After a Long, Long While

Author: Ssihobitt

Category: Romance, NC-21, Chaptered

Main Cast: Aeri & Ok Taecyeon

Supporting Cast: Cho Kyuhyun

PROLOG

Aeri selalu menganggap dirinya sebagai golongan yang terbuang—golongan yang tidak diinginkan atau diharapkan oleh siapa pun. Hidupnya perlahan berubah ketika ia bertemu dengan Cho Kyuhyun, pria yang telah dicintainya sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Kisah mereka tumbuh perlahan menjadi sebuah hubungan yang kokoh, yang satu merasa tidak bisa bertahan tanpa yang lainnya, hingga suatu hari, takdir dan kehidupan memporak-porandakan kehidupan mereka yang indah, memaksa keduanya untuk mengucap kata pisah.

Tujuh tahun sudah berlalu dari malam perpisahan mereka, Aeri telah jatuh bangun menghadapi siksaan yang datang dari rasa sepi dan sebatang kara yang Kyuhyun ciptakan untuknya. Berbagai jalan pintas untuk mengakhiri derita tak berujung pun sudah dilakukannya, namun dengan bantuan dan support dari teman barunya—Ok Taecyeon, Aeri perlahan menata kembali hidupnya yang telah hancur.

Pria itu kini kembali ke hadapannya, kembali mengisi hari-harinya, kembali menyiksanya dengan rentetan memori yang tidak bisa dihindarinya—dan pria itu tetap saja jauh dari jangkauannya.

Lagi-lagi mimpi ini datang menghantui tidur lelapnya. Mimpi yang kembali berulah, membawanya kembali pada kenangan sebuah malam yang sangat ingin ia lupakan. Semuanya masih terpatri jelas di ingatannya, bagaimana kalut yang merasuki emosinya, rasa ketakutan, rasa kehilangan yang terasa semakin nyata untuknya. Ia bahkan masih ingat, aroma kamar tidur mereka yang telah lama dihuninya seorang diri, ia masih ingat gaun tidur hijau gelap yang dikenakannya, ia masih ingat betul ekspresi terakhir pria yang telah meluluhlantakkan segala harapan yang tersisa pada dirinya.

Aeri menggelengkan kepalanya, masih terjebak di antara alam mimpi yang menyatu dengan dunia nyata. Sebagian dari dirinya ingin bangun dan membuka matanya kembali sebelum dirinya kembali tenggelam ke dalam mimpi buruk yang tiada henti menghampirinya, namun alam bawah sadarnya seolah ketagihan. Ketagihan akan rasa perih yang ditorehkan oleh memorinya, ketagihan akan momen-momen dimana wajah pria itu muncul sesekali sebelum semuanya berubah.

Ia ingat.

Setiap langkah yang diambilnya, tekstur jalanan kasar yang tersentuh oleh telapak kaki telanjangnya, hembusan angin musim dingin yang menerpa wajah sembabnya, namun yang tidak akan pernah luput dari ingatannya adalah rasa sesak di dalam dadanya.

Dulu ia kira kata-kata pria itu sudah cukup menyakitkan. Tak pernah ia menduga kalua pria itu masih bisa meningkatkan tingkat kekejaman permainannya, Aeri tidak pernah berpikir bahwa pria yang selama ini dipercayainya dapat menikamnya dalam diam. Ya, pria itu tidak berkata apa pun padanya, namun tindakan yang diambilnya jelas telah mampu menuntun langkah wanita ini ke ujung keputusasaan.

Aeri harus bangun sekarang. Layaknya sebuah film yang dimainkan berulang-ulang, ia tahu ke mana langkah-langkah kaki pemeran utama di mimpinya akan menggiring memorinya. Tapi lagi-lagi, keinginan untuk kembali merasakan kepasrahan dan kesakitan yang sangat membuat alam bawah sadar wanita ini tetap bersikeras untuk menyelesaikan episode mengerikan yang sangat dikenalnya.

Wanita dalam mimpinya kini berdiri di tepi jembatan, tangannya perlahan mengusap besi penoppang yang beku oleh dinginnya angin musim dingin. Tubuh ringkihnya yang hanya dibalut oleh gaun tidur tipis itu gemetar, bukan karena dingin udara yang menyelimutinya, namun karena buncahan emosinya yang telah gagal ia pendam. Tanpa ragu, wanita ini menapakkan kaki kanannya pada tiang pertama, diikuti oleh kaki kirinya yang memanjat kepada penopang berikutnya. Tanpa ia sadari, kini Aeri telah berdiri di sisi lain jembatan, sisi yang tidak lagi aman untuk dirinya, sisi yang menghadap langsung kearah sungai Han yang lebar dan dalam di bawahnya.

Air mata sudah mengaburkan pandangannya sejak tadi, kini pikirannya pun ikut tersamarkan oleh keputusasaannya. Ia lelah dan ia memutuskan untuk menyerah. Jika pria itu adalah satu-satunya jangkar hidup yang ia miliki, maka kini Aeri sudah kehilangan semuanya. Kebahagiannya, harapannya, cintanya, semua sudah musnah dalam sekejap mata, lantas siap yang akan kehilangan dirinya jika dia melepaskan pegangannya dari besi dingin ini? Cho Kyuhyun adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki, seseorang yang telah menuntun Aeri sejak mereka kecil, orang yang selalu melindungi dan membelanya. Kyuhyun adalah sosok yang telah menjadi alasannya untuk bernapas.

Kini ia tak lagi memiliki alasan itu. Pria itu telah memutuskan untuk meninggalkannya, tidak, mungkin meninggalkan bukan kata yang tepat, pria itu telah mencampakkannya.

“Oppa, maafkan aku. Sungguh aku tidak pernah berniat menjadi beban bagi hidupmu.” Aeri berguman kecil sesaat sebelum ia membulatkan niatnya untuk melompat ke dasar sungai yang gelap.

Aeri menarik napas sedalam-dalamnya, mempersiapkan diri untuk menyambut dinginnya air yang akan segera menerpa kulit pucatnya.

“AGGASSI!” sebuah teriakan menyadarkannya dari lamunan.

Aeri menoleh untuk melihat sumber suara. Seorang pria berteriak padanya, dengan tangan yang ditangkupkan diantara mulutnya guna menambah volume suara yang ia keluarkan.

“AGGASSI! KAU SEDANG APA DI SITU? ITU BERBAHAYA!!” Pria bersetelan baju olahraga itu kemudian mengambil langkah seribu menuju tangga yang ada di dekat jembatan. “TUNGGU AKU, OKE? JANGAN MELAKUKAN HAL BODOH! JANGAN BERGERAK!!”

Dalam hitungan detik, pria asing itu mendekat padanya. Langkahnya lebar namun penuh dengan kehati-hatian, tatapannya bingung, dan gerak tubuhnya penuh dengan kewaspadaan.

“Sedingin apakah air itu?” Aeri berbisik lirih. “Apakah ini akan sakit?”

Pria itu mendekat sambil memperhatikan kondisi wanita yang kini hanya beberapa senti jauhnya dari kematiannya sendiri. “Air itu pasti sangat dingin, aku yakin! Apa kau bisa berenang?”

Wanita itu menggeleng lemas. “Seberapa menyakitkan menurutmu jika aku lompat ke dalam situ?”

“Dari yang pernah kubaca, rasa dingin akan segera menusuk kulitmu bagai ribuan pisau dihunuskan langsung secara bersamaa. Tahap berikutnya, paru-parumu akan mendapat tekanan tinggi dari tekanan dan dinginnya air, menyebabkan kau akan mulai kehabisan napas secara cepat. Jika itu tidak cukup menyiksa, kau akan mengalami hipotermia yang akan memaksamu membuka mulutmu untuk mendapatkan udara sebanyak-banyaknya. Saat itu terjadi, paru-parumu akan terisi air dan tak lama kemudian kau akan tewas.” Pria itu memilih menjelaskan tahapan siksaan yang akan dihadapinya ketimbang mencegahnya untuk loncat.

Aeri memejamkan matanya, membayangkan apakah kesakitan yang ia rasakan lebih sakit dibandingkan dengan tahap siksaan yang akan dia lalui jika ia memutuskan untuk mengambil nyawanya sendiri.

“Aggassi, kumohon, biar aku membantumu, ng? Apa pun kesulitanmu. Jika kau sedih karena kehilangan seseorang, aku akan mengenalkanmu dengan banyak temanku. Jika kau kehilangan pekerjaan, aku akan membantumu membuat surat lamaran baru, jika kau melakukan ini karena terlibat hutang, aku akan menyisihkan sedikit hartaku untuk membantumu. Jika kau butuh teman, maka aku akan menjadi temanmu. Tapi demi Tuhan, kumohon, pindahlah ke sisi aman dari jembatan ini.”

Tangan pria itu telah memegang bahu Aeri dengan mantap, ia yakin bahwa kata-katanya telah membuat wanita yang sedang kalut ini mengurungkan niatnya. Aeri berbalik perlahan, menatap pria yang kini memegang bahunya erat-erat.

“Biar kubantu.” Pria itu menjulurkan tangannya untuk menopang langkah Aeri.

Satu langkah berhasil diambilnya, namun langkah kedua berakibat fatal, Aeri terpeleset dan yang terjadi kemudian berlangsung begitu cepat. Genggaman tangannya terlepas seiring dengan tubuh kecilnya yang kini terjun dengan bebasnya ke dalam gelapnya air sungai Han.

Dan seketika itu juga, Aeri terbangun dari mimpi buruknya.


 

part 1

part 2

part 3

part 4

part 5

part 6

part 7

part 8

part 9

tbc…

password:

You can e-mail me for password or simply put in the words of this riddle:

what was destroyed by fire in 1592 Japanese invasion? It’s an important landmark up to this day and clearly some place you’d want to visit while you’re in South Korea, place behind the great statue of General Yi Sunsin.

Use capital in each word, while the rest are lower case, no space in between the Korean words.

(e-mail me if you find this too complicated—trust me, i tried put that on copy-paste to google, and the search engine doesn’t give the right answer ;p)

Advertisements

4 thoughts on “After a Long, Long While

  1. she says:

    Baru kali ini baca FF sampai hampir nangis beneran :” daebak! Bahasanya bagus sekali :)) kebanyakan FF gaya penulisannya berantakan, bahasanya asal, tp ini rapih, ringan, dan bahasanya kaya 🙂
    Kurang promosi aja kayanya jadi agak sepi, banyak yg belum tau ada FF bagus disini trmasuk aku pun baru tau heu.
    Lanjutin ya thooor hehehe. Btw emailmu apakah? Kok aku ga nemu ya, maaf -___-

    Liked by 1 person

  2. Dyana says:

    Ff ini main cast nya bukan Cho kyuhyun ya Authornim?
    Tp prolognya menarik, apa Kyuhyun jd tokoh jahat disini, sepertinya dia sudah membuat kekacauan pada hidup seoarang gadis… Ah… Dr pada penasaran aku ijin baca aja langsung…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s