(Indonesian Version) One Last Shot – Part 28

Author: Ssihobitt

Category: Romance, NC-21, Chaptered

Cast: Cha Eungi & Cho Kyuhyun

Liburan musim dingin usai dan mereka harus kembali menjalani kehidupan sehari-hari yang normal kembali, kali ini dengan rasa memiliki yang lebih besar dari sebelumnya. Kyuhyun sudah tidak lagi khawatir akan posisi serta prospek masa depan hubungan mereka, namun sepertinya hal itu tidak berlaku bagi Eungi. Wanita itu masih tetap memiliki ketakutan irasional tentang hubungannya dan Kyuhyun. Bukan Eungi tidak mau menyongsong masa depan dengannya, tapi justru sebenarnya ia takut kalau pria itu akan segera bosan dengan kehidupan konstan mereka sekarang.

Tidak lama setelah mereka kembali dari liburan di Swiss, Kyuhyun harus segera terbang ke Seoul untuk menghadiri rapat direksi sekaligus menyambut dosen-dosen pada pesta gala tahunan, masih menggantikan tugas ayahnya. Ekspresi yang muncul di wajah Eungi saat mendengar Kyuhyun akan pergi sudah seperti anak kecil yang kehilangan induknya di pusat perbelanjaan. Pria itu harus terus-terusan membujuknya untuk percaya bahwa kepergiannya kali ini hanya dua minggu dan Kyuhyun pasti kembali.

Saat itu, Eungi ngotot untuk menemani Kyuhyun ke Seoul, namun penelitiannya juga perlu diperbaiki dan lab hanya bisa digunakan pada saat yang bertepatan dengan tanggal keberangkatan pria itu, maka dengan pasrah Eungi hanya mengantarkan Kyuhyun ke bandara Schipol dan memutuskan untuk percaya pada kekasihnya.

Rasanya pria itu ingin tertawa saat melihat ekspresi polos Eungi yang memandang kaca besar di terminal kedatangan dua minggu kemudian, wanita itu berdiri dengan wajah panik sambil kepalanya celingukan mencari-cari sosok Kyuhyun lengkap dengan balon ‘welkom thuis—selamat datang’ untuk menyambut Kyuhyun. Detik pria itu muncul di hadapannya, Eungi langsung mengalungkan lengannya dengan protektif di sekitar tubuh Kyuhyun. Hari itu secara spontan Kyuhyun mengajak keduanya untuk mulai tinggal bersama.

Beberapa waktu awal dihabiskan keduanya untuk berdebat: apakah mereka sebaiknya mencari rumah baru untuk dikontrak bersama atau pindah ke rumah kontrakan Eungi saja yang sudah lebih besar dan lebih nyaman dari apartemen studio Kyuhyun. Pada akhirnya pria itu setuju untuk memboyong seluruh barangnya untuk pindah ke rumah Eungi.

Bagi Eungi, tinggal bersama Kyuhyun tidak sulit, karena dulu ia pernah tinggal bersama Siwon—jadi Eungi cukup tahu hal-hal yang harus diantisipasi dalam menghadapi kelakuan dan ego pria dewasa saat hidup bersama. Bagi Kyuhyun hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Pria itu terbiasa tinggal sendirian, melakukan apa pun sesuai kamauannya. Ia juga terbiasa untuk menenangkan diri sejenak menjauh dari masalah jika mereka berdebat. Karena mereka tinggal di rumah yang sama, maka Kyuhyun terpaksa belajar berkompromi dan berdiskusi dalam menuntaskan masalah mereka. Sejujurnya pria itu lebih merasa seperti sedang mengikuti kursus pra-nikah, apalagi wanita itu sekarang benar-benar merawatnya seperti Kyuhyun memang suaminya.

Berbulan-bulan setelah mereka tinggal bersama, Kyuhyun dan Eungi sudah terbisa dengan benturan-benturan dan kesalah-pahaman yang biasa tercipta dan kedekatan hubungan mereka sudah menyerupai pasangan suami-isteri yang telah menikah lama.

Kyuhyun juga menyadari bahwa ada beberapa hal yang perlahan berubah dari Eungi. Wanita itu semakin keibuan, dulu mereka selalu memesan makanan dari luar tapi seiring berjalannya waktu, wanita itu semakin rajin memasak dan mencoba berbagai resep baru untuk memuaskan keinginan Kyuhyun memakan makanan Korea—jelas pria itu tidak keberatan dengan perubahan kekasihnya dalam bidang yang satu ini.

Di mata Eungi pria itu pun berubah. Awal ia mengenalnya, Kyuhyun adalah mahasiswa brilian yang super malas, hingga Eungi harus menekan ego Kyuhyun terus menerus agar potensinya bersinar. Tapi etos kerja pria itu berubah total di sini. Semester kemarin pria itu memaksakan diri bergadang demi menuntaskan maket prototype yang sempurna, semester berikutnya ia pulang dengan wajah murung karena nilainya ada yang A-, dan semester ini Eungi menyaksikan Kyuhyun mati-matian mengejar dosennya untuk memperbaiki semua nilainya agar menjadi A sempurna. Pria itu meminta tugas tambahan, ia menghabiskan banyak waktu di lab dan perpustakaan. Mahasiswa yang dulu sudah puas mendapat nilai C saja telah berubah. Eungi yang penasaran menanyakan alasan di balik obsesi Kyuhyun yang ingin membuat IPKnya 4 sempurna, tapi pria itu hanya berdalih bahwa ia mau memanfaatkan kesempatannya untuk belajar di salah satu kampus terbaik di dunia itu dengan sungguh-sungguh.

Research final Kyuhyun mulai dilakukan setelah liburan musim panas tahun itu berakhir. karena memang tujuan penelitiannya adalah menciptakan genting untuk mengurangi penggunaan energi panas di rumah-rumah tradisional Korea, maka Kyuhyun harus sering bolak-balik Delft-Seoul untuk melakukan sampling data. Pada saat yang bersamaan, Eungi pun harus terus ke Denmark dan Swedia untuk melakukan penelitian tentang green panel yang ia improvisasi agar menjadi semakin kecil. Pada masa ini, keduanya terpisah jarak dan waktu yang lumayan lama, namun karena hubungan mereka semakin kokoh, Eungi dan Kyuhyun tidak terlalu merasa khawatir seperti saat awal-awal mereka kembali bersama.

Setelah dua tahu masa penyembuhan, ayah Kyuhyun akhirnya bisa mengambil alih kembali tahtanya di kampus yang ia dirikan. Hal ini memberi kelonggaran pada tingkat stress Kyuhyun sehiingga pria itu bisa berkonsenterasi penuh pada pendidikannya—dan pada kekasihnya. Ia masih menyandang jabatan wakil direktur dan tetap memiliki tanggung jawab untuk menghadiri rapat per semester untuk menganalisa perkembangan kampus, tapi setidaknya ia tidak harus mengurusi angka-angka yang membuat kepalanya ingin meledak demi mengatur strategi mencari profit.

Capatnya waktu bergulir selama mereka fokus dengan hidup dan studi masing-masing tidak terlalu terasa. Tanpa disadari, mereka menyambut pesta natal lain di tahun berikutnya, mereka merayakan ulang tahun mereka dengan penuh keceriaan dan sejujurnya, Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa tinggal bersama seorang wanita dalam sebuah hubungan stabil akan sangat membuatnya merasa nyaman. Eungi setuju dengan pendapatnya itu. Keduanya bekerja baik sekali bersama, saling mendukung dan melengkapi. Kyuhyun kini menjadi teman diskusi Eungi yang mampu melontarkan sanggahan-sanggahan cerdas jika ide Eungi terlalu mengada-ngada, dan Eungi pun bisa berlaku sama pada Kyuhyun saat pria itu menggaruk kepala frustrasi saat penelitiannya tidak menemukan titik terang.

Pria itu perlahan bertransformasi menjadi seseorang yang selalu siap diandalkan Eungi. Ia adalah kekasihnya, sahabatnya, teman diskusinya, teman bertengkar kadang jika mood mereka sedang sama-sama buruk, dan Cho Kyuhyun juga masih tetap menjadi malaikat pelindungnya.

Pada bulan-bulan akhir masa studi magister Kyuhyun, pria itu iseng-iseng memasukkan temuan tesisnya ke kantor paten internasional di Belanda hanya untuk menggoda Eungi sembari menantang wanita itu untuk ikut mematenkan penelitian barunya. Tapi justru keisengan itu berbuah baik, pengajuan paten Kyuhyun dipertimbangkan sementara hingga ia menyerahkan seluruh penelitiannya setelah ia melakukan sidang tesis. Saat menerima balasan email dari kantor paten, Kyuhyun merasa harus menampar dirinya sendiri karena ia tidak percaya, sementra kekasihnya sudah melompat-lompat kegirangan menyelamati pencapaian luar biasa Kyuhyun yang melebihi pencapaiannya sendiri. Desain Kyuhyun tentang genting tradisional yang siap dipatenkan itu juga dipamerkan ke forum internasional oleh dirinya dan Van Wijk saat mereka mendatangi seminar internasional tahunan tentang green design, dan beberapa perusahaan sudah memberikan kartu nama mereka untuk Kyuhyun pertimbangkan sebagai join-partner dalam pengembangan inovasinya.

*

Tidak peduli seberapa usahanya untuk tetap tenang, Cho Kyuhyun masih saja berjalan mondar-mandir di depan perapian mereka sambil mulutnya tidak berhenti bergumam tentang konten presentasi sidang tesisnya yang dijadwalkan pagi esok. Eungi paham sekali rasa berdebar yang pasti dirasakan Kyuhyun sekarang dan sejujurnya ia juga merasa sangat gugup untuk kekasihnya. Tapi wajah khawatir Kyuhyun yang membuatnya tidak napsu makan dan pucat seminggu belakangan ini justru membuat Eungi gemas ingin meledek pria itu habis-habisan—mungkin setelah sidang Kyuhyun berakhir, Eungi akan menunjukkan foto-foto candid berisi wajah khawatir Kyuhyun yang sudah menumpuk di ponselnya.

Wanita itu sudah paham langkah-langkah ‘mengerikan’ akan akan dilewati Kyuhyun besok, karena ia sudah mengalami sidang-sidang seperti itu beberapa kali dalam hidupnya, bahkan sering kali ia juga duduk dalam panel penyidang yang siap membantai isi penelitian mahasiswa, jadi Eungi seharusnya memastikan kekasihnya bahwa kekhawatirannya hari ini tidak berguna. Namun wanita itu juga tidak mau mencuri momen ini dari Kyuhyun dengan cara menjabarkan step-by-step serta prospek pertanyaan yang akan keluar dari mulut panelis. Ia tidak bisa bilang bahwa panelis yang muncul hanya menguji sedikit pengetahuan Kyuhyun atas penelitiannya, juga bahwa fungsi mereka beraada di sana selain bertanya adalah muncul dengan wajah serius yang kaku demi menciptakan efek tegang selama persidangan berlangsung.

Sekarang pria itu duduk di sofa, mengulang presentasinya lagi dari awal di laptop, mencari kesalahan tulis dan kelengkapan sumber data pada bab dua penelitiannya, sambil membayangkan pertanyaan macam apa yang akan terlontar besok. Eungi yang ikut duduk di sampingnya lalu langsung memeluk pria itu erat sebagai usahanya untuk mengalihkan perhatian Kyuhyun dari presentasinya, agar pria itu tidak terlalu was-was. Kyuhyun menengok sebentar tapi perhatiannya kembali ke layar laptop segera.

“Apa kau segugup itu?” Eungi menyengir senang.

“Apa kegugupanku terlihat selucu itu di matamu?” Jawabnya sinis tanpa mengangkat pandangan dari layar laptonya.

“Apa yang membuatmu khawatir? Beritahu aku, siapa tahu aku bisa memberi tips.”

Kyuhyun menarik napas dalam, memerosotkan posisi duduknya untuk membaringkan kepalanya yang siap meledak di pangkuan Eungi. “Aku khawatir karena aku tidak tahu bagaimana penelitianku di mata panelis. Bagaimana jika penelitianku ternyata bodoh dan mereka membencinya?”

Eungi membelai rambut Kyuhyun lembut sambil tersenyum. “Kyu, penelitianmu itu keren sekali! Kau akan mempresentasikannya besok dan sudah sepatutnya kau membanggakan eco-rooftile yang kau ciptakan itu.”

“Bagaimana jika lidahku tidak bekerja dengan baik saat presentasi besok? Bahasa Inggris kan bukan Bahasa utamaku, noona. Aish masih banyak lagi kekhawatiranku, aku bisa saja tiba-tiba tergagap saat menjawab pertanyaan dan terlihat tolol.”

“Aku akan mendampingimu besok dari kursi penonton.”

“Yeah, dan itu membuatku jadi lebih tenang.” Tukasnya sinis.

Eungi terkikik geli dengan sarkasme kekasihnya. “Jadi apa akan lebih baik jika aku menunggu di luar saja? Beritahu saja apa yang kau mau, aku akan melakukannya. Besok kau akan menjadi raja sehari, aku hanya dayang-dayang yang membantu membangkitkan semangat dan rasa percaya dirimu.”

“Lagipula mengapa kau mau menonton sidangku?”

“Karena aku sangat bangga padamu.” Ia mencubit hidung Kyuhyun gemas. “Aku bertemu denganmu saat kau masih bocah manja tukang protes dan sekarang kau akan mempresentasikan tesis magistermu di sini, untuk menyempurnakannya, kau juga sudah memegang status paten-pending untuk karyamu—Kyu, bahkan saat studi magister, aku tidak punya pencapaian sehebatmu.”

“Benarkah?” Ia menengadah untuk melirik Eungi.

Ia mengangguk. “Kau tidak akan paham perasaan yang kurasakan sekarang.”

“Yaitu?”

“Perasaan banga seorang pendidik kepada mahasiswanya yang memperoleh pencapaian lebih baik dari diriku sendiri.” Ia membungkuk sedikit untuk mengecup kening Kyuhyun. “Aku mengajar banyak mahasiswa dan aku selalu senang jika mereka berhasil dalam hidup mereka. Tapi kau, kau adalah kasus spesial dan kau bertransformasi sehebat ini. Satu lagi kau membuktikan bahwa aku benar dengan instingku, kau membuktikan bahwa keputusanku untuk mempercayai bakatmu saat itu adalah tindakan yang sangat brilian.” Eungi meletakkan tanggannya di atas dadanya sendiri untuk menandakan seberapa tersentuhnya ia sekarang. “Hal itu adalah hadiah terbaik yang bisa kau berikan pada seorang dosen dan aku tidak bisa berhenti berterima kasih untuk itu.”

Kyuhyun tersenyum, ia bangkit dari pangkuan Eungi untuk duduk dan melingkarkan lengannya di seputar bahu wanita itu. “Aku hanya mau membuatmu bangga, noona.”

“Dan aku memang sangat bangga padamu, sayang. Eco-rooftile yang kau cipatakan itu—damn! Aku bisa pamer membanggakannya di wajah Van Wijk sambil berkata bahwa ‘kekasihkulah yang menciptakan benda keren itu!’ dan profesor kita itu tidak akan bisa melawan kata-kataku karena ia tahu aku benar.” Eungi mengangkupkan tangannya pada wajah Kyuhyun. “Jangan salah artikan kata-kataku, tapi Kyuhyun-a, kau adalah penemuan terbaikku. Aku bahagia sekali kau menjadi sosok yang jauh lebih hebat dariku, sebagai dosenmu aku sangat bangga karena kau membuktikan mereka yang mengatakan kau bodoh itu salah dan sebagai kekasihmu aku bangga karena banyak hal yang tidak bisa kusebutkan satu per satu.”

Kyuhyun merasa lebih santai sekarang, ternyata kata-kata Eungi memang berhasil mengalihkan stressnya akan presentasi yang akan datang besok, pria itu juga sangat senang melihat sorot bangga yang tidak disembunyikan Eungi di matanya. Ini yang selalu ia perjuangkan sejak dulu, ia selalu berusaha membuat wanita itu bangga padanya—dan untuk pertama kali, ia merasa ia berhasil melakukannya.

“Jadi tenanglah, kau akan baik-baik saja besok. Bahkan aku yakin kau akan merindukan ketegangan yang kau rasakan sekarang. Rasa deg-degan yang kau rasakan sebelum kau mempresentasikan penelitianmu di depan puluhan panelis, mendebatkan penting-tidaknya penelitianmu bagi dunia, mempertahankan argumenmu sambil memperoleh beberapa sudut pandang baru dari para penyidang.” Mata Eungi berbinar-binar membayangkan prospek sidang Kyuhyun besok. “Dan momen saat kau sudah menuntaskan semuanya, penantian mendengar hasil akhirmu, debaran jantungmu yang menggila—oh, aku rindu sekali dengan pengalaman yang memompa adrenalin itu!!”

“Kau wanita aneh, tahu tidak? Orang-orang memilih bungee jumping kalau mencari kegiatan yang memompa adrenalin, bukan ikut sidang tesis.” Kyuhyun mengacak rambut Eungi, ia sudah merasa jauh lebih tenang sekarang.

“Tapi kau akan segera memahami apa yang kubicarakan.” Eungi tertawa meledek. “Detik sebelum mereka mengumumkan nasibmu, kau akan merasakan tubuhmu seolah membeku dan kau tidak bisa mendengar suara apa pun—kau hanya fokus pada suara promotormu yang akan mengumumkan hasil kerja kerasmu. Lalu ia akan menyebutkan keputusan akhir panelis tentang sidangmu, pada saat itu kau akan merasa seolah jiwamu keluar lagi ragamu, melayang-layang di langit-langit ruang sidang, kau akan merasa sangat lemas saat pengumuman dilakukan, lalu tiba-tiba jiwa itu tersedot kembali ke dalam tubuhmu setelah kau diberikan dipplomamu.” Ia mendeskripsikan sensasi yang selalu ia nikmati beberapa kali ini dengan sidang-sidang penelitiannya.

“Apa aku benar-benar akan baik-baik saja?” Kyuhyun meraih tangan Eungi. “Rasakan tanganku, dingin sekali bukan? Sekarang saja rasanya aku sudah sesak napas.” Ujarnya khawatir.

“Aku janji, semua akan baik-baik saja.” Eungi menepuk bahu Kyuhyun pelan. “Aku bertaruh kau akan merasakan ketegangan menyenangkan yang tadi kudeskripsikan, dan kau akan ketagihan!”

*

Eungi sudah menyarankan agar Kyuhyun menikmati malam sebelum sidangnya dengan santai, mencoba untuk membuat suasanan senyaman mungkin agar esok ketika ia mempresentasikan penelitiannya berasa dalam mood yang baik. Wanita itu terus-terusan memijat bahu Kyuhyun dengan gemas setiap kali pria itu mulai terlihat uring-uringan di malam yang tersisa. Jelas Kyuhyun merasa lebih rileks jika ia bersama Eungi, tapi tetap saja hal yang akan dilakukannya besok tidak cukup ditenangkan hanya dengan pelukan wanita itu saja.

Alasan pria itu segugup ini bukan karena presentasinya, bukan tesisnya. Yang membuatnya uring-uringan adalah hal yang lebih besar lagi dari sekedar penelitiannya dua tahun terakhir ini, namun Kyuhyun belum bisa memberti tahu Eungi. Pria itu yakin bahwa ia akan menaklukkan sidangnya dengan baik, yang membuatnya stress adalah skor yang akan diperlolehnya nanti. Jika Kyuhyun mau melanjutkan rencana rahasianya, ia butuh—bukan, Ia harus—mendapat nilai sempurna besok. Hanya dengan cara itulah ia bisa menjadi valedictorian dan hanya dengan cara itu lah ia bisa membuktikan diri pada profesornya yang merangkap sebagai pemberi restu hubungan mereka.

Keesokan pagi, Eungi sudah memperlakukan Kyuhyun seperti raja saat pria itu terbangun. Ia memasak sarapan ala Korea untuk mengisi perut Kyuhyun, ia menyetrika kemeja dan jas Kyuhyun, memilihkan dasi yang cocok untuknya, menyemir sepatu pria itu dan mengecek kembali seluruh barang yang perlu dibawa kekasihnya saat presentasi nanti. Keduanya dijemput Vincent, agar barang-barang mock-up dan maket Kyuhyun selamat dari terpaan angin, sementara ketiganya diam seribu Bahasa dalam perjalanan singkat dari rumah ke kampus.

Eungi sudah siap mental untuk menunggu sidang Kyuhyun dari luar saja, karena ia tidak mau merusak konsenterasi kekasihnya, tapi ternyata Kyuhyun justru menahan lengannya saat Eungi hendak duduk di kursi taman.

“Kau mau ke mana, Eungi-ya? Temani aku.” Pria itu memanyunkan bibirnya manja.

“Kukira kau akan lebih nervous jika aku di ruangan yang sama?” Eungi mendekat untuk membenarkan letak pusat dasi Kyuhyun yang bergeser.

“Kemarilah.” Ia menarik Eungi lalu memeluknya erat, pria itu menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Eungi sambil menghirup aroma musk segar yang selalu menenangkannya. “Kau satu-satunya yang membuatku nyaman di dalam sana, lagipula aku harus memfokuskan mataku pada satu audiens agar bisa tetap bicara lancar. And I have to keep my eyes on the price. Jadi masuklah ke ruang sidang bersamaku.”

“Jadi aku hadiahmu jika kau lulus?” Ia terkikik sambil menepuk punggung Kyuhyun.

“Kau alasan aku ada di sini, dan kau jimat keberuntunganku. Jadi jangan berpisah jauh-jauh dariku di saat krusial ini.” Ia menarik napas dalam lalu berdiri tegak di hadapan Eungi. “Beri aku ciuman keberhasilan.” Ia menunjuk bibirnya sendiri dengan telunjuknya.

Eungi berjinjit dan menggunakan tepi jas Kyuhyun untuk pegangan, lalu ia mengecup bibir kekasihnya. “Good luck in there. Aku yakin kau akan hebat!” Ia kembali mengecup Kyuhyun. “Sekarang masuklah, dan tuntaskan tahap akhir penelitianmu! Aku akan memberikan treatmen special untukmu setelahnya.”

Kyuhyun mengangguk singkat, kepalanya sudah terlalu dipenuhi oleh slide presentasinya. Pria itu menarik napas dalam dan mengucap doa dalam hati untuk kelancaran harinya yang masih panjang ini, sebelum akhirnya memasuki ruang sidang yang sudah ditentukan. Eungi mengikuti dari belakang, segera mencari tempat duduk kosong di wilayah penonton dan menyiapkan kameranya untuk mengabadikan momen-momen berharga kekasihnya. Wanita itu menyengir lebar sambil mengacungkan jempol sebelum sidang akhirnya dimulai.

“Selamat pagi, hadirin.” Profesor Van Wijk membuka sesi, pria paruh baya itu sekarang menggunakan toga dan topi aneh yang membuatnya lebih terlihat seperti Swiss Guard di Vatican ketimbang profesor yang berwibawa. Namun karena universitas mereka masih memeluk paham Anglo-Sakson, semua persidangan resmi dilakukan seperti sebuah hal keramat—dan topi konyol itu juga salah satu propertinya. “Pada pagi hari ini kita akan mendengarkan sidang final dari mahasiswaku, Cho Kyuhyun. Penelitian Tuan Cho berkonsenterasi pada pemanasan dengan energi berkelanjutan dalam perumahan. Tuan Cho akan memulai presentasinya dengan menginformasikan kita pernyataan masalahnya serta metode yang digunakan untuk melaksanakan penelitian, kita akan mendengarkan kesimpulan yang diperolehnya sebelum sesi diskusi dibuka dan pemberian saran untuk penelitian lanjutan. Sebagai pembimbingnya aku merasa sangat bangga dan terhormat, tanpa menunda mari kita mulai sidang tesis dari Tuan Cho Kyuhyun.”

Dan Kyuhyun mulai menjelaskan seluruh konten tesisnya.

Saat pria itu berbicara dengan penuh rasa percaya diri di hadapan khalayak, Eungi hanya bisa membekap mulutnya sendiri agar ia tidak berteriak-teriak aneh. Kyuhyun tidak pernah terlihat lebih sexy lagi di matanya. Pria itu membalut tubuhnya dengan sepasang jas yang membuatnya terlihat sangat dewasa dan jauh lebih tampan dari biasanya, disempurnakan dengan dasi tipis yang ingin Eungi lepas dari lehernya sekarang juga, pria itu menyisir rambutnya rapi ke belakang, menunjukkan dahi lebarnya. Bagian favorit Eungi adaah sepasang cufflink yang diberikan Eungi pada uang tahun ke-30 pria itu, bahkan dengan penampilan seresmi itu, Kyuhyun masih bisa menyematkan cufflink emas berbentuk Darth Vader pada ujung lengan kemaja biru gelapnya untuk menyeimbangkan penampilannya yang kelewat resmi.

Namun penampilan pria itu hanya satu dari banyak hal yang membuat mata Eungi berbinar takjub. Rasa percaya diri pria yang sekarang sedang sibuk menjelaskan aliran udara di dalam rumah tradisional itu benar-benar membuatnya menganga. Cara Kyuhyun menlafalkan setiap kata dengan mantap, cara pria itu terlihat tenang meskipun semua yang datang di situ tahu bahwa momen itu adalah momen yang menegangkan baginya—rasanya Eungi harus menahan diri untuk tidak melompat ke pelukan Kyuhyun dan melumat bibir pria itu.

Waktu Kyuhyun untuk menjelaskan sudah selesai, sesi tanya jawab dimulai sekarang, ini lah momen break it or make it dalam setiap sidang akhir. Tidak peduli sekeren apa penelitian seseorang, panelis akan terus mencari kesalahan serta hal-hal yang kurang sempurna dari penelitian sebelumnya. Hal ini dilakukan agar peneliti terus melakukan improvisasi terhadap bidang keilmuan mereka sehingga bisa menghasilkan penghargaan-penghargaan tambahan di kemudian hari—well, alasan itu, dan juga karena sudah tradisi untuk menjatuhkan mental mahasiswa yang sedang sidang akhir dengan pertanyaan lugas.

Van Wijk memposisikan dirinya dengan sangat baik dalam membantu Kyuhyun menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis panelis sedangkan Kyuhyun dengan tenang mencatatat beberapa revisi yang harus dilakukannya nanti sebelum tesisnya benar-benar terbit.

Satu jam kemudian, setelah perdebatan yang rasanya tidak selesa-selesai, sidang Kyuhyun akhirnya usai. Pria itu diminta untuk tetap tinggal di dalam ruangan sementara para panelis penyidang keluar ke ruang rapat kecil di samping ruangan sidang untuk mendiskusikan nasib penelitian Kyuhyun. Pria itu duduk dengan sangat tidak nyaman di tengah ruangan sambil menutup matanya, benar sekali apa yang dikatakan Eungi kemarin—perasaan deg-degan yang menciptakan sensasi ingin muntah memang mengganggunya sekarang. Ia membuka matanya untuk mencari Eungi di kursi penonton, hatinya sedikit lebih tenang saat wanita itu mengangkat kedua ibu jarinya tinggi-tinggi sambil mengisyaratkan bahwa sidang Kyuhyun barusan berlangsung sangat baik.

Panelis kembali masuk ke dalam ruangan, lengkap dengan wajah kaku yang terlihat tegang. Kyuhyun kembali diminta untuk berdiri di tengah sebelum Van Wijk mengumumkan hasil sidang.

“Pagi ini, kita telah menonton sidang tesis dari mahasiswa kita, Cho Kyuhyun.” Van Wijk membuka upacara pengumuman dari kursi panelis. “Ia menjelaskan dengan sangat baik penelitiannya dan sekali lagi, kampus ini berhasil menciptakan penelitian yang berakhir pada pematenan karya mahasiswa.”

Kyuhyun tersenyum kecil, merasa bangga atas pencapaiannya tidak terduganya itu.

“Setelah perdebatan yang cukup sengit dari kami, aku sebagai promotornya merasa sangat terhormat untuk mengumumkan hasil sidang ini.” Ia berdeham untuk membuat keadaan semakin tegang dan dramatis.

Kyuhyun ingat bagaimana kemarin Eungi mendeskripsikan perasaan bahwa jiwanya diangkat dari raga dan melayang-layang di ruangan—seperti itulah perasaan Kyuhyun sekarang. Jika boleh, ingin rasanya Kyuhyun memotong semua basa-basi ini dan langsung melihat nilainya saja.

“Kami para panelis telah mencapai sebuah keputusan bulat, bahwa hari ini, tanggal 7 Juli 2019, Cho Kyuhyun secara resmi mendapatkan gelar Master of Science dari Universitas Teknik Delf. Kami harap beliau akan terus mengembangkan penelitiannya dan membawa keilmuan arsitektur berkelanjutan agar semakin berkembang.” Van Wijk mengedip senang ke arah Kyuhyun sembari menyebutkan gelar baru untuk mahasiswanya itu. “Cho Kyuhyun dinyatakan lulus dengan predikat summa cum-laude, selamat!”

Seluruh ruangan mulai bertepuk untuk merayakan pemberian gelar baru di belakang nama Kyuhyun, dan bagi Kyuhyun kali ini akhirnya ia merasa bahwa dirinya pantas dan berguna. Hadirin di sana memandangnya dengan tatapan kagum, mata Kyuhyun mencari-cari satu-satunya sosok yang ia ingin lihat sekarang dan wanita itu masih di sana. Eungi memandangnya dengan mata berkaca-kaca, dalam sekilas saja Kyuhyun tahu bahwa ia telah berhasil membuat kekasihnya bangga.

Cha Eungi menutup mulutnya sendiri, berusaha untuk tidak teriak histeris, ekspresi di wajah Kyuhyun sekarang sangatlah berharga baginya dan ia terlalu bahagia, ia bahagia karena bisa berbagi momen ini dengan orang yang paling dicintainya. Kyuhyun di sisi lain, rasanya sedang melayang-layang di tengah ruangan setelah gelar baru dilekatkan pada namanya. Persis seperti yang Eungi katakan, sekarang ia merasa sangat lemas dan bahkan masih tidak paham bagaimana caranya bisa berdiri tegak larena kakinya terasa seperti jelly sekarang.

“Silakan maju ke meja panelis, Cho Kyuhyun, Master of Science. Kau harus menandatangani surat-surat tamat sidang sebelum ikut pesta kelulusan angkatanmu bulan depan.” Ujar Van Wijk.

Kyuhyun membawa langkahnya ke arah Van Wijk dan mengambil pena yang disodori padanya untuk mulai menorehkan tanda tangannya.

“Selamat Cho!” Van Wijk tersenyum lebar, mengulurkan tangannya dan langsung menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya sambil terus menerus menepuk bahu Kyuhyun bangga.

“Aku tidak akan sampai di sini tanpa bantuanmu, Sir.” Kyuhyun menepuk balik bahu Van Wijk.

“Tidak, kau sudah terlahir sebagai jenius, tugasku hanya memoles otakmu agar bersinar lebih terang lagi.”

“Summa cum-laude, Sir.” Kyuhyun mengangkat kertas di tangannya dan menunjuk tepat pada kata predikat gelarnya yang baru itu. “Kurasa itu membuatku menjadi valedictorian di angkatanku?”

Van Wijk mengangguk senang.

“Jadi aku dapat restumu?”

By all means.” Pria paruh baya itu memeluk Kyuhyun kembali, lalu berbisik di telinganya. “Sudah waktunya kau kejutkan dia, kuharap kau sudah mempersiapkan cincinya.”

Advertisements

82 thoughts on “(Indonesian Version) One Last Shot – Part 28

  1. imgyu says:

    w.a.w summa cum-laude seorang cho kyuhyun? Kalo dulu mungkin impossible tp sekarang possible 😀 rasanya ngebuat para dosen yg udah ngrendahin kyuhyun itu pada cengo sekarang bisa dilakuin. Aww ternyata predikat cum-laude itu buat minta restu tohh, gentle bangettt!

    Liked by 1 person

  2. shikakyu says:

    Kereeen serius ini ceritanya keren kayak disini klimaksnya gituuu huwaaah ini ff keren serius
    Kyuhyun biasanya jadi CEO panas rapi disini dia dari awal menjadi orang yang bener benr jenius Cinta banget sama eungi sumpah ini ff keren banget thoorrr jadi semangat kuliahnya wkwk
    Sisakan satu orang karakternya kayak kyuhyun di ff ini 😇😇

    Liked by 1 person

  3. Vinaly says:

    Wahh bangganya Kyuhyun bisa lulus dengan summa cum-laude ^^
    Sejujurnya aku pnya mimpi utk bisa kyk Kyuhyun suatu hari nanti. Terkadang aku berpikir utk jgn mimpi terlalu tinggi, tapi disisi lain berpikir ‘apa ada yg salah dgn hal it?’. Aku tau semua orang pnya kesempatan. Jadi aku yakinkan diriku, aku pasti bisa^^
    *yaelahh jadi curhat XD
    Langsung ke next chapt. Mw liat sesi ‘ngelamar’-nya Kyu

    Liked by 1 person

  4. Lee Herra says:

    Yah….kenapa aku jadi ikutan mewek,part2 akhirnya bener2 bikin ikut deg2an.ikut merasakan apa yang dirasakan kyuhyun dan eungi. Rasa deg2an dari rumah sampai tempat sidang,saat siang,saat menunggu pengumuman,dan tentunya eungi yang setia menyemangati,dan menemani kyuhyun.aku suka😘😘

    Liked by 1 person

  5. Cho Sarang says:

    Summa cum-laude Cho congrats…jadi lamar eungi sebentar lagi nech. Aku ikut bahagia melihat kebahagiaannya mereka berdua. Syarat restu Van Wijk gak main – main ya…

    Liked by 1 person

  6. ona kyu says:

    serius keren banget dua jempol buat pencapaian Kyu dulunya mahasiswa veteren g taunya jadi mahasiswa luar biasa. lulus dengan nilai memuaskan gimana Eungi g merasa bangga. 👍👍👍👍👍

    Liked by 1 person

  7. ona kyu says:

    serius keren banget dua jempol buat pencapaian Kyu dulunya mahasiswa veteren g taunya jadi mahasiswa luar biasa. lulus dengan nilai memuaskan gimana Eungi g merasa bangga. 👍👍👍👍👍 keadaan membuat Kyu menjadi dewasa hingga tidak malu bersanding dengan Eungi

    Liked by 1 person

  8. Barom yu says:

    Aaaaaa*teriakgirang*
    Bangga banget sm cho, huaa pasti eungi gak kalah bangga ini..
    Kyu aku padamuuu 😍 *dicincangeungi 😄
    Ciee udah lulus dan sudah pantas u/ bersanding di samping eungi! Chukka kyuppa n salut sama eungi yang bisa buat kyu berubah 360 drajat haha
    Ehemm~~ eungi bakalan dapet kejutan yg lebih menarik ini*envy
    Kalo mereka nikah dan punya anak, penasaran sm otak anaknya apakah bakalan sejenius pasangan ini atau melebihi otak ke 2 ortunya :^

    Liked by 1 person

  9. Rinjani says:

    Part ini ih.. Gak tau mau komen apaan lg selain speechles. Kyuhyun biasanya jd CEO tiba tiba jd seorang mahasiswa teknik yg perjuangin hasil penelitian nya. Berikut author ngerti banget kayanya dengan semua istilah2 di pendidikan ini, jd makin baper :3
    Aku mahasiswa s1 aja skrg ogah ogahan kalo dapet tugas suruh neliti ke sekolah karna aku kuliah di bidang kependidikan:((
    Lah ini Kyuhyun meskipun fiktif cerita nya mau bolak balik Korea-Belanda buat hasil penelitiannya yg maksimal.
    Jd kepacu sama kalimat yg author pake di part ini, berikut jd pgn s2 jg nanti kalo ada kesempatan (malah curcol)
    Ciieee yg ditonton Eungi sidangnya wkwk degdegan bgt pasti yaa sidang tesis gitu, apakabar aku nanti sidang skripsi doang, nyusun aja dari skrg udh kepikiran wkwkwkwkwk
    Prof!!!!! Gilaloe betapa bangga nya mahasiswa loe nanti tiba tiba jadi menantu 😜😜
    Fighting eonni

    Liked by 1 person

  10. omiwirjh says:

    Sudah 2 tahun broh eungi ga hamil hamil aku pikir tadi pas muka” pucat itu tanda tanda eungi hamil. Giliran baca ulang terbyata kyu yg pucat kkkk. Cuma putusan sidang kyu di ff aku jadi nangis. Huhu bayangin skripsuli ku besok kaya gimana

    Liked by 1 person

  11. Zahra says:

    Aku penasaran sma reaksi donghae & eunhyuk gimana saat tau temannya sdh sesukses sekarang ini dan gimana saat tau kalo kyu malah mau ngelamar eungi padahal dulu niatnya jauh dari kata ‘melamar’ eungi wkwkwk…

    Liked by 1 person

  12. Afa hyerin says:

    Speechles banget eonnie… Padahal ini diktif.. Tp jadi kerasa nyata banget….. Aku suka banget karakter kyuhyun disini eonnie…..
    Yeyyyy akhirnya dapat restu juga dari van wijk.. Nggak sabar pengen lihat kaya gimana reaksinya eungi dapat kejutan….

    Liked by 1 person

  13. putri0589 says:

    huwaaaa bangga bangeet sama Kyuhyun,, dia bener bener kerja keras untuk bisa sukses dan menuhin janjinya untuk jadi valedictorian dan dpt restu dr Van wijk untuk bisa nikahin eungi
    luar biasa bangeet sih karakternya Kyuhyun dan eungi disini,, mereka sama sama jenius dan pekerja keras
    kereen bangeet ff inii,, dengan ide cerita nya yg keren, tema cerita yg diangkat juga unik tentang arsitek dan isi nya berbobot bangeet..
    saluut bangeet,,,

    Liked by 1 person

  14. OngkiAnaknyaHan says:

    cieee yang udah lulus gelar masternya
    chukae …chukae….
    tinggal nunggu nglamar eungi aja nih ?
    gak sabar gak sabar gak sabar >_<

    udah dapet pw part 15 ama 26 tapi belum sempet baca
    tanggung thor ini mo tamat
    jadi sekalian aja ditamatin
    hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s