, kata-kata pria itu indah namun sangat menyayat hatinya. Wanita itu masih memaksakan senyum hambar di wajahnya dan mulai menggenggam tangan kiri Taecyeon dengan tangan kanannya, sementara lengan kirinya digantungkan pada bahu pria itu, menikmati dansa mereka dengan iringan lagu yang datang dari pertunjukan di jembatan Banpo.

Everybody loves the thing you do, from the way you talk to the way you move

Everybody here is watching you, cause you feel like home, you’re like a dream come true

But if by chance you’re here alone, can i heve a moment before i go?

Cause i’ve been by myself all night long, hoping for someone i used to know

you look like a movie, you sound like a song, my God this reminds me of when we were young

so let me photograph you in this light in case it is the last time that we might

Be exactly what we were before we realize, we were sad of getting old it made us restless

It was just like a movie, it was just like a song

I was so scared to face my fears, nobody told me that you’d be here

And I swore you moved overseas, that’s what you said when you left me

It’s hard to win me back, everything just takes me back

To when you were there, to when you were there

And a part of me keeps holding on, just in case it hasn’t gone

I guess I still care, do you still care?

I will leave my heart at the door I won’t say a word, they’ve all been said before, you know

So why don’t we just play pretend, Like we’re not scared of what is coming next, or scared of having nothing left.

Look, don’t get me wrong, I know there is no tomorrow, All I ask is

If this is my last night with you Hold me like I’m more than just a friend

Give me a memory I can use Take me by the hand while we do what lovers do

It matters how this ends Cause what if I never love again?

I don’t need your honesty It’s already in your eyes and I’m sure my eyes, they speak for me

No one knows me like you do And since you’re the only one that mattersTell me who do I run to?

Look, don’t get me wrong I know there is no tomorrow, all I ask is

If this is my last night with you Hold me like I’m more than just a friend

Give me a memory I can use Take me by the hand while we do what lovers do

It matters how this ends Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love, Let this be the way we remember us

I don’t wanna be cruel or vicious And I ain’t asking for forgiveness

All I ask is If this is my last night with you Hold me like I’m more than just a friend

Give me a memory I can use Take me by the hand while we do what lovers do

It matters how this ends Cause what if I never love again?

Sera tidak lagi bisa menahan tangisnya. Cukup sudah ia berlagak tegar, ia terlalu lelah untuk mengatasi semua ini sendirian dan yang ingin dilakukan wanita itu sekarang hanya menangis sepuas-puasnya di dalam dekapan pria yang dicintainya. Taecyeon tidak memerlukan komando untuk menghadapi keterpurukan Sera. Dengan sigap pria itu langsung mengeratkan pelukannya di sekitar tubuh mungil isterinya, sambil mencoba untuk melawan kepedihan hatinya sendiri.

Sera menremas tepian jaket kulit Taecyeon sekuat-kuatnya, seolah-olah seluruh bobot tubuhnya bergantung pada jaket itu. Ia tidak mau melepaskan genggamannya maupun pelukannya pada pria itu, yang ia tahu ini mungkin kali terakhirnya untuk bisa berada sedekat ini dengan Taecyeon. Wanita itu benar-benar tidak ingin hari esok tiba untuk mereka, ia sungguh-sungguh tidak tahu harus berlari ke mana tanpa pria ini sebagai tujuan hidupnya. Kalau boleh memohon, ia ingin waktu berhenti sekarang juga, di saat keduanya bersikap seperti saat mereka saling jatuh cinta.

*

Mereka tiba di apartmen lewat tengah malam, keduanya sudah terlalu lelah dan sedikit mabuk dari kencan mereka. Setelah pertunjukan air mancur itu berakhir, Taecyeon menghabiskan sisa malam untuk menenangkan kekalutan Sera. Pria itu masih tetap memegang teguh pendiriannya, tangis Sera tidak melunturkan niatnya untuk menceraikan wanita itu, namun Taecyeon menyampaikan satu hal yang seharusnya ia sampaikan pada Sera sejak dulu. Pria itu berusaha menyampaikan pada isterinya bahwa keguguran yang dialaminya bukan salah Sera, bahwa ia memaafkan Sera, bahwa meskipun besok mereka akan mengakhiri semua ini, Taecyeon ingin Sera tahu bahwa ia tidak membencinya karena masalah itu.

Sera tidak bodoh, ia paham penekanan Taecyeon tidak membencinya hanya terpusat pada tragedi keguguran itu, bukan pada kelakuan brengsek Sera yang lainnya. Tapi bagi Sera, kata-kata itu sudah cukup untuk membuatnya sedikit tenang.

Saat menutup pintu apartemen mereka, Taecyeon melihat tubuh Sera yang limbung. Sepertinya jumlah konsenterasi alkohol serta ujian emosional yang harus dilewati wanita itu barusan membuatnya terhuyung sedikit saat melangkah.

“Kau pasti lelah sekali, ayo kita istirahat. Hari esok akan sangat melelahkan.” Tanpa permisi pria itu membopong tubuh Sera yang memang terasa jauh lebih ringan dari terakhir kali ia ingat. Wanita itu dengan otomatis mengalungkan lengannya di leher Taecyeon sambil tersenyum tipis.

“Oppa, bolehkah aku meminta satu hal padamu?” Tanyanya dengan suara parau. “Ani, dua hal, dua hal.” Ia mengoreksi sambil membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi huruf V.

Taecyeon mendudukan Sera pada tepian kasurnya dengan hati-hati, kemudian ia ikut duduk di tepi tempat tidur untuk menatap wajah cantik isterinya dari dekat. “Apa yang bisa kulakuan untukmu?”

Dengan ragu sera mengangkat tangannya untuk menyentuh ujung jaket Taecyeon. “Bolehkan aku menyimpan jaket ini?”

“Benda ini? Jaketku?” Taecyeon justru bingung dengan permintaan Sera.

Wanita itu mengangguk. “Aku ingat ini jaket yang sama yang kau kenakan saat kita berkencan di pub Dublin itu, kurasa aku jatuh cinta padamu saat itu juga ada hubungannya dengan jaket ini yang terlihat sangat sempurna di tubuhmu.” Ia meremas tepian jaket Taecyeon. “Bolehkah kusimpan jaket ini sebagai kenang-kenangan jika aku sedang merindukanmu?” Tanyanya lirih.

Taecyeon bisa melihat sehancur apa perasaan Sera sekarang. Pria itu juga tahu apa yang bisa ia lakukan demi menghindari episode kesedihan lain dari kisah mereka, ia hanya perlu menelpon Kyuhyun untuk membatalkan sidang cerai mereka besok. Tapi pria itu masih tidak mampu melakukannya, Sera telah merusak kepercayaannya dan kesempatan kedua bukan kata yang bisa ditemukan dalam kamus hidup seorang Ok Taecyeon.

“Kumohon, oppa. Kau kan bisa beli yang baru, berikan yang ini untukku, ne?” Suara wanita itu semakin menghilang karena isakannya.

“Lalu apa permintaanmu yang kedua?” Taecyeon mengangguk, merelakan jaket kulit favoritnya untuk Sera.

Sera menarik napas dalam sebelum ia menjawab.

Tangannya yang bergetar meremas bagian kerah jaket pria itu dengan ragu, lalu ia mencondongkan tubuhnya mendekat pada wajah Taecyeon. Seiring wajah mereka yang mendekat, Sera berbisik. “Ini. Ini permintaan terakhirku, aku janji ini permintaan terakhirku.” Lalu wanita itu menyapukan bibirnya dengan lembut pada bibir Taecyeon.

Keduanya memejamkan mata sementara bibir mereka beradu lembut. Ciuman yang mereka lakukan sekarang berbeda dengan ciuman-ciuman mereka yang lain. Tidak seperti ciuman pertama mereka yang penuh kegugupan, tidak seperti ciuman mesra yang mereka lakukan di atas altar saat pernikahan mereka, bukan juga ciuman panas yang sering mereka lakukan saat bercinta. Ciuman ini adalah ciuman perpisahan, dan keduanya bisa merasakan sayatan pilu pada hati mereka lewat ciuman yang kelewat menyedihkan.

Wanita itu mulai menangis kembali, ia kembali terisak sementara bibirnya masih menempel pada bibir suaminya. Taecyeon sendiri bisa merasakan hangatnya air mata Sera di wajahnya, getaran bibir wanita yang terisak itu di bibirnya. Dengan lembut Sera menahan wajah Taecyeon pada kedua pipinya, mencoba membelai lembut wajah pria itu sembari ia mengucapkan salam perpisahan.

Pria Itu mendorong tubuh Sera perlahan, bukan karena ia keberatan dengan tindakan isterinya, bukan karena ia menolak sentuhan wanita itu, tapi karena ia sendiri tidak sanggup menahan serbuan emosi yang menyerangnya. Taecyeon mengusapkan jemarinya pada wajah Sera untuk menghapus air mata wanita itu, mencoba menghapus air mata yang terus mengalir tidak peduli berapa kali ia mencoba menghapusnya. Akhirnya pria itu pun menyerah, ia pun merasakan kepedihan yang Sera rasakan, pada akhirnya Ok Taecyeon ikut menangis bersama Sera.

“Kumohon hentikan ini Han Sera, kau sudah meremukkan hatiku, berhenti melakukannya mulai sekarang.” Ia menarik Sera untuk mendekapnya.

“Maafkan aku oppa.” Ia melanjutkan tangisannya di atas dada bidang suaminya. “Ini yang terakhir, aku janji.”

*

Sera dan Taecyeon tiba di pengadilan pagi-pagi sekali. Mereka keluar dari elevator yang sama, tapi saat tiba di lantai yang dituju, mereka langsung berpisah untuk menemui pengacara masing-masing yang sudah menunggu. Kyuhyun menyambut Taecyeon dengan senyum paling tulus dan bahagia yang dimiliki pria itu lalu ia memberikan sedikit bungkukan hormat—basi-basi—pada Sera demi formalitas.

Wanita itu tidak berniat berurusan dengan kedengkian yang dimiliki mantan sahabatnya itu, jadi ia langsung mencari pengacaranya untuk mendiskusikan satu hal yang baru. Wanita itu harus mengganti tuntutannya dan mereka harus melakukan itu segera sebelum hakin masuk ke ruang sidang.

“Pengacara Ahn, aku tahu kau sudah bekerja susah payah untuk memperjuangkan tuntutanku.” Sapa Sera dengan suara yang masih parau. “Tapi aku harus membatalkan tuntutanku, jika kau tidak keberatan, bolehkah kita melakukan itu sekarang?”

“Ne? Apa sesuatu terjadi antara kalian? Apa kau diancam? Kita bisa menaruh itu di daftar tuntutan. Han Sera-ssi, bagaimana mungkin kau berubah pikiran secepat ini? Kita membicarakan dana sebesar satu juta US Dollar.” Pengacara Ahn menyadari wajah Sera yang pucat serta matanya yang bengkak.

“Tidak, aku baik-baik saja. Aku hanya terguncang masalah perceraian ini. Suamiku tidak mengancamku.” Tukas Sera.

“Akan kutanya sekali lagi, kau mau membuang hasil kerja kerasku di pagi hari persidanganmu, kau juga menutuskan unt—”

“Ya Pengacara Ahn, aku ingin membatalkan tuntutanku dan aku ingin mengakhiri ini semua dengan damai. Maafkan aku yang baru merubah tuntutan di pagi ini.” Sera membungkuk dalam pada pengacaranya.

Pria itu tidak punya pilihan lain, ia harus mengikuti keinginan bodoh kliennya meskipun kalau boleh jujur ingin rasanya ia menampar wajah Sera demi menyadarkan wanita itu akan kerja kerasnya sebulan kemarin.

Lima belas menit kemudian, ruang sidang akhirnya dibuka untuk sesi mereka. Sera dan Taecyeon duduk bersebrangan, masing-masing didampingi oleh pengacara mereka. Kyuhyun melirik puas pada Sera sambil mengamati wajah merana wanita itu yang tidak tersangkalkan, kalu boleh jujur, ia ingin sekali tertawa sekarang. Baginya, melihat wajah kalut wanita itu sekarang adalah pencapaian terbesar dalam sejarah karirnya sebagai pengacara perceraian. Ia tahu bahwa kliennya tidak akan goyah dengan tuntutan yang diajukan dan pria itu sudah bisa menebak hasil akhir persidangan ini. Rasanya Kyuhyun ingin melompat saking senangnya membayangkan Sera akan pulang dengan tangan kosong dan wajah berurai air mata.

“Terima kasih semuanya hadirin yang telah datang.” Hakim memulai sidang. “Hari ini kita di sini untuk menghadiri sidang perceraian saudara Ok Taecyeon dengan isterinya Han Sera. Pengacara dari pihak suami adalah Cho Kyuhyun, sementara isterinya, Han Sera diwakili oleh Ahn Jinsu. Aku akan mempersilakan penggugat untuk memulai kasus.”

“Terima kasih, yang mulia.” Kyuhyun berdiri untuk mengambil alih jalannya sidang. Pria itu berjalan dekat ke arah layar proyektor yang tersedia dan memulai presentasi tuntutannya. “Menurut klienku, isterinya, Han Sera telah menghilang  dari apartemen mereka sejak tanggal 10 Februari 2015. Beliau telah mencoba mencari keberadaan isterinya dengan berbagai cara namun tidak menemukan titik cerah. Sementara ia menghilang, Han Sera telah menyalahgunakan penggunaan kartu kredit suaminya di New York sebesar nyaris satu juta US dollar, mengakibatkan klienku langsung memblokir kartu yang terdeteksi itu. Han Sera juga tidak bisa menunjukkan bukti-bukti barang yang ia belanjakan dari kartu Kredit tersebut, membuat kasus ini bukan sekedar menjadi issue perceraian tapi juga tindak pidana.” Kyuhyun menusuk Sera dengan tatapan tajamnya saat memyatakan tuduhan demi tuduhan yang memang benar adanya.

“Apa pihak terdakwa mau menyangkal?” Hakim bertanya pada Sera dan pengacaranya.

“Tidak, yang mulia.” Ahn Jinsu menjawab setengah hati.

“Kau boleh melanjutkan, Pengacara Cho.” Hakin mempersilakan.

“Klienku menuntut isterinya dengan tuduhan pencampakan dan pelanggaran perjanjian pernikahan mereka. Sebagai wujud tanggung jawabnya, Ok Taecyeon-ssi menawarkan alimentasi sebesar satu juta Won per bulannya, serta satu unit apartemen yang terletak di wilayah Apgeujong.” Kyuhyun menuntaskan laporannya. Pria itu melirik pada pengacara Sera, siap untuk menangkis tuntutan apa pun yang akan pria itu lontarkan atas nama Sera.

“Terdakwa, apakah ada yang ingin kau katakan?” Hakin bertanya pada pihak Sera.

Ahn Jinsu berdiri dan menyampaikan tuntutan Sera yang baru dimodifikasi beberapa menit yang lalu itu. “Han Sera-ssi menerima dakwaan dan ia mengakui kesalahannya. Ia bersedia bertanggung jawab atas tindakannya dengan cara menolak alimentasi yang secara murah hati telah diberikan suaminya.”

Kyuhyun berdiri mematung di tempatnya. Apa yang baru saja ia dengar? Han Sera menolak alimentasi? Si jalang itu jelas-jelas menuntut jumlah uang yang banyak sekali sebelumnya dan tiba-tiba ia membatalkannya? Permainan macam apa yang direncanakan wanita itu? Otak Kyuhyun mencoba untuk menganalisa dengan cepat, mencoba membayangkan isi otak Han Sera sekarang.

“AKU KEBERATAN!” Taecyeon menyahut sambil memukulkan tangannya ke atas meja, mengejutkan semua orang di ruangan itu. “Ya! Han Sera! Apa kita harus bertengkar lagi masalah ini? Kubilang aku akan bertanggung jawab atas kelangsungan hidupmu setelah kita pisah. Terima saja tunjanganku lalu kita hidup masing-masing dengan damai, tidak susah kan?!”

Sera tidak berani untuk menatap mata Taecyeon, ia tahu bahwa air matanya akan mulai mengalir lagi jika ia memandangnya. Wanita itu hanya menengok lesu pada pengacaranya, meminta pria itu menjelaskan.

“Ini cara klienku bertanggung jawab atas tindakannya, Ok Taecyeon-ssi. Ia tidak ingin mengganggu hidupmu lagi setelah pernikahan kalian selesai. Mohon pengertiannya.”

“Tidak! Biar kuberitahu…” Taecyeon siap mengoceh tapi kata-katanya keburu dipotong Kyuhyun.

“Ok Taecyeon-ssi, biarkan aku yang bicara untukmu…” Pria itu mencoba menenangkan kliennya. “Karena apa pun yang kau katakan di sini terekan dan bisa menjadi bahan untuk menuntutmu balik.”

“Aku tidak peduli!” Taecyeon menghiraukan peringatan Kyuhyun. “Aku akan memberikan tunjangan yang pantas kau peroleh. Aku akan bertanggung jawab padamu dan itu adalah caraku melakukannya. Aku bisa berkoar tentang hal ini sampai kau lelah berdebat denganku. Apa pun yang terjadi kau tetap harus menerima tunjangan yang kutawarkan!” Paksa Taecyeon.

Sekarang semua mata menatap pada Sera. Wanita itu tahu bahwa suaminya memang tipe keras kepala yang selalu memperjuangkan apa yang dianggapnya benar. Ancaman Taecyeon untuk memperpanjang masalah ini sampai Sera setuju juga bukan gertak sambal semata, pria itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Sera lelah, ia ingin semua ini segera berakhir dan satu-satunya cara menuntaskan ini adalah dengan menyetujui permintaan suaminya.

“Baiklah.” Ujarnya parau. “Aku akan menerimanya, asalkan sidang ini bisa cepat selesai.” Ia melawan keinginan untuk menangis sekuat mungkin sambil menghindari kontak mata dengan siapa pun di ruangan itu.

Taecyeon kembali duduk setelah Sera setuju untuk menerima alimentasi yang ia tawarkan. Kyuhyun di sampingnya hanya memutar bola matanya kesal, pasti ini hanya akal-akalan Sera biar ia tidak terlihat seperti wanita jalang materialistis yang hanya bisa menyedot kekayaan suaminya saja.

“Kurasa kita sudah mencapai kesepakatan, yang mulia.” Simpul Kyuhyun.

“Aku akan merangkum persidangan pagi ini.” Hakim itu sepertinya memahami keinginan Sera yang siap keluar segera dari ruang sidang. “Ok Taecyeon-ssi, kau menuntut cerai isterimu karena mencampakkan dan melalaikan tugasnya sebagai isteri dan setuju untuk menanggung alimentasi berupa satu unit apartemen mewah di Apgeujong dan uang tunjangan bulanan sebesar satu juta Won, benar?”

Taecyeon mengangguk.

“Dan Han Sera-ssi, kau menerima tuntutan dan mengakui perbuatan salahmu. Kau juga akan menerima alimentasi yang ditawarkan Ok Taecyeon, benar?”

Sera menganggunk pelan, masih menatap jemarinya di atas meja.

“Dengan kuasa yang diberikan padaku, aku mengabulkan permohonan cerai kalian. Silakan bubuhkan tanda tangan anda berdua di atas kertas gugatan.” Hakim menyodorkan dua lembar kertas dan kedua pengacara di ruangan itu segera mengantarkan kertas finalisasi cerai pada klien masing-masing.

Sera dan Taecyeon sibuk membubuhkan tanda tangan mereka sebelum kertas itu dikembalikan pada sang hakim.

“Mulai detik ini, Han Sera dan Ok Taecyeon kunyatakan resmi bercerai.” Putus sang hakim sambil mengetuk palu. “Sidang dibubarkan.” Ia bangkit dari tempat duduknya untuk pergi ke ruang kerjanya.

Kyuhyun dan Jinsu segera bangkit dan membungkuk hormat pada hakim hingga pria itu keluar ruangan.

“Barusan itu singkat sekali.” Ujar Ahn Jinsu, mencoba mencairkan suasana.

“Selalu menjadi kasus yang mudah jika terdakwa melakukan kesalahan fatal.” Kyuhyun tersenyum sinis lengkap dengan wajah sombongnya, sangat bangga dengan kemenangannya di kasus ini—tanpa perlu berjuang terlalu sulit untuk memenangkannya.

“Terima kasih atas bantuan kalian, Kyuhyun-ssi, Jinsu-ssi. Maaf telah merepotkan.” Taecyeon bangkit dari kursinya untuk menjabat tangan kedua pengacara.

“Aku akan udur diri, ada sidang lain siang ini.” Ahn Jinsu pamit. “Aku akan pergi sekarang, Han Sera-ssi.” Ia membungkuk sopan pada Sera.

Sera tidak mendengar apa pun di ruangan itu sejak palu hakim dipukulkan tadi. Wanita itu hanya sibuk menatap cincin Claddagh di jemarinya dengan tatapan kosong dan berkaca-kaca. Apa yang harus ia lakukan setelah ini? Kemana ia harus berlindung? Bagaimana ia akan melanjutkan hidup setelah ini? Ia berharap lantai di bawahnya terbuka dan menelannya saja.

“Han Sera-ssi?” Ahn Jinsu memanggil namanya sekali lagi sambil menggoyang siku Sera.

“Ne?” Jawabnya kaget.

“Aku pamit sekarang, aku ada sidang lagi siang nanti.” Pria itu membungkuk sekali lagi. Ia tidak terlalu heran melihat tingkah Sera karena ia sudah terbiasa menghadapi sidang perceraian.

“Ne. Terima kasih atas bantuanmu.” Sera bangkit dari duduknya dan langsung limbung.

Ketiga pria itu menyaksikan kelimbungan Sera, namun Ahn Jinsu adalah orang yang berdiri terdekat dengan Sera, sehingga dengan tangkas pria itu menahan lengan Sera agar wanita itu tidak terjatuh. Wanita itu juga menjaga keseimbangannya dengan bersandar pada meja di sampingnya. “Maafkan tentang hal itu. Terima kasih pengacara Ahn.” Sera membungkuk sopan pada pengacaranya.

Sekarang tinggal tiga orang yang tersisa di ruang sidang. Sera yang masih terguncang, Taecyeon yang merasa serba salah, dan Kyuhyun yang sedang berusaha menyembunyikan senyum kemenangan. Rasanya melihat wanita itu tadi nyaris jatuh limbung menjadi bonus ekstra untuk kesenangannya hari ini.

“Terima kasih atas bantuanmu, Kyuhyun-ssi.” Taecyeon menepuk bahu Kyuhyun sebentar, lalu berjalan mendekati Sera. “Sera-ya, hiduplah dengan baik setelah ini.” Ia mengulurkan tangannya untuk dijabat Sera.

Hati wanita itu tersayat rasanya, seperti inikah hubungan mereka mulai sekarang? Jabatan tangan kaku dan bungkukan formal? Sera menggigit bibirnya keras untuk menahan tangisnya.

Wanita itu menarik napas dalam sebelum bicara. “Oppa, terima kasih untuk semuanya.” Ia menyambut jabatan tangan Taecyeon. “Dan ini, kurasa aku tidak lagi berhak menyimpannya.” Ia melepas cincin Claddagh di jari manisnya dan menyelipkannya ke genggaman tangan Taecyeon. “Kau boleh membuangnya jika mau, aku tidak bisa menyimpannya. Aku pamit sekarang, oppa. Selamat tinggal.” Ia berbalik tanpa menunggu jawaban dari Taecyeon dan berjalan secepat mungkin ke arah elevator.

Wanita itu tidak membohongi siapa pun. Dari getaran bahunya, dari punggungnya yang membungkuk serta langkahnya yang tidak pasti, Taecyeon dan Kyuhyun tahu bahwa wanita itu sedang menangis dalam perjalanannya keluar dari ruang sidang. Ada keinginan dalam diri Taecyeon untuk menenagkan Sera, namun tempatnya sudah berbeda sekarang, ia dan Sera sudah tidak terikat apa-apa lagi.

Kyuhyun menutup matanya, menarik napas dalam sambil menyimpan baik-baik jalannya persidangan hari ini. Ia menyimpan wajah kalut Sera dalam kenangannya baik-baik untuk dikenangnya setiap dendamnya kembali ke permukaan. Hari ia mendapat kursi istimewa untuk menonton runtuhnya dunia Han Sera yang sempurna, menyaksikan hari di saat wanita itu kehilangan segalanya, hari saat dendam pria itu akhirnya terbalaskan. Kyuhyun rasa hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya sejauh ini.

Seandainya pria itu tahu, bahwa karma sedang menunggu untuk balik memporak-porandakan hidupnya tak lama lagi.

tbc…

Advertisements

109 thoughts on “Piles of Regrets – 3 [Reminiscing]

  1. ammy5217 says:

    Kenapa taecyeon mengambil jalan cerai ya..bila masih ada rasa perduli yg besar. Dan kenapa juga kyu bisa mendendam dengan sahabatnya sendiri karna cinta. Derita bgt buat sera..tanpa suami dan sahabat 😂😂😂

    Liked by 1 person

  2. MarooKyu88 says:

    Kalimat terakhir part ini bikin penasaran.
    Karma apa yg sedang menanti kuyun ?

    Han sera tanpa suami dan sahabat.

    Relung hati kyu yg paling dalem sebenernya kyu ikut terluka liat sera hancur.

    Liked by 1 person

  3. Hana choi says:

    Kyuhyun ga seharusnya kaya gitu seharusnya dia terima aja kalau sera ga suka sama dia karena memang pada kenyataannya dia bukan tipenya sera. Makin penasaran karma apa yg bakalan kyuhyun hadapi

    Liked by 1 person

  4. Shinn says:

    Sumpah aku bener-bener nangis ini huaaa😭
    sera eonni sabar ya,bener-bener penderitaan yang sempurna☹
    Dia bilang kalau dia mungkin ngak bisa bertahan berbulan-bulan bahkan mugkin tahun,itu berarti mungkin alasan sebenarnya kenapa dia pergi gara-gara dia tahu penyakitnya.Ah ini adalah episode tersedih 😭

    Liked by 1 person

  5. myungie says:

    sera punya rahasia… sera sakit parah ya kan?
    adduuh.. baru part awal udah nyesek banget..
    kyuhyuun karma bakalan balik. ke kamuuu…
    langsung aja deh lanjut part selanjutnya yaa..
    nggak sabaar 😁

    Liked by 1 person

  6. elfishyvil says:

    Astaga.. dasar kyuhyun nappennn… apa dia benar2 dendam pasa sera?
    Apa salah sera sampai kyuhyun dendam begitu ya? Tidak masuk akal hanya karena dulu sera lebih dulu menerima lamaran taecyeon dari pada lamarannya,,, ckckckck…. memang ya cinta itu butaa….. love is blind…
    Masih Pensaran banget nih thor semua alasan2 sera mulai dari kepergiannya sampai jumalh uang yang dimintanya utk alimentasi diawal…

    Liked by 1 person

  7. Melsyana says:

    Di masa lalu, katanya kyu mencintai sera. Tapi, kayaknya itu bukan cinta tapi obsesi semata. Buktinya aja, sera menderita di persidangan cerai gadis itu, kyu tampak seperti evill sungguhan. Dia senang diatas penderitaan sahabat baiknya sendiri, cuman gara2 cintanya di tolak sera secara tak langsung.

    Liked by 1 person

  8. rzkymhyu says:

    Halo kak, you always amazed me with your stories.. Tapi untuk cerita ini, mau kasih masukan dikit nih kak.. Ak tau, sblm kakak mulai nulis cerita kakak pasti selalu riset dlu sblmnya.. Tapi maaf, ak mau membenarkan sedikit disini trkait mekanisme perceraiannya.. Dalam sidang perceraian, sbnrnya g ada istilah tuntutan, dakwaan, sama terdakwa kak karena posisi para pihak yg bercerai itu seimbang.. Yg ada itu para pihaknya penggugat dan tergugat karena ini gugatan cerai (kalo di korea mgkn adanya cm ini tapi di Indonesia ada lagi istilah pemohon talak dan termohon talak). Jadi next time kl bikin cerita lagi trkait perceraian, ak harap masukanku dipertimbangkan ya kak karena posisinya dsni ak tau hukum hehe.. Biar kerasa real ceritanya 😊 but overall, ceritanya keren kak~~

    Liked by 1 person

  9. Putrikimcho says:

    Taecyeon terlalu dibutakan dengan harga diri sedangkan kyu terlalu dibutakan dengan masa lalu yang sebenernya bukan total kesalahan sera .. Kayanya sera sakit deh 😔😔p

    Part ini kakak sukses bikin aku nangis parah yaa walaupun sebelumnya juga udah dibikin nangis aku ga tau malem ini lagi baper banget 😭😭😂😂

    Liked by 1 person

  10. Goldilovelocks says:

    Sera kenapa gamau jujur aja sih?? Ada sebenernya??? Aku gak tega liatnya ih 😦
    Kak, Sera itu sakit yah? Entah kenapa aku berpikiran begitu, cumaaa ada beberapa kalimat di narasi tadi yang emang rancu jadi finalnya aku nge-klaim si Sera ini sakit. Heuuuuuu…..
    Ini nih yg disebut tumpah nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena satu kesalahan–yang pada dasarnya malah bukan sebuah kesalahan–kebaikan Sera yg dulu justru jadi alasan Kyuhyun menaruh hati, malah berbuah jadi benci. Yeaa.. berlalunya tahun-tahun, yg Kyuhyun habiskan sama Sera ternyata gak sebanding dengan waktu seminggunya Ok Taecyeon…
    😦😦😦

    Liked by 1 person

  11. Goldilovelocks says:

    Sera kenapa gamau jujur aja sih?? Ada sebenernya??? Aku gak tega liatnya ih 😦
    Kak, Sera itu sakit yah? Entah kenapa aku berpikiran begitu, cumaaa ada beberapa kalimat di narasi tadi yang emang rancu jadi finalnya aku nge-klaim si Sera ini sakit. Heuuuuuu…..
    Ini nih yg disebut tumpah nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena satu kesalahan–yang pada dasarnya malah bukan sebuah kesalahan–kebaikan Sera yg dulu justru jadi alasan Kyuhyun menaruh hati, malah berbuah jadi benci. Yeaa.. berlalunya tahun-tahun, yg Kyuhyun habiskan sama Sera ternyata gak sebanding dengan waktu seminggunya Ok Taecyeon…
    😦😦😦 dan mewek lagi pas Sera ngasih dua permintaan ke Taec. Angst bangat disitu. Nyeri hatiku kak…

    Liked by 1 person

  12. KartikaApriya says:

    Gilaa ceritanyaaa aku suka bnget 💞
    Alurnya juga ga terlalu cepet pas 😍😍
    Sera kenapa kau ga ngomng apa yg kau pendam pasti ada yg kau kasih tau kan sama semua orng?? Jadi kesel sama kyuhyun egois dia ihhh😠
    Padahal bisa aja taecyeon nelpin kyuhyun ga jadi cerai tapi ceritanya langsung abis ya?? Hahahah😂😂😂
    Pasti ada yg sera sembunyiin pasti …

    Liked by 1 person

  13. esakodok says:

    wow..kyuhyunn…tipe yang pendendam banget..kan bukan salan sera kalo dia nikah sama orang laen…aigo aigo..g sabar nie buat tahu kyuhyun sama tecyon bakal kenapa habis ini

    Liked by 1 person

  14. Dyana says:

    Masa lalu itu dimana Kyu mengalami patah hati memang menyedihkan, tp kan itu bukan salah Sera, knp dia begitu membencinya hingga sekarang. Padahal kasihan Sera harus mengalami perpisahan dengan orang yang dia cintai, dan Taecyeon jika dia masih mencintai Sera kenapa di ceraikan…
    Duh… Rumitnya cinta ini…

    Liked by 1 person

  15. OngkiAnaknyaHan says:

    nah kan ini baca part 3 mewek mulu dari tadi
    sebenernya lho masih penasaran sama sera
    sera sakit ya thor ?
    umurnya gak panjang ?
    kalo dia bo.ong duitnya mo dipake usaha trus buat apa

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s