After a Long, Long While – Part 7 preview

haneul-white

gambar milih Haneul

Author: Ssihobitt

Category: Romance, NC-21, Chaptered

Cast: Aeri, Ok Taecyeon, Cho Kyuhyun

Kencan keduanya di malam itu terus berlanjut, setelah ada sedikit penyimpangan rencana menuju ke lokasi yang terdengar aneh bagi mereka, Aeri menepati janjinya untuk mentraktir Taecyeon seporsi pancake di sebuah café yang baru buka di daerah Hongdae. Langkah keduanya terasa lebih ringan setelah Aeri berhasil menumpahkan seluruh kesedihannya pada Taecyeon. Wanita itu merasa lebih optimis akan dirinya, sedangkan pria itu memperoleh rasa percaya diri baru karena Aeri sudah bisa terbuka padanya.

Sepanjang Taecyeon mengenalnya, Aeri tidak pernah berbicara sebanyak yang ia lakukan hari ini. Wanita itu terbiasa untuk termenung dan hanya mengungkapkan sedikit kalimat yang justru sering kali menambah misteri dari dirinya sendiri. Selama mengenalnya, fakta menyedihkan tentang Aeri yang diketahui Taecyeon hanya bahwa wanita itu seorang yatim piatu. Suatu hari ibunya yang berkebangsaan Inggris mengajak Aeri kecil ke Korea Selatan—untuk mencari ayah kandungnya. Mereka berada di sebuah terminal bus menuju Seoul ketika genggaman Aeri pada ibunya terlepas dan keduanya terpisah sejak saat itu.

Menurut pengakuan Aeri, ia pernah meminta seorang sahabat Kyuhyun untuk membantu mencari ibunya ketika ia sudah dewasa, dan sebuah fakta kejam harus diterimanya. Bedasarkan record penerbangan yang tanggalnya bertepatan dengan surat kepolisian yang menyatakan Aeri hilang, nama ibunya tertera di salah satu penumpang yang naik pesawat ke London. Sejak hari itu Aeri harus menelan kenyataan bahwa ia bukan terpisah dari ibu kandungnya, melainkan memang sengaja ditinggal di tempat yang sangat asing baginya.

Hal ini membuat self-esteem Aeri menjadi sangat rendah, dan pria yang kini menjadi mantan suaminya adalah orang yang menggenggam tangannya untuk menuntun setiap langkah yang Aeri pikir harus dilakukannya sendiri.

Masih banyak pertanyaan di dalam benak Taecyeon, jika ia boleh jujur, ia cukup penasaran dengan alasan perceraian Aeri. Karena ia pun seorang pria, dan dapat ia nilai dengan jelas bahwa Kyuhyun masih sangat mencintai mantan isterinya—tatapan sayu penuh penyesalan yang diberikan pria itu saat mereka bertemu cukup mengungkapkan segalanya. Tapi Taecyeon harus menahan dirinya, ia harus merasa puas dengan perkembangan yang Aeri peroleh sekarang. Wanita itu sudah mulai tersenyum kembali, ia bisa tertawa dan malam ini ia baru menjadi saksi dari sebuah langkah besar yang Aeri ambil.

“Aish, sepertinya kita terlambat.” Aeri menunjuk pada café kecil yang dimaksud. “Pasti waktu yang kuhabiskan untuk meratap di jembatan tadi terlalu lama hingga kita tidak mungkin mendapatkan tempat di dalamnya.”

Taecyeon tersadar dari lamunannya, ia langsung ikut menoleh pada arah yang ditunjuk Aeri. “Kita bisa menulis nama di waiting-list.” Sarannya.

Aeri memanyunkan bibirnya, “Kau lihat saja orang-orang yang sudah mengantri di luar situ. Bisa-bisa café ini keburu tutup jika kita tetap ngotot untuk makan pancake hari ini.”

“Kita ganti hari lain saja, kita bisa kencan lagi di hari lain.” Usul pria itu.

Aeri mengangkat kepalanya, menatap Taecyeon dengan tatapan bingung. “Setelah yang terjadi malam ini, kau masih mau pergi kencan lagi denganku?”

“Apa yang salah dengan kencan kita hari ini?”

“Aku menghabiskan setengah waktu kencan kita untuk bicara tentang diriku sendiri dan menangis sejadi-jadinya di hadapanmu.” Sergah Aeri. “Kukira itu bukan kesan yang baik untuk acara kencan pertama.”

Taecyeon tertawa, “Aku pernah mengalami kencan yang lebih buruk lagi. Percayalah, aku mengharapkan kencan-kencan lain setelah malam ini.”

Aeri menatap mata Taecyeon dalam-dalam, sambil mencoba menebak apakah pria ini hanya sedang mengodanya.

“Aku punya ide, lebih baik kita beli cheesecake di toko kue dekat rumahmu yang enak itu, beli bir dan soju jika kau mau, lalu kita lanjutkan acara kencan malam ini di perkarangan rumah atapmu.” Ujar Taecyeon cepat.

Aeri mendengus kesal, “Kau mengenakan pakaian serapih ini hanya untuk minum bir dan soju di depan rumahku? Aish! Maafkan kebodohanku yang lupa waktu.”

Taecyeon berinisiatif untuk menggenggam tangan Aeri, sambil menarik lembut wanita itu, menuntunnya untuk segera melupakan rencana awal dan setuju saja dengan rencana dadakan yang baru muncul di kepala Taecyeon. Tentu saja rencana dadakan itu terdengar lebih masuk akal dibandingkan dengan menunggu daftar antrian yang tidak jelas kapan selesainya.

“Baiklah, tapi aku menolak untuk mekan di perkarangan depan rumah atapku. Malam ini terlalu dingin, Taec.” Aeri memasukkan telapak tangannya yang tidak digenggam Taecyeon ke dalam mantelnya.

 

berlanjut ke link ini

password

Advertisements

3 thoughts on “After a Long, Long While – Part 7 preview

  1. Tina yuliawati says:

    Yaa ampun OMG omoo,hot hot hot 😨😱 sumpahh panas bgtt itu adegann,,aeri udh mulai ngebuka hati,tapi masih Ada satu rahasiaa lg Yang belom dia kasih tau ke taec 😒😌jangan smpe taec nanti ninggalin aeri kalo misalnyaa taec tau rahasiaa aerii 😔ditunggu lanjutannya 😘

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s