Piles of Regrets – 2 [Confrontation]

 

11

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

Seminggu sudah berlalu sejak Sera dan Taecyeon kembali tinggal bersama. Tidak ada perkembangan berarti akan sikap pria itu terhadap isterinya. Taecyeon masih tetap berusaha pulang semalam mungkin dengan harapan isterinya itu sudah tertidur saat ia pulang—demi menghindari usaha-usaha menyedihkan Sera untuk mengajaknya berinteraksi. Wanita itu juga sebenarnya tidak kalah sibuk, ia mulai memilah barang-barang pribadinya yang empat tahun lalu dibawanya masuk ke apartemen ini saat mereka baru menikah. Apa pun keputusan Taecyeon tentang uang alimentasinya, wanita itu tetap akan angkat kaki dari tempat ini, ia sudah punya rencana lain untuk dirinya.

Alasan lain mengapa ia tidak mau tinggal di apartemen yang diberikan Taecyeon dengan cuma-cuma adalah sejumlah kenangan yang tersimpan di dalamnya. Ini adalah rumah pertama mereka dan tempat ini telah menjadi saksi bisu akan kemesraan mereka dulu. Setiap sudut ruang punya cerita sendiri untuk diceritakan dan ide untuk tinggal di tempat ini seorang diri membuat Sera justru sesak napas karena harus menanggung kenangan-kenangan itu. Wanita itu tidak perlu pengingat konstan akan keindahan pernikahan mereka sebelum kecelakaan itu terjadi.

Sera sedang sibuk memindahkan beberapa barang yang kuat diangkatnya saat ekor matanya menangkap sebuah buku. Album foto mereka yang berisikan foto-foto Sera dan Taecyeon sejak hari pertama mereka bertemu. Ia meraih album itu lalu memutuskan untuk berhenti berberes, menyisihkan tenaganya untuk duduk di sofa ruang tengah sambil menyelami kenangan mereka.

Baru halaman pertama yang dibukanya, kesedihan kembali meliputi hatinya. Di hadapannya adalah foto pertama mereka sebagai sepasang kekasih. Sera baru saja lulus dari kuliahnya saat ia bertemu Taecyeon, foto di depannya menjadi bukti seberapa lugunya ia saat itu dengan kaos dan celana jins sedangkan pria yang merangkul bahunya terlihat sangat dewasa dalam balutan kaos V-neck gelap yang dilengkapi dengan jas.

Mereka bertemu di Irlandia nyaris lima tahun yang lalu, Sera sedang merayakan kelulusannya dengan cara memesan tiket tour keliling Dublin, dan ternyata dalam tour yang sama ia bertemu dengan pria Korea bernama Ok Taecyeon. Kisah asmara mereka langsung dimulai seketika, chemistry keduanya luar biasa dan  rasanya seperti mimpi karena Sera bisa menemukan pria yang bisa menyeimbangi ide-ide gilanya. Keduanya sama-sama berjiwa spontanius dan keduanya sama-sama memiliki nyali besar untuk mencoba hal-hal berbau uji adrenalin. Dalam hari-hari awal mereka berkenalan, Sera dan Taecyeon menjadi satu-satunya peserta tur yang bersedia ikut sky jumping dari atas pesawat charter, mereka juga ikut bungee jumping di pinggir tebing Irlandia yang spektakuler, bahkan dalam hari-hari terakhir keduanya justru melarikan diri dari grup tur mereka untuk minum bir hitam Iralndia banyak-banyak bersama warga lokal di sebuah pub Dublin.

Wanita itu tahu, bahwa hidupnya tidak akan pernah bosan dengan Taecyeon di sampingnya, pria itu pun merasa demikian. Pada hari terakhir tur, mereka diajak untuk keliling Old Town, pemandu mereka menjelaskan tentang cincin Claddagh, yaitu cincin berbentuk hati dengan dua tangan menggenggam hati dari sisi kanan-kirinya, cincin tradisional yang menjadi tradisi turun menurun di Irlandia. Sang pemandu menjelaskan makna penggenaan cincin tersebut—di tangan kanan atau di tangan kiri, arah ujung hati mengarah ke pergelangan tangan atau kea rah jemari—dan pada akhir tur, dengan percaya diri Taecyeon menyelipkan cincin Claddagh yang baru dibelinya pada jari manis tangan kiri Sera, dengan sudut hati menghadap ke  arah jemarinya. Tanpa berkata-kata Taecyeon baru saja melamar Sera dengan hal yang sangat simbolik, dan wanita itu tidak berpikir dua kali untuk mengatakan bersedia untuk menjadi tunangannya.

r046-wr_heart_2

cincin Claddagh

Kembali kepada ruang tengah apartemen mereka, Han Sera menggali kepiluannya lebih dalam lagi. ia membolak-balik halaman album itu dan rasanya bagai berkubang dalam lautan penyesalan yang tidak bertepi. Foto pernikahan mereka kini terbuka lebar di pangkuannya, lalu ia kembali teringat pada saat pertama Taecyeon mengenalkannya pada keluarga pria itu. Awalnya mereka takut bahwa ide gila mereka akan ditolak mentah-mentah keluarga mereka, namun setelah sedikit perkenalan dan orang tua Taecyeon tahu bahwa Sera juga berasal dari keluarga kaya raya, mereka langsung setuju dan menentukan tanggal pernikahan hanya beberapa bulan setelah perkenalan.

Air mata lolos dari pelupuk mata Sera pada setiap lembar album yang dibaliknya. Wanita itu menutup buku tebal itu lalu memeluknya erat di dada sementara ia terisak semakin kencang. Seandainya saja ia bisa berbagi penderitaannya dengan seseorang sekarang. Seandainya saja berkata jujur tidak akan membuat keadaan menjadi lebih buruk, wanita itu benar-benar butuh bantuan dan ia tidak tahu harus meminta pada siapa. Lagipula siapa juga orang yang waras masih mau membantu Sera? Kawan-kawannya sejak dulu hanya memanfaatkan kebaikan hatinya, orang tuanya marah besar karena ia menghilang—bahkan ayahnya mengancam akan mencoret nama Sera dari kartu keluarga mereka, sahabatnya dan suaminya sekarang menjadi satu tim solid yang siap menumbangkan hidupnya.

Semua salahnya.

Ia lah yang memutuskan untuk meninggalkan segalanya setahun yang lalu, wanita itu hanya pergi tanpa berita dan tanpa jejak. Tentu ia memiliki alasan sendiri, namun lebih baik ia tetap menjaga rahasia kecilnya dalam-dalam.

*

Taecyeon tiba lewat tengah  malam di apartemen mereka. Triknya untuk menghindari Sera sepertinya berhasil karena wanita itu sudah jarang mencari muka padanya sekarang. Pria itu langsung berjalan ke dalam kamar mereka, dan ia tidak menemukan isterinya di sana. Memang ia membenci Sera sekarang, tapi ia juga tidak nyaman dengan pikiran wanita itu masih berkeliaran di luar rumah pada jam yang tidak wajar. Pria itu melangkah kembali ke pintu depan, melihat apa sepatu wanita itu ada di sana, namun dari ekor matanya ia justru menangkap sosok kurus itu tertidur di ruang tengah.

Ia mendekat ke sofa dan bisa melihat wajah wanita yang tertidur dengan damai dengan jelas. Wanita itu menggunakan piayama garis-garisnya yang kebesaran sambil memeluk sebuah buku yang Taecyeon nkenali sebagai album perjalanan hidup mereka. Hatinya sedikit mencelos melihat pemandangan ini, bayangan bahwa wanita itu baru menghabiskan waktu untuk mengenang serpihan cerita mereka ternyata masih bisa membuat napasnya sesak.

Niat awalnya Taecyeon ingin menggendong Sera dan memindahkannya ke kamar, karena ruangan itu cukup dingin saat musim semi seperti ini. Tapi ia lalu ingat bahwa ia menghindari tindakan apa pun yang akan memberi sinyal rancu pada Sera dan jelas mereka tidak sedang dalam termin romantis dengan satu sama lain. Jadi pria itu akhirnya hanya melempar selimut secara asal untuk menutupi tubuh istrinya yang meringkuk kedinginan.

Sejujurnya sulit bagi Taecyeon untuk benar-benar mengabaikan Sera, karena dalam lubuk hatinya pria itu masih peduli. Sera adalah wanita yang berhasil mencuri hatinya hanya dengan satu perjalanan makan siang di Dublin. Senyum wanita itu, gelak tawanya yang mengesankan kebahagiaan konstan dalam hidup, cara Sera mencoba menyeimbangi kedewasaan Taecyeon dengan sikap cerobohnya yang tidak hilang-hilang, jelas pria itu masih bisa mengingat alasan mereka jatuh cinta. Tapi gadis manis yang diingatnya telah berubah. Ia menjadikan pikiran itu sebagai mantranya untuk tetap bersikap dingin pada isterinya. Taecyeon pun punya mantra baru sekarang: ‘ia meninggalkanmu lalu menuntut satu juta US Dollar di muka sebagai alimentasi, wanita ini hanya bersikap sok polos untuk meraih apa yang diinginkannya.’

Pria itu mengucapkan kembali mantra itu malam ini, agar ia melawan keinginannya untuk memindahkan tubuh kecil Sera ke atas ranjang mereka. Banyak perubahan yang bisa dilihatnya, tapi yang paling kentara di matanya adalah wanita itu terlihat semakin kecil dari yang diingatnya, seperti tulang berbalut kulit saja sekarang. Memang wanita itu masih tetap mempesona, tapi tetap saja ada yang berbeda dengannya.

Kadang Taecyeon merasa keputusannya untuk menceraikan Sera terlalu gegabah, mungkin seharusnya ia menanyakan alasan kepergian Sera lebih dahulu. Tapi setiap kali ia mencoba memberi celah untuk memaafkan wanita itu, dirinya akan kembali teringat akan malam-malam meresahkan yang harus dilaluinya untuk mencari Sera. Ia menyewa detektif terbaik di negara itu, ia melakukan segala cara untuk menemukan isterinya yang menghilang tanpa peringatan, lalu berita yang diterimanya sungguh membuatnya murka.

Wanita itu membawa kabur kartu kredit Taecyeon, ia memesan tiket pesawat ke New York, memesan kamar di Ritz, dan jika itu semua belum cukup, Sera juga menghamburkan limit kredit Taecyeon hingga nyaris satu juta US Dollar untuk belanja tas-tas bermerek di sana. Saat mendapat laporan itu, Taecyeon langsung memblokir kartu kreditnya. Lalu ia tidak pernah berhasil mendapat kabar tentang Sera setelah itu.

Ia nyaris menyerah dan menganggap bahwa wanita itu memang jalang yang mencuri darinya juga meninggalkannya, lalu wanita itu muncul di pintu apartemen mereka beberapa minggu lalu. Saat itu keduanya hanya sibuk menatap satu sama lain, Taecyeon merasa dirinya berhalusinasi karena wanita yang dicarinya tiba-tiba pulang. Namun bukannya minta maaf dan menjelaskan tindakannya, Sera hanya diam dan tetap bungkam sampai sekarang. Awalnya Taecyeon mengira Sera hanya butuh waktu sebelum ia berkata jujur, namun wanita itu tetap saja cuek. Usaha terakhir untuk mengertaknya adalah dengan melayangkan surat gugatan cerai di depan wajah cantik wanita itu—dan Sera menyetujui tanpa ragu, dengan syarat ia ingin mereka tinggal seatap kembali selama sebulan sebelum maju sidang.

Pria itu masih tetap penasaran dengan misteri akan kepergian isterinya. Mengapa ia pergi, ke mana saja ia setahun ini, mengapa ia susah-susah untuk pulang pada Taecyeon jika unjung-ujungnya ia menyetujui perceraian meraka, atau yang paling epic mengapa wanita itu meminta agar mereka tinggal bersama selama tiga puluh hari sebelum sidang. Akhirnya Taecyeon harus mengambil kesimpulan pahit: bahwa Han Sera kembali dan setuju bercerai hanya demi uang alimentasi yang memang menjadi haknya jika mereka bercerai secara hukum.

*

Kyuhyun nampak sangat bersemangat untuk mengerahkan segala kemampuannya demi membantu Taecyeon menjatuhkan Sera. Beberapa hari terakhir ia rela melewatkan jam makan siangnya demi rapat bersama tentang strategi mereka. Keduanya tertawa puas saat Kyuhyun menyampaikan tuntutan Han Sera akan uang satu juta US Dollar yang benar-benar tidak tahu malu itu. Baik Kyuhyun maupun Taecyeon beranggapan wanita itu terlalu naif jika mengira Taecyeon akan mengabulkan tuntutannya.

“Hanya satu minggu lagi hingga sidang perceraianmu, Teacyeon-ssi. Apa kau sudah yakin akan tuntutanmu?” Cho Kyuhyun berusaha terdengar tenang meski hartinya menggebu kegirangan melihat ambang keterpurukan Sera.

“Jelas aku sudah yakin. Isteriku hanya akan mendapatkan apa yang sudah kutentukan. Untuk seorang suami yang ditinggalkan tanpa kabar, kurasa aku sudah sangat bermurah hati, bukan?”

“Menurut pendapat pribadiku, kau justru terlalu royal.” Kyuhyun menggangguk setuju.

“Wanita itu sudah terlalu nyaman hidup bersamaku, Kyuhyun-ssi. Ia menyia-nyiakan kebaikanku dan sekarang sudah waktunya aku menunjukkan siapa yang berkuasa.” Kilat kebencian muncul dalam mata Taecyeon saat membicarakan wanita itu.

“Aku memeriksa asal-usulnya.” Ujar Kyuhyun berbohong, jelas ia tidak perlu memeriksa asal-usul Sera, ia mengenal wanita itu dengan baik dulu. “Dia tidak berasal dari keluarga susah, justru ayahnya seorang pembisnis di Jeju, mengapa dia harus meminta uang sebanyak itu padamu jika ia bisa kembali ke rumah ayahnya.” Pria itu berusaha membuat Taecyeon membeberkan kejelekan Sera lebih banyak lagi.

“Aku pun bingung tentang hal itu, Kyuhyun-ssi.”Jawab Taecyeon singkat.

Sialan. Usaha Kyuhyun untuk memancing Taecyeon tidak berhasil. Di matanya, pastilah Taecyeon seorang pria yang sempurna untuk Sera. Figurnya yang tinggi menjulang lengkap dengan otot yang telihat siap meledak dari balik jasnya, wajahnya yang terlihat tampan dibingkai oleh sepasang alis tebal dan rahang tegas, juga sisi lembut yang masih terlihat dari caranya bertutur. Kyuhyun yakin sekali bahwa mencari pengganti Sera dalam hidupnya tidak akan menjadi tantangan yang sulit bagi Taecyeon. Tapi yang membuat Kyuhyun yakin mengapa dulu mantan sahabatnya itu langsung setuju menikahi Taecyeon adalah portofolio keluarga pria yang menjadi kliennya ini. Ia keturunan chaebol yang kini bertanggung jawab untuk mengatur jalannya perusahaan multinasional yang dulu dibangun oleh kakeknya setelah perang Korea berakhir.

“Jadi aku akan menuliskan ulang, Taecyeon-ssi: kau hanya akan memberinya satu juta WON setiap bulan dan isterimu boleh menempati apartemen kalian, betul?” Kyuhyun mengambil stabilonya untuk menggaris kata-kata itu.

Taecyeon mengangguk.

“Apa kau juga akan menuntut restraining order untuknya?”

“Apa? Aku bisa melakukannya?”

Well, Han Sera belum melanggar perjanjian apa pun sampai detik ini jadi memang belum terdengar penting tuntutan itu. Tapi untuk kedepannya, berjaga-jaga jika ia menguntitimu karena tuntutannya yang tidak terkabul, kau bisa mencegah skenario terburuk itu dari sekarang.” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan seringai liciknya. Belum pernah ia menikmati pekerjaannya seperti ini, menjatuhkan wanita yang memporak-porandakan hatinya dulu sambil menggunakan istilah ‘bersikap professional’ saat melakukannya.

Taecyeon memutar kursi kerjanya ke arah kaca besar di belakangnya. Pria itu berpikir baik-baik tawaran menggiurkan dari Kyuhyun. Sesungguhnya ia tidak merasa restraining order perlu diberikan untuk Sera, wanita itu punya harga diri yang cukup tinggi untuk tidak berlaku bodoh. Memang ia sebisa mungkin ingin menghindari Sera, tapi sepertinya ide tuntutan Kyuhyun terlalu sadis dan berlebihan.

“Kurasa aku tidak akan bergerak sejauh itu, Kyuhyun-ssi. Bisakan aku hanya memintanya untuk menandatangani surat perjanjian bahwa ia tidak akan mendatangiku untuk masalah uang dikemudian hari?”

“Tentu saja, kita bisa mengaturnya. Apa perlu kutulis sekarang?”

Taecyeon mengangguk kembali. “Ne, apa menurutmu hakin akan mengabulkan permohonanku?”

Well, sejarah di sini cukup jelas. Wanita itu meninggalkanmu, memaksimalkan limit kartu kreditmu, ia melepaskan tanggung jawabnya sebagai isteri. Bahkan hakim besok akan berpendapat kau memberikan alimentasi terlalu banyak padanya.”

Taecyeon memutar kursinya lagi untuk menghadap Kyuhyun. “Aku harus memberinya sebanyak itu, aku juga tidak mau dia tersiksa.” Tiba-tiba saja kemarahan di mata Taecyeon lenyap.

“Maaf jika aku menanyakan pertanyaan pribadi, Taecyeon-ssi. Apakah kau masih mencintainya?” Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir dengan pria menyedihkan di hadapannya. Jika Kyuhyun di posisinya, pasti ia akan memastikan kesengsaraan wanita itu. Nyatanya, Kyuhyun sekarang masih berusaha memprovokasi Taecyeon agar membuat hidup Sera menderita setelah perceraian mereka.

Taecyeon memaksakan senyum di wajahnya. “Kami melewati banyak masa-masa indah dan buruk bersama. Jelas sekarang masa yang terburuk, tapi bukan berarti segala keindahan cerita kami musnah begitu saja, bukan? Aku tidak bisa mencampakkannya seolah ia tidak ada artinya dalam hidupku, seolah hidupku dengannya beberapa tahun ini adalah perjalanan ke neraka—karena faktanya tidak seperti itu.” Taecyeon menarik napas dalam sebelum melanjutkan. “Aku tidak tahu emosi atau persaan apa yang masih tersisa untuknya, yang aku tahu, aku tidak ingin ia merana setelah lepas dariku.”

Rasanya Kyuhyun baru diguyur seember air es oleh kata-kata Taecyeon. Sera sudah berbuat semena-mena dalam hidup pria itu, tapi ia masih bisa mencari sisi indah dari kehidupan mereka. Sejujurnya Kyuhyun sedikit malu akan rasa bencinya yang mengakar pada Sera. Dalam benaknya, Taecyeon lebih punya hak untuk membenci Sera, tapi pria itu memutuskan untuk menuntaskan segalanya dengan kepala dingin. Sedangkan Kyuhyun justru berapi-api karena karena wanita yang merupakan cinta pertamanya itu memilih pria lain untuk menjadi pendamping hidupnya.

*

Han Sera memastikan seluruh barang-barangnya sudah masuk rapi ke kotak-kotak yang siap dipindahkan minggu depan. Ternyata usaha terakhirnya untuk berdamai dengan Taecyeon tetap sia-sia dan hasilnya jauh sekali dari bayangan Sera. Dalam benaknya, ia mengira Taecyeon akan melunak padanya setelah mereka kembali tinggal bersama beberapa minggu, lalu pria itu akan memaafkannya. Memang wanita itu belum pernah minta maaf untuk kelakuannya, tapi di sisi lain memang Taecyeon tidak pernah memberinya kesempatan untuk bicara. Bahkan saat wanita itu berusaha keras untuk terjaga menantinya pulang, Taecyeon justru hanya melemparkan selimut dengan asal untuk menutupi tubuh Sera yang kedinginan.

Wanita itu masih terlalu sibuk mengecek kelengkapan barangnya sampai ia tidak menyadari kehadiran suaminya di kamar yang sama. Ia sudah terlalu terbisa dengan jadwal pulang Taecyeon yang super telat hingga ia tidak pernah berekspektasi suaminya akan ada di rumah saat matahari masih nampak. Sera benar-benar melompat kaget saat suara Taecyeon mengejutkannya.

“Mengapa kau packing?” Tanyanya tajam.

Kamchagia!” Ia terhuyung sambil sedikit melompot kaget, seandainya mereka tidak diambang perceraian, mungkin Taecyeon akan meledek Sera karena wanita itu sangat mudah dikerjai.

Pria itu mencoba menjaga wajah datarnya. Dengan tatapan sinis ia melirik pada boks-boks yang ditumpuk Sera, menuntut jawaban atas pertanyaannya yang barusan.

“Boks itu berisi barang-barangku.” Jawab Sera gugup. Taecyeon bisa mendengar wanita itu mencicit ketakutan dalam suaranya.

“Mengapa kau packing?”

Sera masih nampak terkejut tapi ia dengan cepat memperbaiki ekspresinya. “Karena aku hanya akan tinggal di sini satu minggu lagi.”

Pria itu langsung paham maksud kata-kata Sera. Ia mendengus sinis sebelum membalas. “Ya! Aku tidak akan mengabulkan tuntutanmu yang konyol itu. Kau kira aku bodoh? Jangan berharap ketinggian, yang akan kau  peroleh hanya apartemen ini dan tunjangan bulanan.” Ia mencoba terdengar sejahat mungkin sekarang.

“Aku tahu.”

“Lalu? Untuk apa semua boks ini?” Ia mulai kehilangan kesabaran lalu berjalan menuju boks terdekat di sisi kirinya. Dengan kasar Taecyeon membuka tutup boks, mengangkatnya untuk menjungkirkan isinya ke lantai.

Sera hanya berdiri mematung di tempatnya, ia sudah mendunga cepat atau lambat Taecyeon akan meledak. Hari ini lah hari pria itu meledak dan wanita itu memilih untuk tetap diam.

“Aish jinjja Han Sera!!” Ia mendang boks lain yang ada di bawah untuk melampiaskan amarahnya. “Hentikan aktingmu ini sekarang juga! Aku tidak akan bisa kau bodohi, wanita jalang! Jangan berpikir kau bisa dengan santai mengetuk pintu apartemen ini lalu kembali padaku seolah tidak ada yang salah! Aku tidak bodoh, Sera. Kau kembali hanya agar kita bercerai resmi secara hukum sehingga kau memperoleh tunjangan dariku!” Tuduhnya.

Sera sudah menduga bahwa inilah yang ada dalam benak Taecyeon sejak wanita itu kembali dalam hidupnya. Tapi wanita itu melawan serbuan emosi yang mulai merasuki hatinya dan memutuskan untuk membiarkan suaminya terus berkoar. Ini cara terakhirnya untuk meminta maaf, dengan cara membiarkan pria itu memakinya habis sampai puas.

“KATAKAN SESUATU!!” Taecyeon benar-benar sudah hilang kesabaran. Ia sebenarnya tidak kuat jika harus melihat wajah pucat Sera yang ketakutan sementara ia berteriak di depan wajah isterinya.

Sera menunduk lalu menarik napas dalam beberapa kali sebelum menjawab suaminya. “Mianhae oppa.”

Taecyeon diam, menunggu Sera untuk melanjutkan kata-katanya, namun beberapa menit berlalu tanpa ada kata susulan lain dari mulutnya. Taecyeon menyerah, ia sudah lelah dengan sikap Sera yang sangat keras kepala dan tertutup.

Baru saja pria itu akan melangkah berbalik keluar dari kamar mereka, Han Sera justru menunduk semakin dalam dan perlahan wanita itu berlutut di tempatnya sambil mulai terisak. “Maafkan aku untuk segalanya.” Isakkannya semakin keras. “Maaf karena aku kehilangan kehilangan calon bayi kita.”

Sekarang Taecyeon yang merasa seperti baru ditonjok oleh kata-kata Sera, jadi inikah penyebab semuanya?

“Aku juga tidak bodoh, oppa. Bagaimana sikapmu berubah drastis setelah aku keguguran. Kau pulang telat, nyaris selalu dalam keadaan mabuk dan aku paham bahwa akulah suber frustrasimu. Kau membenciku. Kau membenciku karena aku tidak berhati-hati, kau membenciku karena tidak mendengarkan kata-katamu, dan setelah kita kehilangan bayi kita, kau meninggalkanku.” Sera masih menunduk sambil menangis.

Kedua mata pria itu mulai terasa panas, inikah masalah yang sesungguhnya? Karena keguguran yang Sera alami lebih dari setahun yang lalu? Pria itu ingat seberapa terguncang dan depresi dirinya saat itu karena harus melihat isterinya sendiri melewati hari-hari sulit mengatasi kesedihan pasca kegugurannya, tapi ia tidak pernah—tidak pernah—membenci Sera untuk itu. Memang Taecyeon menghindari Sera pada masa-masa sulit itu, tapi bukan karena ia membencinya, melaikan karena rasa bersalah karena gagal melindungi Sera dan calon bayi mereka.

“Maafkan aku Taecyeon-ssi. Kesalahanku terlalu fatal dan aku tahu memang aku tidak pantas dimaafkan. Aku tidak pernah berani minta maaf padamu karena aku tidak pantas. Tapi karena mungkin ini adalah masa-masa terakhir kita masih bisa bersama, aku harus mengatakannya. Maafkan aku, oppa.” Isakan wanita itu semakin menjadi, lega rasanya menumpahkan sedikit beban mental yang diembannya, lega rasanya bisa meminta maaf secara langsung pada pria yang telah dikecewakannya.

Pria itu jelas merasa ingin ikut meraung pilu bersama Sera, bagaimana mungkin ia bisa diam saja sementara hati wanita itu sedang terkoyak di hadapannya, menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahannya yang di luar batas kemampuannya. Sewajarnya Taecyeon datang dan mendekap Sera ke dalam pelukannya sekarang, menenangkan wanita itu, mengucapkan kata-kata yang ingin Sera dengar—bahwa keguguran itu bukan salah Sera. bahkan rasanya Taecyeon ingin menelpon pengacaranya sekarang juga untuk membatalkan tuntutan cerainya.

Tapi Taecyeon adalah pria. Ia pria yang menggunakan logika serta akal sehatnya dalam membuat keputusan, ia bukan lagi pria yang menuruti kata hatinya yang lemah. Jadi alih-alih menenangkan isterinya, pria itu justru melangkah keluar dari kamar mereka. Membiarkan wanita itu terpuruk sendiri dalam kesedihan dan rasa bersalah yang lebih besar lagi.

*

Taecyeon dan Sera terbaring saling memunggungi di atas ranjang mereka. Sera masih malu atas drama yang ia ciptakan barusan dan Taecyeon sadar bahwa pertahannannya akan runtuh jika ia memandang wajah sedih wanita itu. Saat ini perang batin dalam hati Taecyeon sedang berlangsung, ia ingin bilang pada Sera bahwa bukan kesalahannya lah mereka kehilangan calon bayi mereka namun pada saat bersamaan ia juga tidak mau gesturnya itu nanti disalah artikan Sera sebagai celah untuk rujuk.

“Oppa.” Sera memberanikan diri untuk bicara. “Apa kau sudah tidur?”

Jantung Taecyeon rasanya siap lepas dari rongganya, ia tidak menyangka Sera akan mengajaknya bicara setelah sikap dingin Taecyeon padanya barusan. “Belum.”

Wanita itu bangun untuk menyandarkan punggung pada headboard, pria itu mengikuti gerakan isterinya dan ikut bersandar.

“Oppa, aku tahu kita memang menandatangani perjanjian untuk tinggal bersama sebulan sebelum aku menandatangani gugatan ceraimu.” Ia menarik napas dalam, sambil mempertimbangkan apakan ia cukup berani untuk mengajukan permintaan tersulitnya untuk Taecyeon. “Aku paham kau tidak akan mengabulkan tuntutan konyolku, tapi aku tetap akan pindah dari tempat ini. Aku tidak sanggup tinggal di tempat yang memiliki banyak kenangan akan kisah kita.”

“Apa sebaiknya aku membelikanmu apartemen lain?” Taecyeon bingung sendiri dengan jawabannya yang terlalu royal.

Sera tersenyum tipis sambil menggeleng. “Terima kasih, tapi tidak perlu bertindak lebih dari yang sudah kau lakukan. Aku sudah mendapat tempat yang sempurna untuku.”

“Apa tempat itu seharga satu juta US Dollar? Itukah sebab kau membutuhkan uang sebanyak itu?”

Sera tertawa kecil atas pertanyaan Taecyeon yang spontan. “Bukan, bukan karena itu.” Ia memberanikan diri untuk menatap suaminya.

Pria itu menatapnya balik dengan pandangan penuh kekaguman, kekaguman yang masih tidak pudar dari hatinya tentang wanita mengaggumkan di hadapannya. “Lalu untuk apa? Kau harus menjelaskan dengan baik, Sera-ya. Jika kau tidak menjelaskan, aku tidak akan pernah paham mau kau apakan uang sebanyak itu. Apa kau berhutang pada seseorang? Apa kau dalam masalah?”

“Tidak. Lupakan tentang tuntutan konyol itu oppa. Aku tahu itu memang terdengar tidak masuk akal.” Ia mengangkat bahunya cuek, seolah hidupnya tidak bergantung pada uang itu. “Aku punya permohonan yang lebih besar dari satu juta US Dollar.”

Taecyeon mendengus sinis sambil memutar matanya. Aish, tidak seharusnya ia terbuai dalam obrolan mereka sampai Sera berani meminta lebih banyak lagi.

“Aku ingin sehari penuh bersamamu.” Ujar wanita itu dengan nada memohon.

Pikiran sinis Taecyeon terpotong oleh kata-kata lembut wanita itu. “Apa?”

“Aku ingin kau mengajakku berkencan pada hari terakhir kita bersama. Kalau tidak terlalu menyulitkan, izinkan aku masuk ke dalam mesin waktu yang membawa kita pada masa-masa saat kita masih tergila-gila akan satu sama lain.” Sera mencoba keras untuk tidak menangis, tapi lagi-lagi air mata lolos dari pelupuk matanya. “Kumohon, izinkan aku mengucapkan perpisahan yang sopan dan pantas padamu. Hanya satu hari saja, bolehkan satu hari saja kita pura-pura seperti dua orang yang saling jatuh cinta?”

Taecyeon melawan segala emosi yang menyerangnya sekarang. Ia harus berpikir keras untuk mencerna kata-kata Sera barusan, apakah isterinya baru membuang tuntutan uang sebanyak itu hanya untuk kencan satu hari penuh dengan Taecyeon? Apa yang ada di pikiran wanita itu sebenarnya?

“Apa itu juga tidak mungkin?” Isaknya semakin keras. “Apa kau sudah tidak sudi menghabiskan 24 jam bersamaku? Aku tidak mau uangmu, oppa. Aku hanya ingin waktumu. Kumohon…”

“Mari kita berkencan.” Ujar pria itu tanpa berpikir lagi.

“Ne?”

“Mari kita lakukan permohonanmu itu, kita berkencan seharian penuh.” Tanpa sadar tangan pria itu diangkat untuk menghapus air mata di wajah cantik isterinya. “Mari kita akhiri kisah kita dengan baik-baik.”

Bagi wanita itu, kata-kata Taecyeon telah menghapus seluruh kesedihannya—untuk sementara paling tidak. Suaminya baru setuju untuk mengabulkan permintaannya, pria itu membelai lembut wajahnya sekarang, sorot tajam di matanya melembut dan ia memberikan senyum hangat yang telah lama hilang dari ekspresinya setiap memandang Sera. Wanita itu percaya ia sedang bermimpi sekarang, dan jika ia bermimpi, Sera tidak mau bangun lagi. Ia ingin terus menjalani mimpi indahnya saja ketimbang menghadapi ujian hidupnya yang belum berakhir.

 

tbc…

 


Author’s note:

Memang porsi Taec di sini lebih banyak, kenapa? Karena ini background story-nya, kan nggak lucu kalau langsung ke masalah tanpa paham alasan kenapa masalah itu muncul. Tapi tenang, main characternya adalah Kyuhyun dan Sera. Lawyer Cho akan mulai ‘aktif’ di cerita ini mulai chapter 3 ke atas… jadi please jangan komen ngomel-ngomel karena di chapter ini banyakan Taec ya… kasian, bentar lagi cerai mereka…

Advertisements

104 thoughts on “Piles of Regrets – 2 [Confrontation]

  1. imgyu says:

    alesan sera pergi atau lebih jelasnya ngilang selama setahun itu buat pengobatankah? Katanya dia habis keguguran, mungkin aja penyebab sera keguguran krn suatu penyakit dan sera pergi buat nyembuhin penyakit itu. Iyakah?? XD

    Liked by 1 person

  2. Sugaark says:

    Jadi alasan sera ninggalin taec gara2 merasa bersalah dia kehilngan calon bayinya?
    Tp kayaknya masih ada alasan lain deh
    Penasarannn
    Lanjut ke part selanjutnya
    Masih bnyak teka-teki apa lg sera minta uang satu juta dollar diawal
    Trus kyuhyun yang semangat 45 buat jatuhin sera di perceraiannya dengan taec

    Liked by 1 person

  3. MarooKyu88 says:

    Ehmmm.. Tae masih cinta ma sera.
    Kenapa dia nggak sidiki lebih detail lagi tentang alasan sera, secara dia holang kaya. Sewa detectif dulu sebelum nyewa pengacara. Ntar nyesel loh.
    Sebagai suami dia kurang menurunkan egonya. Tae bilang dia mau nunjukin siapa sekarang yg berkuasa ?? Tae juga ikiut bingung kan kenapa sera nggak minta tlong ma ortunya dia Jeju ??
    Heheee….dia tipe suami yg hanya ceklek uang.
    Uang bukan segalanya,tapi segalanya butuh uang*plak#

    Maaf ngomelin tae mulu.

    Liked by 1 person

  4. fitr D says:

    Hampir aja gagal vokus. Aku pikir bakalan taec yang jadi cast utama? Dan jujur cerita nya seru gak ngebosenin.sera lepaskan taec dan sambutlah kyu. Penasaranku ini kayak aku nontonn drakor terus ak sabar nonton epsd selanijutnya

    Liked by 1 person

  5. Hanreabin says:

    Tebakan gw ma cocok pasti gara* sena keguguran jadi bgni jadinya hubungan mereka..
    Tp aku masih pensran sama sena kenapa dia pengeng bgt uang sgtu banyakk..
    Apa dia sakittt?????

    Liked by 1 person

  6. Shinn says:

    Sedih banget ceritanya,
    Kehilangan calon bayinya,nggak ada seseorang yang dipihaknya,dibenci sama sahabat dan keluarga,nggak bisa bersatu lagi sama suami yang di cintainya.Eonni kenapa penderitaanmu sungguh lengkap☹

    Dia cuma butuh seseorang untuk berbagi beban tapi nggak ada yang mengertiin dia,😭

    Liked by 1 person

  7. ladybook123 says:

    Hi… saya siap begadang buat baca cerita ini ampe part terakhir….

    Sepertinya sera sakit n butuh duit buat pengobatannya… ah tp drpd nebak2 mendingan aku baca dl lanjutan ceritanya

    Liked by 1 person

  8. myungie says:

    kok aku baca nya mataku jadi berkaca-kaca ya? sedih banget,,, serasa sera menutupi luka yg besar bangeet, dan dia nggak mau orang lain tau,,, nyess banget rasanyaa.,…
    hanya minta 24 jam dari taecyeonn… 😢😢

    Liked by 2 people

  9. rainlovegyu says:

    Jujur yaaa cara taec memperlakukan wanitanya sangat manis huhu dia bahkan memberi yang terbaik kepada wanita yang bahkan akan menjadi mantannya
    Baper dehhh
    Taec tetaplah seorang pria yang melakukan hal apapun dengan logika.
    Asli keduanya masih menyimpan perasaan yang mendalam 😭

    Liked by 1 person

  10. Dewi N says:

    Dan di part ini gue nangis….
    😭😭😭
    *Asli bukan pencitraan

    Karena ini sama aja kayak lu tau kita sama-sama cinta tapi udah terlanjur bilang putus. Makasih udah jadi bubur kan? 😭

    Liked by 1 person

  11. Lovecho says:

    Sedih bnget ending part ini eonni.. serasa pngen nangis bcanya😢
    Emang uang segitu bnyak mau sera pkai buat apa sih?? Penasaran sma next part nya😊

    Liked by 1 person

  12. elfishyvil says:

    Secara logika sangat masuk akal kalo taecyeon menggungat cerai istrinya…
    Dan masih penasaran sama rahasia kecil sera ttg kepergiannya itu, juga sera memang sangat egois karena dia tidak memikirkan ttg suaminya dan pernikahannya, harusnya sera selalu ingat bahwa dia itu sudah menikah dan punya suami serta keluarga yang sangat mungkin untuk membantunya bukannya pergi meninggalkan taecyeon selama 1 tahun.. ckckkck….
    Taecyeon baik banget… suka banget sama2 kata2nya yang buat kyuhyun seperti tersiram air es itu ..
    Daebak.. tegar banget…

    Liked by 1 person

  13. Melsyana says:

    Alasan sera hilang selama 1 thn apa ya? Dan untuk apa dia menghabiskan uang taecyeon segitu banyaknya? Atau dia makai duit taecyeon untuk bantu seseorang?
    Wah…, masih banyak teka-teki.
    Aku kira permintaan sera tentang materi lagi, rupanya dia cuman minta ke taecyeon untuk kencan .

    Liked by 1 person

  14. dohaegummywook says:

    Ini pertama kali aku ketemu blog ini, dan ff pertama yg aku baca di blog ini, entah kenapa dari judulnya aja aku udh tertarik di tambah setelah coba baca part 1 dan 2 ini kok malah makin terbawa sama jalan ceritanya.

    Liked by 1 person

  15. Rise73 says:

    Bacanya jadi sedih sendiri ..

    Kesan yang aq dapet klo sebenernya sera sma taecyeon masih saling cinta, perpisahan mereka bisa terjadi krn keadaan yg disembunyikan sera..

    Penasaran setelah perceraian gimna nasib sera, apakah nanti kyuhyun yg bakal jadi malaikat pelindung sera?

    Liked by 1 person

  16. Putrikimcho says:

    Kayanya alesannya sera bukan cuman karna keguguran deh 😞😞
    Bisa aja alesannya sera yang suatu saat nanti bikin kedua laki-laki itu mungkin menyesal ?! 😔😔

    Liked by 1 person

  17. Goldilovelocks says:

    Iiiihhh aku mewek masa huhuhu kenapa harus begini? Kenapa begitu? Sera kamu kenapa sih? Jadi uang satu juta US itu gak jadi? Buat aku ajalah yaaaa huhuhu dan pertanyaanku pun sama kek Kyuhyun kenapa Sera gak minta uang aja ke ayahnya kan dia juga anak konglomerat yaaa apa karena ayahnya juga benci gara-gara dia hilang itu? Jadi kepergian Sera itu banyak tanda tanyanya ya bahkan sampai oranh tua sendiri pun gatau alasanny apa.
    Aku mulai nangis pas Taec numpahin isi boks Sera dan nendang tanpa mau repot” mikir seberapa capenya Sera packing huhuhu trs berlanjut ke adegan di kasur tadi huwaaaaahh makin tumpah air mata. Kasihan seraaaa 😣😣😣

    Liked by 1 person

  18. KartikaApriya says:

    Kyuhyun kenapa benci bnget sih sama sera??? Emng salah klo sera milih taecyeon dibanding dia orng dianya aja ga ngomng perasaan dia ke sera gimna sera tau klo kyuhyun punya rasa sama dia???
    Kasian sera gamungkin setaun cuman buat ngobatin sedih karena keguhuran pasti ada yg lain ini..
    Bakal ngebut ini bacanya sampe malem 😂😂

    Liked by 1 person

  19. Dewiastiti says:

    Ehm knp d saat2 terakhir sera bru mnta maaf n ngeluarin unek2 na k suami na. Hadeh cb dri dulu dy terbuka kan msalah naga ribet gini. Tp kalau gt bs2 sera ga jd cerai. Hehehe
    Author dh mikirin konflik na dgn mateng n bikin crta ini jd menarik. Aq ijin bc next part ya author😘😘 terima kasih

    Liked by 1 person

  20. Alea says:

    Oh ternyata itu yang bikin Sera kabur setahun penuh. Knapa Taecyeon gak batalin aja gugatan cerainya? Malah ngabulin permintaan Sera? Dan uang sebanyak itu mau Sera apain? Kenapa gak bilang aja ke Taecyeon. Sweet bget Taecyeon mau ngebeliin Sera apartemen baru,

    Liked by 1 person

  21. Dyana says:

    Nyesek banget pas Sera minta waktu sehari sama Taecyeon, feelnya dapet banget ampe berlinangan ni mata.
    Kasihan Sera, kasihan Taecyeon, duh… Knp harus cerai jika masih saling cinta? Tp kalau gak cerai gimana Kyuhyun ya? Haha… Lanjut bacanya…

    Liked by 1 person

  22. exochanye says:

    Sebener nya ini bisa d lihat kalo mereka berdua iu gak harus cerai..si sera nya tinggal jelasin kenapa dia ninggalin taecyeon setahun..nah si taecyeon berusaha mencari tahu kenapa istr nya gtu..jangan hanya fokus sma rasa skit nya aj..ntar klo dia lebih mentingin ego takut nya si taecyeon penuh penyesalan

    Liked by 1 person

  23. liyahseull says:

    Aku kira 1 tahun nyembunyiin anak org lain.. ternyata eh… kok syedih..

    Baru sampe part 2 tapi aku kok kagum ya sama sikap taec… suami yg baik. Setelah keputusan mantap ttp gak goyah, walaupun hatinya tergerak. Tercengang sih.. nanti kira2 nyesel gak ya babang mantan ini setelah pengacara cho nyerobot hmm

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s