After a Long, Long While – Part 5

 

aallw

gambar milik Taecyeon, Haneul dan Kyuhyun

 

Author: Ssihobitt

Category: Romance, NC-21, Chaptered

Cast: Aeri, Ok Taecyeon, Cho Kyuhyun

Lagi-lagi tidurnya terganggu, pertemuan dengan wanita itu sore tadi telah membangkitkan kembali memori yang dikuncinya rapat-rapat. Potongan kenangan pahit yang sudah lama ia coba lupakan memutuskan untuk muncul lagi dalam mimpinya. Cho Kyuhyun bergerak gelisah dalam tidurnya, tak kuasa menolak fragmen-fragmen kelam yang muncul tanpa diundang.

Potongan pertama yang menyerangnya adalah detik ketika hidupnya dan Aeri dihempaskan jauh ke dasar jurang. Saat itu mereka duduk di hadapan seorang dokter kandungan untuk kesekian kalinya. Dalam usia pernikahan mereka yang kelima, Aeri masih saja belum menunjukkan tanda-tanda ia akan memberikan keturunan pada Kyuhyun dan keluarganya. Sedangkan pria itu adalah anak tunggal dari seorang keluarga terhormat, maka tentu saja keluarga besarnya mengharapkan kehadiran seorang penerus marga mereka.

Ibu Kyuhyun yang sedari awal memang tidak menyukai pendamping hidup pilihan Kyuhyun, menggunakan masalah ini sebagai alasannya untuk terus-menerus menekan Aeri. Mungkin keberadaan mertua jahat hanya ada di dram-drama televisi, tapi bagi Aeri hal ini nyata terjadi. Tentu saja Nyonya Cho tidak merasa ada yang salah dengan tindakannya, baginya, Aerilah yang bersalah karena berani untuk mencoba masuk ke dalam kehidupan Kyuhyun yang sudah tertata rapi. Ketidaksukaan Nyonya Cho pada menantunya telah membuatnya terus-menerus memaksa pasangan ini untuk berkonsultasi pada seorang dokter ahli kandungan—dan benar saja, dugaannya akan ketidaksempurnaan Aeri tepat.

Pada malam kunjungan dokter itu, Aeri dinyatakan tidak akan pernah bisa mengandung anak Kyuhyun. Konsistensi hormon, kekentalan darah, serta kekuatan dinding Rahim wanita itu tidak memungkinkan untuk mejadi tempat yang nyaman bagi seorang bayi untuk tumbuh dan berkembang—sehingga malam itu dokter memvonis wanita itu dengan label yang paling ditakuti oleh semua wanita—Aeri mandul.

Ekspresi di wajah wanita itu masih terus menghantui Kyuhyun sampai saat ini. Dari sudut pandangnya, Aeri terlihat seperti seseorang yang kehabisan energi untuk bernapas, wajahnya pucat seketika diagnosa dokter disampaikan, dan sejak saat itu, Aeri tidak lagi bisa menatap Kyuhyun pada manik matanya.

Berita buruk ini adalah awal dari keretakan rumah tangga mereka.

Kyuhyun secara pribadi tidak mempermasalahkan kekurangan Aeri, baginya asal mereka tetap bisa hidup bersama dan saling mencintai, semua akan tetap baik-baik saja. Tentu saja ibu Kyuhyun berkata lain. Nyonya Cho tidak hentinya menyindir Aeri setiap kali mereka bertemu dan sebagai seorang wanita, Aeri pun paham bertapa cacat dirinya di mata keluarga pria yang dicintainya.

Tekanan batin yang terus menerus diterima wanita itu menciptakan jarak yang semakin lebar diantara mereka. Pada awalnya Aeri masih melakukan tugasnya sebagai isteri yang mengabdi pada suaminya, ia masih menyambut Kyuhyun sepulang kerja, memasakkan makan malam untuk pria itu dan masih berusaha untuk melawan rasa malu akan dirinya sendiri setiap Kyuhyun mencoba menyentuhnya. Namun seiring berjalannya waktu, rasa bersalah dalam dirinya semakin memuncak.

Dalam keterpurukannya, Kyuhyun lebih sering mendapati Aeri sudah terlelap saat ia tiba di apartemen mereka. Kondisi gadis kesayangannya hanya terlihat semakin memburuk, begitu pula mood-nya. Suatu malam Kyuhyun kehilangan kesabarannya, ia menumpahkan rasa frustrasi akan masalah di kantor pada Aeri yang tidak tahu apa-apa—dan terucaplah kata-kata keramat itu.

“Jika memang kau tidak bisa memberiku keturunan, sebaiknya kau bisa tetap menjadi isteri yang baik bagiku!” Kata-kata menusuk itu meluncur tanpa bisa dikontrolnya. Kata-kata yang sampai detik sangat ingin ditariknya kembali, kata-kata yang telah merubah Aeri seratus-delapan-puluh derajat dari gadis ceria yang diingatnya.

Malam itu, Aeri akhirnya memberanikan diri untuk menengadahkan wajahnya untuk menatap pria yang baru saja menusukkan pisau tepat pada jantungnya—kata-kata pria itu tenang, tapi ketajaman dan emosi yang tersampaikan pada setiap kata cukup untuk membuat seluruh pertahan wanita itu luruh.

Di saat pupil mata mereka bertemu, saat itu lah Kyuhyun tahu kalau ia telah melakukan hal yang fatal. Air mata wanita itu jatuh tanpa ampun, Aeri mengigit bibirnya untuk menutupi gemetar hebat yang menyertainya, seketika itu juga seluruh bobot tubuhnya tertarik oleh gravitasi dan ia langsung berlutut di hadapan suaminya. Kyuhyun ingat bahwa Aeri berusaha untuk berkata-kata, mungkin wanita itu ingin meminta maaf atau bahkan mengutuk aksi kejam suaminya sendiri. Tapi semua yang ingin diucapkan wanita itu tenggelam dalam tangisan pilu yang hingga kini masih terpatri jelas dalam ingatan Kyuhyun.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan Kyuhyun malam itu. Ia bisa menghampiri Aeri dan mencoba meminta maaf atas kata-katanya kelewatan, ia bisa menenangkan kondisi kalut isterinya, ia bisa menjelaskan bahwa amarahnya malam itu tidak ada hubungannya dengan Aeri dan kekurangannya, tapi malam itu, bagai seorang pecundang bodoh, Kyuhyun hanya melangkah pergi dari apartemen mereka—mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.

Pria itu tidak kembali ke apartemen mereka keesokan harinya, ia juga tidak pulang dua hari ke depan. Cho Kyuhyun terlalu dirudungi oleh rasa bersalah pada Aeri hingga ia tak punya keberanian untuk menghadapi wanita yang ia tahu saat itu sedang menderita karena sikap dinginnya. Kyuhyun ingat bagaimana ia berusaha untuk mengalihkan rasa bersalahnya pada minuman keras dan ia pun ingat bagaimana keputusan buruknya ini telah menuntunnya bertemu dengan Kin Hana.

Ibu Kyuhyun adalah orang yang memperkenalkan mereka lama sebelum masalah Aeri dan Kyuhyun memuncak, Hana adalah anak dari teman dekat nyonya Cho. Gadis itu besar di Korea sebelum akhirnya keluarganya pindah untuk tinggal di Perancis. Jelas Nyonya Cho dulu lebih berharap Kyuhyun akan menikah dengan Hana, gadis itu berasal dari keluarga yang asal-usulnya jelas, ia memiliki segudang prestasi dan perilakunya pun sangat santun di mata ibu Kyuhyun.

Di satu malam dari tiga malam saat Kyuhyun tidak pulang, ia tidak sengaja bertemu dengan Hana saat ia sedang memesan makan siang di restoran dekat kantornya. Kisah pernikahannya yang kelam membuat Kyuhyun merasa sedikit terhibur ketika ia berbincang dengan Kim Hana, sehingga perbincangan ringan mereka saat makan siang pun berlanjut dengan ajakan makan malam. Kim Hana jelas menikmati perbincangannya dengan seorang pria tampan kharismatik seperti Kyuhyun, wanita itu dengan santainya meneruskan perbincangan menarik mereka tanpa mengetahui fakta bahwa Kyuhyun ternyata telah menikah. Hanya diperlukan beberapa gelas wine sampai Kyuhyun bisa tertawa lepas karena terhibur oleh cerita wanita itu—dan hanya diperlukan sebuah pikiran pendek dan nafsu tertahan baginya untuk mengkhianati Aeri.

Dalam mimpinya, Kyuhyun dapat merasakan sesak di dadanya begitu nyata. Potongan mimpinya kini membawa ingatannya pada sebuah konsekuensi dari tindakan ceroboh pria itu di malam ia mengkhianati Aeri. Selang beberapa bulan dari pertemuan mereka, Kim Hana tiba-tiba mengajak Kyuhyun untuk bertemu. Firasat buruk sudah hinggap dalam hati pria itu, dan sebuah amplop kecil yang diberikan Hana mengkonfirmasi firasat Kyuhyun—Kelakuan biadab keduanya di malam itu telah membuahkan hasil, Kim Hana mengandung anak Kyuhyun. Wanita itu bahkan berani bersumpah kalau anak yang dikandungnya benar-benar anak mereka, ia pun rela jika Kyuhyun menantangnya untuk melakukan uji DNA kelak.

Tidak mungkin bagi pria itu untuk menyingkirkan benih perbuatan dosa mereka, tapi begitu sulit juga baginya untuk bertindak sebagaimana mestinya—karena ini semua adalah kesalahannya sendiri, baik Aeri maupun Hana tidak seharusnya menderita karena keputusan bodoh yang ia buat.

Kyuhyun ingat bagaimana ia minta waktu pada Hana untuk menentukan sikapnya, ia pun ingat bagaimana canggung sikapnya semakin hari di dekat Aeri, dan Kyuhyun tak akan pernah lupa berapa kali ia harus memerangi pikiran di kepalanya di malam ia mencampakkan Aeri.

Malam itu, Kyuhyun memasuki apartemen mereka dengan langkah gontai dan kepala tertunduk. Aeri menyambutnya dengan wajah ceria yang dipaksakan sambil mengumumkan menu makan malam mereka, Kyuhyun bisa mencium aroma makanan favoritnya yang telah terhidang di meja makan. Namun pria itu tidak sanggup untuk mengambil satu langkah pun untuk mendekat ke isterinya yang—ia tahu—telah berusaha sekeras mungkin untuk memperbaiki keretakan rumah tangga mereka.

Aeri bertanya pada pria itu dengan pelan, apakah ada yang mengganggunya atau adakah yang bisa ia lakukan untuk membuat Kyuhyun merasa lebih baik.

Pria itu membalas pertanyaan Aeri dengan anggukan pelan. Wajahnya tetap tertunduk seiring Kyuhyun merendahkan tubuhnya untuk berlutut perlahan di depan Aeri. Di tangannya telah tergenggam sebuah amplop cokelat dan dengan tangan gemetar, diserahkannya amplop itu pada gadis yang masih menatapnya dengan heran.

Aeri meraih amplop yang diberikan suaminya, membuka penutupnya untuk mengambil lembaran halaman yang disiapkan Kyuhyun.

Saat itulah dunianya runtuh.

Kyuhyun masih ingat reaksi wanita itu, napasnya tercekat, seluruh tubuhnya bergetar dan tatapannya kosong, namun tidak ada air mata di wajah gadis kesayangannya. Tanpa berkata apapun, Aeri melangkah ke dalam apartemen mereka, membiarkan Kyuhyun tetap pada posisi berlututnya dan dalam hitungan kurang dari satu menit, wanita itu kembali ke hadapan Kyuhyun lengkap dengan surat yang telah ditandatanganinya.

Dengan tangannya yang masih bergetar, Aeri menyerahkan surat cerai yang baru saja disetujuinya.

“Maafkan kekuranganku, oppa.” bisiknya lirih, “Maaf karena aku telah gagal menjadi seorang wanita di hadapanmu.”

 

Kyuhyun terbangun dari mimpi buruknya. Mata pria itu telah dibanjiri air mata yang tertahan dan wajahnya penuh dengan peluh, lagi-lagi memori buruk itu menghampirinya. Detik-detik terakhir saat ia bisa melihat keterpurukan Aeri, momen dimana dia mengahancurkan hidup wanita itu dengan kejamnya.

 

*

 

Setelah malam-malam yang dipenuhi mimpi buruk tentang gadisnya, Kyuhyun memutuskan untuk menghubungi sahabat terbaiknya yang kebetulan juga seorang penyelidik di kejaksaan. Shim Changmin pasti bisa mendapatkan akses ke berbagai informasi yang Kyuhyun butuhkan dan hanya pria itulah harapan terakhirnya untuk menggali kehidupan Aeri yang telah lama ditinggalkannya.

Mereka berjanji untuk bertemu di sebuah café kecil tak jauh dari gedung kejaksaan sepulang jam kerja, Kyuhyun telah menyampaikan informasi apa saja yang ia butuhkan dan Changmin pun berjanji untuk datang dengan laporan komplit.

“Maafkan keterlambatanku, barusan aku harus menghadapi terdakwa yang agak ngeyel.” Changmin menepuk bahu Kyuhyun yang telah duduk manis menunggu kehadirannya.

Kyuhyun tersenyum datar dan menunjuk kursi kosong di hadapannya. “Kuharap aku tidak menambah beban kerjamu.”

“Sedikit.” Balas pria itu sambil menyeringai lebar, “Tapi jelas aku akan membantumu.”

“Pesanlah sesuatu, kurasa kita akan malam malam bersama kali ini.”

Changmin mengambil menu yang diberikan seorang pelayan, memilih hidangan pembuka sebelum fokusnya kembali pada teman di depannya.

“Kyu, kukira hubunganmu dan gadis itu telah berakhir, tak kusangka kau masih memintaku untuk menyelidikinya.” Ujar Changmin membuka pembicaran.

“Aku baru bertemu lagi dengannya.” Jawab Kyuhyun jujur, “Ada banyak perubahan dalam dirinya yang mengangguku dan entahlah, berita yang kuterima hanyalah fakta kalau ia tidak lagi tinggal di apartemen yang kutinggalkan untuknya.”

Changmin berdeham sambil merogoh ke dalam tas kerjanya, mengambil tumpukan file yang sudah disiapkannya. “Kau yakin benar-benar ingin tahu tentang hal ini?”

“Menurutmu aku akan menyesal?”

Changmin tersenyum kecut, “Sejujurnya, kurasa lebih baik kau tidak mengorek luka lamamu. Terlebih, banyak fakta tentang Aeri yang kutemukan akan sangat menganggumu.”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya, “Aku tidak peduli, Changmin-a. Aku telah sukses memporak-porandakan hidupnya, setidaknya aku harus bertanggung jawab atas kekacauan yang kuperbuat.”

“Baiklah jika kau bersikeras.”

Kyuhyun meraih gelas berisi minuman dingin disampingnya, memberi tanda pada Changmin kalau ia siap mendengarkan hasil penyelidikan singkatnya.

“Baiklah, akan kumulai dengan status alimentasi yang telah kau berikan padanya. Saat kalian bercerai, kau memberikan asetmu berupa apartemen, mobil dan juga setiap bulan kau mengiriminya sejumlah uang yang lebih dari cukup untuk men-support hidupnya.”

Kyuhyun mengangguk setuju.

“Kau sudah tahu kalau Aeri angkat kaki dari apartemen kalian di suatu malam dan menurut security di gedung itu, Nyonya Cho tidak pernah kelihatan lagi. Mobil yang kautingalkan untuknya sekarang masih terparkir di basement apartemen dan aku yakin mobil itu sudah rusak karena tidak pernah disentuhnya.” Lanjut Changmin. “Aku memanfaatkan lencana detektifku untuk menggali akses ke dalam rekening bank yang kau kirim setiap bulannya—ia tidak pernah mengambil sepeser pun dari yang kau berikan.”

Kyuhyun mengangguk, ia telah menduga hal ini sebelumnya. Pastilah Aeri sangat murka padanya hingga wanita itu menolak untuk menerima bantuan Kyuhyun dalam bentuk apapun.

Changmin menepukkan tangannya ke tumpukan file lain di meja itu. “Sebelum aku menjelaskan temuanku tentang file ini, kau harus tahu sesuatu.”

“Yaitu?”

“Kau tentu ingat bahwa kau sudah tidak pernah kembali ke apartemen itu di malam kau memintanya menandatangani surat cerai?” Pancing Changmin.

Kyuhyun menutup matanya sambil menghela napas panjang, bagaimana mungkin ia lupa tindakan kejamnya itu.

“Aeri-ssi terus-terusan menelponku sejak malam itu, menanyakan keberadaanmu—ia merasa kalau kau seharusnya masih kembali padanya sebelum perceraian kalian benar-benar final. Dalam kurun waktu satu bulan, aku terus-menerus menerima telepon darinya dan aku harus terus-terusan berbohong padanya, mengatakan kalau aku tidak mengetahui keberadaanmu.”

Kyuhyun meneguk kembali minumannya, mencoba menghilangkan gumpalan yang ia rasakan di kerongkongannya.

“Kurasa ia pun menghampiri rumah orang tuamu, karena suatu malam ia berkata kalau ia tahu kau telah dipindahtugaskan ke Amerika. Malam itu ia meneleponku sekedar untuk meminta maaf dan berterima kasih karena aku masih mau berbicara padanya dan berbagi informasi tentangmu.” Changmin berdeham kembali sebelum melanjutkan ceritanya, “Dan aku harus meminta maaf padamu sebelum kulanjutkan cerita ini.”

Kyuhyun mendengus, “Kau sudah bermurah hati untuk menutupi jejak kebangsatanku pada wanita itu, mengapa kau harus meminta maaf padaku? Akulah yang seharusnya meminta maaf karena terus-menerus merepotkanmu.”

“Karena kurasa kata-kataku malam itu menjadi dasar dari tumpukan file di tanganku ini.” Jawab Changmin.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, semakin penasaran dengan isi dari file yang ada di tangan kiri sahabatnya.

“Malam itu Aeri bertanya apa aku sungguh-sungguh tidak tahu berita tentangmu. Ia mengemis padaku, memohon agar aku memberitahunya tentang kondisimu—apakah kau baik-baik saja setelah perceraian kalian, apakah kau tetap menjaga kesehatanmu, dan apakah kau bahagia.” Changmin menarik napas panjang, “Malam itu aku sedang disibukkan dengan urusan dakwaan yang sangat rumit sehingga aku hanya menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan singkat, seadanya, dan secepatnya—dan tanpa sadar aku memberitahunya bahwa ia tidak perlu khawatir akan keadaanmu, karena kau sudah menikah lagi.”

Rahang Kyuhyun mengeras seketika berbagai emosi berkecamuk dalam dirinya.

“Aku masih ingat betul hari itu, Kyu. Hari dan tanggal itu kuingat dengan baik karena malam itu aku kalah dalam kasus rumit yang menggangguku.” Pria itu mengambil file teratas di tangannya dan membuka lembaran pertama, “Pada tanggal yang sama, ada laporan ini dari sebuah unit gawat darurat di rumah sakit daerah Apgujeong.”

Kyuhyun menarik file yang diberika Changmin, mencoba membaca dengan seksama.

Dalam catatan di laporan rumah sakit, Kyuhyun hanya bisa membaca nama Ok Taecyeon dan penyebab pasien dilarikan ke UGD. Nama pasien, nomor telepon pasien dan keterangan lain yang dibutuhkan semua dibiarkan kosong dan hanya ada deskripsi fisik—rambut panjang kecoklatan, ras campuran asia-kaukasia, bermata biru gelap dengan tanda lahir kebiruan di pinggang bagian kirinya—deskripsi fisik Aeri.

“Pasien ditemukan oleh seorang pria yang kebetulan sedang berlari di pinggiran sungai Han.” Jelas Changmin, “Menurut kesaksian pria bernama Taecyeon itu, wanita ini berusaha untuk melompat ke dasar sungai dan ia berhasil menghentikan niatan nekat wanita yang sedang kalut itu. Tapi ketika ia hendak membantunya untuk pindah ke sisi lain jembatan, pegangannya terlepas dan wanita itu terjatuh. Pria itu mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan ikut melompat ke dalam sungai, melawan dingin dan derasnya arus sungai untuk mengangkat pasien ke permukaan, memberikan CPR hingga ambulans datang.”

Genggaman Kyuhyun pada file Aeri mengeras, “Apa kau mencoba bilang padaku kalau Aeri melompat dari jembatan untuk—” Kyuhyun tidak mampu menyelesaikan kalimatnya. Baginya, hal itu terlalu kejam untuk dibayangkan.

Changmin menunduk ragu, ada rasa bersalah dalam dirinya karena ia lah yang memberi Aaeri info kalau Kyuhyun sudah menikah kembali hanya sebulan pasca perceraiannya.

“Apa gadisku mungkin melakukan hal bodoh seperti itu, Changmin-a?” Balas Kyuhyun dengan mata yang mulai berkaca. “Dia gadis cerdas, mana mungkin ia melakukan hal ceroboh seperti ini? Tidak ada nama pasien yang jelas di sini, jadi ini bisa saja laporan tentang siapa pun.” Sanggah Kyuhyun.

Changmin mengangguk, tangannya yang masih diletakkan di atas tumpukan file lain mulai bergerak ragu. Sepertinya Kyuhyun tidak akan pernah bisa menerima kenyataan pahit yang akan terus menyerangnya jika Changmin melanjutkan penjelasan akan file-file lainnya.

Kyuhyun menyadari raut serba salah dalam wajah Changmin, ia pun menyadari tangan sahabatnya yang kini sedang bergerak cepat untuk menyembunyikan sisa file yang tadi dipegangnya. “Jangan berusaha menutupi fakta apapun yang kau ketahui Changmin-ah. Lanjutkan ceritamu.”

“Aku rasa itu tidak bijaksa—“

“Kubilang lanjutkan! Aku telah menghancurkan hati wanita yang paling kucintai, aku pun telah merusak seluruh harapan dan hidupnya. Aku bisa pura-pura buta dan menyangkal semua ini atau aku bisa membantunya menata kembali hidupnya dalam diam.” Suara Kyuhyun meninggi dengan nada suara yang bergetar.

Changmin menatap lekat-lekat sahabat di hadapannya, mungkinkah Kyuhyun benar-benar siap mendengar sisa investigasinya?

“Changmin-a, kumohon.”

Pria itu mengangguk dan kembali membuka file lain yang telah disiapkannya. “Ini laporan dari unit gawat darurat lain.”

Kyuhyun menarik napas dalam, mempersiapkan diri untuk berita buruk lainnya. Hatinya serasa diremas dengan kasar ketika ia membaca laporan yang kedua. Lagi-lagi nama pelapor yang tertera adalah Ok Taecyeon, namun kali ini tertulis jelas nama pasien. Bedasarkan laporan di file itu, pasien yang bernama Aeri dilarikan ke unit gawat darurat setelah Ok Taecyeon menemukannya dalam keadaan bersimbah darah. Pasien mengiris nadinya dengan pecahan botol. Kandungan alkohol dalam tubuh pasien sangat tinggi dan pasien berada dalam kondisi koma selama dua hari sebelum sadar.

Tangan pria itu semakin bergetar saat membaca laporan di halaman berikutnya. Pasien yang terbangun dari koma seketika menjerit histeris dan melakukan serangkaian percobaan bunuh diri lainnya dengan usaha membuka jahitan di lengan kirinya—hingga pihak rumah sakit harus mengikat pasien pada tempat tidurnya dan mengawasinya dua-puluh-empat jam penuh.

“Ae—Aeri benar-benar mencoba mengakhiri hidupnya?” Kyuhyun bertanya dengan suara tercekat.

“Maafkan aku, Kyu.” Balas Changmin. “Ini laporan lanjutan dari kejadian itu.” Ia menyodorkan file lain pada Kyuhyun.

Kyuhyun membaca sekilas dan emosinya memuncak. “Psikiater?! Kau kira gadisku itu sakit jiwa?”

Changmin menyerahkan file lain yang menjelaskan kondisi mental Aeri yang terguncang. “Aeri tidak gila, Kyu. Tapi kecenderungannya untuk terus-menerus menyakiti dirinya sendiri membuat dokter umum di rumah sakit itu merujuknya pada seorang psikiater. Hal ini sebenarnya membantu banyak dalam perkembangan Aeri.”

“Bagaimana mungkin?”

“Dan pria yang namanya selalu tercatat di setiap formulir gawat darurat Aeri juga membantunya untuk berdiri kembali dari kerterpurukannya. Mereka kini bekerja di sebuah sekolah dasar di daerah Mapo-gu dan dalam lima tahun, perkembangan Aeri sangat pesat dan hidupnya perlahan membaik. Ia menyewa sebuah rumah atap di dekat Sinchon.”

Kyuhyun mengangguk lemas, matanya masih terpaku pada tumpukan file terakhir di tangan Changmin.

“Kuharap kau tidak perlu melihat laporan dalam file ini, tapi karena kejadian ini baru berlangsung sekitar sebulan lalu, kurasa ini menjadi signifikan.” Changmin menyerahkan file terakhir pada sahabatnya.

Kyuhyun membaca singkat laporan polisi yang menemukan Aeri di sebuah hotel di daerah Sinchon—hotel di mana Kyuhyun mengantarkannya saat gadis itu mabuk berat—dalam keadaan over dosis dan tak sadarkan diri. Matanya bergerak cepat untuk melihat siapa yang menjadi kontak emergency Aeri—lagi-lagi Ok Taecyeon—dan hatinya menccelos saat ia menyadari tanggal yang tertera dalam laporan itu.

“I—ini..”

“Aku tidak tahu penyebabnya, tapi setelah ia berhenti mengkonsumsi obat penenangnya dan dinyatakan sembuh oleh psikiaternya, hal ini jadi terkesan sangat tiba-tiba.” Jelas Changmin.

Kyuhyun tidak lagi bisa menahan air matanya, buliran bening mengalir deras dari pelupuk matanya. Tangan kanannya digunakan untuk membungkam teriakan tertahannya dan tangan kirinya mengenggam erat-erat laporan terakhir yang ia terima. Ia lah penyebab semua ini, Kyuhyun menyadari kesalahan, kebodohan dan kecerobohannya—tapi sungguh tidak pernah ia berpikir kalau dirinya akan menjadi alasan gadis kesayangannya untuk mengakhirri hidupnya sendiri, untuk kesekian kalinya.

Pria itu sadar akan penting keberadaannya dalam hidup Aeri, ia tahu bahwa Aeri menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk Kyuhyun, ia telah berjanji untuk menjaga gadis itu sejak mereka kecil—hanya Cho Kyuhyunlah satu-satunya orang yang masih dimiliki Aeri untuk bersandar. Dalam satu malam, Kyuhyun merenggut semua itu dengan sadis dari tangan Aeri. Tanpa aba-aba dan peringatan ia telah meninggalkan Aeri seorang diri. Tentu saja wanita itu akan kebingungan, ia akan kehilangan arah, dan tentu saja hal itu bisa menuntunnya untuk melakukan hal-hal gila seperti yang Kyuhyun baca. Pria itu meraung tertahan, bagaimana mungkin hidupnya berjalan lancar dan bahagia dengan keluarga kecil barunya, sementara gadis kesayangannya harus berjuang menghadapi kesepian dunianya tanpa keberadaan pria yang paling dicintainya.

“Changmin-a,” Ujar Kyuhyun diantara isakannya, “Nan ottokhae? Aeri tersiksa ketika bersamaku, tapi ia juga merana tanpaku. Apa yang harus kulakukan Changmin-a.”

“Kyu..”

“Aku hanya ingin.. gadisku.. bahagia..” Tangisannya pecah. Kyuhyun tidak lagi peduli di mana ia sedang berada saat ini. Dadanya sesak dan hatinya teriris perih dengan seluruh rasa bersalahnya pada wanita itu.

 

 

Advertisements

35 thoughts on “After a Long, Long While – Part 5

  1. Tina yuliawati says:

    Huaaaa banjir air mataa 😭😭😭ternyata kyuhyun jg sama tersiksanya kaya aeri,,gada abis abisnya ini cerita bikin penasaran,,,kyuhyun mungkin emang juga tersiksa tapi aeri lebih lebih tersiksa,,😢 ditunggu lanjutannya thor 😀😊

    Like

  2. musketeers2016 says:

    Okkk jadi Alasan kyu cerai karena aeri mandi? Sebenarnya kyu g masalah ya soal anak, tapi aeri pasti tertekan karena di pojok kan boleh ibu nya kyu. Rumit juga nie masalah nya…. Moga aja aeri bisa kuat ya klo harus bertemu dengan kyu lagi. Kasian dia klo harus depresi trus klo liat kyu.. bersyukur ada sosok taecyeon disini, bisa jadi sandaran buat aeri…

    Like

  3. Nenk fresdian says:

    Hhuuaaa baca cerita ini sampe nangis. Bner” miris kisah aeri setelah d tinggal kyuhyun. Smga kyu dan aeri dan kyuhyun v skarang kondisi nya membingungkan. Klo kyu kembli pda aeri gmna nsib keluarga bru kyu. Smga aeri d beri jlan terbaik.

    Like

  4. elfrye says:

    Kasihn bgt hidup aeri…emng dia mau diberi pnykit mandul,kyu udh berjnji akn selalu menjg mlh ninggalin dia dn hidup bahagia.
    Nyesek bgt aeri wjr aj dia selalu ingin bunuh diri,mudh2an kyu dpt karmany di tinggalin istri sm ank2ny…biar dia jg ngerasain apa yg di rasain aeri..fighting nulis lnjtnny chingu…

    Like

  5. may says:

    Nyesek bacanya….huaaaaaa… Kshn aeri utg ad ok taeyon yg sll bntu.
    Ceritany bgs,pnulisanny rapih sukaaaa bgt sm crtanya 🙂 n authorny 😉

    Like

  6. syalala says:

    parah sih ini bikin namgis part 1… ga ngerti lagi parah kenapa begitu bgt kisahnya. tp bener kan dugaan aku kalo kyuhyun hana emg mba dan itu yah karena kyuhyun frustasi dan terlalu terlena. ah parahlah aeri ga salah dia mau bunuh diri trs kalo emg gitu cerutanya huhubu

    Like

  7. park eun kyo says:

    Benar dugaan aq kyu nikahin tuh cwek krn kesalahanx dy kalut krn di tuntut jg sm keluargax buat dpt keturunan ahh ternyata kyuhyun jg sama tersiksax sm kaya aeri 😭😭😭😭ya mungkin kyu juga tersiksa sm kaya aeri tapi kan disini aeri lebih lebih tersiksa😭😭

    Like

  8. ByunSoo says:

    bagaimn kyu rasax tau seberapa pedih dan sakit ditinggalkn oleh mu(aku kok jdi benci ama kyu ya hwa….)
    Authornim Jjang
    dan bgaimn rasax bahwa bukan kamu y sllu ad disisi wanita y kamu cintai,sakit kyu sakit,tpi lbh sakit lg ap y tlah dilewati oleh aeri,kamu ga pantas lg ad didlm kehidupanx aeri.

    Like

  9. arisa57 says:

    .part ini menguras air mata euy..kyu pasti ngrasa bersalah banget..ini berasa tukeran karakter sama taec di piles hihi
    .semoga bahagia buat semuanya 😊
    .buat kakak ssihobitt semangat berkarya terus yak ✊

    Liked by 1 person

  10. Vianna Cho says:

    Bingung nih mau maki kyuhyun atau Kasian
    yah emang sih kyuhyun jadi pengkhianat walau ga bermaksud tapi kyuhyun juga sama tersiksanya kaya aeri walau aeri lebih menderita setelah di campakkan kyuhyun aeri sebatang kara dan kyuhyun memulai hidup baru dengan wanita lain kyuhyun pantes nyesel sih

    Like

  11. Alea says:

    Ternyata Aeri gak bisa ngasih keturunan trus Cho sibuk nenangin dirinya sendiri tanpa mikir Aeri. Lalu ada Hana dan tumbuhlah anak.
    Ya, Cho udah tau kehidupan Aeri tanpa dia. Mau apa kamu Cho? Aeri udah punya Taec. Itu semua karena kecerobohanmu.

    Liked by 1 person

  12. Dyana says:

    dari awal part ini udah di bikin nyesek, dan alhasil aku bacanya sambil nangis Author, sampai ngetik komen ini pun aku masih nangiss…
    Gak ada yang salah dalam hal ini, jika yang harus di persalahkan itu adalah takdir, aku bisa ngerasain betapa hancurnya Aeri saat orang yg paling dia cintai mengatakan kekurangannya dengan lantang, mungkin dia bisa menahan jika orang lain mengatakan itu, tp tidak jika itu suaminya, dan Kyuhyun betapa hidupnya yang terlihat sempurna malah menjadi beban sendiri untuknya di kala wanita yang paling dia cintai mala terpuruk.

    Author keren, aku baca ff ini subuh dan aku nangis menjelang pagi… Feelnya nusuk banget…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s