Piles of Regrets – 1 [Homecoming]

10

*Gambar milik Park Sora

Author: Ssihobitt

 

Category: Short Chaptered, Romance, Sad

Main Cast: Han Sera & Cho Kyuhyun

Supporting Cast: Ok Taecyeon

 

 

Pria itu melangkah masuk ke dalam apartemennya dengan langkah yang sangat berat, dalam hati ia terus-menerus mengucapkan mantra sakral demi bisa melewati beberapa minggu dengan tenang.

“Hanya satu bulan saja, kau harus bertahan.” Ujar Ok Taecyeon pada dirinya sendiri sebelum ia melepas sepatu bootsnya di dekat pintu masuk.

Tiga puluh hari dari sekarang ia akan mendapatkan yang diinginkan, surat guggatan keparat itu akan ditandatangi dan ia akan kembali menjadi pria lajang yang bebas merdeka.

Saat ia menutup pintu utama di balik punggungnya aroma yang familiar menyerbak dalam apartemen mereka. Pasti Han Sera sedang memasak sesuatu untuknya. Mungkinkah sup kimci favoritnya yang selalu dimasak isterinya itu dengan sempurna? Ia tidak peduli. Ia setuju dengan perjanjian konyol ini hanya agar gugatan cerainya segera dikabulkan—dan ia yakin Sera juga punya agenda tersendiri.

“Selamat malam, oppa. Kau sudah pulang.” Sapa Sera hangat sambil masih menggunakan celemek merah mudanya.

Pria itu tidak menunjukkan usaha untuk berbasa-basi, ia bahkan tidak rela menolehkan kepalanya. Ok Taecyeon tetap berjalan lurus sambil mengamati kelakuan calon mantan isterinya lewat ekor matanya.

“Aku memasak sup kimchi, ayo kita makan.” Sera mengabaikan tatapan sinis dari pria yang masih menyandang gelar suaminya itu.

Ok Taecyeon tetap acuh, ia lanjut melangkah menuju kamar mereka, satu-satunya kamar yang ada di apartemen itu.

“Oppa, aku masak sup kimchi.” Sera memberanikan diri untuk melangkah mendekati Taecyeon sambil menyelipkan lengannya di lekukan siku pria itu lalu menariknya paksa ke meja makan.

Dengan kasar Taecyeon menyentak lengan Sera yang melingkar pada lengannya. “Aku tidak lapar.”

Wanita Itu tidak keberatan diperlakukan kasar oleh suaminya, baginya hal ini hanya hari-hari lain dalam hidupnya. “Makanlah sedikit, ng? Aku sudah memasak dari jam 5 sore.” Sera menarik Taecyeon lagi dengan kedua tangannya, kali ini lebih keras.

Peringatan pertama tidak dipahami Sera, maka kali ini Taecyeon benar-benar menyentak lengannya agar Sera melepaskan genggaman di sikunya. Karena tenaga yang berlebihan, tanpa sengaja punggung tangan Taecyeon justru mendarat di pipi Sera dengan keras. Keduanya menyadari tamparan tidak sengaja ini karena hentakan dan suara yang keras memecah kecanggungan mereka.

Wanita itu membulatkan mata terkejut, selama mereka menikah, belum pernah sekali pun Taecyeon bermain tangan dengannya. Taecyeon sendiri tidak bermaksud menampar Sera, ia hanya ingin wanita itu membiarkannya sendiri.

Pria itu segera mengalihkan pandangannya dari kedua bola mata isterinya yang mulai berkaca-kaca. Meskipun memang ia membeci wanita ini dengan sepenuh hati, pria itu tidak bisa berbohong, saat kedua mata coklat Sera menatapnya sendu, pasti selalu berhasil menoreh luka di hatinya. Tapi ia tidak boleh goyah. Mulai malam ini Han Sera harus tahu posisinya, ia harus tahu bahwa air matanya tidak lagi berarti bagi Taecyeon.

Pria itu mengambil langkah untuk menghiraukan Sera menuju ke kamar mereka saat wanita itu bertanya dengan suara parau. “Apa kau sebegitu membenciku? Sampai kau enggan manatap mataku? Sampai kau menyiksaku?”

Kata-katanya menarik perhatian Taecyeon. Ia berhenti di posisinya lalu berbalik untuk menghadap Sera. Ia menarik napas dalam untuk mempersiapkan diri menatap wanita itu, membawa pandangannya dari sepasang kaki jejang yang selalu ia kagumi dan perlahan naik hingga ia menatap sepasang bola mata yang sudah basah oleh air mata. Hatinya mencelos sedikit, nyatanya tangisan isterinya masih menjadi titik lemah Taecyeon.

“Menyiksamu?” Ia mengutaran kata-katanya per-kosa-kata, dengan nada dingin yang dilengkapi dengan seringai dingin. “Bukankah kau yang meninggalkanku tanpa kabar apa pun? Aku mencarimu selama berbulan-bulan untuk melacak keberadaanmu. Sampai aku menyerah, aku menyerah Sera-ssi. Aku sudah mengucapkan selamat tinggal pada harapanku untuk menemukanmu, kukira kau mati, tapi nyatanya kau datang lagi dalam hidupku dengan langkah santai seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sekarang siapa yang menyakiti siapa?” Tantangnya penuh dengan sarkasme. “Jadi tidak usah berakting bahwa semua baik-baik saja di antara kita. Dan aku tidak menyiksamu, kau menarik tanganku paksa dan aku hanya menepisnya, kebetulan saja tenagaku berlebih hingga terkena wajahmu, tidak usah menjadi drama queen hanya karena kesalahan sepele seperti itu.”

Wanita itu terlalu shock untuk membalas, ia sudah cukup kesulitan mengatur napasnya sendiri sekarang apalagi mencoba berdiri tegak di atas kakinya sendiri. Sepertinya prospek sisa hubungan tiga-puluh-hari mereka sudah terpapar jelas di hadapannya. Ia tahu bahwa usaha terakhirnya untuk menjaga kelangsungan rumah tangganya nyaris sia-sia dan sayangnya, ia tidak bisa menjadi satu-satunya orang yang berusaha mempertahankan apa yang masih tersisa dari kenangan mereka.

“Ngomong-ngomong, pengacaraku akan menemuimu besok untuk membahas dana alimentasimu. Ia akan menunggumu di cafe yang ada di bawah gedung ini pukul sepuluh pagi. Pastikan kau tepat waktu.” Ujar Taecyeon, mencoba keras untuk menghiraukan isakan Sera yang tertahan. “Ia akan menelponmu saat ia tiba. Nama pengacaraku Cho Kyuhyun.”

Hati Sera semakin mencelos. Cho Kyuhyun, nama itu juga memiliki makna penting dalam hidupnya.

*

Seperti biasa, Sera terbangun oleh sinar matahari yang mengusik tidur lelapnya. Suaminya tidak nampak seperti orang yang punya belas kasihan pada calon mantan isterinya, dengan kasar pria itu menyingkap gorden di kamar mereka, sengaja agar tidur Sera terganggu dengan silaunya matahari pagi yang menyerang korneanya. Ya, mereka memang tidur di satu kamar yang sama, bahkan di atas ranjang yang sama, tapi bukan berarti ada kemungkinan rujuk karena hal-hal yang berbau seksual. Taecyeon sepertinya sudah terlalu dongkol dengan ulah Sera hingga ia tidak lagi bisa melihat sisi menggairahkan dari isterinya, padahal Sera sudah mencoba melakukan segala trik yang bisa dibacanya dalam majalah wanita untuk menarik perhatian Taecyeon.

Wanita itu menguap lebar lalu menarik selimut untuk menutupi kepalanya. Tidunya tidak nyenyak semalam dan ia benar-benar tidak menantikan datangnya hari ini. Suaminya sudah pergi ke kamar mandi untuk membasuh tubuh, meninggalkan Sera di ranjang sendirian. Pagi seperti ini sudah sangat familier bagi Sera, hanya saja biasanya Taecyeon membangunkannya dengan kecupan kasih sayang di wajahnya. Wanita itu tahu seberapa rindunya ia akan kehadiran, aroma, sentuhan, serta senyuman pria yang sedang menggugat cerai dirinya. Ia merindukan segala hal kecil tentang suaminya, namun di satu sisi juga paham mengapa pria itu sampai melayangkan surat cerai di wajahnya.

Semua salahnya.

Setiap ia mencoba berpikir dan mengenang ke pada kejadian malam itu, Sera akan mulai mengutuk dirinya sendiri. Seandainya ia lebih hati-hati, seandaianya ia mendengar kata-kata Taecyeon, seandai ia bisa memutar ulang waktu dan mencegah kejadian itu.

Wanita itu menggeser posisinya ke sisi ranjang Taecyeon untuk melakukan sesuatu yang menurutnya konyol. Ia membenamkan wajah ke dalam batal Taecyeon untuk menghirup dalam-dalam aroma maskulin suaminya yang tersisa di permukaan bantal, menikmati satu-satunya cara yang tersisa untuk mengenang sisa-sisa waktu kebersamaan semu mereka sebelum pria itu benar-benar menceraikannya. Mungkin yang dilakukan Sera sekarang terkesan menyedihkan dan payah, tapi ia tidak pernah menunjukkan pilu yang menyerang keseharian hidupnya pada Taecyeon, ia tetap mengangkat wajahnya tinggi-tinggi, tetap memasang wajah angkuh, dan tetap menjaga serpihan harga diri yang mungkin masih tersisa padanya. Kejadian beberapa tahun terakhir telah menempa Sera menjadi wanita yang semakin tangguh dan walaupun rasanya ia ingin menangis setiap kali memandang punggung suaminya, ia tetap menelan rasa sendunya dan kembali berpura-pura tegar.

Suara air berhenti, menandakan bahwa Taecyeon sudah selesai dengan rutinitas mandi paginya, pertanda bagi Sera untuk benar-benar bangun dan menyeret langkah kakinya ke dapur. Ia duduk di tepian ranjang sambil menggeliat, wanita itu melirik pada cermin bulat kecil di samping nakasnya untuk melihat refleksinya. Ia masih seperti dulu, matanya masih bulat menggemaskan, senyum di bibir tipisnya masih terlihat manis, wajah tirusnya  masih terjaga kemulusannya, dan Sera juga tahu bahwa ia menjaga figurnya dengan baik, meskipun ia kehilangan cukup banyak bobot tubuh setahun terakhir ini. Tapi bodoh sekali Sera kalau ia mengira semua asetnya itu bisa membawa hati Taecyeon kembali padanya.

Ia mengikat rambutnya asal sebelum melangkah ke dapur. Wanita itu benar-benar gagal tidur nyenyak sejak ia kembali ke apartemen ini, selalu ada yang menggagu di benaknya, selalu ada kekhawatiran yang sebenarnya cukup beralasan, namun wanita itu tidak ingin merusak sisa harinya bersama pria yang hingga kini masih ia kagumi. Sera meracik kopi untuk Taecyeon dan menegak segelas penuh air putih sembari menunggu air mendidih, ia juga mencoba membuatkan sarapan seadanya untuk dibawa pria itu—walaupun ia berani bertaruh pasti makanan itu akan teronggok menyedihkan tanpa dipandang suaminya.

“Oppa, ini sarapanmu. Makanlah sedikit sebelum berangkat. Kopimu juga sudah siap.” Tawar Sera saat Taecyeon keluar dari kamar mereka lengkap dengan tas kerjanya.

Seperti semalam, Taecyeon hanya meliriknya sinis dan melengos maju ke arah pintu depan.

Sera mengerti maksud tindakannya, ia membungkuk sedikit untuk mengucapkan selamat jalan pada pria itu, ketimbang memperjuangkan makanan yang dibuatnya singkat untuk dibawa.

“Jam sepuluh, jangan telat!” Dengan dingin Taecyeon menutup pintu apartemen sambil sedikit membantingnya.

Sera menarik napas dalam, itu juga yang membuatnya tidak tenang tidur semalaman. Hari ini ia harus bertemu dengan sahabatnya—mantan shabatnya—Cho Kyuhyun. Wanita itu sudah frustrasi sendiri memikirkan kata-kata yang harus dilontarkan pada pria itu, tapi ia pun tahu cepat atau lambat pasti mereka akan bertemu kembali. Sialnya, pria itu justru menjadi pengacara perceraian suaminya. Lengkap sudah penderitaannya: digugat cerai oleh pria yang dicintainya dan harus berhadapan dengan pengacara suaminya dalam wujud shabat yang sangat ia sayangi—ugh! Ia berharap bisa melewati hari ini tanpa air mata.

*

Cho Kyuhyun memeriksa ulang tampilannya pada kaca spion tengah mobilnya sekali lagi, ia benar-benar harus memastikan bahwa ia tampil menawan hari ini untuk membuat Han Sera kagum. Terakhir ia bertemu gadis itu mungkin sekitar empat tahun atau lima tahun yang lalu saat mereka masih menjadi mahasiswa di Inggris. Kyuhyun saat itu masih lelaki culun yang menjadi mahasiswa hukum, sedangkan Sera adalah dewi kiriman surga yang cantik mempesona, seorang mahasiswi marketing. Kyuhyun jatuh cinta pada gadis itu sejak mereka bertemu pertama kali, meskipun sepertinya perasaan itu hanya milik Kyuhyun seorang, karena Han Sera tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada pria itu.

Kyuhyun melangkah percaya diri ke café yang dijanjikan di lantai dasar gedung apartemen Sera dan Taecyeon. Tidak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk mengenali sosok Sera, gadis itu belum berubah banyak. Han Sera sudah duduk manis menunggu Kyuhyun, memilih sebuah meja di dekat jendela sambil wajah cantiknya memandang kosong ke taman di luar. Pria itu bisa merasakan debaran jantungnya semakin menjadi seiring dengan semakin dekat langkahnya pada gadis—ah, mungkin wanita lebih tepat—itu.

Han Sera membiarkan rambut lurusnya tergerai dan jatuh natural di belakang bahunya, blouse tanpa lengan berwarna salem yang dikenakannya terlihat sangat manis dan kontras dengan kulit putihnya yang berkilau. Pandangan Kyuhyun pindah ke rok ketat bewarna abu-abu yang membuat kaki jenjangnya terlihat lebih menggoda, apalagi wanita itu menyempurnakan penampilannya dengan sepasang heels bewarna putih. Kyuhyun mendesah pasrah, sebenci apapun ia dengan wanita itu, tetap saja Han Sera selalu terlihat sempurna di matanya.

serpink

gambar milik Park Sora by Stylenanda

Tapi itu bukan masalah sekarang. Ini bukan waktu bagi Kyuhyun untuk mengagumi Sera dengan mulut ternggaga dan ekspresi bodoh di wajahnya, ini adalah waktu pembalasan dendam yang sudah ia nantikan selama beberapa tahun belakangan. Akhirnya Cho Kyuhyun mendapat kesempatan untuk membantu menghancurkan hidup wanita yang dulu menghancurkan hatinya.

Karma. Kyuhyun berniat mengajarkan makna kata itu pada Sera dengan cara yang lihai.

“Han Sera-ssi?” Kyuhyun berdiri di samping meja tempat Sera menunggunya.

Wanita itu segera mendongak untuk menatap pada sumber suara yang dikenalnya baik, dan sesuai harapan Kyuhyun, wanita itu langsung membelalakkan mata lengkap dengan mulutnya yang sedikit ternganga. Bukannya ia sok kaget karena bertemu Kyuhyun sekarang, tapi penampilan pria ini berubah total dan jauh sekali dari image yang ia ingat tentang sahabat kesayangannya itu.

“Cho Kyuhyun-ssi?” Ia bangkit untuk menyambut Kyuhyun dengan formal.

Gestur sederhana dari Sera sukses membuat debaran jantung Kyuhyun semakin menggila. Tidak banyak yang berubah dari Sera, ia tetap cantik, ia tetap sopan, aroma wanita ini sama persis seperti yang diingatnya, hanya satu yang berubah drastis, yaitu sinar di matanya. Dulu Sera adalah gadis dengan mata berbinar-binar yang selalu bersemangat melakukan apapun. Dari yang Kyuhyun tangkap sekilas, sinar itu telah redup dan wanita ini hanya  menyembunyikan kesenduannya lewat senyum yang terlihat terlalu dipaksakan.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Lanjut Sera dengan nada riang.

“Ng, sudah lama sekali sepertinya.” Kyuhyun membungkuk singkat sebelum duduk di kursi seberang Sera.

“Kau mau minum apa? Biar kupesankan.” Tawar Sera.

“Kopi saja.”

Sera mengambil tas kecilnya lalu melangkah santai ke arah konter untuk memesankan minuman. Pria itu hanya bisa menikmati wujud Sera yang melenggang di hadapannya, membuat desiran darahnya terpusat pada kedua pipinya. Sialan! Seharusnya ia yang membuat Sera terbengong-bengong, kenapa malah jadi Kyuhyun yang salah tingkah.

“Sempurna, bahkan setelah bertahun-tahun aku meradang dendam, ia masih bisa membuatku tampak tolol.” Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Han Sera kembali dengan segelas kopi di tangannya, ia meletakkannya dekat Kyuhyun sebelum kembali duduk di hadapan sahabatnya. “Jadi kau pengacara perceraian suamiku?” Sera membuka pembicaraan. “It’s a small world after all.”

“Aku kebetulan bekerja di sebuah biro hukum bagian perceraian, aku yakin Ok Taecyeon hanya mencari pengacara terbaik di negeri ini makanya ia pergi ke agensi kami. Bahwa pada akhirnya aku yang mengurus kasus perceraian ini hanya kebetulan semata.” Ia menjelaskan dengan santai pada Sera.

Well, Kyuhyun tidak berbohong sepenuhnya. Memang benar Taecyeon mencari seorang pengacara lewat agensi perceraian yang menuntunnya pada kantor Kyuhyun. Tapi Kyuhyun lah yang mengemis pada bossnya untuk memegang kasus yang langsung menarik perhatiannya saat melihat nama Han Sera dan Ok Taecyeon terpampang di samping kata-kata “Gugatan Perceraian”.

“Aku mengerti.” Jawab Sera sambil menyesap tehnya. “Sebelum kita membicarakan urusan bisnis, biar kubilang sesuatu lebih dahulu: kau terlihat berbeda sekali sekarang Kyuhyun-a! Dalam artian yang sangat baik. Aku nyaris tidak mengenalimu tadi tanpa kaca mata pantat botol yang biasa kau pakai.” Ia menyengir lebar sambil menggerakkan kakinya senang.

“Terima kasih.” Jawab Kyuhyun kaku. “Tapi sebaiknya kita potong saja basa-basi-busuk itu dan langsung ke pembahasan kita, seperti yang kau tahu, aku ini dibayar per jam jadi tidak perlu membuang waktu untuk obrolah tidak bermanfaat seperti itu. Dan satu lagi, aku adalah pengacara suamimu, secara professional, aku tidak seharusnya beramah-tamah terhadapmu.” Jelasnya dingin.

Senyum di wajah Sera langsung lenyap. Rasanya seperti ada yang melemparkan seember air dingin ke wajahnya dan hatinya terasa nyeri karena perlakuan Kyuhyun yang berubah drastis. Wanita itu memang kurang paham duduk masalah mereka dulu yang membuat Kyuhyun mundur teratur dari hidupnya, tapi apa perlu pria itu menamparnya dengan kata-kata ketus seperti itu? Sekarang wanita itu lebih merasa seperti kriminal yang siap menerima vonis mati dari suami dan pengacara suaminya.

“Ba—baiklah, mari kita mulai.” Sera mencoba untuk tetap tenang.

Kyuhyun membuka beberapa dokumen dan meletakkannya di atas meja. “Bedasarkan perjanjianmu yang terakhir dengan klienku, kau hanya mau maju ke persidangan setelah ia memenuhi syarat konyol darimu, yaitu kalian tinggal kembali bersama dalam waktu tiga puluh hari, benar?”

Sera mengangguk.

“Mengapa?”

“Aku punya alasanku sendiri dan aku menolak untuk berbagi informasi. Pengacaraku juga melarangku untuk membicarakannya.” Jawab Sera jujur.

“Oke, fair enough.” Angguk Kyuhyun paham. “Aku hanya perlu kau tanda tangani lembar ini, hanya sebagai antisipasi jika kau mau menyalahahi perjanjian setelah tiga puluh harimu habis.” Kyuhyun menunjuk pada nama Sera, di mana ia harus menandatangani perjanjiannya dengan Taecyeon masalah tinggal bersama sebulan terakhir.

Sera menorehkan tanda tangannya lalu kembali melihat lembaran berikutnya.

“Oke, sekarang kita akan mulai membicarakan tentang alimentasi. Seperti yang kita tahu, calon mantan suamimu tetap harus menafkahimu bahkan setelah perceraian kalian. Ok Taecyeon menawarkanmu agar tetap tinggal di apartemen ini, karena ia sudah membeli properti lain yang lebih besar. Hal lain yang ditawarkan untukmu adalah uang sebesar satu juta Won per bulannya untuk men-support hidup bulananmu. Harus kukatakan, klienku ini sangat murah hati karena menawarkanmu sebanyak itu, padahal jika dilihat dari segi hukum, kewajibannya tidak sebesar itu.” Kyuhyun menjelaskan rencana Taecyeon untuk masa post-perceraian mereka.

“Aku keberatan.” Sanggah Sera cepat. “Daripada semua itu, lebih baik dia memberiku satu juta US Dollar di muka. Lupakan apartemen, lupakan alimentasi bulanan. Aku hanya butuh satu juta US Dollar tunai di depan.”

Kyuhyun tersedak kopi yang ditelannya, terlalu terkejut dengan tuntutan Sera yang tidak tahu malu.

“Jangan terlalu terkejut Kyuhyun-ssi.” Tukas Sera yang sekarang sudah bisa menyeimbangkan dinginnya sikap Kyuhyun padanya. “Kalau kau mengkalkulasi baik-baik, sebenarnya justru klienmu lebih untung. Jelas aku tidak berniat menikah lagi, jadi ia akan harus selalu mengirim uang bulanan padaku. Lalu jika aku hidup berumur panjang bagaimana? Bisa-bisa total yang diberikan padaku lebih dari tuntutanku. Lagipula aku tidak mau apartemen ini, lebih baik ia menyimpannya. Siapa tahu istri berikutnya bisa tinggal di sini.”

“Sera-ssi, tolong pahami bahwa kita tidak sedang membuat perjanjian bisnis sekarang, kita membicarakan alimentasimu. Kurasa menerima sejumlah uang secara stabil setiap bulan sampai kau wafat lebih baik daripada uang dalam jumlah tidak masuk akal di muka. Pikirkanlah kehidupanmu setelah kau resmi bercerai. Kau juga tidak mungkin membeli sesuatu sejumlah satu juta US Dollar langsung.” Kyuhyun mendebat tuntutan Sera.

Wanita itu meletakkan gelas tehnya lalu menggeser duduknya sedikit maju untuk sedikit berbisik pada Kyuhyun.

“Aku menuntut sebanyak itu justru karena aku memikirkan kelangsungan hidupku setelah bercerai.” Hatinya tiba-tiba terasa pilu, sudah lama Sera menyimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui siapa pun dan sejujurnya ia benar-benar butuh seseorang untuk berbagi. Tapi namanya bunuh diri kalau ia membagi masalahnya dengan pengacara perceraian suaminya sendiri. “Aku harus memegang uang sejumlah itu, Kyuhyun-ssi, percayalah, aku sanggup menghabiskan semuanya dalam satu minggu.”

Kyuhyun menyeringai sinis. Ternyata benar berita yang didengarnya, Han Sera adalah seorang wanita jalang materialistis yang hanya mempedulikan besar kekayaan seorang pria. Pantas saja dulu ia tidak pernah memandang Kyuhyun, yang hanya mahasiswa penerima beasiswa dan berasal dari keluarga berkecukupan. Berbeda dengan pria yang dinikahinya, seorang chaebol penerus usaha keluarga.

“Apa kau punya masalah dengan tuntutanku?” Sera bertanya dengan nada menantang.

“Aku tidak punya masalah, aku kan hanya pengacara. Tapi suamimu yang akan menentukan hal ini jadi masalah atau tidak.”

“Kau bisa memperingatkannya, bahwa ia bukan satu-satunya pihak yang punya pengacara dalam perceraian ini.” Ancam Sera.

Kyuhyun mendengus, “Han Sera-ssi, mungkin kau lupa posisimu jadi biar kuingatkan. Suamimu adalah penggugat! Ia menggugatmu cerai karena kau hilang selama setahun penuh tanpa berita apa pun, kau menggunakan kartu kreditnya untuk belanja tas-tas bermerek di New York dan menghabiskan limit nyaris satu juta US Dollar hanya dalam waktu lima hari.”

Sera menatap nanar pada Kyuhyun, tidak bisa menyangkal tuduhan Taecyeon yang memang benar adanya.

“Jadi kalau kau mau mengancam suamimu, aku akan bilang ‘good luck!’. Kami punya semua bukti yang dibutuhkan untuk menjatuhkanmu. Dan biar kuingatkan sekali lagi, kau adalah terdakwa di sini. Menurut hukum di Korea Selatan, itu membuat posisimu lebih lemah dan tidak sepatutnya kau melayangkan tuntutan yang konyol dan jauh dari istilah masuk akal.”

“Bantu aku, Kyuhyun-ssi. Aku benar-benar butuh uang itu.” Suara Sera mulai terdengar tertekan. “Kumohon, bantulah aku. Bantulah aku sebagai sahabatmu.”

Kyuhyun mendengus jijik, bisa-bisanya Sera menggunakan kata ‘sahabat’ untuk memanipulasi pikiran Kyuhyun. “Sahabat? Ha! Well, kalau begitu, sebagai sahabatmu aku akan memberikan saran. Terima saja apa yang diberikan Taecyeon-ssi. Kalau kau masih berulah, aku sendiri yang akan memastikan kau tidak mendapat hartanya sepeser pun, sahabatku.” Kyuhyun menekan kalimatnya, membuat setiap kata yang keluar dari mulutnya berlaku bagai tikaman belati di hati Sera.

Rasanya dada wanita itu sesak, ia sudah mengalami banyak penolakan beberapa tahun terakhir hidupnya. Sikap Kyuhyun hari ini hanya menyempurnakan kisah hidupnya yang perlahan menjadi semakin miris. Tapi wanita itu bukan seorang idiot, ia tahu bahwa sanggahan apapun yang terlontar dari mulutnya akan sia-sia untuk mendebat Kyuhyun yang sudah diselimuti kebencian padanya.

Sera menghelas napas pasrah. “Well, kalau begitu aku akan mencoba cara lain untuk mendapat tuntutanku. Apa masih ada yang perlu kita bicarakan?”

Kyuhyun menggeleng singkat.

“Kalu begitu aku akan undur diri. Waktumu terlalu berharga untuk berdebat kusir bersamaku, aku tidak mau kau semakin membenciku.” Sera bangkit dari duduknya, membungkuk pamit sekilas pada Kyuhyun lalu segera melangkah menuju lift personal bagi penghuni apartemen.

Baru beberapa langkah, wanita itu tiba-tiba membalik badan untuk menyampaikan hal yang sejak dulu ingin diungkapkannya pada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, maafkan aku. Aku tidak tahu persis kesalahanku padamu sampai aku berhasil menanamkan kebencian dalam hatimu. Maafkan aku.” Ia membungkuk Sembilan-puluh-derajat pada Kyuhyun. “Sincerely, I’m sorry.”

tbc..


 

Advertisements

112 thoughts on “Piles of Regrets – 1 [Homecoming]

  1. Goldilovelocks says:

    Iiiih baru part satu aja udah kerasa banget nyeseknyaaaaah 😢😢😢 Kyuhyun apadeh dia benci Sera hanya karena Sera nikah sama Taecyeon yg lebih kayak darinya gitu?? Iiiihh sebel >< trs Taec juga sebenernya masih cinta kan? Kenapa Seranya gak dimaafin aja, kenapa malah cerai? Yeaaa kan kalo gak gitu Kyuhyun nya ya yg gak berahir ama pemeran utama wanitanga wkwkwk. Tapi aku rasa hilangnya Sera itu punya alasan…. yang… ng… berat mungkin? Abis mosisiin diri sbg Sera keknya merana bgt dan dia gak bermaksud ninggalin Taec. Tapi masalah dia belanja" gitu…. apa bener? Yg hidup berfoya" di luar negeri sementara si suami nyari-nyari keberadannya…

    Liked by 1 person

  2. KartikaApriya says:

    Whatt?? Kenapa sera minta uang sebanyak itu?? Apa sera sakit?? Kenapa?? Semoga aja sera ga kenapa2 please khawatir sama dianya😢
    Kyuhyun kenapa gitu?? Apa yg buat kyuhyun benci smaa sera ?? Jngan jahat2 lah mass kaisan sera

    Liked by 1 person

  3. Dewiastiti says:

    Aq penasaran dgn satu hal d part ini knp han sera pke acara menghilang ga tanggaung2 setahun lg ilang na?? Pantesan aj suami na jd bnci dy.

    Liked by 1 person

  4. Alea says:

    Sera hilang selama setahun? Aku kira Taecyeon emang jahat sama Sera, ternyata Sera yang ninggalin Taecyeon. Wajar aja kalau Taecyeon jadi cuek. Knapa juga Sera ngilang?
    Trus sahabatnya menjelma jadi pengacara suaminya. Sabar Sera

    Liked by 1 person

  5. Dyana says:

    Duh… Part awal udah bikin penasaran, knp Sera ninggalin Taecyeon? Dan bisa ngehabisin uang suaminya, apa ada sesuatu yang membuatnya terancam?
    Dan Kyu, dia marah dan bencj karena Sera tidak menyadari perasaannya pada wanita itu, lah emang km pernah nembak bang?? Koq gereget ya… Haha…

    Liked by 1 person

  6. OngkiAnaknyaHan says:

    baru part 1 lho padahal
    tapi udah rumit begini ceritanya
    kalo gak baca teasernya juga gak bakal tau kenapa kyuhyun bisa sedendam itu sama sera

    oh , aku lho baru inget
    author ini juga ngeshare ff diblognya mak handa ya ?

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s